Tanggapi FSGI Terkait Zonasi Sekolah, Begini Kata Kemendikbud

Tanggapi FSGI Terkait Zonasi Sekolah, Begini Kata Kemendikbud

Tanggapi FSGI Terkait Zonasi Sekolah, Begini Kata Kemendikbud

Tanggapi FSGI Terkait Zonasi Sekolah, Begini Kata Kemendikbud

Tanggapi FSGI Terkait Zonasi Sekolah, Begini Kata Kemendikbud

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberikan rapor merah terhadap beberapa kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) salah satunya zonasi sekolah. Kemendikbud menyayangkan hal tersebut dikarenakan penilaian FSGI tidak terukur dengan jelas.

“Pendekatan sistem zonasi mengutamakan kedekatan wilayah antara sekolah dengan tempat

tinggal. Kita berharap hal ini dapat memperkuat peran keluarga sebagai pendidik pertama dan utama, serta masyarakat sekitar dalam pengawasan, juga pembinaan generasi muda,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso, Jakarta, Rabu (27/12).

Menurut Ari, melalui sistem zonasi sekolah yang diterapkan sejak tahun 2017, selain bermanfaat untuk melakukan perbaikan yang sifatnya fisik pada fasilitas pendidikan, juga menyasar perbaikan sistem pengawasan dan peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional.

Melalui penerapan zonasi, diharapkan bukan hanya sekolah saja yang menjadi penanggungjawab pendidikan, tetapi peran keluarga, serta peran serta komunitas masyarakat atau lingkungan dalam mendidik generasi muda bisa lebih optimal.

Persoalan yang timbul adalah pada saat FSGI mengkritisi kebijakan PPDB yang penerapannya

langsung dilakukan 100 persen. Menurut Dewan Pengawas FSGI, Retno Listyarti, Selasa (26/12) dalam catatan akhir tahun FSGI menurutnya, butuh tahapan dan evaluasi dalam melakukan hal tersebut.

“Prosesnya sudah bertahap, jadi mereka silahkan implementasikan sesuai daerahnya. PPDB masih dalam pengawasan Kemendikbud. Kalau ada problem kita selesaikan sama-sama,” pungkasnya.

“Kemendikbud terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak. Kita juga aktif melakukan

koordinasi dan klarifikasi terkait penerapan zonasi ataupun penerapan penguatan pendidikan karakter di berbagai wilayah. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan sistem secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Ari Santoso.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/penggunaan-huruf-kapital/

Susdansat TNI AU 2013 Ditutup Danseskoau

Susdansat TNI AU 2013 Ditutup Danseskoau

Susdansat TNI AU 2013 Ditutup Danseskoau

Susdansat TNI AU 2013 Ditutup Danseskoau

Susdansat TNI AU 2013 Ditutup Danseskoau

LEMBANG-Penseskoau, Jum’at(20/12) Komandan Seskoau Marsda TNI Sudipo Handoyo, S.E.

menutup secara resmi Kursus Komandan Satuan TNI AU tahun 2013 di Bangsal Srutasala Seskoau, Lembang Kab. Bandung Barat (20/12).

Dalam sambutannya Komandan mengingatkan, selaku Komandan dan Prajurit TNI, kita harus senantiasa mengasah dan meningkatkan naluri intelejen, keamanan dan keselamatan dilingkungan tanggung jawab kita, sehingga kinerja dapat meningkat dan kerugian satuan dapat dihindari.

Selanjutnya Danseskoau mengatakan, jadilah pemimpin yang profesional dan militan, tidak mudah

mengeluh, tidak cengeng, tidak pernah berhenti berfikir untuk kemajuan satuan. Kelancaran tugas kalian sebagai Komandan satuan saat ini akan menentukan langkah dan karir ke depan yang tantangan dan tanggung jawabnya lebih luas dan berat. Oleh karena itu, saya berpesan rintis karir kalian dengan sebaik-baiknya, guna melanjutkan perjuangan para pendahulu TNI AU menuju organisasi TNI AU yang profesional, handal dan kuat.

