Tenda WaliKota di Kampung Babakan Disambut Meriah Warga

Tenda WaliKota di Kampung Babakan Disambut Meriah Warga

Tenda WaliKota di Kampung Babakan Disambut Meriah Warga

 

 

Tenda WaliKota di Kampung Babakan Disambut Meriah Warga

Kegiatan Tenda Wali Kota

Kegiatan Tenda Wali Kota yang kali ini berlokasi di Kampung Babakan RT 3 RW 9 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Jumat (31/03/17) malam, berlangsung meriah. Tidak saja lantaran membludaknya antusiasme warga yang hadir dan menyambut kedatangan wali kota, namun juga saat menyampaikan aspirasinya pada sesi dialog.

Kampung Babakan

Sepanjang jalan di Kampung Babakan hingga di sebuah lapangan yang menjadi lokasi berdirinya tenda, deretan warga mulai dari anak-anak hingga orangtua tidak menyisakan ruang sedikit pun. Bahkan sejak sore mereka telah berkumpul di sekitar lokasi menunggu kedatangan wali kota.

Kemeriahan dan antusiasme warga itu pun diakui walikota. Sebab, dari beberapa kegiatan serupa di wilayah lainnya di Cimahpar inilah yang paling semarak. Mulai dari penyambutan, saat ngaliweut bareng hingga sesi dialog. Kendati malam semakin larut, namun tidak membuat warga berangsur meninggalkan lokasi.

Menurut saya, kegiatan ini baru di sini yang paling meriah

Meski malam, tapi banyak sekali warga yang datang dan berkumpul. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah menerima dengan penuh kehangatan dan kebersamaan seperti ini,” tutur wali kota.

Tenda Wali Kota sebelumnya

Sementara itu, sama seperti kegiatan Tenda Wali Kota sebelumnya, turut hadir juga sejumlah kepala dinas dan pejabat terkait lainnya untuk melihat dan mendengarkan langsung aspirasi warga. Diantaranya, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Boris Derurasman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Chusnul Rozaki, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Elia Buntang, Plt Kepala Dinas Pendidikan Fahrudin serta Kepala Bidang Pertamanan, PJU, dan Dekorasi Kota pada Dinas Perumahan dan Permukiman Yadi Cahyadi juga unsur Muspika Bogor Utara.

 

Artikel terkait ;

Privasi Facebook Meluncur Akhir 2019

Privasi Facebook Meluncur Akhir 2019

 

CEO Facebook Mark Zuckerberg

Facebook akan meluncurkan fitur privasi yang telah dijanjikannya, bertajuk Clear History, pada akhir tahun 2019 ini. Alat ini disebut berkemampuan untuk menghapus informasi pengguna yang dihimpun facebook dari aplikasi dan situs pihak ketiga.

Facebook telah berjanji akan menghadirkan alat Clear History ini sejak bulan Mei 2018 lalu, sebelum ajang konferensi pengembang F8 diselenggarakan. Kala itu, alat ini masih berupa ide, dirancang Facebook untuk mengembalikan kepercayaan pengguna yang hilang.

Pada ajang tersebut

CEO Facebook Mark Zuckerberg menggambarkan cara kerja alat ini serupa dengan alat pada menu riwayat di peramban. Zuckerberg menjelaskan bahwa idenya berasal dari banyak situs yang membutuhkan cookies untuk dapat bekerja.

Namun, lanjut Zuckerberg, pengguna masih dapat menghapus riwayat mereka kapan saja sesuai keinginan. Cara kerja serupa disebut Zuckerberg yang Facebook coba hadirkan pada alat Clear History karyanya.

Clear History

Alat Clear History dijelaskan Zuckerberg akan menjadi alat kendali sederhana untuk membersihkan riwayat penelusuran di Facebook.Pengguna akan dapat membersihkan catatan dari menu yang telah pengguna klik, situs yang telah disambangi, dan sebagainya.

Selain itu, alat ini disebut Zuckerberg sebagai langkah yang dilakukan perusahaannya untuk memperbaiki citra akibat insiden privasi data Cambridge Analytica. Sayangnya hingga saat ini belum tersedia informasi mengenai tampilan dari alat ini, ataupun cara kerja alat secara lebih detail.

Berdasarkan informasi dari pelacak dan alat analisis milik Facebook, perusahaan salah satu jejaring sosial terbesar ini telah menghimpun informasi terkait aktivitas pengguna di dalam ataupun di luar situsnya, dalam jumlah besar.

The Verge

Sehingga alat serupa Clear History disebut The Verge akan memiliki dampak penting pada kemampuan Facebook dalam menargetkan iklan dan menghasilkan pendapatan jika cukup banyak pengguna yang secara aktif menghapus informasi koleksi Facebook terkait aktivitas online mereka.

