Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

BANDUNG – Pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Jawa Barat 2018 bersifat sangat strategis. Demikian dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jawa Barat Yayat Hidayat.

“Proses itu harus menjamin kesetaraan suara yakni setiap orang memiliki nilai yang sama, hak

mencoblos sudah terpenuhi dan petugas KPPS menjalankan fungsinya dengan baik. Jika hal itu tidak terpenuhi, berpotensi menimbulkan ketegangan dalam masyarakat,” ucapnya.

Menurut Yayat, hasil penghitungan suara merupakan bagian penting dari proses pemilu, karena dalam pelaksanannya relatif jarang diterima secara bulat oleh peserta pemilu.

“Terkadang menjadi sengketa di Mahkamah Konstitusi atau bahkan menimbulkan kerusuhan sosial meski kejadian yang tidak diharapkan itu tidak pernah terjadi di Jawa Barat,” kata Yayat, dalam pembukaan Bintek di Trans Studio Hotel, Jumat (20/04).

Yayat menyatakan, guna menyempurnakan proses pemungutan dan penghitungan suara, selain

melalui bimbingan teknis, pihaknya juga melakukan koordinasi secara intensif dengan Bawaslu terutama saat pemutakhiran daftar pemilih.

“Pada Pilgub 2013 lalu, saat itu sering terjadi perang urat syaraf antara PPK dengan Panwascam, KPUD dengan Panwaslu dan KPU dengan Panwaslu Provinsi, semoga ini tidak terjadi di Pilgub 2018,” tuturnya.

Yayat menambahkan pekerjaan KPU hingga PPK dan PPS selalu diawasi Bawaslu dan

perangkatnya, dimana masing-masing bekerja secara proporsional dan jika ada persoalan langsung diselesaikan saat itu juga.

“KPU kuat, karena dukungan Bawaslu. Kedua pihak memiliki persepsi yang sama terkait pilkada serentak,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

 

 

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

3.575 Peserta Ikuti Tes CMPDP

BANDUNG- Sebanyak 320 peserta dari  Bandung hari ini mengikuti ujian tertulis Capital Market Profesional Development Program, yang diselenggarakan oleh The Indonesia Capital Market Institute, anak perusahaan Bursa Efek Indonesia.

Selain dilakukan di Bandung, tes yang dilakukan secara serentak ini juga dilakukan di 29 kota besar di Indonesia. Dan dari 3.962 pelamar yang lolos administrasi, mereka berhak untuk mengikuti tes tertulis hari ini, Sabtu (21/04) sebanyak 3.575 orang.

Traineer Bursa Efek Indonesia Pusat Informasi Go Publik Jawa Barat Sri Herlinawati mengatakan tes

ini untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham terhadap pasar modal yang saat ini dirasakan masih kurang.

“IHSG di Indonesia menjadi indeks yang paling potensial di dunia untuk 10 tahun terakhir, yaitu sebesar 125.40%. Namun, potensi pasar modal di Indonesia masih terkendala dengan minimnya jumlah SDM di pasar modal,” ucapnya.

Menurut Sri, CMPDP memiliki tujuan jangka menengah dan panjang dengan cara mempersiapkan talenta pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan dan membantu menggerakkan industri pasar modal Indonesia.

“Ini yang ke-3 kali, pada 2016 jumlah kandidat CMPDP yang ditempatkan di SRO 26 orang dan di

tahun 2017  31 orang, ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk berkarir di pasar modal,” katanya.

Sri menambahkan bagi peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti Psikotest, FGD, dan Interview sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 6 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training.

“Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan bekerja di SRO. Nantinya SRO akan memiliki

SDM profesional yang handal dan memadai guna mendukung operasional bisnis dan mengembangkan industri pasar modal Indonesia,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702911/sejarah-bahasa-indonesia/

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

Awasi Pemilu, Bawaslu Jabar Gaet Mahasiswa

BANDUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menggaet kalangan mahasiwa

dalam mengawasi proses pilkada Jabar 2018. Hal ini dilakukan agar proses pengawasan pemilu dapat dilakukan lebih optimal.

“Kemarin kita sudah melakukan beberapa kegiatan tentang kepemiluan dan bagaimana mengawasi pemilu di kalangan mahasiswa,” kata Harminus Koto usai mengikuti Rapat Koordinasi Pembentukan Gerakan Pengawasan Partisipatif Mahasiswa Jawa Barat pada Pilkada Tahun 2018, di Bandung, Senin (23/4/2018)

Menurut Harminus, saat ini Bawaslu Jabar sedang membentuk organisasi kemahasiswaan dari

tingkat Kabupaten/Kota, sehingga para mahasiswa yang diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mampu mengawasi dari tingkat provinsi sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)

“Nah sekarang kita sedang membentuk keorganisasian kemahasiswaan itu dari tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota. Para mahasiswa ini sebagai partisipatif pengawas pemilu yang akan mengawasi di wilayah Kabupaten/Kota sampai ke TPS,”ungkap Harminus.

Mahasiswa ini, selain bertugas mengawasi, juga melaporkan jika terjadi pelanggaran kepada

Bawaslu yang ada di wilayahnya masing-masing. Pengawasan Pemilu ini melibatkan seluruh kampus yang ada di Jawa Barat.

“Jika ditemukan pelanggaran mereka bisa melaporkan langsung kepada Panwaslu yang ada di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya. (Pun)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702875/sejarah-bpupki/

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Masalah Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

BANDUNG-Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan Pemerintab Daerah dalam menghadapi bencana besar masih relatif masih rendah, terbukti dari hasil polling bencana, ternyata 77 persen menyatakan belum siap, 14 persen menyatakan cukup siap dan 9 persen menyatakan siap.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, mitigasi bencana, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan pengurangan risiko bencana masih perlu terus ditingkatkan, dimana. pengurangan risiko bencana harus dimaknai sebagai investasi pembangunan nasional.

“Sosialisasi dan pendidikan kebencanaan harus ditingkatkan. Masih banyak masyarakat yang belum paham ancaman bencana dan antisipasi yang dilakukan,” katanya.

Menurut Sutopo, pendidikan bencana perlu memasukkan dalam kurikulum pendidikan sejak SD-

SMA, ini sesuai pendapat masyarakat dari polling bencana dimana 97 persen menyatakan pendidikan bencana wajib dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, sedangkan hanya 3 persen yang menyatakan tidak setuju.

“Untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan sosialisasi bencana, BNPB menerbitkan Buku Saku Menghadapi Bencana, dalam buku ini disampakan hal-hal yang mendasar yang perlu diketahui oleh masyarakat, baik ancaman bencana maupun tips-tips menghadapi bencana,” tuturnya.

Sutopo menjelaskan, bahwa bencana adalah keniscayaan dan pasti terjadi di Indonesia karena

Indonesia rawan bencana, namun yang penting adalah apakah kita sudah siap menghadapi bencana itu karenanya kesiapsiagaan dan mitigasi adalah hal yang penting.

“Tanpa itu maka dampak bencana akan selalu menimbulkan korban jiwa besar kerugian ekonomi

yang besar. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada, kenali bahayanya dan kurangi risikonya,” pungkasnya. (

 

Baca Juga :

 

 

 

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

Tingkat Pengangguran Terbuka Didominasi Lulusan SMK

BANDUNG–Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) menyebutkan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 22,63 juta orang, naik 237,12 ribu orang dibanding Agustus 2017. Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menurun 0,42 persen poin.

Dalam setahun terakhir, TPT turun menjadi 8,17 persen pada Agustus 2018. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 16,97 persen.

“Penduduk yang bekerja sebanyak 20,78 juta orang, bertambah 228,31 ribu orang dari Agustus

2017,” kata Doddy Herlando, Kepala BPS Jabar, Senin (5/11).

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,58 persen poin), Transportasi (0,24 persen poin) dan Industri Pengolahan (0,23 persen poin). Sedangkan lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada Pertanian (1,19 persen poin), Perdagangan (0,55 persen poin), dan Jasa Keuangan dan Asuransi (0,09 persen poin).

Sebanyak 10,02 juta orang (48,22 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir,

dari Agustus 2017 yang besarnya 49,78 persen, pekerja informal turun hingga 1,56 persen poin.

Dari 20,78 juta orang yang bekerja, sebagian besar penduduk bekerja pada Agustus 2018, yaitu

sekitar 16,17 juta orang (79,23 persen) merupakan pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu). Sementara penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1-7 jam memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 1,23 persen. jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/nama-latin-tumbuhan-paku/

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh

BANDUNG-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis Perekonomian Jawa Barat pada triwulan III-2018. Ekonomi Jawa Barat triwulan III-2018 terhadap triwulan III-2017 tumbuh 5,58 persen (y-on-y) meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2017 yang tumbuh sebesar 5,20 persen.

Perekonomian diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 501,70 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 361,89 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,85 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit tumbuh sebesar 18,92 persen.

Menurut Kepala BPS Jabar Doddy Herlando, Ekonomi Jawa Barat triwulan III-2018 terhadap

triwulan sebelumnya meningkat sebesar 1,75 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,06 persen. Pertumbuhan tertinggi dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan pertumbuhan komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintahan sebesar 8,71 persen.

Ekonomi Jawa Barat tirwulan III-2018 secara kumulatif (c-to-c) tumbuh 5,73 persen. Dari sisi

produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,31 persen. Pertumbuhan tertinggi dari sisi Pengeluaran disebabkan oleh pertumbuhan Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit tumbuh sebesar 19,45 persen.

Sementara sumber laju pertumbuhan (Source of Growth, SOG) secara (y-o-y) dari sisi lapangan

usaha yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah Lapangan Usaha Industri Pengolahan yaitu sebesar 2,92 persen. Andil positif terbesar terhadap pertumbuhan adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 2,44 persen. jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/struktur-kulit-sebagai-organ-ekskresi/

Mengenal Tentang Jenis Angin Musim

Mengenal Tentang Jenis Angin Musim

Mengenal Tentang Jenis Angin Musim

Mengenal Tentang Jenis Angin Musim

Mengenal Tentang Jenis Angin Musim

  1. Angin Passat

Angin Passat adalah angin yang bertiup secara tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Angin Passat terdiri dari Angin Passat Timur Laut yang bertiup di belahan bumi Utara dan Angin Passat Tenggara yang bertiup di belahan bumi Selatan.

Kedua jenis angin Passat ini bertemu di sekitar khatulistiwa. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).

2. Angin Anti Passat

Angin Anti Passat adalah udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik. Di belahan bumi utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20  – 30  LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk padang gurun di muka bumi, misalnya padang gurun di Arab Saudi, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia.

Di daerah Subtropik (30  – 40  LU dan LS) terdapat daerah “teduh subtropik” yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara 10  – 10  LU dan LS terdapat juga daerah tenang yang disebut ”daerah teduh ekuator” atau “daerah doldrum”

  1. Angin Barat

    Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis utara dan selatan akan mengalir ke daerah sedang utara dan daerah sedang selatan sebagai Angin Barat. Pengaruh angin barat di belahan bumi utara tidak begitu terasa, karena adanya hambatan dari benua. Di belahan bumi selatan pengaruh angin barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60  LS. Di sini angin barat bertiup yang sangat kencang, yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.

    4. Angin Timur

    ̊Di daerah kutub utara dan kutub selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin yang disebut Angin Timur ke daerah minimum subpolar (60  LU dan LS). Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.

    5. Angin Muson (Monsun)

Angin muson adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain, polanya dan arahnya akan berlawanan setiap 6 bulan. Umumnya, pada 6 bulan pertama, bertiup angin darat yang kering dan 6 bulan berikutnya, bertiup angin laut yang basah.

Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari daripada benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia menuju ke benua Australia.

Di Indonesia, angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi utara dan angin musim Barat di belahan bumi selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan.

Musim penghujan meliputi seluruh wilayah indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. makin ke timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit.

Pada bulan April-Oktober, matahari berada di belahan langit utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di Australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju  ke Asia.

Pada saat itu di Indonesia akan terjadi angin musim timur di belahan bumi selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi utara. Oleh kerena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak mengandung uap air, oleh karena itu pada umumnya di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai selatan Papua.

Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut musim pancaroba (peralihan), yaitu : musim kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan musim labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu: udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu singkat dan lebat.

 

(Sumber: https://thesrirachacookbook.com/)

MacBook Pro Layar 17 Inci Bakal MeluncurMacBook Pro Layar 17 Inci Bakal Meluncur
Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar Sebagai Komponen Mata Kuliah Dasar Umum

Ilmu sosial dasar adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia tentang masalah sosial, dan juga membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Khususnya kehidupan masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian – pengertian. Ilmu sosial bukanlah suatu bidang keahlian ilmu – ilmu sosial tertentu, tetapi berasal berbagai bidang pengetahuan dalam berbagai ilmu – ilmu sosial seperti, sosiologi, sejarah , antropologi, psikologi sosial.

 

Tujuan ilmu sosial dasar (ISD) adalah

memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala – gejala sosial dan lebih memahami dan menyadari bahwa setiap kenyataan sosial dan masalah sosial ada dalam masyarakat dan selalu bersifat kompleks, kita hanya bisa memahaminya secara kritis. Ilmu pengetahuan dikelompokan dalam beberapa kelompok.

 

Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu

ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar.

 

Ruang lingkup Ilmu Sosial Dasar :

  1.  Kenyataan – kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan – kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu sosial. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya.
  2. Konsep – konsep sosial atau pengertian – pengertian tentang kenyataan – kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah – masalah sosial. Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan sosial.

Bertolak dari kedua konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari di dalam masyarakat selalu terdapat:

  1. a)Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual maupun kelompok.
  2. b)Persamaan dan perbedaan kepentingan. Persamaan dan perbedaan itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.
  3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya salaing berkaitan.
  4. Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
Gedung Sate Festival Akan Digelar

Gedung Sate Festival Akan Digelar

Gedung Sate Festival Akan Digelar

 

Gedung Sate Festival Akan Digelar

BANDUNG

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Gedung Sate Festival – Semarak Pesta Rakyat, Jumat-Sabtu (29-30/9/17) mendatang sebagai puncak peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jawa Barat. Berbagai kemeriahan pendukung acara telah dipersiapkan termasuk menghadirkan Maliq &d’Essential sebagai bintang tamu utama.

Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Sonny S Adisudarma mengatakan pesta rakyat yang dipersembahkan Pemprov untuk rakyat Jawa Barat ini menyajikan menu kumplit, dari budaya tradisional hingga kontemporer, dari artistik hingga teknologi muthakhir. Termasuk urusan kuliner.

“Seoptimal mungkin kami menyajikan menu-menu acara dan aktivitas yang bisa menyenangkan dan berkesan bagi rakyat Jawa Barat di halaman Kantor Gubernurnya sendiri, berbaur bersama merasakan keragaman Jawa Barat versi mini,” katanya pada acara konferensi press di Gedung Sate, Rabu (27/9/17).

Gedung Sate Festival

Secara garis besar, Gedung Sate Festival terdiri dari beberapa kawasan dan kegiatan penunjang hasil kolaborasi dengan Perangkat Daerah yang mensinergikan acara besarnya di Gedung Sate Festival. “Menu Utama yang dihidangkan adalah Ngopi Saraosna Vol 3, Bandung Tea Festival 2017, Jabar Ngagaya, Kawasan Little West Java, Jabar Ngaboseh Sareng Gubernur di hari Sabtu pagi, Festival Olahan Patin, Pameran Interaksi Diskominfo Jabar 2017,” katanya.

Lebih lanjut Sonny menjelaskan di Ngopi Saraosna Vol. 3, tercatat 54 booth pegiat kopi Jawa Barat yang siap memeriahkan. Selain itu juga akan digelar Lomba barista dan cupping. Untuk Jabar Ngagaya, pengunjung akan disuguhi Peragaan pakaian tekstil unggulan Jabar karya Designer Indonesian Fashion Chamber (IFC) Bandung Chapter (Sabtu), Pameran Edukasi Komoditi Tekstil, Lomba Peragaan Produk tekstil Jabar, dan Lomba desain.

Kawasan Little West Java

“Sisi tradisional dan budaya diusung di Kawasan Little West Java dengan sub tema Rupaning Kadahareun Buhun, Kaulinan Budak jeung pangaweruh (kaulinan pengenalan huruf sunda), Ngawangkong Seni (budaya seni), Motekarna Urang Sunda (kreatif), Sunda Ngajomantara (Komunitas),” papar Sonny.

Sonny melanjutkan, jika Panggung Utama akan digebrak oleh Maliq & d’Essentials pada Jumat malam, Wayang Golek dengan Dalang Ki Adi Konthea Kosasih Sunarya, Putu Giri Harja 2 Bandung akan memanjakan malam minggu warga.

Sabtu pagi Sonny mengingatkan warga jangan sampai melewatkan Pemecahan Rekor ORI – Rekor Makan Martabak SanFransisco dengan peserta terbanyak. “Akan disiapkan 7200 potong martabak untuk warga nikmati dan pecahkan rekornya!”

Menu penunjang yang telah disiapkan dan akan melibatkan partisipasi masyarakat dan komunitas adalah Flag Ceremony on International Bandung Bike Week 2017 “Ride For The Culture” Harley Davidson Club Indonesia, Kontes Mural, Drone Competition dan Photo hunt. “Warga tidak usah khawatir urusan kuliner, karena selain dihidangkan cemilan khas Jawa Barat persembahan dari Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Jabar yang bisa dinikmati secara cuma-cuma oleh warga, juga akan ada Food Truck yang standby di area,” katanya.

Untuk live performance, Gedung Sate Festival dimeriahkan oleh para penampil dari berbagai genre. Sebut saja Kartika Orchestra TNI AD, Tari Perjuangan Jawa Barat SMK 10, Akustik Band, 5seasons, Sendratari Citarum Bestari, Saratus Persen feat. Jimbot, Fussion Jazz Afternoon: Newfriend feat. Donny Suhendra, Soulnation, Fompi Band. Sedangkan tiga band besar akan tampil panggung dan waktu yang berbeda:  Mustache and The Beard Sabtu malam, di Panggung Ngopisaraosna; Tfive di Panggung Jabar Ngaboseh Sareng Gubernur pada Sabtu pagi. “Untuk Maliq & d’Essentials akan tampil di Main Stage, Jumat malam,” jelasnya.

Yang unik tambah Sonny adalah akan ada pemecahan rekor dunia serba-72 atau 72 World Record. Terdiri dari 72 tari batik, 72 silat, 72 paduan suara, 72 tari dangiang sunda, 72 angklung, 72 karinding, 72 kaulinan baheula, 72 celempung, 72 perkusi, 72 musik uang logam kuno, 72 musik perkusi alat kesehatan, 72 tari batu kujang, 72 warna lukis kanvas energy, 72 kata monolog budaya, 7 lelaki 2 wanita goong tiup. Dengan jumlah personil yang terlibat: 879 Orang dilengkapi dengan Orchestradisi dan oratorium colosal 72 untuk jabar .

“Satu lagi, agar festival ini lebih ramah lingkungan, kami menyajikan Spectacular Lighting & Laser Show sebagai pengganti pesta kembang api,” tambah Sonny.

Untuk kantung-kantung parkir, Sonny mengatakan sudah mengajukan ijin ke Dishub Kota Bandung untuk menggunakan bahu jalan. Sedangkan lokasi lain yang dapat digunakan adalah halaman Hotel Pullman, Halaman DPRD, Monju, Pusdai.

Mengenai penutupan Jl. Diponegoro akan ditutup permalam ini hingga minggu pagi, akan ada pengalihan arus lalu lintas di sekitar area Gasibu-Gedung Sate terutama dikarenakan penutupan Jl. Diponegoro, Jalan antara Gasibu-Hotel Pullman. “Kami atas nama panitia dan Pemprov Jabar memohon dukungan warga Jabar terutama warga Bandung untuk berpartisipasi memeriahkan acara ini dan pemakluman akan dampak lalulintas yang ditimbulkan. Kami juga mengajak warga untuk sama-sama menjaga ketertiban, kenyamanan bersama dan terutama kebersihan lingkungan,” katanya.

Artikel terkait :