Gaya Belajar Itu Mitos

Gaya Belajar Itu Mitos

“Gaya belajar itu mitos, kawan.”

Dua orang guru sedang ngobrol ringan berkenaan multiple intelligence. Keduanya meyakini, mungkin juga anda, bahwa kalau kami tidak dulu mengkaji berkenaan metode belajar dan mengajar bersama dengan teman kita, maka nyaris pasti, cara mengajar kami stagnan. Kecuali anda membaca buku dan mempraktikkannya.

Seorang guru menawarkan kopi hitam yang dibelinya secara online. “Yuk kami coba kopi ini!”

A: Gaya belajar itu bukan mitos. Ada penelitiannya. Ada otak yang cara kerjanya adalah auditori, tersedia juga yang visual, juga kinestetik.

B: Betul. Sayangnya, mayoritas guru masih mempercayai perihal ini. Termasuk aku pada awalnya dan anda hingga kala ini. Bahkan, sekolah yang guru-gurunya menyampaikan perihal ini kepada siswanya, sebabkan siswa tersebut yakin bersama dengan jenis belajarnya. Ini lebih berbahaya.

A: Kenapa berbahaya? Faktanya, tersedia muridku yang langsung paham cuma bersama dengan mendengarkan penjelasanku. Ada yang belajar sambil bermain, sanggup lebih cepat paham.

B: Tetap berbahaya. Jika guru melayani jenis belajar siswa, maka dia udah mengembangkan pola pikir yang senantiasa dan bukan pola pikir yang berkembang. Bahayanya, kala murid yakin bersama dengan jenis belajarnya maka murid tersebut yakin bahwa dirinya cuma sanggup belajar bersama dengan jenis belajar tersebut. Akibatnya, anak tidak berkenan belajar bersama dengan jenis yang lain.

Apa benar, anak yang auditori harus senantiasa dibacakan kala belajar? lakukan soal juga harus dibacakan? Dan seterusnya. Dia tidak mengupayakan coba kebolehan yang lain. Memangnya, anda tidak menghendaki anak belajar paham teks? Belajar mendengarkan penjelasan guru?

A: Betul juga, ya. Saya baru paham, sekarang. Saya berkenan tanya, kenapa anda bilang mitos? Padahal itu hasil penelitian psikologi.

B: Awalnya sebetulnya iya. Ada penelitian ilmiahnya. Setelah puluhan tahun, akhirnya bukti dari penelitian tersebut tidak memadai kuat. Sepuluh tahun terakhir, udah banyak bantahan pada teori jenis belajar ini. Para psikolog dari berbagai disiplin, udah mengkaji teori ini. Makanya, psikolog Scott Barry Kaufman, menyebut jenis belajar sebagai “neuromythology”, sebuah inspirasi tenar yang bertahan walau sedikit bukti yang mendukungnya.

A: Kenapa banyak yang yakin bersama dengan teori jenis belajar ya?

B: Barangkali, dikarenakan kayak berita hoax kala ini. Begitu seringnya dibicarakan, seolah-olah beralih jadi benar. Tapi….

A: Bisa jadi. Saya paling tidak puas kalau tersedia orang yang tidak melaksanakan prinsip “saring sebelum saat sharing”. Dia melacak berita cuma yang mendekati emosinya, bukan mendekati akal sehatnya. Sayangnya, maaf kalau salah, aku menyaksikan di tempat sosial masih banyak guru yang melaksanakan perihal ini.

B: Kayaknya mereka tidak cukup ngopi dan tidak cukup piknik. Bagaimana berkenan piknik, gaji buat cicilan aja udah ngos-ngosan.

A: Santai. Tetap bersyukur aja. Kita ulang ke persoalan.

B: Betul. Salah satu yang sebabkan banyak orang yakin pada jenis belajar adalah dikarenakan dekatnya teori tersebut bersama dengan prinsip psikologi, yakni setiap orang berbeda. Setiap orang miliki potensi yang unik, bakat yang berbeda, pengalaman dan semangat hidup yang berbeda. Karena alasan inilah, orang bersama dengan otomatis menyamakan bersama dengan jenis belajar. Padahal, itu dua perihal yang berbeda.

A: Saya jadi memahami. Berarti tersedia kaitannya bersama dengan modalitas belajar ya?

B: Tepat. Guru harus paham berkenaan perihal ini. Terutama bagi mereka yang separo tahu. Yang tidak paham sama sekali, justru aman. Tapi, senantiasa harus meng-upgrade diri. Masih ingat, kan bersama dengan kalimat ini, “Yang berbahaya bukan dikarenakan tidak tahu, melainkan yang paham cuma setengah-setengah”.

