Berikut Penjelasan Mengenai Hipotesis Yang Baik

Berikut Penjelasan Mengenai Hipotesis Yang Baik

Berikut Penjelasan Mengenai Hipotesis Yang Baik

Berikut Penjelasan Mengenai Hipotesis Yang Baik

 Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel

Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.

– Hipotesis harus Dapat Diuji

Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.

– Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan

Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.

– Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana

Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.

 

Jenis-Jenis Hipotesis

Jenis-jenis hipotesis, antara lain:

  1. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis yang tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variable lain atau hipotesis yang dirumuskan untuk menggambarkan suatu fenomena, atau untuk menjawab permasalahan taksiran.

Contoh:

  1. Disiplin kerja pegawai negeri sangat tinggi
  2. Motivasi belajar fisika peserta didik mencapai 90% dari criteria rata-rata ideal.
  1. Hipotesis Komparatif

Hipotesis yang dirumuskan untuk memeberikan jawaban pada permasalahn yang bersifat membedakan atau membandingkan antara satu dengan data lainnya.

Contoh:

  1. Ada perbedaan kemampuan berbahasa asing antara lulusan swasta dengan negeri
  2.   Ada perbedaan gairah belajar peserta didik yang orang tuanya pejabat dengan peserta didik yang orang tuanya petani.
  1. Hipotesis Asosiatif

Hipotesis yang dirumuskan untuk memberikan jawaban pada permasalahan yang bersifat hubungan / pengaruh. Sedangkan menurut sifat hubungannya hipotesis ini dibagi tiga jenis, yaitu.

  1. Hipotesis hubungan simetris

Hipotesis yang menyatakan hubungan bersifat kebersamaan antara dua variable atau lebih tetapi tidak menunjukkan sebab akibat.

Contoh:

  1. Ada hubungan antara berpakaian mahal dengan penampilan
  2. Terdapat hubungan yang positif antara banyaknya peserta didik rajin belajar dengan tingkat intelegensi (IQ)
  1. Hipotesis hubungan sebab akibat (kausal)

Hipotesis yang menyatakan hubungan bersifat sebab akibat antara dua variable atau lebih.

Contoh.

  1. Tingkat pengangguran berhubungan dengan tingkat kriminalitas
  2. Tingkat keberhasilan peserta didik bergantung pada cara belajar peserta didik itu sendiri
  3. Hipotesis hubungan interaktif

Hipotesis hubungan antara dua variable atau lebih bersifat saling mempengaruhi.

Contoh.:

  1. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara status peserta didik sebagai anak pejabat dengan cara belajar peserta didik di sekolah.
  2. Terdapat pengaruh timbal balik antara kreativitas peserta didik dengan hasil belajar
  3. Sumber : https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/pengertian-dan-contoh-teks-ulasan/