Di samping peran suami sebagai pengawak organisasi TNI Angkatan Udara, tidak kalah pentingnya

peran istri sebagai keluarga besar PIA Ardhya Garini yang secara langsung maupun tidak langsung turut juga mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas suami sebagai Komandan satuan TNI AU. Untuk itu, Danseskoau mengharapkan para istri yang juga PIA Ardhya Garini dapat memerankan diri dengan seimbang, tepat, proporsional dalam mendukung tugas-tugas suami di kedinasan dengan sebaik-baiknya, ujar Marsda TNI Sudipo Handoyo, S.E.

Kursus Komandan Satuan TNI AU tahun 2013 yang berlangsung selama kurang lebih 10 hari mulai tanggal 9 s.d 20 Desember 2013 bertempat di Seskoau Lembang Bandung dan diikuti oleh 20 komandan Satuan yang berada dibawah Jajaran Koopsau I, Koopsau II, Kohanudnas, Kodikau, AAU, Korpaskhas, Koharmatau dan jajaran POMAU.

 

Baca Juga :

 

 

Asset Perbankan Capai Rp 4.582 Triliun

Asset Perbankan Capai Rp 4.582 Triliun

Asset Perbankan Capai Rp 4.582 Triliun

Asset Perbankan Capai Rp 4.582 Triliun

Asset Perbankan Capai Rp 4.582 Triliun

BANDUNG-Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D Martowardojo, menyatakan, peluang perbankan

untuk tumbuh tetap terbuka karena dia beranggapan struktur perbankan nasional masih kuat.

Pada sambutannya di acara Serah Terima Fungsi Pengaturan dan Pengawasan Bank dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan di Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, Jalan Braga Bandung, belum lama ini, Agus mengemukakan, kuatnya struktur perbankan nasional terlihat pada Capital Adequated Ratio (CAR) atau rasion kecukupan modal, sebesar 18 persen.

Total asset perbankan selama beberapa tahun terakhir sampai Oktober 2013, pun, sambungnya,

terus menunjukkan pertumbuhan positif. Selama kurun itu, katanya, asset perbankan konvensional naik 300 persen. Kini, nilainya mencapai Rp 4.582 triliun.

Tren positif pun diperlihatkan perbankan syariah. Menurutnya, asset perbankan syariah, hingga periode yang sama, nilainya Rp 220,56 triliun. Beberapa tahun sebelumnya, asset perbankan syariah sebesar Rp 49,56 triliun.

Seiring dengan pengalihan fungsi pengawasan, perizinan, dan mikro perbankan kepada Otoritas

Jasa Keuangan (OJK), Kepala OJK Regional 2 Jabar, Anggar Budhi Nuraini, menuturkan, di wilayahnya, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 7 kantor pusat bank umum di Jabar.
Terdiri atas 394 unit kantor cabang dan 305 unit Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Di Jabar, sambung Anggar, asset perbankan, secara umum, juga menunjukkan hal yang positif. Sejauh ini, sebutnya, total asset perbankan di Jabar mencapai Rp 387,7 triliun. tjo

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/18981/apa-itu-fabel

 

Cegah Trafficking Aparat Kewilayahan Gandeng Binkamtibmas

Cegah Trafficking Aparat Kewilayahan Gandeng Binkamtibmas

Cegah Trafficking Aparat Kewilayahan Gandeng Binkamtibmas

Cegah Trafficking Aparat Kewilayahan Gandeng Binkamtibmas

Cegah Trafficking Aparat Kewilayahan Gandeng Binkamtibmas

BANDUNG-Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalilan Kependudukan dan Keluarga Berencana atau BP3APKKB Jawa Barat, menghimbau kepada aparat kewilayahan di pedesaan, untuk melakukan kerjasama dengan Babinkamtibmas jika mencurigai tamu yang datang ke wilayahnya.

Kepala BP3APKKB Jawa Barat, Nenny Kencanawati, langkah tersebut perlu dilakukan untuk

mengantisipasi dan menjaga kemungkinan terjadinya kasus trafficking yang menimpa warganya.

“Kalau di desa itu biasanya yang terdekat ada Babinkamtibmas, jadi aparat desa bisa bekerjasama jika ada orang yang mencurigakan dating ke wilayahnya,” ucap Nenny.
Nenny mengatakan, guna mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan/ perlindungan anak dan kependudukan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan TNI.