Howard Gardner, yang tahun 1980-an mempopulerkan kecerdasan majemuk atau multiple intelligence, tahun 2013 di The Washington Post, menyebut teori jenis belajar udah “tidak koheren”. Gardner juga menyebutkan bahwa tidak tersedia bukti yang paham bahwa mengajar bersama dengan jenis belajar siswa membuahkan hasil yang lebih baik.

A: O, begitu. Terus….

B: Sudahlah, cari info sendiri ya…. yang mutlak mengajarlah bersama dengan semua modalitas yang tersedia bersama dengan .

A: Siap. Akan aku cari referensi, dan kami bahas ini lain kala ya….

B: Oke. Siapa paham aku yang tidak cukup pas di dalam paham dialog learning tipe di dalam ranah psikologi ini. Baca tulisan Dr. Robert Bjork, Howard Gardner, Neil Fleming, Daniel Willingham,Ulrich Boser, dan masih banyak yang lain.

A: Banyak banget. Guru kok sibuk terlampau ya. Ngomong-ngomong, paham beginian, mutlak gak sih buat guru?

B: Kayak minum kopi aja. Kalau muridnya kayak kamu, yang minum kopi hasil buatan istri, dan gak dulu buat sendiri, maka pengetahuan ini gak penting. Kamu cuma menikmati. Murid juga cuma menerima. Itu saja.

Tapi, bagi orang yang menikmati kopi sekaligus inginkan sanggup menyajikan cita rasanya bagi orang lain, maka pengetahuan meracik kopi itu penting. Setidaknya kami sanggup menyebutkan kenapa masih tersedia orang yang minum kopi manis.

A: Gue dong.

hahahaha

Terimakasih.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

PISA; Kisah Tes Terbesar Di Dunia

PISA; Kisah Tes Terbesar Di Dunia

Your education today is your economy tomorrow”, begitulah ucap laki laki yang rambutnya telah memutih. Dia adalah Andreas Schleicher.

Schleicher-lah orang yang memimpin tes terbesar di dunia ini. Tes selanjutnya tidak menguji memory siswa dan kurikulum yang berbasis pengetahuan. Menurutnya, terkecuali kami cuma mengajar dan membawa dampak tes apa yang kami ajarkan berdasarkan hafalan, maka robot bisa melakukannya lebih baik. Ingin bukti, tanyalah google perihal sejarah, maka dia bakal tunjukkan ribuan sumber histori didalam hitungan detik.

Schleicher adalah ilmuwan information Jerman. Dialah yang memimpin pergantian tes ini dari tes akademik yang beorientasi materi jadi tes yang mengukur berbagai keterampilan, pola pikir, kolaborasi, empati, dan kreativitas. Dia memiliki visi idamkan mengubah langkah negara-negara di semua dunia mengajar anak-anak dan generasi mereka.

Ketika pertama kali diselenggarakan tahun 2000 bersama melibatkan 32 negara, maka hasil tes selanjutnya mengguncang dunia. Bahkan, negara asal Schleicher sendiri yakni Jerman, tidak benar satu yang terguncang. Bagaimana tidak, Jerman dikenal sebagai negara yang memelihara mutu pendidikan. Berdasarkan hasil tes ini, Jerman berada di tengah-tengah saja dan tunjukkan mutu biasa-biasa saja. Pemerintah Jerman kalang kabut dan menyebut kondisi ini sebagai “instructive disaster”.

Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai super power pendidikan, bersama sistem pendidikan yang kompleks, terhitung mengalami guncangan gara-gara berada terhadap posisi tengah. Bahkan, tahun 2006, AS amat tidak suka bersama hasil tes tersebut. Dan sebagaimana di informasikan oleh bbc.com, AS mengusahakan mengimbuhkan tekanan terhadap instansi penyelenggara tes. Namun kelanjutannya justru menolong amat baik terhadap tes tersebut.

Guncangan terhitung berlangsung di Italia. Tahun 2009, nilai ujian nasional tertinggi tersebar merata di semua wilayah di negara tersebut. Begitu tes ini diselenggarakan, wilayah negara bagian utara tunjukkan hasil yang lebih tinggi ketimbang wilayah selatan.

Tes ini, sekali lagi, tunjukkan kredibilitasnya. Lembaga penyelenggara tes ini terhitung tunjukkan bahwa tanpa pengukuran eksternal, banyak persoalan yang bakal tetap tersembunyi.

Kejutan terhitung berlangsung terhadap awal penyelenggaraan tes ini. Finlandia, negara yang tidak diperhitungkan, negara yang tidak memiliki ujian nasional, tidak mengizinkan PR, justru masuk lima teratas. Tidak cuma itu, dari Asia, negara-negara yang telah mengimbuhkan perhatian tinggi terhadap dunia pendidikan layaknya Korea Selatan dan Jepang, meraih hasil baik sesuai perkiraan.

