AS Usul Naikkan Biaya Visa Pelajar

AS Usul Naikkan Biaya Visa Pelajar

Mahasiswa di seluruh dunia bakal membayar lebih mahal ongkos pengurusan visa untuk belajar di Amerika.

AS Usul Naikkan Biaya Visa Pelajar

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS terhadap 17 Juli mengusulkan ketentuan yang bakal meningkatkan ongkos pengurusan visa bagi Program Pertukaran Pelajar dan Pengunjung atau “Student and Exchange Visitor Program (SEVP)” dan Sistem Informasi Pertukaran Pelajar dan Pengunjung “Student and Exchange Visitor Information System (SEVIS).”

Biaya pengurusan formulir I-901 SEVIS , yaitu untuk visa pertukaran pelajar kategori F, M dan J, bakal naik berasal dari $200 jadi $350 dolar bagi pelamar visa F dan M. Sementara pelamar visa J umumnya bakal naik berasal dari $180 jadi $220. Untuk visa J yang berlaku selama empat bulan, biayanya tetap selalu $35 per visa.

Sekolah yang memperpanjang sertifikasi SEVP dan sekolah yang membuat perubahan alamat mereka termasuk bakal dikenai ongkos baru dan kenaikan biaya. Untuk bisa disertifikasi, sekolah harus membayar tambahan $1.300.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengatakan kenaikan ongkos itu diperlukan untuk menanggulangi kesenjangan anggaran.

“Jika program itu berlanjut, untuk beroperasi bersama dengan tingkat ongkos pengurusan visa seperti sekarang ini, SEVP bakal mengalami kekurangan anggaran tahunan sebesar$68,9 juta jadi 2019, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri dalam pengakuan yang terbit di buletin departemen.

“Usul kenaikan ongkos ini bakal menghapus risiko tersebut dan sebabkan SEVP bisa berlanjut manfaat capai prioritasnya, yaitu meningkatkan keamanan nasional dan menahan penipuan imigrasi,’’ demikianlah info departemen itu.

‘’Sebagai seseorang yang bekerja di pendidikan internasional, bakal amat menolong untuk jelas mengapa peningkatan itu bisa dibenarkan, tak sekedar berasal dari soal ada kekurangan anggaran $68,9 juta jadi 2019. Apa yang sebabkan kenaikan ongkos ini ? Mempekerjakan lebih banyak agen ?’’ ujar seorang pengguna visa Michael Dixon terhadap Inside Higher Ed mengenai ketentuan itu.

SEVP “mengelola sekolah, pelajar non-imigran dalam klasifikasi visa F dan M, dan tanggungan mereka,’’ untuk DHS, tulis website itu. Departemen Luar Negeri ‘’mengelola program pertukaran pengunjung, pertukaran pengunjung non-imigran dan tanggungan mereka bersama dengan klasifikasi visa J.”

SEVP dan Departemen Luar Negeri memanfaatkan SEVIS untuk melacak dan memantau sekolah, program pertukaran pengunjung, dan pemegang visa F, M dan non-imigran saat mereka berkunjung ke Amerika dan mengikuti sistem pendidikan di Amerika.”

SEVIS adalah database bersama dengan informasi mengenai pertukaran pelajar internasional yang dikelola oleh Badan Urusan Imigrasi dan Bea Cukai ICE.

Usul ketentuan ini disampaikan di sedang meningkatnya keprihatinan mengenai kebijakan imigrasi Amerika.

Warga penduduk bisa menyampaikan pandangan mengenai usul itu hingga 17 September 2018. Setelah era menyampaikan pandangan itu habis, ketentuan ini bakal dikaji sebelum saat diberlakukan atau ditolak. Proses ini bisa memakan waktu beberapa bulan.