“Bentuk kerjasama yang sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu itu/ yaitu dengan memberikan

pelatihan kepada para perwira TNI tentang berbagai permasalahan dan solusi yang harus dilakukan terkait permasalahan social tersebut,” katanya.
Henny mengharapkan, para perwira TNI yang telah mendapat pelatihan bisa menerapkannya dan menularkannya kepada jajaran yang ada dibawahnya.

“Kita harapkan, dengan kerjasama ini akan membantu menyebarkan pemahaman tentang

trafficking khususunya kepada jajaran TNI, sehingga akan memudahkan dalam mencegahanya,” ucap Henny.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/18986/klasifikasi-tumbuhan-paku

Cyberlaw di Singapura

Cyberlaw di Singapura

Cyberlaw di Singapura

Cyberlaw di Singapura

Cyberlaw di Singapura

 

Di Singapura sendiri Cyber Law dikenal dengan The Electronic Transactions Act  (ETA)

dan telah ada sejak 10 Juli 1998 untuk menciptakan kerangka yang sah tentang undang-undang untuk transaksi perdagangan elektronik di Singapura yang memungkinkan bagi Menteri Komunikasi Informasi dan Kesenian untuk membuat peraturan mengenai perijinan dan peraturan otoritas sertifikasi di Singapura.

ETA dibuat dengan tujuan :

  • Memudahkan komunikasi elektronik atas pertolongan arsip elektronik yang dapat dipercaya;
  • Memudahkan perdagangan elektronik, yaitu menghapuskan penghalang perdagangan elektronik yang tidak sah atas penulisan dan persyaratan tandatangan, dan untuk mempromosikan pengembangan dari undang-undang dan infrastruktur bisnis diperlukan untuk menerapkan menjamin / mengamankan perdagangan elektronik;
  • Memudahkan penyimpanan secara elektronik tentang dokumen pemerintah dan perusahaan;
  • Meminimalkan timbulnya arsip alektronik yang sama (double), perubahan yang tidak disengaja dan disengaja tentang arsip, dan penipuan dalam perdagangan elektronik, dll;
  • Membantu menuju keseragaman aturan, peraturan dan mengenai pengesahan dan integritas dari arsip elektronik;
  • Mempromosikan kepercayaan, integritas dan keandalan dari arsip elektronik dan perdagangan elektronik, dan untuk membantu perkembangan dan pengembangan dari perdagangan elektronik melalui penggunaan tandatangan yang elektronik untuk menjamin keaslian dan integritas surat menyurat yang menggunakan media elektronik.

Di dalam ETA mencakup :

  • Kontrak Elektronik
Kontrak elektronik ini didasarkan pada hukum dagang online yang dilakukan secara wajar dan cepat serta untuk memastikan bahwa kontrak elektronik memiliki kepastian hukum.
  • Kewajiban Penyedia Jasa Jaringan
Mengatur mengenai potensi / kesempatan yang dimiliki oleh network service provider untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mengambil, membawa, menghancurkan material atau informasi pihak ketiga yang menggunakan jasa jaringan tersebut. Pemerintah Singapura merasa perlu untuk mewaspadai hal tersebut.

Tandatangan dan Arsip elektronik

Hukum memerlukan arsip/bukti arsip elektronik untuk menangani kasus-kasus elektronik, karena itu tandatangan dan arsip elektronik tersebut harus sah menurut hukum.
Di Singapura masalah tentang privasi,cyber crime,spam,muatan online,copyright,kontrak elektronik sudah ditetapkan.Sedangkan perlindungan konsumen dan penggunaan nama domain belum ada rancangannya tetapi online dispute resolution sudah terdapat rancangannya.
Cyber Law di beberapa negara

Cyber Law di beberapa negara

Cyber Law di beberapa negara

Cyber Law di beberapa negara

Cyber Law di beberapa negara

“Estonia diserang hacker dari negara Rusia.

Rusia menyerang listrik Estonia. Sehingga, semua kegiatan di negara tersebut terhenti,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia, Tifatul Sembiring, saat menyampaikan paparannya di acara APCONEX 2010, pada 28 April 2010, di Jakarta.”

Itulah kutipan yang saya kutip dari sini, dalam situs tersebut berbicara tentang pentingnya Cyberlaw, khususnya Indonesia, mengingat kejahatan di dunia maya terus berkembang dengan cepat.

