Konstruksi Memudar ?? Masa Keemasan Emiten,,

Konstruksi Memudar ?? Masa Keemasan Emiten,,

Masa kejayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi agaknya terasa memudar pada pertengahan th. Anjing Bumi ini. Terbukti, realisasi kinerja keuangan tiga dari empat BUMN karya yang melantai di bursa saham menunjukkan perlambatan.

Dari empat kontraktor pelat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang belum mempublikasikan laporan keuangannya sampai kini. Sisanya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Jika dilihat, tiga emiten lain kompak membukukan perkembangan pendapatan, namun tidak untuk laba bersih. Keuntungan PTPP justru menurun pada semester I 2018.

Konstruksi Memudar ?? Masa Keemasan Emiten,,

Laba bersih PTPP selama semester pertama 2018 tercatat merosot 16,2 prosen jadi Rp479,75 miliar, dibanding posisi semester I 2017 yang raih Rp572,54 miliar. Padahal, keuntungan PTPP pertengahan th. selanjutnya melonjak 61,12 prosen dari periode yang sama th. sebelumnya hanya Rp355,34 miliar.  PTPP hanya meraup pendapatan sebesar Rp9,5 triliun pada semester I 2018 atau naik 16,99 prosen dari Rp8,12 triliun. Angka itu lebih rendah dari perkembangan pendapatan periode selanjutnya 25,5 persen.

Waskita Karya dan Wijaya Karya sedikit lebih beruntung dari PTPP gara-gara kinerja keuangannya meningkat, baik dari pendapatan maupun laba bersihnya. Khusus untuk Waskita Karya, perkembangan laba bersih semester pertama melambung 133,59 persen, namun tingkat perkembangan laba bersih semester I 2017 sebesar 118,65 persen.

Sayangnya, di tengah kenaikan perkembangan itu jumlah perkembangan pendapatan Waskita Karya menurun jadi hanya 47,29 prosen dari tingkat kenaikan pendapatan perusahaan pada semester I 2017 yang raih 92,33 persen. Pendapatan dan laba bersih Wijaya Karya tak benar-benar ciamik layaknya semester I 2017 kemarin. Pendapatan perusahaan hanya menanjak 36,81 prosen dan laba bersih sebesar 30 persen.

Bila disandingkan bersama kinerja th. lalu, pendapatan Wijaya Karya mendaki 57,21 prosen dan laba bersih naik 59,24 persen. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata tetap enggan membocorkan raihan pendapatan dan laba bersih perusahaan sampai akhir Juni 2018. “Sedang sistem audit,” ujar Ki Syahgolang kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/8).

Sesuai Konsensus Pasar

Walaupun mayoritas emiten tak berhasil mempertahankan tingkat perkembangan pendapatan dan laba bersihnya pada pertengahan th. ini, namun sejumlah analis dampak berpendapat realisasi kinerja tiga BUMN karya tersebut tetap sesuai konsensus pelaku pasar. “Pasar sudah lihat perkembangan 2018 mengecil, pasar sudah berpikir rasional,” kata Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan.

Bagaimana tidak? Alfred menyebutkan jumlah proyek pemerintah yang dapat digarap oleh BUMN karya kini semakin menyusut dibandingkan bersama 2016 dan 2017. “Sebagai jasa konstruksi untuk kejar angka yang sama layaknya 2017 tidak bisa. Makanya sukar menghendaki perkembangan yang terus-menerus pada th. ini,” tahu Alfred.

Di sisi lain, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyebutkan jumlah proyek infrastruktur kebanyakan semakin dikit jika mendekati th. pemilihan presiden (Pilpres). Seperti diketahui, pesta demokrasi lagi digelar pada April 2019 gara-gara era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla bakal berakhir th. depan. “Nilai kontrak baru jadinya tidak naik signifikan,” terang Hans Kwee.

Arus Kas Aman

Kendati perkembangan pendapatan laba bersih turun, Hans Kwee justru menilai situasi ini memberikan dampak positif bagi BUMN karya. Arus kas yang selama ini membelenggu perusahaan konstruksi dapat sedikit tertanggulangi untuk ke depannya. Maklum, arus kas operasional keempat emiten BUMN karya ini tetap tercatat negatif.

Tercatat, arus kas operasional Waskita Karya sampai Juni 2018 minus Rp3,03 triliun, Wijaya Karya minus Rp3,48 triliun, dan PTPP minus Rp2,53 triliun. Sementara, pada semester I 2017 arus kas operasional Adhi Karya minus Rp2,21 triliun. “Kalau proyek banyak, anggaran mereka semakin negatif. Kalau proyek menyusut kan arus kas operasional dapat nafas dulu,” tutur Hans Kwee.

Sementara, Alfred menyebutkan perusahaan konstruksi seringkali memanfaatkan kas internal untuk mengerjalan proyek infrastruktur sebelum memperoleh pembayaran penuh dari kliennya. Nantinya, perusahaan baru bakal memperoleh pembayaran utuh saat proyek selesai dibangun. “Jadi arus kas negatif pada BUMN karya itu gara-gara mereka sudah mengerjakan proyek namun memanfaatkan cost operasional mereka,” tahu Alfred.

Terkait penambahan anggaran infrastruktur didalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, Alfred menilai tak benar-benar berpengaruh positif pada kinerja atau saham emiten konstruksi. “Karena tidak semua anggaran itu terhitung bakal diberikan ke BUMN karya, dapat terhitung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujar Alfred.

Mayoritas proyek yang berada di bawah Kementerian PUPR, sambung Alfred, kebanyakan punyai nilai proyek kecil sehingga diberikan kepada perusahaan konstruksi swasta yang tercatat di BEI ataupun perusahaan tertutup. “Kalau yang di bawah Rp100 miliar sudah jarang dikerjakan emiten tercatat di BEI,” tandas Alfred. Mengutip knowledge RAPBN 2019, pemerintah meningkatkan anggaran infrastruktur untuk th. depan sebesar 2,4 prosen jadi Rp420,5 triliun dari th. ini sebesar Rp410,4 triliun.

Baca Juga:

Proses Terjadinya Hujan Meteor

Proses Terjadinya Hujan Meteor

Hujan meteor yang diberi nama “Taurid” ini terjalin bersama dengan komet bernama Encke, dia datang ke langit Bumi setahun sekali. Sesungguhnya tersedia dua model Taurid; yaitu utara dan selatan. Keduanya berasal berasal dari sumber yang berbeda. Yang selatan berasal berasal dari Komet Encke, kala yang utara berasal berasal dari asteroid 2004 TG10. Mereka dinamai berdasarkan titik sumber pendaran yang berasal berasal dari konstelasi Taurus. Karena kemunculan mereka di akhir Oktober dan awal November, mereka termasuk seringkali disebut bola api Halloween.

Proses Terjadinya Hujan Meteor

Komet Encke sendiri merupakan komet yang durasi orbitnya lumayan singkat, dia terlihat satu kali didalam 3,3 tahun. Pertama kali terlihat oleh Pierre Mechain terhadap th. 1786 dan orang pertama yang mendapatkan durasi orbitnya itu adalah Johann Franz Encke di sekitar th. 1800.

Menariknya, Encke dan Taurid dipercayai merupakan sisa-sisa peninggalan berasal dari komet yang jauh lebih besar lagi. Komet tersebut udah terkikis sejak 20.000-30.000 th. yang lalu. Partikel-partikel kecilnya terlepas di ruang angkasa dan bersinanggungan bersama dengan Bumi ataupun planet lainnya (Whipple (1940), dan Klacka (1999)). Secara keseluruhan, materi ini merupakan materi paling besar di didalam tata surya.

Proses terjadinya hujan meteor Taurid berlangsung lumayan lama jikalau dibandingkan bersama dengan hujan meteor lainnya. Rentang waktunya bisa berlangsung sepanjang sebagian minggu. Hal ini disebabkan oleh karena hujan meteor ini cenderung menyebar di ruang angkasa. Bila dicermati lebih dekat, hujan meteor Taurid sesungguhnya terdiri berasal dari materi yang lebih berat layaknya batu kerikil, ketimbang debu layaknya hujan meteor lainnya. Tidak menutup mungkin tersedia ukuran Taurid yang lebih besar daripada batu kerikil. Bila ukurannya lebih besar daripada kerikil, maka meteor yang terlihat berasal dari Bumi akan terlihat menyala seterang bulan, bahkan sampai meninggalkan asap.

Kepingan meteor Taurid sesungguhnya lumayan besar dibandingkan bersama dengan kepingan meteor lainnya. Kadang tersedia kepingan yang lumayan besar untuk jatuh sampai ke atas tanah, lolos berasal dari kikisan atmosfir. Meteorit ini belum dulu ditemukan sampai sekarang, namun menurut Astronom Cooke, penemuan tersebut akan menjadi suatu hal yang terlalu bernilai. Walau tidak diketahui tentu berapa persisnya ukuran meteorit Taurid, namun Cooke menakar bahwa beratnya mungkin sebagian ons.

Waktu Terjadinya Hujan Meteor Taurid

Taurid terhadap kebanyakan terlihat lima kali didalam kala satu jam, bergerak perlahan melintasi langit bersama dengan kecepatan sekitar 28km/detik, atau 100.800 km/j. Taurid selatan atau STA, terlihat sejak tanggal 10 September sampai 20 November. Sedangkan Taurid utara atau NTA akan terlihat terhadap tanggal 20 Oktober sampai 10 Desember.

Selain itu tersedia ulang yang disebut bersama dengan Beta Taurid dan Zeta Perseid. Keduanya berpapasan bersama dengan Bumi terhadap bulan Juni-Juli. Namun mereka melintas terhadap siang hari, maka berasal dari itu tidak bisa dicermati secara segera layaknya halnya Taurid utara dan selatan.