Sampai kala ini, tes terbesar ini tetap diselenggarakan. Jumlah negara yang turut konsisten bertambah. Tes yang diikuti oleh 72 negara bersama melibatkan 500.000 pelajar yang berusia 15 tahun ini, kini ditunggu-tunggu oleh pemerintah pemegang kebijakan bidang pendidikan layaknya super star. Hasil tes ini amat pengaruhi kebijakan pendidikan di berbagai negara.

Tidak cuma itu, tes ini terhitung mencatat bangkitnya muka pendidikan di Asia terutama di Korea Selatan, Singapura, Hongkong, dan Shanghai. Negara-negara unggul di Asia selanjutnya telah manfaatkan investasi pendidikan untuk mempercepat ekonomi mereka. Sekali lagi, mempertegas kata-kata Schleicher “Your education today is your economy tomorrow”.

Pada awal diselenggarakannya tes ini, banyak yang mempertanyakan, apakah adil menilai berbagai negara bersama satu macam tes? Bukankah setiap negara memiliki perbedaan sumber kekuatan manusia dan sumber kekuatan alam?

Schleicher mengungkapkan bahwa kekuatan yang dipelajari setiap anak bakal amat penting bagi keberlangsungan hidup mereka. Tidak cuma untuk hari ini, tetapi terhitung untuk era depan mereka. Menurutnya, “ini bukan perihal elit, ini adalah perihal orang miskin yang dipengaruhi globalisasi, mereka adalah orang-orang yang bakal kehilangan pekerjaan mereka gara-gara mereka tidak mengikuti keterampilan di sisi lain dunia”, ujar schleicher.

Tes ini mengusahakan mengingatkan bahwa instansi pendidikan kudu tetap bisa beralih menyesuaikan keperluan zaman, terutama lagi di dunia digital tanpa batas.

Melalui tes ini pulalah untuk pertama kalinya, dunia bisa memperbandingkan sistem pendidikan. Negara-negara di dunia bisa saling belajar dan bisa saling melengkapi. Bagaimana tidak, tersedia negara yang prestasi tesnya amat bagus, tetapi tinggi pula tingkat stresnya. Ada negara yang kaya, tetapi prestasi pendidikannya biasa-biasa saja. Ada terhitung negara yang prestasi pendidikannya bagus, sekaligus kebahagiaan warganya terhitung amat bagus.

Secara keselurhan, didalam tes ini terhitung bakal diperoleh data-data yang lain. Misalnya, interaksi antara orangtua murid bersama sekolah, interaksi kekuatan ekonomi bersama hasil belajar, kenyamanan belajar bersama hasil belajar, dan tetap banyak yang lain.

Inilah tes terbesar di dunia. Tes ini bernama The Programme for International Student Assessment atau PISA. Tes yang bermula cuma bersama tiga tema; matematika, sains, dan membaca, dan setelah itu berkembang amat luas. Tahun 2012, mengimbuhkan perihal literasi keuangan. Tahun 2015, mengimbuhkan penilaian keterampilan pemecahan persoalan kolaboratif siswa. Tahun 2018, tersedia menambahkan kompetensi global, dan konsep tahun 2021, direncanakan mengukur kreativitas.

Sekarang, mari kami simak negeri sendiri. Indonesia telah berpartisipasi sejak awal. Berdasarkan hasil tes PISA terakhir, tersedia peningkatan yang menggembirakan. Meski tidak boleh lupa, bahwa lebih banyak lagi yang kudu kami perbaiki.

Kita kudu terhubung lemari pendidikan kita, dan lihat semua isikan yang tersedia di dalamnya. Satu per satu.

Terimakasih

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/ 

Kepala Sekolah Yang “Buruk” Berakibat Fatal Pada Pendidikan

Kepala Sekolah Yang “Buruk” Berakibat Fatal Pada Pendidikan

Jika proyeknya adalah memotong pohon, maka guru mesti menegaskan dirinya untuk punya kemampuan memotong pohon bersama dengan cara yang tepat. Sedangkan kepala sekolah mesti menegaskan bahwa yang dipotong adalah pohon yang tepat. Bukan sembarang pohon.

Meskipun ujung tombak pendidikan di sekolah adalah guru, tetapi peran kepala sekolah tak kalah besarnya bersama dengan peran guru. Jika guru adalah pemimpin studi di kelas, maka kepala sekolah adalah pemimpin studi para guru.