Beberapa negara yang sudah mempunyai cyberlaw antara lain Malaysia, Amerika serikat dan Singapura. 

Cyberlaw di Malaysia

Pada tahun 1997 malaysia telah mengesahkan dan mengimplementasikan beberapa perundang-undangan yang mengatur berbagai aspek dalam cyberlaw seperti UU Kejahatan Komputer, UU Tandatangan Digital, UU Komunikasi dan Multimedia, juga perlindungan hak cipta dalam internet melalui amandemen UU Hak Ciptanya.
The Computer Crime Act itu sendiri mencakup mengenai kejahatan yang dilakukan melalui komputer, karena cybercrime yang dimaksud di negara Malaysia tidak hanya mencakup segala aspek kejahatan/pelanggaran yang berhubungan dengan internet. Akses secara tak terotorisasi pada material komputer, adalah termasuk cybercrime. Jadi apabila kita menggunakan computer orang lain tanpa izin dari pemiliknya maka termasuk didalam cybercrime walaupun tidak terhubung dengan internet.

Hukuman atas pelanggaran The computer Crime Act :

Denda sebesar lima puluh ribu ringgit (RM50,000) atau hukuman kurungan/penjara dengan lama waktu tidak melebihi lima tahun sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut (Malaysia). The Computer Crime Act mencakup, sbb:
  1. Mengakses material komputer tanpa ijin
  2. Menggunakan komputer untuk fungsi yang lain
  3. Memasuki program rahasia orang lain melalui komputernya
  4. Mengubah / menghapus program atau data orang lain
  5. Menyalahgunakan program / data orang lain demi kepentingan pribadi
Di Malaysia masalah perlindungan konsumen,cybercrime,muatan online,digital copyright, penggunaan nama domain,kontrak elektronik sudah ditetapkan oleh pemerintahan Malaysia.Sedangkan untuk masalah privasi,spam dan online dispute resolution masih dalam tahap rancangan.

Cyberlaw di Amerika Serikat

Di Amerika sendiri, Cyber Law yang mengatur transaksi elektronik dikenal dengan Uniform Electronic Transaction Act (UETA). UETA adalah salah satu dari beberapa Peraturan Perundang-undangan Amerika Serikat yang diusulkan oleh National Conference of Commissioners on Uniform State Laws (NCCUSL). Sejak itu 47 negara bagian, Kolombia, Puerto Rico, dan Pulau Virgin US telah mengadopsinya ke dalam hukum mereka sendiri. Tujuan menyeluruhnya adalah untuk membawa ke jalur hukum negara bagian yag berbeda atas bidang-bidang seperti retensi dokumen kertas, dan keabsahan tanda tangan elektronik sehingga mendukung keabsahan kontrak elektronik sebagai media perjanjian yang layak. UETA 1999 membahas diantaranya mengenai :
  • Pasal 5 : mengatur penggunaan dokumen elektronik dan tanda tangan elektronik
  • Pasal 7 : memberikan pengakuan legal untuk dokumen elektronik, tanda tangan elektronik, dan kontrak elektronik.
  • Pasal 8 : mengatur informasi dan dokumen yang disajikan untuk semua pihak.
  • Pasal 9 : membahas atribusi dan pengaruh dokumen elektronik dan tanda tangan elektronik.
  • Pasal 10 : menentukan kondisi-kondisi jika perubahan atau kesalahan dalam dokumen elektronik terjadi dalam transmisi data antara pihak yang bertransaksi.
  • Pasal 11 : memungkinkan notaris publik dan pejabat lainnya yang berwenang untuk bertindak secara elektronik, secara efektif menghilangkan persyaratan cap/segel.
  • Pasal 12 : menyatakan bahwa kebutuhan “retensi dokumen” dipenuhi dengan mempertahankan dokumen elektronik.
  • Pasal 13 : “Dalam penindakan, bukti dari dokumen atau tanda tangan tidak dapat dikecualikan hanya karena dalam bentuk elektronik”
  • Pasal 14 : mengatur mengenai transaksi otomatis.
  • Pasal 15 : mendefinisikan waktu dan tempat pengiriman dan penerimaan dokumen elektronik.
  • Pasal 16 : mengatur mengenai dokumen yang dipindahtangankan.