Sumber : https://www.ram.co.id/

PHILLIPS KERASHINE HAIRDRYER

PHILLIPS KERASHINE HAIRDRYER

 

Ada yang kalau setelah keramas tuh rambutnya lama banget di keringin nggak? Atau mungkin ada yang suka pakai hairdryer buat ngeringin rambut? Rambut aku tuh kalau selesai keramas, keringnya bener bener lama banget. Apalagi kalau sebelum keramas aku apply hair oil ke rambutku. Bisa bisa rambutku nggak kering selama 9 jam! Iya, 9 jam!

Makanya kalau lagi buru buru banget

Aku biasa keringin rambutku pakai hairdryer. Aku nggak mau nih pakai hairdryer sembarangan yang asal bisa bikin rambut kering. Ntar yang ada malah rambutku rusak kalau pakai hairdryer asal asalan.

Dulu aku punya hairdryer murah yang asal bisa bikin rambut kering

Toh, aku juga nggak pakai tiap hari juga. Tapi waktu pakai hairdryer itu kok panas banget ya rasanya. Terus pernah juga baru dua kali di pakai udah bau gosong kebakar gitu. Lalu disinilah aku mikir kalau pakai hairdryer murahan itu nggak aman buat kesehatan rambut meskipun cuma dipakai saat buru buru aja.

Review merk hairdryer

Setelah browsing sana sini cari review merk hairdryer yang bagus dan cukup ramah di kantong, akhirnya aku memutuskan untuk membeli hairdryer Phillips Kerashine ini. Kenapa aku memutuskan untuk membeli hairdryer Phillips Kerashine ini? Yuk, baca review lengkapnya sampai habis.

Karena aku nggak mau memakai hairdryer yang bisa merusak rambutku, itulah sebabnya aku memilih hairdryer ini. Hairdryer ini ternyata memiliki teknologi zat keratin loh. Tau kan zat keratin itu biasanya di gunakan sebagai kandungan hairmask.

Jadi keratin adalah keluarga dari protein skleroprotein

Keratin merupakan materi dasar penyusun lapisan kulit manusia. Keratin juga merupakan materi dasar penyusun rambut dan kuku. Keratin ini sangat bagus untuk kesehatan rambut dan sering di gunakan sebagai kandungan dari berbagai macam produk perawatan rambut.

Tau nggak kenapa hairdryer Phillips ini termasuk dari salah satu hairdryer bagus? Jadi pada hairdryer ini mengandung empat manfaat penting, yaitu:

1. Hairdryer ini memiliki daya sebesar 1200 watt yang dapat mengeringkan rambutmu dengan cepat.
2. Hairdryer Phillips ini memiliki teknologi “Thermoprotect” yang dapat mengatur suhu untuk melindungi dan menjaga rambut ketika proses pengeringan.
3. Mengandung “Ionic Care” dimana ionic care adalah perawatan dengan ion yang dapat membuat rambut berkilau dan lembut.
4. Memiliki lapisan keramik dengan infus keratin untuk merawat rambut.

Review Phillips Kerashine Hair Dryer Pin on Pinterest

Jadi hairdryer ini juga merupakan sebuah alat untuk perawatan rambut loh. Ketika aku selesai memakai hairdryer ini rambutku terasa lebih halus daripada ketika aku megeringkan rambutku seperti biasanya. Selain itu rasanya rambutku lebih mudah di atur dan nggak kusut kayak biasanya setelah selesai keramas.

Hairdryer ini juga nyaman di pegang. Nggak berat kok, Benar benar enteng banget. Dengan daya 1200 watt itu membuat rambut kering lebih cepat daripada menggunakan hairdryer lain.

Ada tiga tombol sebagai pengatur aliran udara di hairdryer ini

Tombol pertama mengeluarkan angin dingin dan pelan. Kalian bisa menggunakan tombol pertama ini untuk styling rambut. Tombol kedua adalah angin sedang dan lumayan panas. Sedangkan tombol ketiga adalah angin kuat dan panas. Kedua tombol tersebut digunakan sebagai pengering rambut. Kalian bisa sesuaikan pemakaian ketiga tombol tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Kerashine Hair Dryer

Aku pribadi biasa menggunakan tombol kedua untuk mengeringkan rambutku. Dengan hairdryer ini aku merasa nggak takut lagi buat pakai hairdryer. Karena Phillips melengkapi produk hairdryer-nya dengan berbagai macam teknologi yang tidak hanya untuk mengeringkan rambut tetapi juga dapat di gunakan sebagai alat untuk perawatan rambut.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

BANDUNG – Pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Jawa Barat 2018 bersifat sangat strategis. Demikian dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jawa Barat Yayat Hidayat.

“Proses itu harus menjamin kesetaraan suara yakni setiap orang memiliki nilai yang sama, hak

mencoblos sudah terpenuhi dan petugas KPPS menjalankan fungsinya dengan baik. Jika hal itu tidak terpenuhi, berpotensi menimbulkan ketegangan dalam masyarakat,” ucapnya.