Sungguh miris disaat mendengar beberapa rekan yang bercerita berkenaan minimnya peran kepala sekolah. Bahkan, hingga tersedia yang berasumsi lebih baik tidak tersedia kepala sekolah. Menurutnya, “ada ataupun tidak, tidak berpengaruh apapun”.

Persoalannya adalah kalau peran itu dinilai secara subyektif oleh guru. Secara administratif dan struktural, kepala sekolah berfaedah amat jelas. Bagi guru yang tidak suka bersama dengan kesibukan administrastif, bisa jadi terlihat penilaian yang tidak baik. Please…, kepala sekolah punya peran yang amat penting. Mari kami temukan solusinya!

Jika tugas guru adalah menyediakan lingkungan agar bakat dan potensi anak berkembang bersama dengan baik, maka tugas kepala sekolah adalah menyediakan lingkungan agar kemampuan paling baik guru bisa berkembang.

Untuk jelas arahnya, mari kami melihat kepala sekolah dari satu faktor (dari banyak faktor lain) di bawah ini!

Aspek ISI RAPAT

Saat rapat atau pertemuan lainnya, simaklah mengisi rapatnya. Beberapa perihal yang mesti jadi perhatian dan mesti jadi obrolan bersama dengan adalah faktor manajemen, budaya sekolah, pembelajaran, dan informasi.

Manajemen. Pelayanan yang baik hampir sepenuhnya bermuara terhadap manajemen yang baik. Semua prosedur dan penanganan bidang kependidikan dan non-kependidikan mesti dipahami oleh semua pihak.

Budaya sekolah. Akar pendidikan cii-ciri di sekolah adalah budaya sekolah yang positif. Budaya sekolah meliputi budaya kerja semua warga sekolah.

Pembelajaran. Orientasi studi berpusat di sini. Ada pembelajaran berorientasi terhadap hasil tersedia juga yang berorientasi terhadap proses.

Yang terakhir adalah Informasi.

Jika kepala sekolah mengadakan pertemuan atau rapat cuma untuk mengemukakan informasi, maka hampir bisa dipastikan bahwa sekolah tersebut adalah sekolah administratif saja. Jika pertemuan cuma memuat pembahasan manajemen saja, maka sekolah tersebut kering di dalam faktor ruh dan jiwa pendidikan. Dan seterusnya.

Sebenarnya, tidak tersedia kepala sekolah yang buruk. Setiap kepala sekolah diangkat bersama dengan beraneka pertimbangan yang baik. Ada beberapa syarat dan kompetensi yang mesti dipenuhi. Kepala sekolah yang buruk di sini disimpulkan sebagai kepala sekolah yang di dalam tugasnya cuma menunjukkan diri sebagai tugas administratif.

Akibatnya, kepala Sekolah yang tidak membangun budaya sekolah bermakna sudah membiarkan setiap budaya individu berkembang bebas sendiri-sendiri. Jika sekolah tersebut memuat pribadi-pribadi yang kuat, maka bisa saja sekolah tersebut berkembang baik. Bagaimana kalau berjalan sebaliknya?

Peran kepala sekolah amat mutlak untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih besar dan maju. Jika tersedia kepala sekolah yang sukar menyesuaikan diri, mari kami bantu bersama dengan memberinya masukan bersama dengan cara yang santun.

Bagaimana kalau tersedia kepala sekolah yang sukar terima saran? Ajaklah ngopi atau makan-makan ya….. hehe

Baca juga :

Rumah Zakat Berikan Beasiswa dan Pembinaan di Desa Pabedilan Kulon

Rumah Zakat Berikan Beasiswa dan Pembinaan di Desa Pabedilan Kulon

Rumah Zakat Berikan Beasiswa dan Pembinaan di Desa Pabedilan Kulon

Rumah Zakat Berikan Beasiswa dan Pembinaan di Desa Pabedilan Kulon

Rumah Zakat Berikan Beasiswa dan Pembinaan di Desa Pabedilan Kulon

CIREBON – Rumah Zakat menggelar pembinaan kepada anak binaan di Desa Pabedilan Kulon, Kec.

Pabedilan, Kab. Cirebon. Kegiatan pembinaan tersebut merupakan rangkaian program Senyum Juara yang diinisiasi oleh Rumah Zakat yang bertujuan untuk memberdayaan masyarakat di bidang pendidikan.

Sebanyak 16 anak binaan Rumah Zakat mendapatkan beasiswa dari program Senyum Juara. Anak-anak tersebut berasal dari latar belakang keluarga ekonomi menengah ke bawah. Selain mendapatkan beasiswa, anak-anakpun mendapatkan pembinaan rutin dari fasilitator Rumah Zakat.