Sumber : https://id.wantedly.com/users/108605995

Lembar kerja IT Audit

Lembar kerja IT Audit

Lembar kerja IT Audit

Lembar kerja IT Audit

Lembar kerja IT Audit adalah

semua berkas-berkas yang di kumpulkan oleh auditor dalam menjalankan pemeriksaan,yang berasal :
  1. Dari pihak client
  2. Dari analisa yang di buat oleh auditor
  3. Dari pihak ke tiga

Lembar Kerja IT Audit

Stakeholders:
  • Internal IT Deparment
  • External IT Consultant
  • Board of Commision
  • Management
  • Internal IT Auditor
  • External IT Auditor 

 Kualifikasi Auditor:

  • Certified Information Systems Auditor (CISA)
  • Certified Internal Auditor (CIA)
  • Certified Information Systems Security Professional (CISSP)
  • dll

Output Internal IT:

  • Solusi teknologi meningkat, menyeluruh & mendalam
  • Fokus kepada global, menuju ke standard2 yang diakui
Output External IT:
  • Rekrutmen staff, teknologi baru dan kompleksitasnya
  • Outsourcing yang tepat
  • Benchmark / Best-Practices
Output Internal Audit & Business:
  • Menjamin keseluruhan audit
  • Budget & Alokasi sumber daya
  • Reporting
 Fungsi lembar kerja :
  • menyediakan penunjang utama bagi laporan audit
  • membantu auditor dalam melaksanakan dan mensupervisi audit
  • menjadi bukti bahwa audit telah di laksanakan sesuai dengan standar auditing
hasil akhir audit adalah berupa laporan yang berisi:
  • Ruang lingkup audit.
  • Metodologi
  • Temuan-temuan.
  • Ketidaksesuaian
  • kesimpulan
Susunan lembar kerja:
  • Draft laporan audit (audit report)
  • laporan keuangan auditan
  • ringkasan informasi bagi reviewer
  • program audit
  • laporan keuangan atau lembar kerja yang dibuat oleh klien.
  • Ringkasan jurnal adjustment
  • working trial balance
  • skedul utama
  • skedul pendukung.

Tools yang digunakan

Tools yang digunakan untuk IT Audit dan Forensik :
Hardware
  • Harddisk IDE dan SCSI kapasitas sangat besar, CD-R, DVR drives
  • Memori yang besar (1 – 2 GB RAM)
  • Hub, Switch, keperluan LAN
  • Legacy hardware (8088s, Amiga)
  • Laptop Forensic Workstations
Software
    • Unix/Linux : TCT The Coroners Toolkit / ForensiX
    • Windows : Forensic Toolkit Disk editors (Winhex)

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11146-apa-itu-fabel

PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

 

PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

Dewasa ini industri unggas  dihadapkan kepada permasalahan untuk memproduksi daging  dan telur yang rendah kolesterol, rendah total lipid dan rendah asam lemak jenuh, tetapi kaya asam amino tertentu seperti asam aspartat, asam glutamat dan arginin (yang akhir-akhir ini dibuktikan  mempunyai peranan penting bagi terjaganya kesehatan optimal manusia), rendah tingkat kontaminasi oleh mikrobia patogen dan bebas residu senyawa kimia sintetik serta mengandung protein dan b-karotin yang tinggi. Produk daging  dan telur dengan kriteria tersebut dinamakan meat and egg designers. Permasalahannya adalah bahwa feed additive komersial yang beredar di pasar selain mengandung senyawa kimia sintetik juga tidak mampu memproduksi daging dan telur dengan kriteria tersebut di atas.

Tujuan Khusus

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memperoleh metode ekstraksi daun katuk dengan air pada suhu yang optimal.
  1. Membandingkan ekstrak daun katuk  sebagai feed additive dengan feed additive komersial dalam memproduksimeat and egg designer yang efisien.