Menurut Yayat, hasil penghitungan suara merupakan bagian penting dari proses pemilu, karena dalam pelaksanannya relatif jarang diterima secara bulat oleh peserta pemilu.

“Terkadang menjadi sengketa di Mahkamah Konstitusi atau bahkan menimbulkan kerusuhan sosial meski kejadian yang tidak diharapkan itu tidak pernah terjadi di Jawa Barat,” kata Yayat, dalam pembukaan Bintek di Trans Studio Hotel, Jumat (20/04).

Yayat menyatakan, guna menyempurnakan proses pemungutan dan penghitungan suara, selain

melalui bimbingan teknis, pihaknya juga melakukan koordinasi secara intensif dengan Bawaslu terutama saat pemutakhiran daftar pemilih.

“Pada Pilgub 2013 lalu, saat itu sering terjadi perang urat syaraf antara PPK dengan Panwascam, KPUD dengan Panwaslu dan KPU dengan Panwaslu Provinsi, semoga ini tidak terjadi di Pilgub 2018,” tuturnya.

Yayat menambahkan pekerjaan KPU hingga PPK dan PPS selalu diawasi Bawaslu dan

perangkatnya, dimana masing-masing bekerja secara proporsional dan jika ada persoalan langsung diselesaikan saat itu juga.

“KPU kuat, karena dukungan Bawaslu. Kedua pihak memiliki persepsi yang sama terkait pilkada serentak,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

 

 

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

BANDUNG- Sebanyak 320 peserta dari  Bandung hari ini mengikuti ujian tertulis Capital Market Profesional Development Program, yang diselenggarakan oleh The Indonesia Capital Market Institute, anak perusahaan Bursa Efek Indonesia.

Selain dilakukan di Bandung, tes yang dilakukan secara serentak ini juga dilakukan di 29 kota besar di Indonesia. Dan dari 3.962 pelamar yang lolos administrasi, mereka berhak untuk mengikuti tes tertulis hari ini, Sabtu (21/04) sebanyak 3.575 orang.

Traineer Bursa Efek Indonesia Pusat Informasi Go Publik Jawa Barat Sri Herlinawati mengatakan tes

ini untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham terhadap pasar modal yang saat ini dirasakan masih kurang.

“IHSG di Indonesia menjadi indeks yang paling potensial di dunia untuk 10 tahun terakhir, yaitu sebesar 125.40%. Namun, potensi pasar modal di Indonesia masih terkendala dengan minimnya jumlah SDM di pasar modal,” ucapnya.

Menurut Sri, CMPDP memiliki tujuan jangka menengah dan panjang dengan cara mempersiapkan talenta pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan dan membantu menggerakkan industri pasar modal Indonesia.

“Ini yang ke-3 kali, pada 2016 jumlah kandidat CMPDP yang ditempatkan di SRO 26 orang dan di

tahun 2017  31 orang, ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk berkarir di pasar modal,” katanya.

Sri menambahkan bagi peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti Psikotest, FGD, dan Interview sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 6 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training.

“Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan bekerja di SRO. Nantinya SRO akan memiliki

SDM profesional yang handal dan memadai guna mendukung operasional bisnis dan mengembangkan industri pasar modal Indonesia,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702911/sejarah-bahasa-indonesia/

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

BANDUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menggaet kalangan mahasiwa

dalam mengawasi proses pilkada Jabar 2018. Hal ini dilakukan agar proses pengawasan pemilu dapat dilakukan lebih optimal.

“Kemarin kita sudah melakukan beberapa kegiatan tentang kepemiluan dan bagaimana mengawasi pemilu di kalangan mahasiswa,” kata Harminus Koto usai mengikuti Rapat Koordinasi Pembentukan Gerakan Pengawasan Partisipatif Mahasiswa Jawa Barat pada Pilkada Tahun 2018, di Bandung, Senin (23/4/2018)

Menurut Harminus, saat ini Bawaslu Jabar sedang membentuk organisasi kemahasiswaan dari

tingkat Kabupaten/Kota, sehingga para mahasiswa yang diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mampu mengawasi dari tingkat provinsi sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)

“Nah sekarang kita sedang membentuk keorganisasian kemahasiswaan itu dari tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota. Para mahasiswa ini sebagai partisipatif pengawas pemilu yang akan mengawasi di wilayah Kabupaten/Kota sampai ke TPS,”ungkap Harminus.

Mahasiswa ini, selain bertugas mengawasi, juga melaporkan jika terjadi pelanggaran kepada

Bawaslu yang ada di wilayahnya masing-masing. Pengawasan Pemilu ini melibatkan seluruh kampus yang ada di Jawa Barat.