Arus Taurid mempunyai kesibukan siklus yang memuncak sekitar sekitar 2.500-3000 th. sekali. Ketika pusat berasal dari arus meteor tersebut melintas jadi dekat bersama dengan Bumi, memicu hujan meteor yang jadi deras. Berdasarkan perhitungan para astronom, puncak selanjutnya akan berlangsung sekitar th. 3000 masehi.

Menurut Astronom Cooke, sulit untuk memilih hari paling baik untuk melihat hujan meteor Taurid. Hal ini disebabkan oleh durasi yang panjang, berlangsung sepanjang sebagian minggu. Dan didalam rentang kala yang lama itu, https://www.ilmubahasainggris.com/ kuantitas meteor yang terlihat di langit relatif sama banyaknya. Walau demikian, beliau berpendapat bahwa kala paling baik untuk melihatnya adalah terhadap pagi-pagi sekali, sebelum saat subuh.

Para pengamat astronomi termasuk seringkali mendapatkan tersedia bintang jatuh yang tidak mengetahui asal usulnya, tidak terjalin bersama dengan Taurid. Mereka berpendar berasal dari tempat lain tidak cuman berasal dari konstelasi Taurus, menuju ke arah yang tidak bisa diprediksikan.

Untungnya, Taurid bisa dicermati berasal dari sudut manapun berasal dari atas Bumi, kalau wilayah kutub selatan. Mereka berpendar berasal dari konstelasi Taurus sang kerbau. Untuk mendapatkan konstelasi Taurus itu, carilah konstelasi Orion, kemudian menyisir ke timur laut untuk mendapatkan bintang merah, bintang Aldebaran, yang termasuk adalah mata berasal dari Taurus.

Penampakan Taurid terlalu indah ketika disaksikan berasal dari atas Bumi. Segaris bola api besar berwarna hijau neon melintasi langit subuh hari. Tertarik untuk saksikan hujan meteor Taurid? Pada tanggal 5 November 2018 nanti, diprediksikan Taurid akan capai puncak peredarannya.

Asteroid di Dalam Arus Taurid

Sesuatu menjadi perhatian para astronom baru-baru ini. Mereka mengetahui bahwa tidak cuman batu besar yang melayang di luar angkasa, tersedia termasuk asteroid 2015 T24 dan 2005 UR, yang sharing orbit bersama dengan arus Taurid. Asteroid 2015 TX24 ditemukan terhadap tanggal 8 Oktober 2015. 20 hari kemudian berlangsung peningkatan didalam arus hujan meteor Taurid di th. 2015.

Asteroid ini ukuran diameternya banyak ragam sekitar 200-300 meter. Hal ini sesungguhnya sedikit meresahkan, karena Taurid melintasi Bumi satu th. sekali. Bisa saja berlangsung tersedia objek yang lumayan besar terbawa di didalam arus Taurid dan menabrak Bumi. Bila ini terjadi, kerusakan yang berdampak terhadap Bumi bisa berakibat fatal. Namun sampai kala ini, belum tersedia asteroid yang dinyatakan beresiko atau mengancam akan bertubrukan bersama dengan Bumi.

Pengaruh Jupiter Terhadap Taurid

Komet Encke melintasi tata surya bersama dengan matahari sebagai pusat orbitnya. Reruntuhan berasal dari Encke tersebut termasuk ikut melintasi tata surya dan suatu ketika berdekatan bersama dengan Jupiter. Elemen gravitasi Jupiter yang besar itu menyenggol remah-remah komet Encke tersebut agar mereka terpantulkan menuju ke Bumi. Menurut Cooke berasal dari space.com terhadap th. 2017, para ilmuwan memprediksi pantulan Jupiter itu akan sampai di Bumi terhadap th. 2019.

Fenomena yang Berhubungan bersama dengan Taurid

Seorang Astronom bernama Duncan Steel dan Bill Napier menduga bahwa Beta Taurid merupakan penyebab berasal dari momen Tunguska yang berlangsung terhadap tanggal 30 Juni 1908. Sungai Tunguska terdapat di Russia, dekat bersama dengan Siberia, terhadap pagi itu berlangsung ledakan misterius yang kekuatannya diprediksi 1000 kali lebih kuat daripada bom atom Hiroshima-Nagasaki. Diduga bahwa tersedia meteor yang meledak di atmosfir (5-10km berasal dari atas permukaan tanah).

Telah diprediksikan terhadap th. 1993 bahwa akan berlangsung kesibukan Taurid di th. 2005. Pada hari Halloween di th. tersebut, banyak orang yang melihat bola api meteor yang terlihat di langit. Peristiwa itu kemudian disebut “bola api Halloween”. Pada periode Taurid selatan th. 2013, terlihat tersedia bola api di California selatan, Arizona, Nevada, dan Utah.