Hasil penelitian ini akan dapat memberikan kontribusi sebagai berikut:

  1. Kontribusi terhadap pembaharuan dan kemajuan ipteks:
  1. Penelitian ini akan mengungkapkan metode ekstraksi dengan air pada suhu yang tepat. Metode ekstraksi dengan air pada suhu yang tepat diharapkan  dapat memodifikasi komposisi asam lemak, b-karotin, kolesterol, trigliserida dan protein pada daging broiler secara optimal.  Proses pembuatan ekstrak daun katuk dapat dipatenkan.
  1. Hal lain yang akan diungkap adalah kemungkinan ekstrak-air daun katuk berperan dalam mencegah  fatty liver syndrome pada broiler.
  1. Belum ada penelitian metabolisme lemak dan modifikasi komposisi kimia daging dan telur  terutama komposisi asam lemak, asam amino  dan b-karotin daging dan telur oleh ekstrak daun katuk.

Keunggulan untuk memecahkan masalah pembangunan

Penelitian ini dapat memecahkan 3 masalah utama dalam pembangunan yaitu:

  1. Penggunaan  ekstrak-air daun katuk dapat menggantikan feed additive komersial dan memberikan efisiensi produksi yang lebih baik. Hal ini sangat membantu dalam pengembangan usaha peternakan broiler dan petelur dan peningkatan pendapatan peternak.
  1. Memproduksi meat  designer  yaitu daging dan telur dengan kriteria rendah kolesterol, trigliserida, asam lemak jenuh,  bebas residu senyawa kimia sintetis dan tinggi kadar protein dan b-karotinnya. Produk hasil penelitian ini sangat mendukung program pemerintah dalam penyediaan bahan pangan yang bergizi tinggi dan aman dikonsumsi. Produkmeat designer dapat dipatenkan.

Memberikan sumbangan bagi kemajuan ipteks:

  1. Memberi sumbangan pengetahuan berupa komposisi asam lemak, asam amino, b-karotin dalam ekstrak-air dari daun katuk.
  1. Teknologi ekstraksi daun katuk dengan air pada suhu yang optimal.
  1. Pengembangan teknologi meat and egg designer.

Urgensi (Keutamaan) Penelitian

 Kesulitan untuk memproduksi meat and egg designer  tersebut dapat diatasi oleh penggunaan ekstrak daun katuk sebagai pengganti feed additive komersial. Hal ini dikarenakan daun katuk banyak mengandung senyawa aktif yang dapat berperan sebagai feed additive. Daun katuk mengandung 6 senyawa utama yaitu monomethyl succinate dan cis-2-methyl cyclopentanol asetat, asam benzoat, asam fenil malonat, 2-pyrolidinon dan methyl pyroglutamate (Agustal et al., 1997). Methyl pyroglutamate jika dikonsumsi oleh unggas kemungkinan dapat meningkatkan sintesis asam amino dan meningkatkan sintesis protein. Glutamate merupakan senyawa antara dalam sintesis protein.

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat dari sumber yang terkait.

Baca Juga : 

Supply Chain Management Pabrik Biskuit Kaleng

Supply Chain Management Pabrik Biskuit Kaleng

Supply Chain Management Pabrik Biskuit Kaleng

Supply Chain Management Pabrik Biskuit Kaleng

Supply Chain Management Pabrik Biskuit Kaleng

Supply Chain Management Pabrik Biskuit Kaleng

Supply Chain Management Pabrik Biskuit Kaleng

• Untuk produk biskuit kaleng yang dipasarkan di pasar lokal dan juga ke beberapa negara tetangga, perusahaan apa sajakah yang terlibat sehingga anda bisa membeli produk tersebut di sebuah supermarket?
• Gambarkan supply chain dari produk ini.

 

SEVERAL CRITICAL QUESTIONS

• Where do you source your materials?
• Where do you process or convert them?
• What channels of distribution do you use?
• How do you build a strong relationship with your suppliers and customers?
• How do you get direct information from your end-consumers?
• What logistics structure should you impose?
• How do you coordinate your information flows and systems globally?
• And how do you set up incentive systems for all of your partners in the supply chain to optimize overall performance?

 

Berikut adalah Penjelasan dari diskusi dan pertanyaan di atas :

Dalam proses pembuatan produk biskuit kaleng yang ada di pasar lokal dan juga beberapa negara tetangga memerlukan rantai SCM agar produk tersebut sampai kepada konsumen.
SCM (Supply Chain Management) adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply chain. Sebuah produk melewati proses yang panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. dimana biskuit Kaleng ini menunjukkan sebuah rangkaian yang terdiri dari komunitas-komunitas yang bekerja sama dan mendukung dalam pembuatan biskuit kaleng dan bagaimana menyalurkan produk biskuit kaleng tersebut hingga terdistribusi sampai pada konsumen akhir.

 

Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pembuatan biskuit kaleng tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pabrik gula 2. Pabrik terigu 3. Pabrik mentega 4. Pabrik garam 5. Pabrik kaleng6. Distributor telor 7. Distributor Makanan 8. Supermarket /Agen

Adapun penjelasan dari tahapan proses tersebut adalah sebagai berikut :

Dimulai dari pabrik kaleng biskuit yang bahan dasarnya terbuat dari timah, besi dan bahan bahan lainnya yang nantinya kaleng tersebut akan digunakan sebagai wadah atau tempat biskuit. Untuk membuat biskuitnya sendiri memerlukan bahan dasar atau bahan baku yang terdiri dari tepung terigu, gula, lemak nabati, susu bubuk, mentega, madu, telur, garam, coklat, selai, dan soda kue masing-masing bahan baku tersebut disupply dari pabrik. Dalam pembuatannya, Pabrik Biskuit Kaleng dapat membuat aneka biskuit dengan berbagai rasa yang diharapkan dapat menarik minat dan daya beli konsumen. Pada Gambar di atas, Pabrik Biskuit Kaleng mendapatkan bahan baku untuk membuat biskuit dari supplier-supplier bahan baku. Bahan baku pembuat biskuit yang dijelaskan pada gambar berupa terigu, telur, gula dan susu.

Terigu diperoleh dari Penghasil Gandum –> Supplier Terigu –> dikirim ke Pabrik Biskuit Kaleng. Telur diperoleh dari Peternak Telur –> Supplier Telur–> dikirim ke Pabrik Biskuit Kaleng. Gula diperoleh dari Perkebunan Tebu –> Supplier Gula –> dikirim ke Pabrik Biskuit Kaleng. Susu diperoleh Peternak Susu (Sapi perah) Supplier Susu –> dikirim ke Pabrik Biskuit Kaleng. Di pabrik biskuit barulah bahan baku tersebut diproses, setelah pembuatan biskuit selesai kemudian biskuit dilakukan pengujian makanan untuk menunjukan bahwa biskuit tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Setelah layak untuk dikonsumsi, kemudian biskuit tersebut dikirim ke distributor. Dari distributor, biskuit akan dikirim ke supermarket. Dan sampailah kepada para konsumen.
Tempat untuk mengolah semua bahan mentah itu untuk menjadi biscuit yaitu di pabrik biscuit itu sendiri.
Saluran distribusi yang digunakan untuk memasarkan produk biscuit kaleng ini adalah melalui distributor makanan yang terkenal lalu di distribusikan ke sejumlah supermarket, waralaba atau agen yang dapat berhubungan langsung dengan konsumen.

Cara untuk menjalin hubungan yang baik dengan para supplier dan kostumer adalah

dengan bersikap professional, dapat di percaya, dan bina komunikasi yang baik.
Untuk mendapatkan informasi secara langsung dari konsumen terakhir yaitu dengan cara memberikan angket melalui media online dan cetak. Dari situ kita dapat melihat tanggapan masyarakat tentang produk yang kita pasarkan.
Struktur logika yang digunakan dalam management ini adalah dengan cara : Mengurangi mata rantai: penjualan dilakukan langsung ke pelanggan. Memesan komponen hanya apabila sudah menerima pesanan. Menentukan waktu standar bagi anggota supply chain. Menciutkan jumlah pemasok. Mengutamakan pemasok yang dekat dengan pabrik. Mengembangkan jit manufacturing. Mengembangkan e-commerce. Melakukan kemitraan.

Sumber : https://www.indonesiana.id/read/133383/pengertian-kata-sapaan

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

Kalimat adalah

satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.

Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya

sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.

Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa:

1.Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)

2.Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan: 2001)

3.Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)

4.Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)

Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Syarat-sayarat :

1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.

Kalimat itu harus diubah :

1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.

Contoh :

1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?

• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :

Waktu dan tempat saya persilakan

Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Contoh kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.

Sumber : http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/kingdom-animalia