“Jika ditemukan pelanggaran mereka bisa melaporkan langsung kepada Panwaslu yang ada di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya. (Pun)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702875/sejarah-bpupki/

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

BANDUNG-Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan Pemerintab Daerah dalam menghadapi bencana besar masih relatif masih rendah, terbukti dari hasil polling bencana, ternyata 77 persen menyatakan belum siap, 14 persen menyatakan cukup siap dan 9 persen menyatakan siap.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, mitigasi bencana, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan pengurangan risiko bencana masih perlu terus ditingkatkan, dimana. pengurangan risiko bencana harus dimaknai sebagai investasi pembangunan nasional.

“Sosialisasi dan pendidikan kebencanaan harus ditingkatkan. Masih banyak masyarakat yang belum paham ancaman bencana dan antisipasi yang dilakukan,” katanya.

Menurut Sutopo, pendidikan bencana perlu memasukkan dalam kurikulum pendidikan sejak SD-

SMA, ini sesuai pendapat masyarakat dari polling bencana dimana 97 persen menyatakan pendidikan bencana wajib dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, sedangkan hanya 3 persen yang menyatakan tidak setuju.

“Untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan sosialisasi bencana, BNPB menerbitkan Buku Saku Menghadapi Bencana, dalam buku ini disampakan hal-hal yang mendasar yang perlu diketahui oleh masyarakat, baik ancaman bencana maupun tips-tips menghadapi bencana,” tuturnya.

Sutopo menjelaskan, bahwa bencana adalah keniscayaan dan pasti terjadi di Indonesia karena

Indonesia rawan bencana, namun yang penting adalah apakah kita sudah siap menghadapi bencana itu karenanya kesiapsiagaan dan mitigasi adalah hal yang penting.

“Tanpa itu maka dampak bencana akan selalu menimbulkan korban jiwa besar kerugian ekonomi

yang besar. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada, kenali bahayanya dan kurangi risikonya,” pungkasnya. (

 

Baca Juga :

 

 

 

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

BANDUNG–Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) menyebutkan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 22,63 juta orang, naik 237,12 ribu orang dibanding Agustus 2017. Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menurun 0,42 persen poin.

Dalam setahun terakhir, TPT turun menjadi 8,17 persen pada Agustus 2018. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 16,97 persen.

“Penduduk yang bekerja sebanyak 20,78 juta orang, bertambah 228,31 ribu orang dari Agustus

2017,” kata Doddy Herlando, Kepala BPS Jabar, Senin (5/11).

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,58 persen poin), Transportasi (0,24 persen poin) dan Industri Pengolahan (0,23 persen poin). Sedangkan lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada Pertanian (1,19 persen poin), Perdagangan (0,55 persen poin), dan Jasa Keuangan dan Asuransi (0,09 persen poin).

Sebanyak 10,02 juta orang (48,22 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir,

dari Agustus 2017 yang besarnya 49,78 persen, pekerja informal turun hingga 1,56 persen poin.

Dari 20,78 juta orang yang bekerja, sebagian besar penduduk bekerja pada Agustus 2018, yaitu

sekitar 16,17 juta orang (79,23 persen) merupakan pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu). Sementara penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1-7 jam memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 1,23 persen. jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/nama-latin-tumbuhan-paku/

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

BANDUNG-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis Perekonomian Jawa Barat pada triwulan III-2018. Ekonomi Jawa Barat triwulan III-2018 terhadap triwulan III-2017 tumbuh 5,58 persen (y-on-y) meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2017 yang tumbuh sebesar 5,20 persen.

Perekonomian diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 501,70 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 361,89 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,85 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit tumbuh sebesar 18,92 persen.

Menurut Kepala BPS Jabar Doddy Herlando, Ekonomi Jawa Barat triwulan III-2018 terhadap

triwulan sebelumnya meningkat sebesar 1,75 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,06 persen. Pertumbuhan tertinggi dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan pertumbuhan komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintahan sebesar 8,71 persen.

Ekonomi Jawa Barat tirwulan III-2018 secara kumulatif (c-to-c) tumbuh 5,73 persen. Dari sisi

produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,31 persen. Pertumbuhan tertinggi dari sisi Pengeluaran disebabkan oleh pertumbuhan Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit tumbuh sebesar 19,45 persen.

Sementara sumber laju pertumbuhan (Source of Growth, SOG) secara (y-o-y) dari sisi lapangan

usaha yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah Lapangan Usaha Industri Pengolahan yaitu sebesar 2,92 persen. Andil positif terbesar terhadap pertumbuhan adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 2,44 persen. jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/struktur-kulit-sebagai-organ-ekskresi/

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

1. Nama Lain

– Angkawijaya                – Jaya Murcita 
– Jaka Pangalasan          – Partasuta 
– Sumbadraatmaja          – Wanudara
– Wirabatana.                 – Kirityatmaja 

Abimanyu merupakan putra Arjuna dengan Dewi Subadra, putri Prabu Basudewa Raja Mandura. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu, yaitu: Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. 

Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan, ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang membuatnya mampu untuk mengerti segala hal. Dalam salah satu kisahnya diceritakan bahwa setelah dewasa, oleh karena kuat tapa bratanya Abimanyu mendapatkan “Wahyu Cakraningrat” (Wahyu Makutha Raja), wahyu yang menyatakan bahwa keturunannyalah yang akan menjadi penerus tahta para Raja Hastina.

Dalam olah keprajuritan dan seni perang, ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita

Ia mempunyai dua orang istri, yaitu:

  • Dewi Siti Sundari, puteri Prabu Kresna, Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi;
  • Dewi Utari, puteri Prabu Matsyapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputera Parikesit. yang kelak akan meneruskan tahta kerajaan Hastina, menggantikan Yudistira. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.
  1. Cerita Abimanyu Gendong

Pada suatu saat, Arjuna ingin pergi meninggalkan Kasatrian Madukara. Hal ini menyebabkan para Pandawa sedih, karena Dewi Subadra masih menyusui Abimanyu yang saat itu masih bayi. Tetapi tiba-tiba Prabu Baladewa, kakak Dewi Subadra, yang saat itu menjadi utusan Duryudana, datang ingin memboyong Abimanyu beserta Dewi Subadra ke Kerajaan Astina. Nampaknya Abimanyu tidak mau untuk diboyong ke Hastina, sehingga ia selalu menangis dan minta bunga Tunjungseta. Mendengar permintaan bayi itu, Drona berjanji untuk mengusahakannya.

Akhirnya Dewi Subadra dan Abimanyu diboyong Prabu Baladewa ke Astina. Mengingat akan keselamatan Abimanyu, maka Dewi Srikandi mengutarakan niatnya untuk ikut menyertai mereka. Tetapi Prabu Baladewa melarangnya sehingga terjadilah pertengkaran.

Setelah mereka sampai di tengah hutan, Patih Pragota diperintahkan Prabu Baladewa untuk membawa Abimanyu ke tengah hutan bersama keris Baladewa. Pragota tanggap akan apa yang dimaksud Prabu Baladewa, yaitu untuk membunuh Abimanyu. Tetapi karena tidak sampai hati, Abimanyu ditinggal sendirian di tengah hutan, dengan harapan, biarlah Abimanu mati dimakan binatang buas, asal bukan ia yang membunuh. Atas kehendak Dewata, di hutan itu justru Abimanyu dilindungi oleh seekor gajah, burung, dan ular.

Pada saat sudah tumbuh menjadi besar, Abimanyu yang tinggal sendirian di tengah hutan dan ia ingin buang hajad, tanpa sengaja, kotorannya mengenai Jaka Prayitna yang saat itu sedang bertapa. Karena rasa marah, Jaka Prayitna kemudian membunuh Abimanyu . Peristiwa itu membuat marah sang Gajah yang mengawal Abimanyu. Jaka Prayitna dikejar gajah, burung, dan ular, sampai akhirnya mereka bertemu dengan Arjuna, maka terjadilah peperangan.

Gajah kemudian berubah kembali kewujudnya yang sebenarnya yaitu Bima, sedangkan burung garuda menjadi Gatotkaca dan ular menjadi Antareja. Abimanyu yang sudah mati kemudian dihidupkan kembali oleh Arjuna, dan diminta pergi ke Astina bersama Jaka Prayitna untuk menemui Baladewa. Terjadilah peperangan antara Kurawa dengan Jaka Prayitna dan akhirnya Dewi Subadra dikembalikan kepada Arjuna.

3. Abimanyu Gugur

Dalam lakon Abimanyu gugur atau terkadang disebut Angkawijaya Gugur, yang tergolong lakon pakem, dan menjadi bagian dari serial lakon-lakon Baratayuda. Diceritakan tentang kegundahan Abimanyu karena ia tidak diijinkan turun ke gelanggang Baratayuda. Baru pada hari ke tigabelas, Abimanyu diperkenankan ikut berperang dan ia gugur dalam perang Bharatayuddha setelah sebelumnya seluruh saudaranya gugur mendahuluinya. 

Ketika tahu bahwa ketiga saudaranya, putra Arjuna lainnya, yakni Brantalaras, Bambang Sumitra, dan Wilugangga sudah gugur, Abimanyu tidak mampu mengontrol diri dan menjadi lupa untuk mengatur formasi perang. Ketiganya gugur terkena panah Begawan Drona. Inilah yang terutama membuat Abimanyu mengamuk, kehilangan kewaspadaan, dan akhirnya terjebak dalam perangkap siasat perang Kurawa.

Dalam pewayangan diceritakan, konon gugurnya Abimanyu oleh gadaKyai Glinggang atau Galih Asem milik Jayadrata, ksatria Banakeli, juga disebabkan termakan oleh sumpahnya sendiri ketika melamar Dewi Utari. Dulu, sebelum menikah dengan Dewi Utari, untuk meyakinkan bahwa ia masih belum punya istri atau perjaka, Abimanyu berkata: “Aku masih perjaka. Jika aku berkata tidak benar, biarlah kelak aku akan mati dengan tubuh penuh anak panah, ketika perang Bharatayudha.” Abimanyu berbohong, karena ketika itu ia sudah beristrikan Dewi Siti Sundari.

Pada hari itu, Arjuna dan Bima terpancing mengejar lawan-lawannya sampai keluar gelanggang, sehingga Abimanyu harus maju sendiri ketengah barisan Korawa dan akhirnya terperangkap dalam formasi mematikan yang sudah disiapkan pasukan Korawa, sehingga Abimanyu menjadi pusat sasaran musuh.

Malapetaka itu terjadi ketika satria Plengkawati itu hendak menolong pasukan pandawa yang terkepung rapat balatentara Korawa di Tegal Kuru Setra Dengan keberanian yang luar biasa ditunjang semangat yang menyala-nyala, diterjangnya barikade musuh hingga porak poranda dan pasukan Pandawa pun terbebas dari malapetaka yang nyaris menghancurkannya.

Namun rupanya si anak muda itu belum merasa puas, darah mudanya bergejolak, ia terus menghajar musuh seorang diri, meski sempat diperingatkan para Pandawa agar tidak meneruskan maksudnya, tapi peringatan itu tak digubrisnya. Ia malah terus memacu kereta kudanya melaju menggempur musuh hingga jauh menusuk jantung pertahanan Korawa. Akibatnya, perbuatan berani yang tidak disertai sikap kehati-hatian itu, berakibat fatal baginya.

Balatentara Korawa yang moralnya sudah bejat, tak berperikemanusiaan, curang telah menyalahi aturan perang. Pihak Kurawa yang lebih unggul dalam pengalaman taktik strategi perang, telah memasang perangkap yang disebut Durgamarungsit, yaitu sebuah perangkap semacam bubuyang apabila orang masuk ke dalamnya tak akan bisa keluar lagi. Siasat itu ditambah lagi dengan perangkap yang lebih berbahaya lagi yaitu perangkap Gelar Maha Digua semacam pintu jebakan. Di setiap balik pintu telah bersembunyi sebagai algojo.

Di situlah si anak muda belia itu dibantai, dibokong dari belakang, dihimpit dari pinggir, dihadang dari depan serta dihujani berbagai rupa senjata hingga badannya menjadi arang kerancang. Anak yang masih ingusan itu diperlakukan bak binatang buruan, dikepung dan dibantai oleh orang-orang yang sebenarnya tidak layak untuk menjadi lawannya.

Akibatnya, anak muda itu tewas secara tragis, setelah kepalanya dihantam gada Kyai Glinggang milik Jayadrata dari belakang, dengan tubuh penuh luka. Namun gugurnya Abimanyu disertai keberhasilannya membunuh Lesmana Mandrakumara, alias Sarojakusuma, putra mahkota Astina. Putra Mahkota Astina itu mati ketika hendak mencoba menjadi pahlawan dengan membunuh Abimanyu yang telah terkepung.

Arjuna sangat terpukul jiwanya, mendengar berita kematian Abimanyu. Ia tampak lesu dan tak bergairah lagi, hingga membuat para Pandawa prihatin, mengingat Arjuna adalah andalan dalam perang itu. Menyadari situasi yang tidak menguntungkan, Kresna memberi wejangan: “Adikku, sedih, nelangsa, sakit hati sudah lumrah dalam hidup ini. Itu pertanda kita masih memiliki perasaan. Tetapi janganlah kesedihan itu berlarut-larut hingga menghambat perjuangan yang sedang kita hadapi. Tabahkanlah hati adinda menghadapi cobaan ini. Gugurnya Abimanyu tidaklah sia-sia, dia telah membuktikan dirinya sebagai pejuang muda yang gagah perkasa pantang menyerah. Dia gugur sebagai kusuma bangsa yang akan dikenang sepanjang masa,” ujarnya.

Wejangan Kresna itu memberi pengertian, bahwa apa pun yang terjadi walau pahit dirasakannya, hendaknya diterima dengan kebesaran jiwa sebagai tolak ukur atas kelebihan dan kekurangan manusia. hati Arjuna terusik mendengar wejangan itu lalu berkata: “Duh kanda Batara. hamba bukan sedih karena kematian anak. Hamba hanya tak rela mendengar ‘cara’ kematian anak hamba. Hamba yakin dia pun tak rela mati dengan cara sedemikian. Dia seolah tersentak diperlakukan bagai binatang buruan, dikepung dan dibantai oleh orang-orang yang hanya pantas menjadi lawan hamba. Mereka orang-orang sakti tapi tak manusiawi. Dimana moral mereka?

