6 Mitos Salah Yang Diklaim Dapat Terhindar Dari Pilek

6 Mitos Salah Yang Diklaim Dapat Terhindar Dari Pilek

Mungkin penyakit tersebut cuma sekadar pilek. Tapi, penyakit sepele itu lumayan mengganggu aktivitas, lagipula jika hidung tersumbat. Ujung-ujungnya, orang jadi tak nafsu santap* dan susah tidur.

Pilek atau flu ialah penyakit pernapasan menular yang muncul dengan fenomena ringan sampai berat. Siapa pun dapat terserang flu. Cuaca yang tak pasti kerap buat daya tahan tubuh ambruk dan memberi jalan virus guna masuk.

Oleh karenanya, tidak sedikit orang berjuang untuk menghindari flu dan mengerahkan pelbagai cara ketika ia datang menyerang. Kebiasaan tak bepergian terbit rumah dengan kaki telanjang dan rajin mengonsumsi vitamin C jadi sejumlah cara yang dilakukan tidak sedikit orang.

Namun, tak semua teknik menghindari pilek tersebut benar adanya. Tentu kita ingat dengan perintah orangtua untuk tidak jarang kali mengeringkan rambut sehabis mencucinya. Konon, andai rambut tak cepat dikeringkan, Anda bakal segera terserang flu.

Berikut sejumlah mitos mengenai flu yang butuh Anda ketahui.

1. Berjalan tanpa alas kaki buat sakit

Ada sesuatu yang butuh diluruskan soal pemahaman yang menyinggung bahwa berlangsung tanpa alas kaki akan membuat seseorang sakit. Pakar medis, dr Sam Hay membetulkan bahwa kedinginan dalam masa-masa lama bisa melemahkan sistem imun. Namun, satu jam tanpa alas kaki tidak menyerahkan efek negatif untuk tubuh.

“Hal yang sama terjadi andai pergi terbit rumah tanpa jaket. Ini tak bakal nyaman, namun tak akan menciptakan tubuh terjangkit virus bebahaya,” kata Hay dilansir dari 9Honey.

2. Berenang di cuaca dingin dan rambut basah buat pilek

Terkadang, orangtua kerap tidak mengizinkan buah hatinya guna tidak berenang di pagi hari. Mereka beranggapan bahwa berenang ketika udara dingin dapat mendatangkan pilek dan masuk angin. Kenyataannya, ini sama sekali tidak benar. Rambut dan tubuh yang basah ketika udara dingin tak akan menciptakan orang sakit.

“Simpelnya, virus tidak jatuh dari langit dan mereka tidak tersebar di empang renang. Mereka pun tidak berkembang biak di rambut kita,” jelas Hay.

3. Makan ketika pilek dan puasa ketika demam

Mitos beda yang berkembang merupakan makan sebanyak barangkali saat pilek dan berpuasa ketika demam. Hay menuturkan, kehilangan napsu makan ialah hal biasa pada seseorang yang sedang terserang penyakit. Artinya, ini tidak melulu terjadi ketika seseorang terserang flu.

Tak melulu itu, berpuasa ketika demam pun cuma mitos. Hay menganjurkan untuk santap tepat pada waktunya, tetap terhidrasi, dan berikan asupan yang sebanding untuk tubuh.

4. Konsumsi vitamin C ketika sakit

Sejumlah riset memperlihatkan bahwa konsumsi vitamin C dapat menangkis serangan flu. Namun, seseorang mesti mengimbangi vitamin C bareng dengan olahraga teratur.

Riset lain mengejar bahwa anak-anak lebih responsif terhadap konsumsi vitamin daripada orang dewasa. Satu gram takaran vitamin C bisa menurunkan durasi pilek pada anak sebesar 18 persen, sementara orang dewasa melulu sebesar 8 persen.

5. Tidak butuh tidur terlampau lama

Tidur usahakan tak disepelekan. Studi pada 2009 yang dipublikasikan di jurnal Archives of Internal Medicine mengejar tidur tidak cukup dari 7-8 jam masing-masing hari berisiko tiga kali lipat terpapar pilek daripada durasi istirahat lebih lama ketika malam.

“Kebiasaan tidur tertata memainkan peranan urgen pada keterampilan sistem imun tubuh guna memerangi penyakit,” kata Sheldon Cohen, psikolog sekaligus periset dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat, dilansir dari Daily Mail (27/7).

6. Pilek dapat menular lewat ciuman

Direktur Common Cold Centre di Cardiff University, Profesor Ron Eccles mengatakan, virus tersebar lewat mukus, bukan air liur. Artinya, berciuman tak dapat jadi sarana penularan virus. Terkecuali, andai seseorang menderita batuk parah dan mukus dapat memasuki saliva.

Virus flu, kata Ron, dapat ditularkan lewat tangan yang terkontaminasi virus dan seseorang yang tanpa sadar menyentuh hidung serta mata. Baca : https://www.bukumedis.com/

“Jari Anda dapat dengan gampang terkontaminasi dengan virus bila bergandengan tangan dengan seseorang yang batuk atau bersin dengan tangan mereka, atau dengan menyentuh pegangan pintu di lokasi umum,” imbuh Ron.

Baca Juga: