Alasan Pentingnya Aktifkan ‘Flight Mode’ Dalam Pesawat

Alasan Pentingnya Aktifkan ‘Flight Mode’ Dalam Pesawat – Setiap melangkah masuk ke dalam pesawat bakal ada pengeras suara yang mengingatkan penumpang supaya mengatur perlengkapan elektronik apapun ke dalam mode penerbangan.

Dilansir dari The Telegraph, asumsi umum yang beredar ialah penumpang mesti menonaktfikan telepon seluler sebab sinyal yang dipancarkan bisa menganggu instrumen navigasi dan dapat menimbulkan gangguan.

Patrick Smith, seorang pilot AS dan pengarang Cockpit Confidential mengungkapkan persetujuannya terhadap aturan mematikan ponsel begitu masuk ke dalam pesawat.

“Mungkinkah perlengkapan mengganggu penerbangan? Itu tergantung pada gadget dan bagaimana dan kapan gadget tersebut digunakan,” katanya.

Sebagai misal laptop, Smith menuliskan komputer lama bisa memancarkan energi berbahaya. Risiko yang lebih banyak yang ditimbulkan ialah mengakibatkan gangguan sinyal penerbangan.

Potensi ponsel yang mengganggu tidak melulu ada saat sedang digunakan, tetapi pun saat ponsel tidak aktif, itulah sebabnya mode penerbangan mesti digiatkan bahkan andai penumpang tidak berniat memakai ponsel mereka.

Namun, Smith berasumsi meskipun terdapat permintaan yang jelas di mula setiap penerbangan guna mematikan ponsel, masih ada mayoritas orang yang lalai.

Di Indonesia sendiri, sekian banyak aturan sudah menyebutkan larangan pemakaian ponsel dalam pesawat. Salah satunya beleid dikeluarkan melewati Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi yang tidak mengizinkan pemakaian barang elektronik dalam pesawat.

Salah satu beleid tertulis dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 mengenai Penerbangan pasal 54 ayat f.

“Setiap orang di dalam pesawat udara sekitar penerbangan dilarang mengerjakan pengoperasian perlengkapan elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan.” tulis beleid tersebut.

Lebih lanjut di dalam UU No. 36 Tahun 1999 mengenai Telekomunikasi, yang membicarakan pelarangan gangguan frekuensi radio berada dalam pasal 33 ayat (2) dan pasal 38. Ditinjau dari Pasal 33 Ayat (2) melafalkan bahwa pemakaian spektrum frekuensi radio dan orbit satelit mesti cocok dengan peruntukannya dan tidak saling mengganggu.

Sedangkan Pasal 38 melafalkan bahwa masing-masing orang dilarang mengerjakan perbuatan yang dapat memunculkan gangguan jasmani dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.

Berdasarkan UU Telekomunikasi yang dimaksud penyelenggaraan telekomunikasi ialah kegiatan penyediaan dan pelayanan telekomunikasi sampai-sampai memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi. Artinya pemakaian ponsel dapat mengganggu penyelenggaraan telekomunikasi.

Sumber : https://www.sekolahan.co.id/