Karena itu hamba akan menuntut balas,” ujarnya penuh rasa dendam.

Di saat itu pula emosinya sudah tak terbendung lagi dan tidak seorang pun menduga, ketika dengan tiba-tiba Arjuna berdiri tegak mengangkat senjata tinggi-tinggi seraya berkata: “Wahai bumi dan langit, wahai semua yang hidup, aku bersumpah dan minta kesaksianmu, bahwa esok hari sebelum matahari terbenam aku sudah harus membunuh si kelana Jayadrata. Jika aku gagal, aku akan masuk ke dalam Pancaka.” (Pancaka api unggun yang sengaja dibuat untul lebih geni). Usai sumpah, seketika terdengar suara dari empat penjuru disertai angin kencang bergemuruh, kilat-kilat menggelegar, pertanda sumpah Arjuna telah didengar dan bumi langit menjadi saksinya. Gegerlah para Pandawa disertai keprihatinan menyaksikan peristiwa yang tak diduga itu.

Mengkaji sumpah Arjuna berawal dari perasaan dendam yang mendalam, memprotes perlakuan Kurawa yang di luar batas kemanusiaan, telah mendorong sifat keakuannya untuk berbuat sesuatu yang di luar batas kemampuannya, membunuh seseorang dalam waktu yang relatif singkat sebelum matahari terbenam di ufuk barat. Itu adalah suatu kesanggupan yang tidak normal dan pasti akan menjadi beban moril yang amat berat. Akal dan pikiran sehat sudah tidak berfungsi.

Tujuan akan menghabisi Jayadrata dalam waktu sehari sebelum matahari tenggelam ke peraduannya hanya merupakan impian belaka. Selain memiliki taktik perang yang sangat baik, banyak pula para guru di pihak Korawa yang sangat terkenal, utamanya Danghyang Dorna yang juga melindunginya. Terlalu sulit untuk dapat ditembus hanya oleh keberanian dan kekuatan fisik semata.

Mendengar hal ini, Dorna telah membuat sebuah benteng yang kuat bagai baja, terdiri dari ribuan balatentara Korawa dan di situlah Jayadrata disembunyikan. Meskipun seandainya dari beberapa lapis benteng ini dapat dihancurkan, namun beratus lapis lagi masih berdiri dengan kokohnya.

Sementara sang surya sudah semakin condong ke arah barat mendekati peraduannya. Untunglah Arjuna memiliki seseorang yang mampu mengubah suasana alam. Kresna segera menutup sinar matahari dengan senjata andalannya, Cakra, hingga suasana alam seakan sedang petang. Bersoraklah kaum Kurawa kegirangan, karena Arjuna telah gagal membunuh Jayadrata dalam waktu sehari sebelum matahari terbenam.

Kegembiraan semakin menjadi tatkala dilihatnya api unggun telah menyala berkobar menerangi alam sekelilingnya. Mereka ingin menyaksikan Arjuna terjun ke dalam api unggun memenuhi sumpahnya. Tetapi tidak seorang pun yang tahu, bahwa Arjuna telah berada di atas bukit yang tak jauh dari benteng tempat Jayadrata bersembunyi dan telah siap sedia dengan senjata panahnya.

Mendengar sorak sorai dan berkobarnya api unggun bagaikan api neraka yang akan melumat habis Arjuna, Jayadrata tertarik ingin ikut menyaksikan. Kemudian tanpa rasa curiga, ia pun memperlihatkan diri. Tetapi baru saja kepalanya menyembul, sebuah anak panah melesat bagai kilat dan… craaasss …, terpangkaslah kepalanya, terpisah dari badannya larut terbawa angin dan lenyap ditelan awan. Seiring dengan itu, alam petang berubah menjadi terang benderang kembali, setelah senjata Cakra diambil oleh pemiliknya.

Gegerlah kaum Korawa menyaksikan kejadian yang tak masuk di akal itu. Hanya Dorna yang tanggap dan mengerti seraya berucap: “Hemmm, memang segala-galanya ada di pihak Pandawa. Kemenangan akhir pun akan diraih oleh mereka,” gumannya

4. Abimanyu Grogol

Dalam suatu kisah diceritakan bahwa pada saat Abimanyu berada di Tegalkuru, ia membuat sebuah pesanggarahan. Ulah Abimanyu itu membuat marah Duryudana, penguasa Astina. Atas bantuan Begawan Pramanasejati, Abimanyu dikutuk menjadi arca. Sementara di Kasatrian Madukara, Dewi Subadra meminta kepada Arjuna untuk mencari Abimanyu.