Adapun materi pembinaan tersebut mencakup Tahidzul Quran, Bimbel Bahasa Inggris, dan

Bimbingan Seni Hadroh. Selain diberikan pembinaan, fasilitator Desa Berdaya Pabedilan Kulon pun menyalurkan beasiswa bagi anak binaan yang aktif mengikuti seluruh agenda pembinaan.

Warga di Desa Pabedilan Kulon, Kec. Pabedilan, Kab. Cirebon, khususnya para orang tua mengaku sangat senang dengan adanya program beasiswa yang diberikan oleh Rumah Zakat. Selain terbantu secara materi karena mendapatkan beasiswa, anak-anak mereka pun bisa mendapatkan tambahan ilmu agama melalui pembinaan.

“Alhamdulillah kami bersyukur kepada Allah. Kami juga ucapkan terima kasih kepada donatur

Rumah Zakat yang telah memberikan beasiswa dan membina anak-anak di desa kami agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ungkap salah satu orang tua siswa. (Pun)

 

Baca Juga :

 

 

 

PLN, Membangun Negeri dari dan untuk Generasi Muda

PLN, Membangun Negeri dari dan untuk Generasi Muda

PLN, Membangun Negeri dari dan untuk Generasi Muda

PLN, Membangun Negeri dari dan untuk Generasi Muda

PLN, Membangun Negeri dari dan untuk Generasi Muda

BANDUNG-Founding Father bangsa Indonesia pernah berpesan, “Berikan aku 1000 anak muda

maka aku akan memindahkan gunung tapi berikan aku 10 pemuda yg cinta akan tanah air maka aku akan menguncang dunia.” Terinspirasi oleh pesan tersebut, dalam rangka peringatan Hari Listrik Nasional ke-72 dan Sumpah Pemuda, PLN Distribusi Jawa Barat mengadakan kegiatan PLN Muda Mengajar dengan tema “Berbagi Terang Untuk Generasi Benderang” Pada kegiatan PLN Muda mengajar ini, para generasi muda PLN berbagi ilmu dan pengalaman tentang profesinya.

Harapannya, para siswa akan memiliki gambaran mengenai pekerjaan PLN dan memberikan

inspirasi serta motivasi kepada siswa-siswi yang ingin bekarir di bidang kelistrikan. Dalam kesempatan ini, para siswa juga diajarkan tentang pengetahuan umum ketenagalistrikan terutama tentang darimana datangnya listrik, bahaya yang bisa ditimbulkan oleh listrik ilegal dan simulasi gangguan listrik. Acara yang dilaksanakan sejak 21 Oktober 2017 ini diikuti kurang lebih 700 siswa mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA. Di Bandung sendiri, pelaksanaan PLN Muda Mengajar diadakan di SD Bina Bakti, SDN Banjarsari dan SMK 6 Riung Bandung. Asri Mayang, pegawai PLN Kantor Distribusi Jawa Barat dalam sesi mengajarnya menyampaikan bahwa untuk bisa menggapai cita-cita kita harus ingat 3 hal, pertama berdoa, kedua belajar dan ketiga ingat untuk selalu menanamkan budaya hormat baik ke orangtua maupun guru. PLN Distribusi Jawa Barat

sebelumnya juga pernah mengadakan kegiatan PLN Mengajar serentak di 17 unit se wilayah Jawa

Barat pada Hari Anak Nasional. Pelaksanaan kegitan ini diharapkan dapat menggerakan semangat generasi muda Indonesia untuk membangun negeri. Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Ridwan mengatajan kegiatan PLN Muda Mengajar berangkat dari semangat kepedulian dan inspirasi berbagi dari karyawan muda PLN sesuai semangat Sumpah Pemuda dan Hari Listrik Nasional. “Semoga manfaat yang dirasakan bisa dirasakan baik untuk PLN maupun bagi masyarakat.”ungkapnya, Sabtu (28/10). Jo

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/contoh-surat-perjanjian-jual-beli-tanah-dan-rumah/
Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/contoh-surat-perjanjian-jual-beli-tanah-dan-rumah/

Pokja Wartawan Beradu Keahlian di Lapang Bola

Pokja Wartawan Beradu Keahlian di Lapang Bola

Pokja Wartawan Beradu Keahlian di Lapang Bola

Pokja Wartawan Beradu Keahlian di Lapang Bola

Pokja Wartawan Beradu Keahlian di Lapang Bola

 

BANDUNG- Puluhan wartawan dari berbagai media baik cetak, elektronik dan online beradu

keahlian atau kabisa dalam bermain bola di lapangan sepak bola Lodaya Kota Bandung, Senin (30/10). Mereka bukan sedang bermain-main, melainkan sedang mengikuti invitasi sepak bola antar wartawan pokja. Invitasi sepak bola antar wartawan pokja digelar oleh Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jabar. “Sebenarnya ini lebih untuk saling mengakrabkan saja sih, antar wartawan senior dan junior. Sekarang kan banyak wartawan baru sementara wartawan senior juga

banyak yang masih aktif,” ujar Ketua Siwo PWI, Irfan Suryadirja. Menurut Irfan klasifikasi Pokja

sengaja dipilih agar tidak ada fanatisme medianya, karena tujuan utama dari invitasi soal keakraban itu tadi. “Pokja kan tidak mewakili nama media, tetapi mewakili ruang liputan. Ada yang biasa meliput ekonomi maka disebut pokja ekonomi, ada yang biasa meliput di gedung sate disebut wartawan pokja gedung sate, lalu ada pokja polda, kejaksaan dan lain-lain. Mereka dari

berbagai media yang berbeda, tetapi bergabung dalam satu pokja,” ujarnya. Invitasi sepak bola

antar wartawan pokja digelar selama sebulan, dengan jadwal pertandingan setiap hari Senin. Kick Off dilakukan oleh Ketua PWI Jabar, Mirza Zulhadi. (Pun)

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/makalah-jaringan-tumbuhan/

Mengenal Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-Hari

 

Berikut adalah beberapa contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari yang dipecahkan menggunakan algoritma flowchart

1. Mengirim Surat ke kantor Pos

 

2. Makan

Contoh kasus algoritma ke 2 dalam kehidupan sehari-hari adalah aktivitas makan, berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk kasus makan:

3. Tidur

Aktivitas berikutnya yang bisa dipecahkan dalam algoritma adalah proses tidur, algoritma flowchartnya adalah sebagai berikut:

4. Memasak Mie instant

Berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk permasalahan dalam kehidupan sehari-hari memasak mie:

5. Menanak Nasi

Algoritma flowchart menanak nasi adalah sebagai berikut:

Kesimpulan
Ada banyak sekali contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dipecahkan menggunakan algoritma flowchart.

Untuk membuat algoritma flowchart pada dasarnya harus dimulai dengan simbol terminator dengan tulisan Mulai / start atau selesai / end / finish.

Simbul lainnya yang digunakan harus sesuai dengan kasus yang ingin dipecahkan, sehingga alur proses yang terjadi  mudah untuk dipahami.

 

Baca Artikel Lainnya:

Contoh Algoritma Bahasa Natural dan Flowchart dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Algoritma Bahasa Natural dan Flowchart dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Algoritma Bahasa Natural dan Flowchart dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Algoritma Bahasa Natural dan Flowchart dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Algoritma Bahasa Natural dan Flowchart dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut adalah beberapa contoh algoritma bahasa natural dan flowchart dalam kehidupan sehari-hari:

1. Mengirim Surat ke kantor Pos

a. Algoritma bahasa natural:
1. Mulai
2. Siapkan kertas dan kartu ucapak
3. Siapkan amplop
4. Siapkan alat tulis
5. Mulai menulis ucapan
6. memasukan kertas ke dalam amplop
7. Lem amplop
8. Tulis alamat tujuan di belakang amplop
9. Apakah ada perangko, jika ada temple perangko, jika tidak ada beli dulu
10. Tempel perangko
11. pergi ke kantor pos
12. Poskan surat tersebut
13. selesai
B. Algoritma Flowchart mengirim surat

2. Makan

Contoh kasus algoritma ke 2 dalam kehidupan sehari-hari adalah aktivitas makan, berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk kasus makan:
 
A. Algoritma Bahasa Natural
1. Mulai
2. Cuci Tangan
3, Ambil Alat makan (sendok, garpu, piring)
4. Ambil nasi dan taruh di atas piring
5. Ambil lauk, taruh lauk di atas nasi
6.Ambil Air minum di gelas
7. Baca doa sebelum makan
8. Makan
9. Sesudah makan baca doa sesuah makan
10.Cuci piring
11 Selesai.
B. Algoritma Flowchart

3. Tidur

Aktivitas berikutnya yang bisa dipecahkan dalam algoritma adalah proses tidur, algoritma flowchartnya adalah sebagai berikut:

A. Algoritma Bahasa Natural
1. Mulai
2. Membersihkan diri (mandi, cuci muka, kaki dan tangan)
3. Ganti baju tidur
4. Pergi ke kamar
5. Naik ke tempat tidur
6. Membaca Doa sebelum tidur
7. Tidur
8. Selesai

B. Algoritma Flowchart

4. Memasak Mie instant

Berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk permasalahan dalam kehidupan sehari-hari memasak mie:

A. Algoritma bahasa natural
Sama dengan deskripsi pada gambar

B. Algoritma Flowchart

5. Menanak Nasi

Algoritma flowchart menanak nasi adalah sebagai berikut:

Kesimpulan

Ada banyak sekali contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dipecahkan menggunakan algoritma flowchart.

Untuk membuat algoritma flowchart pada dasarnya harus dimulai dengan simbol terminator dengan tulisan Mulai / start atau selesai / end / finish.

Simbul lainnya yang digunakan harus sesuai dengan kasus yang ingin dipecahkan, sehingga alur proses yang terjadi  mudah untuk dipahami.

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut adalah beberapa contoh kasus algoritma percabangan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menonton Film untuk  usia 17 tahun ke bawah

Penyajian algoritma berikut adalah algoritma untuk kasus menonton film dimana yang hanya bisa menonton film adalah orang yang berusia 17 tahun ke bawah, jika usia lebih dari 17 tahun tidak boleh menonton film.
Flowchart:

Pada algoritma di atas usia diinput oleh pengguna, selanjutnta usia yang diinput dicek dengan pengkondisian (apakah usia lebih besar dari 17), jika usia lebih besar dari 17 (Ya), maka cetak “Silahkan menonton” Jika (tidak), maka cetak “Anda tidak boleh menonton.

Algoritma Pseudocode menonton film
Berikut adalah penyajian algoritma pseudocode untuk kasus di atas

Algoritma menonton_film
Deklarasi
usia : integer
Deskripsi:
read (usia)
if(usia>7)then
write (“Anda tidak boleh menonton”)
else
write (“Silahkan Menonton”)
endif

Pengkondisian kebanyakan menggunakan simbol operator matematika seperti >, <, =, <=,>= seperti contoh diatas (usia >7)

2. Kelulusan Siswa

Algoritma flowchart & pseudocode berikut adalah algoritma untuk mengecek nilai siswa, jika nilai siswa lebih besar dari 70 maka lulus jika tidak maka tidak lulus.

Flowchart:

Pseudocode:
Algoritma kelulusan_siswa
deklarasi
var
nama,ket:string
nilai:integer
Deskripsi:
read(nama,nilai)
if(nilai >70)then
ket <- “Lulus”
else
ket <- “Tidak Lulus”
endif

write(nama,nilai,ket)

Algoritma flowchart dan pseudocode di atas adalah algoritma percabangan untuk 1 kondisi, semoga bermanfaat.

 

(Sumber: https://www.ilmubahasainggris.com/)

UMKM Dipasarkan Secara Online

UMKM Dipasarkan Secara Online

 

Sebanyak 100.000 Usaha Mikro,

Kecil, dan Menengah (UMKM) produknya dipasarkan secara online pada Hari UMKM OnlineNasional 2017. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mencanangkan program ini di Pasar Ciroyom Baru, Jl. Ciroyom Barat, Andir, Kota Bandung, Jumat (31/3/17).

Pencanangan ini serentak dilakukan di 30 kabupaten/kota seluruh Indonesia periode 31 Maret-2 April 2017. Di Jawa Barat pencanangan dilakukan di dua tempat, yaitu di Kota Bandung dan Kabupaten Garut. Hari UMKM Online Nasional yang jatuh setiap 31 Maret juga menjadi momentum untuk memasarkan produk UMKM secara luas hingga internasional.

Menurut Aher

UMKM Online bisa menjadi peluang pemasaran produk UMKM yang selama ini terkendala masalah pemasaran dan iklan yang mahal. Upaya ini merupakan bentuk fasilitas dari pemerintah untuk mengembangkan bisnis UMKM. Untuk itu, Aher mendorong agar produksi dan kualitas produk UMKM bisa ditingkatkan agar bisa bersaing dengan produk lain. “Sekarang ketika ada online untuk UMKM kan ga ada hambatan lagi. Difasilitasi oleh pemerintah, fasilitasinya dalam bentuk skala besar. Berapa pun produk kita bisa dipasarkan, grouping-nya lewat fasilitas Kominfo, maka sekarang hambatan pemasaran bagi UMKM ga ada lagi,” ujar Aher usai acara pencanangan.

“Justru yang sekarang harus diperbaiki, yang harus kita dorong adalah mari kita dorong UMKM kita untuk memproduksi . Kedua, didorong UMKM kita kualitasnya semakin tinggi, kemasannya semakin bagus,” lanjutnya.

UMKM adalah back bone atau tulang punggung bagi ekonomi Indonesia

Terbukti pada krisis ekonomi global 2008 lalu, UMKM tetap bisa bertahan dan menjadi penentu stabilnya ekonomi nasional saat itu. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat terus membina dan memberdayakan sektor ini melalui berbagai program, seperti pencanangan 100.000 wirausaha baru serta pengucuran Kredit Cinta Rakyat (KCR) yang dimulai pada 2011 lalu.

“Saya juga menugaskan Pak Dudi (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat), tentu saja para Kepala Dinas UMKM yang ada di kabupaten/kota di Jawa Barat untuk terus membina dan membina, memberdayakan, supaya para pelaku UMKM itu mampu menghadirkan produk yang baik, dikemas dengan baik bisa dipasarkan bersaing dengan produk lainnya tanpa biaya yang besar,” kata Aher dalam sambutannya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun lalu jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56,5 juta. Dari total pekerja Indonesia yang mencapai 110 juta orang, 107 juta diantaranya masuk dalam struktur UMKM. Pengembangan serta pemberdayaan UMKM adalah langkah strategis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), terlebih sektor ini memiliki peranan besar dalam menambah lapangan pekerjaan dan mendongkrak perekonomian Indonesia.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian KUKM dan Kementerian Kominfo berkomitmen untuk meng-online-kan 8 juta UMKM sampai 2020. Diharapkan pada akhir 2008 setidaknya 2 juta UMKM sudah go online. Hal ini sesuai dengan Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang diluncurkan Pemerintah Pusat, yaitu e-Commerce Road Map atau Peta Jalan e-Commerce yang diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan secara bersamaan mampu memberikan ruang besar bagi produk lokal bermain lebih luas secara global.

“Peta jalan e-Commerce sekaligus dapat mendorong kreasi, inovasi, dan infensi kegiatan ekonomi baru di kalangan generasi muda. Dengan cara memberikan kepastian dan kemudahan berusaha dalam memanfaatkan e-Commerce dengan menyediakan arah dan panduan strategis untuk mempercepat pelaksanaan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik pada periode 2016-2019,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kewirausahaan Industri Kreatif Kementerian Koordinator Perekonomian RI Rudy Salahudin yang juga hadir pada pencanangan UMKM Onlinedi Ciroyom, Kota Bandung.

Kebijakan ini akan mengutamakan dan melindungi kepentingan nasional, khususnya terhadap UMKM serta pelaku usaha Star Up. Selain itu juga mengupayakan keahlian sumber daya manusia pelaku sistem perdagangan nasional berbasis elektronik atau dikenal dengan nama e-Commerce.

Sementara itu, manfaat bagi masyarakat dari gerakan peng-online-an 100.000 UMKM adalah memberikan beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM yang mengikuti Gerakan 100.000 UMKM Go Online. Diantaranya, distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar dalam 1×24 jam; inkorporasi RKB (Rumah Kreatif BUMN); transformasi dari unbanked ke banked (financial inlusion); serta kesempatan membuat NPWP serentak untuk seluruh pelaku UMKM yang akan di-online-kan. Sampai saat ini inklusi financial di Indonesia masih belum maksimal. Sekitar 60% masyarakat belum memiliki rekening bank, termasuk pelaku UMKM. Selain itu, penyaluran KUR juga masih rendah (4 juta UMKM) dibandingkan total UMKM yang ada di Indonesia.

Upaya membangun kewirausahaan nasional dengan meng-online-kan 100.000 UMKM serentrak akan dilakukan oleh Nurbaya Initiative bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dengan mengerahkan 25.000 karyawan yang dilatih menjadi digital fasilitator untuk membantu peng-online-an UMKM. Prose peng-online-an dilakukan oleh peserta dengan mendatangi lokasi/tenda registrasi baru UMKM Online untuk diperiksa kelengkapan data dan persyaratannya sebelum diproses menjadi UMKM Online. Pendaftaran UMKM Go Online juga bisa dilakukan dengan mengisi formulir online di http://umkmonline.id atau dengan mengirim SMS ke nomor 0813-1001-8008 dengan format Nama UMKM, Lokasi, Produk/Service yang ditawarkan.

Manfaat lain dari gerakan peng-online-an 100.000 UMKM ini selain mendapat domain (.id) dan hosting gratis, peserta juga dapat memasarkan produk UMKM yang telah di-online-kan di maket place terkemuka, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Elevania, dan Blanja. Selain itu, Nurbaya Initiative juga akan menyiapkan e-kiosk di seluruh Kantor Pos untuk mengoptimalkan penjualan produk UMKM. Bentuk lain dukungan kepada UMKM Go Online diwujudkan dengan memfasilitasi sistem perpajakan yang mudah bagi pelaku UMKM Go Online.

Gerakan peng-online-an 100.000 UMKM Go Online diharapkan mampu mempercepat visi Indonesia menjadi “The Digital Energy of Asia”dengan penekanan pada kekuatan UMKM Nasional yang mampu menjadi pemain di dalamnya.

Artikel terkait :