Pada saat yang sama, Wisanggeni dari Kahyangan Argadahana dan Prabangkara dari Kaindran ingin mencari ayahnya. Di tengah jalan mereka bertemu Gatotkaca yang meminta bantuannya untuk menolong Abimanyu yang telah menjadi arca, karena kutukan Begawan Pramanasejati. Wisanggeni kemudian memoleskan minyak Candusektipada arca itu dan Abimanyu menjadi hidup kembali. Selanjutnya mereka menuju ke Kerajaan Astina dan bertemu dengan Arjuna.

Arjuna kemudian berperang tanding melawan Begawan Pramanasejati tetapi tidak dapat mengalahkan. Akhirnya Kresna minta bantuan Semar untuk mengalahkan Pramanasejati, sehingga kembali berubah menjadi wujudnya yang semula yaitu Batari Durga dan pulang ke Setra Gandamayit. 

Kakawin Bharatayuddha

Kutipan di bawah ini diambil dari Kakawin Bharatayuddha, yang menceritakan pertempuran terakhir Sang Abimanyu.

Sloka Terjemahan
Ngkā Sang Dharmasutā təgəg mulati tingkahi gəlarira nātha Korawa, āpan tan hana Sang Wrəkodara Dhanañjaya wənanga rumāmpakang gəlar. Nghing Sang Pārthasutābhimanyu makusāra rumusaka gəlar mahā dwija, manggəh wruh lingirāng rusak mwang umasuk tuhu i wijili rāddha tan tama Pada saat itu Yudistira tercengang melihat formasi perang Raja Korawa, sebab Bima dan Arjuna tak ada padahal merekalah yang dapat menghancurkannya. Hanya Putera Arjuna, yaitu Abimanyu yang bersedia merusak formasi yang disusun pendeta Drona itu. Ia berkata bahwa ia yakin dapat menggempur dan memasuki formasi tersebut, hanya saja ia belum tahu bagaimana cara keluar dari formasi tersebut.
Sāmpun mangkana çighra sāhasa masuk marawaça ri gəlar mahā dwija. Sang Pārthātmaja çūra sāra rumusuk sakəkəsika linañcaran panah, çira ngwyuha lilang təkap Sang Abhimanyu təka ri kahanan Suyodhana. ang Hyang Droa Krəpāpulih karaa Sang Kurupati malayū marīnusi. Setelah demikian, mereka segera membelah dan menyerang formasi pendeta Drona tersebut dengan dahsyat. Sang Abimanyu merupakan kekuatan yang membinasakan formasi tersebut dengan tembakan panah. Sebagai akibat serangan Abimanyu, formasi tersebut hancur sampai ke pertahanan Duryodana. Dengan ini Dona dan Krepamengadakan serangan balasan, sehingga Duryodana dapat melarikan diri dan tidak dikejar lagi.
da tan dwālwang i çatru çakti mangaran Krətasuta sawatək Wrəhadbala. Mwang Satyaçrawa çūra mānta kəna tan panguili pinanah linañcaran. Lāwan wīra wiçesha putra Kurunātha mati malara kokalan panah. Kyāti ng Korawa wangça Lakshmanakumāra ngaranika kaish Suyodhana. Dengan ini tak dapat dipungkiri lagi musuh yang sakti mulai berkurang seperti Kretasuta dan keluarga Wrehadbala. Juga Satyaswara yang berani dan gila bertarung tertembak sebelum dapat menimbulkan kerusakan sedikit pun karena dihujani panah. Putera Raja Korawa yang berani juga gugur setelah ia tertusuk panah. Putera tersebut sangat terkenal di antara keluarga Korawa, yaitu Laksmanakumara, yang disayangi Suyodhana.
Ngkā ta krodha sakorawālana manah panahira lawan açwa sarathi. Tan wāktān tang awak tangan suku gigir aa wadana linaksha kinrəpan. Mangkin Pārthasutajwalāmurək anyakra makapalaga punggəling laras. Dhīramūk mangusir ỵaçānggətəm atễn pəjaha makiwuling Suyodhana. Pada waktu itu seluruh keluarga Korawa menjadi marah, dan dengan tiada hentinya mereka memanahkan senjatanya. Baik kuda maupun kusirnya, badan, tangan, kaki, punggung, dada, dan muka Abimanyu terkena ratusan panah. Dengan ini Abimanyu makin semangat. Ia memegang cakramnya dan dengan panah yang patah ia mengadakan serangan. Dengan ketetapan hati ia mengamuk untuk mencari keharuman nama. Dengan hati yang penuh dendam, ia gugur di tangan Suyodhana.
Ri pati Sang Abhimanyu ring raāngga. Tənyuh araras kadi çéwaling tahas mas. Hanana ngaraga kālaning pajang lèk. Çinaçah alindi sahantimun ginintən. Ketika Abimanyu terbunuh dalam pertempuran, badannya hancur. Indah untuk dilihat bagaikan lumut dalam periuk emas. Mayatnya terlihat dalam sinar bulan dan telah tercabik-cabik, sehingga menjadi halus seperti mentimun.

Baca Artikel Lainnya: