Genjot STP, Riset Pro Kucurkan Dana Rp 2,5 Miliar

Genjot STP, Riset Pro Kucurkan Dana Rp 2,5 Miliar

Genjot STP, Riset Pro Kucurkan Dana Rp 2,5 Miliar

Genjot STP, Riset Pro Kucurkan Dana Rp 2,5 Miliar

Genjot STP, Riset Pro Kucurkan Dana Rp 2,5 Miliar

Iklim inovasi terus didorong, salah satunya dengan membentuk science technopark (STP) sebagai wadah untuk mendorong hilirisasi riset dan inovasi sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

Sejak tahun 2016, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dibantu World Bank mengucurkan anggaran dalam program Riset Pro senilai Rp 12,5 miliar selama kurun waktu 2016-2018 untuk menggenjot tumbuhnya STP.

Sekretaris Jenderal Kemristekdikti, Ainun Naim, mengatakan, Riset Pro bertujuan mendukung kementerian dan lembaga untuk mengembangkan STP sehingga mampu berjalan cepat.

“Tujuannya menemukan teknologi baru, produk baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat baik di

lingkup nasional maupun internasional,” katanya di acara Kick Off Meeting Riset Pro Komponen 1 Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Ainun menambahkan, di tahun 2019, Riset Pro akan mengucurkan lagi dana sekitar Rp 2,5 miliar untuk menggenjot STP semakin mature. Sebab menurutnya, dana menggenjot riset dan inovasi tidak hanya Riset Pro, adapula program pengusaha pemula berbasis teknologi.

“Kita ingin meningkatkan daya saing. Komponen penting daya saing adalah inovasi dan skill,” ujar Ainun.

Saat ini sudah ada hasil dari sejumlah STP yang siap diproduksi seperti motor listrik Gesits, katalis Institut Teknologi Bandung yang mengembangkan bahan bakar dari sawit.

Pelaksana Tugas Direktur Kawasan Sains Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemristekdikti Kemal Prihatman mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pengukuran untuk mengetahui mature atau tidaknya suatu STP.

“Tahun 2018 dari target 18 STP sudah tercapai 19 STP ada 6 di antaranya berstatus mature madya

dan 13 pratama,” kata Kemal.

Untuk kategori mature utama pada suatu STP lanjutnya, diberikan jika STP sudah menghasilkan keluaran berupa kontribusi ke perekonomian daerah dan sosial serta menghasilkan teknopreneur.

Sejumlah STP tersebut yang telah mature kategori madya milik Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Solo Technopark, Universitas Padjajaran dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kemal menambahkan, pemerintah di tahun 2020-2024 menargetkan 8 STP kategori mature utama

bisa tercapai. “Di Luar negeri, satu kawasan sains technopark butuh waktu 20 tahun lebih baru mature, di kita dipacu beberapa tahun saja,” ujar Kemal.

 

Sumber :

http://slamet.blog.st3telkom.ac.id/legenda-kota-makassar/

Disdik Purwakarta Rotasi 7 Kepsek SMP

Disdik Purwakarta Rotasi 7 Kepsek SMP

Disdik Purwakarta Rotasi 7 Kepsek SMP

Disdik Purwakarta Rotasi 7 Kepsek SMP

Disdik Purwakarta Rotasi 7 Kepsek SMP

Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta resmi melakukan serah terima jabatan kepala sekolah di tujuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di SMPN 2 Darangdan Purwakarta.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto menyampaikan selamat kepada kepala sekolah yang sudah menggelar serah terima jabatan.

“Rutinitas seperti ini sudah menjadi kebiasaan kultur yang dilaksanakan birokrat, tenaga pengajar, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Disdik Purwakarta,”katanya.

Pastinya perotasian kepala sekolah sebagai bentuk reformasi birokrasi dan penyegaran penyelenggaraan pendidikan di Purwakarta.

“Yang baru maupun yang lama, sama-sama diberikan amanah, semua perangkat harus mempunyai komitment bersama satu visi memajukan pendidikan, tata kelola sekolah dengan baik,” timpalnya.

Purwanto pun menegaskan agar kepala sekolah bertanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya

sebagai pimpinan di sekolah, garis koordinasi, komunikasi internalisasi penjelasan visi, misi pendidikan, sesuai dengan kebijakan Bupati Purwakarta.

Dia juga mendorong agar kepala sekolah dapat melakukan inovasi untuk menunjang pendidikan yang baik dan nyaman bagi siswa.

“Sekolah itu harus tertata dengan baik sekolah harus rapih, nyaman, bersih, jadikan taman siswa, berbasis lingkungan, karena apa? Karena jika lingkungan sekolah itu bersih, nyaman akan di lihat oleh seluruh perangkat, baik pemerintah maupun masyarakat,” pungkasnya. [bon]

Berikut ini nama-nama kepala sekolah yang dirotasi:

Kepala SMPN 1 Pondoksalam pejabat lama Dedeh M. Maemunah, S.Pd. M.Pd diganti pejabat baru Teguh sumarjono, S.Pd., M.Pd.

Keapala SMPn 1 Kiara pedes pejabat lama Iis Kartis, S.Pd., M.Pd diganti pejabat baru Siti Sri

Kaswati,. S.Pd.

Kepala SMPN 7 Purwakarta pejabat lama Drs. Maman Surahman diganti pejabat baru Dedeh M. Maemunah, S.Pd. M.Pd.

Kepala SMPN 3 Darangdan pejabat lama Drs. Tatang Hermawan diganti pejabat baru Hermin Rosnawati, S.Pd.

Kepala SMPN 2 Darangdan pejabat lama Teguh Sumarjono, S.Pd., M.Pd diganti pejabat baru Drs.

Tatang Hermawan.

Kepala SMPN 6 Darangdan pejabat lama Siti Sri Kaswati diganti pejabat baru Juju Juhari, S.Pd,. M.Pd.

Plt. Kepala SMPN 10 Purwakarta Suherman Saputra, S.Pd diganti pejabat baru Hj. Neneng Mamah Patimah, S.Pd.

 

Baca Juga :

Tingkatkan Mutu Pengelolaan SMP di Kota Bandung, FKKS Gelar Raker Kepala Sekolah

Tingkatkan Mutu Pengelolaan SMP di Kota Bandung, FKKS Gelar Raker Kepala Sekolah

Tingkatkan Mutu Pengelolaan SMP di Kota Bandung, FKKS Gelar Raker Kepala Sekolah

Tingkatkan Mutu Pengelolaan SMP di Kota Bandung, FKKS Gelar Raker Kepala Sekolah

Tingkatkan Mutu Pengelolaan SMP di Kota Bandung, FKKS Gelar Raker Kepala Sekolah

Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Kota Bandung menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker)

Kepala Sekolah SMP Swasta se Kota Bandung dengan tema “Optimalisasi Peran Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Pelayanan Pendidikan Menuju Bandung Masagi”, yang bertempat di UNI Beach Hotel Pangandaran tanggal 2-3 September 2017.

Raker ini juga diikuti oleh para kepala sekolah SMP swasta se-kota Bandung. Serta hadir pula Kepala Bidang PPSMP Dr. H. Hadiana Soeriaatmadja, M.Pd, Kepala Seksi Kursisjian Drs. Bambang Ariyanto, M.Pd, Kepala seksi Sarpras Drs. Suryadi, M.Si dan Perwakilan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Bapak Soma.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Mahdar mengatakan, tujuan dilaksanakannya

kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi dan
menjalin harmonisasi.

“Yaitu antar para kepala sekolah dengan Dinas Pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan di Kota Bandung,” ungkap Mahdar kepada RMOLJabar, Senin (4/9).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang PPSMP Dinas Pendidikan Kota Bandung Supardi

mengatakan, kita mengajak kepada sekolah SMP swasta untuk tetap konsisten bersama-sama dengan sekolah negeri, karena sesuai dengan Permendikbud no 17 tahun 2017, tidak adanya dikotomi antara swasta dan negeri.

“Sama dengan kebijkan ke SMP negeri karena tidak ada dikotomi antara negeri dan swasta terhdap regulasi permendikbud no 17 tahun 17, dan Rasio jumlah setiap rombel 32 siswa. Agar memahami dan melaksanakn pertnggungjawaban dana hibah RMP sesuai bimtek yang telah dilaksanakan minggu lalu,” tandasnya.

 

 

Sumber :

https://pihvikeisari.com/pengertian-mikrobiologi-dan-perkembangan-dari-mikrobiologi/

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Sejumlah organisasi kemahasiswaan geram atas kebijakan yang dikeluarkan oleh rektor Universitas

Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang dianggap arogan.

Sikap arogan itu ditunjukkan rektor dengan mencabut sepanduk-spanduk ucapan selamat datang bagi mahasiswa baru Unsika dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus.

“Atas dasar intruksi rektor, dengan tindakan itu ada indikasi pihak kampus ingin membersihkan organisasi eksternal dari kampus,” ujar Ketua Cabang PMII Karawang, Ricky Sofiyan, Kamis (31/8).

Ricky mengatakan tindakan yang dilakukan oleh pihak lembaga menuai protes dari kader-kader

Organisasi eksternal, khususunya PMII dan GMNI. Bahkan dua organisasi ini siap menggerudug Rektorat kalau pihak rekorat bersikap angkuh seperti itu.

“Kita telah bersepakat dengan GMNI untuk terus mengawal kasus ini, ini menyangkut harga diri organisasi, tentu kita tidak rela kalau organisisasi kita di injak-inajak,” ungkapnya.

PMII menilai upaya yang dilakukan oleh Rektor Unsika dengan menciptakan gejolak yang tidak konstruktif di internal organisasi mahasiswa seperti BEM dan BLM serta pembredelan wajah organisasi Mahasiswa eksternal adalah bentuk penghinaan terhadap mahasiswa yang dianggap sebagai sampah.

“Kami sudah berbaik hati pada Unsika baik-baik kami ingin berikan sambutan, tapi yang ada malah

dihina seperti ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang juga mendapatkan perlakuan yang sama dari Unsika merasa sangat prihatin atas sikap tidak bijaksana yang dilakukan oleh Rektor Unsika melalui para utusannya.

“KAMMI menginginkan pihak UNSIKA membuka diri terhadap organ ekstra kampus untuk mahasiswa UNSIKA agar mereka bisa lebih banyak belajar dan berperan aktif mengamalkan ilmunya, bukan malah menginjak-injak seperti ini,” ujar Arif Ketua KAMMI Cabang Karawang.

KAMMI pun meminta Rektor Unsika bersikap kesatria dengan memohon maaf dan melakukan klarifikasi secara terbuka terhadap organisasi ekstra Mahasiswa atas kebijakannya.

“Jangan sampai kemudian kami mengambil sikap yang lebih keras untuk menanggapi masalah ini,”tegasnya.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang sendiri menilai upaya yang dilakukan oleh Unsika sebagai bentuk pancingan terhadap organisasi ekstra kampus untuk berperang secara mental.

 

Sumber :

https://buzzimg.com/mengetahui-pengertian-komunikasi-terapeutik/

Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama

Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama

Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama
Anda tentu saja mengetahui perihal aktivitas SEA Games yang diselenggarakan tiap-tiap th. sekali. Apakah latar belakang dan target diselenggarakan SEA Games? Apakah terdapat bentuk kerja serupa dalam pelaksanaannya?

Hubungan antarnegara ASEAN jadi dibutuhkan sejalan dengan timbulnya berbagai macam kebutuhan yang berbeda-beda dari tiap-tiap negara anggota. kebutuhan sosial, politik, ekonomi, maupun bidang lainnya menuntut suatu negara untuk berperan aktif dengan jalankan kerja serupa antarnegara ataupun dengan dunia Internasional. Organisasi internasional sesudah itu dibentuk peranan menanggulangi dan meminimalisasi persoalan yang sanggup ditimbulkan dari hubungan antarnegara dalam berbagai bidang. Contohnya, Association of South East Asian Nation (ASEAN) yang merupakan salah satu organisasi internasional yang berupa kawasan atau region. Dapat diambil kesimpulan bahwa kerja serupa adalah menjalin hubungan pada dua negara atau lebih demi capai suatu kesepakatan.
Terdapat aspek pendorong dan penghambat dalam kerja serupa sebagai berikut.

a. Faktor pendorong
Setidaknya tersedia dua aspek pendorong terbentuknya kerja sama, yakni didasari persamaan ataupun perbedaan potensi alam yang dimiliki oleh suatu negara.

1) Kesamaan dan perbedaan sumber energi alam
Kesamaan sumber energi alam pada beberapa negara sanggup mendorong terbentuknya kerja serupa antarnegara. Misal; beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja serupa yang diberi nama OPEC. Perbedaan sumber energi pangan di tiap-tiap negara ASEAN juga melahirkan kerja sama. Indonesia mengekspor hasil pertanian ke Singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand untuk mencukupi kebutuhannya.

2) Kesamaan dan perbedaan lokasi (kondisi geografis)
Kesamaan letak geografis, mendorong beberapa negara di suatu kawasan terhadap umumnya untuk mengadakan kerja serupa peranan menjaga stabilitas dan keamanan negara. Misal; negara-negara yang terdapat di lokasi Asia Tenggara membawa dampak kerja serupa melalui Organisasi ASEAN.

b. Faktor penghambat
Beberapa aspek penghambat kerja serupa di kawasan ASEAN pada lain sebagai berikut;

1) Perbedaan Ideologi
Faktanya, sekarang ini nyaris tidak tersedia negara ASEAN yang menutup diri dari kerja serupa antarnegara ASEAN.

2) Konflik dan Peperangan
Kondisi konflik dan peperangan yang berjalan di dalam negeri maupun antarnegara mengganggu stabilitas negaranya sehingga bakal mencegah kerja sama.

3) Kebijakan Protektif
Suatu negara yang menerapkan kebijakan yang punya tujuan menjaga keperluan dalam negeri dan tingkatkan energi saing. Misalnya, tidak menerima impor hasil pertanian dikarenakan sanggup memengaruhi kondisi penghasilan hasil pertanian dalam negerinya. Dampak dari kebijakan itu juga sanggup memengaruhi hubungan antarnegara sehingga mencegah kerja serupa yang harmonis. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

4) Perbedaan keperluan tiap-tiap negara
Kerja serupa dibutuhkan bagi pertumbuhan dan masa depan negara di dunia. Namun, dalam kerja serupa antarnegara tiap-tiap negara memiliki keperluan yang berbeda-beda. Perbedaan ini sanggup mencegah kerja serupa yang harmonis.

Baca Juga :

Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi terhadap Perubahan Ruang

Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi terhadap Perubahan Ruang

Perkembangan IPTEK udah berpengaruh terhadap berbagai faktor kehidupan manusia sejauh ini, manusia lebih dipemudah didalam berbagai hal selagi beraktivitas. Ilmu yang menghasilkan teknologi komunikasi udah kurangi jarak & selagi didalam berinteraksi antar pihak. Teknologi sangat berperan penting didalam mengubah cara hidup manusia didalam berinteraksi, adalah teknologi transportasi & teknologi komunikasi.

Teknologi transportasi dimanfaatkan untuk mampu memindahkan barang & manusia berasal dari satu daerah ke daerah lainnya. Sedangkan teknologi komunikasi dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi. Teknologi produksi digunakan untuk produksi sandang, pangan, papan dll

Segala bentuk/macam model teknologi sangat berfaedah besar gara-gara mempermudah pekerjaan manusia.

Teknologi Transportasi
Berbagai macam bentuk alat transportasi kini mampu kita jumpai baik di darat, udara, & laut. IPTEK yang makin lama luas udah sangat mungkin perkembangan berbagai macam alat transportasi yang cepat, nyaman & bersama dengan tingkat keamanan yang tinggi. Persawat terbang, kereta cepat monorel, & speed boat kini tetap mengalami perkembangan, perbaikan demi kenyamanan penumpangnya. Tetapi alat transportasi tradisional sampai saat ini ini masih mampu kita jumpai juga. Alat transportasi tradisional terhadap dasarnya belum pakai mesin, saat ini ini masih bertahan di negara-negara ASEAN, layaknya delman, pedati, & Becak.

Adanya perkembangan teknologi transportasi mempunyai perubahan besar terhadap kesibukan manusia yang berdampak terhadap perubahan tata kehidupan. Jumlah orang Indonesia yang pergi ke Singapura ataupun Malaysia atau sebaliknya makin lama meningkat tiap tiap tahunnya. Persawat bukan kembali alat transportasi yang mahal. Setiap orang mampu nikmati layanan gara-gara harganya terjangkau, nyaman, & cepat. Kapal laut, tak sekedar dimanfaatkan sebagai layanan transportasi, termasuk saat ini ini digunakan sebagai layanan wisata. Transportasi darat makin lama banyak beri tambahan alternatif perjalanan.

Perkembangan layanan transportasi butuh ruang sebagai layanan ataupun prasarana, makin lama banyak alat transportasi di laut, darat, ataupun udara, layanan prasarana penunjang layaknya perluasan jalan, bandara, terminal, dermaga pelabuhan termasuk bakal makin lama mendesak untuk tetap berjalannya pembangunan.

Pembangunan prasarana transportasi bakal mengubah suasana wilayah di suatu negara, lahan-lahan produksi layaknya sawah/hutan kebanyakan udah diubah untuk membangun jaringan jalan. Di sebagian negara ASEAN, rekayasa jaringan selanjutnya lintas transportasi darat udah sangat canggih. Singapura & Thailand lain mengembangkan jaringan darat bawah tanah.
Perubahan pemanfaatan lahan sebagai layanan transportasi berjalan termasuk di lebih kurang bandara, lahan yang mulanya dipakai sebagai pemukiman/persawahan dikonversi demi perluasan daerah bandara.

eknologi Komunikasi
Komunikasi merupakan cara manusia saling berinteraksi/berhubungan, pertama kali di ajarkan oleh ibu kepada anaknya. Bahasa yang diajarkan ibu kepada anaknya dinamakan bhs ibu.

Ilmu pengetahuan sampai saat ini udah berjasa mengubah perkembangan teknologi komunikasi yang makin lama luas & canggih. Teknologi komunikasi sangat mungkin tiap tiap individu manusia sharing informasi/menyebarkan informasi secara meluas didalam selagi yang singkat. Berbeda bersama dengan suasana terhadap era saat komunikasi masih pakai surat, yang masih butuh selagi yang lama untuk sampai ke tujuan. Perkembangan teknologi komunikasi sangat menguntungkan, gara-gara mampu kurangi jarak tempuh & waktu.
Namun mesti diketahui perkembangan teknologi termasuk mampu berikan kerugian, pada lain kurangi intensitas jalinan secara segera antar masyarakat. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Perubahan berjalan didalam kehidupan penduduk di negara-negara ASEAN sebagai akibat perkembangan teknologi transportasi & komunikasi mampu dilihat, sebagai contoh didalam berbagai aspek, baik sosial, budaya, ataupun keamanan bersama.

1. Sosial
Maraknya perdagangan manusia,
Kerja sama luar negeri makin lama mudah,
Kebutuhan transportasi massal makin lama tinggi untuk jauhi kemacetan,
Bertambahnya kuantitas penduduk didalam selagi singkat.
2. Ekonomi
Nilai barang lokal meningkat seiring permohonan mata duit asing,
Barang-barang asing makin lama ringan dijangkau.
Bertambahnya pendapatan negara gara-gara pajak & pendapatan berasal dari sewa daerah tinggal, akibat timbulnya pusat-pusat kesibukan masyarakat, layaknya wisata, perbelanjaan, & daerah tinggal yang dibutuhkan para pendatang.
3. Budaya
Terjadinya kecenderungan gaya hidup hedonis,
Perubahan sistem nilai dan norma,
Terjadi akulturasi budaya secara mengerti maupun tidak sadar,
Aliran-aliran yang bertentangan bersama dengan budaya makin lama ringan masuk.
4. keamanan
Narkotika & obat terlarang makin lama mendapat daerah kalau dibiarkan,
Jaringan kelompok perusuh antar negara makin lama ringan diorganisir,
Gangguan suasana keamanan suatu negara makin lama rentan kalau tidak tetap ditingkatkan.

Baca Juga :

Peran IPTEK didalam Kegiatan Ekonomi

Peran IPTEK didalam Kegiatan Ekonomi

Peran IPTEK didalam Kegiatan Ekonomi

Perkembangan IPTEK muncul sebagai akibat berkembangnya aktivitas manusia untuk memenuhi keperluan ekonomi. Semakin pertambahan keperluan manusia menuntut ketersediaan alat pemenuhan keperluan yang semakin cepat.

1. Perkembangan IPTEK
Seiring pertumbuhan zaman, berkembang pula pola pikir manusia untuk terus bereksperimen dan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk mendukung aktivitas kehidupan manusia, hasil pola pikir manusia yang amat kondang pas ini adalah IPTEK. Sekarang ini pertumbuhan IPTEK udah jadi elemen penting bagi semua lapisan masyarakat didalam bersosialisasi dan berinteraksi, salah satunya ialah berkembangnya teknologi informasi.

Teknologi Info merupakan sebuah bidang pengetahuan yang mempelajari tentang perangkat-perangkat Info baik itu perangkat lunak maupun perangkat keras yang berguna untuk memproduksi dan menghasilkan Info maupun memberikan suatu Info itu ke perangkat Info lainnya. Di didalam kehidupan sehari-hari tentunya kami mengadakan suatu jalinan sosial baik secara segera maupun bersama pakai media perantara layaknya alat komunikasi portabel atau handphone, e-mail maupun bersama pakai jaringan sosial seperti, WA, BBM, Facebook, Twitter, dll.

Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa beralih dan berkembang ke arah yang lebih maju sejalan bersama pertumbuhan manusia itu sendiri. Perkembangan IPTEK yang amat cepat memberikan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan kehidupan umat manusia. jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kekuatan fisik lumayan besar, pas ini udah dapat digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis.

Perkembangan IPTEK pula, manusia dapat jalankan hal-hal yang sebelumnya belum dulu dibayangkan. Dengan berkembangnya teknologi Info computer yang pesat ini, peran dan juga dari masyarakat amat besar didalam perkembangannya. Kemajuan IPTEK dapat memberi efek dan juga manfaat yang berwujud positif maupun negatif.

Berikut ini sebagian efek positif dan negatif dari pertumbuhan teknologi informasi.

a. Dampak Positif pertumbuhan IPTEK
1) Memberikan beraneka kemudahan
Perkembangan IPTEK dapat mendukung manusia didalam beraktivitas. Terutama yang berhubungan bersama aktivitas perindustrian dan telekomunikasi. Tetapi, efek dari pertumbuhan IPTEK juga berdampak ke beraneka hal layaknya aktivitas kehidupan sehari-hari. Semakin majunya teknologi membawa dampak jarak yang jauh jadi dekat dan jarak yang dekat jadi jauh. Dahulu masyarakat mengirim duit jarak jauh pakai wesel pos, sedang kini udah pakai e-banking atau transfer. Sehingga aktivitas pengiriman duit dapat lebih cepat dilaksanakan tanpa memakan pas yang lama. Ini adalah misal efek positif pertumbuhan pengetahuan pengetahuan dan teknologi di didalam mendukung aktivitas manusia.

2) Mempermudah meluasnya beraneka informasi
Informasi merupakan hal yang amat penting bagi kita, di mana tanpa Info kami dapat serba ketinggalan. Terlebih lagi ketika beraneka media cetak dan eletronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kami untuk berkenan tidak berkenan perlu dapat dan senantiasa beroleh beraneka informasi. Pada masa dahulu, mahasiswa perlu membaca beraneka macam buku sebagai sumber untuk beroleh Info yang diinginkan. Namun saat ini aktivitas semacam ini udah menjadi ditinggalkan, mereka lebih puas mencari Info melalui media internet yang sedia kan fasilitas untuk pencarian yang mempercepat pas dan membawa dampak lebih efisien.

3) pertambahan pengetahuan dan wawasan
Komputer dahulu juga model peralatan yang amat canggih, di mana cuma orang-orang spesifik yang dapat membelinya apalagi menggunakannya. Namun sejalan bersama pertumbuhan IPTEK, peralatan elektronik layaknya komputer, internet, dan Handphone/Hp udah jadi benda yang menjamur. Di mana tidak cuma orang-orang spesifik yang dapat menggunakannya, apalagi anak-anak di bawah umur juga dapat menggunakannya. Inilah efek positif pertumbuhan IPTEK di masa globalisasi pada pengetahuan pengetahuan dan wawasan masyarakat kita.

b. Dampak Negatif pertumbuhan IPTEK
1) Mempengaruhi Pola Berpikir
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang konsumtif dan penasaran dan juga puas bersama hal baru. Terutama sekali bersama terdapatnya beraneka pergantian pada beraneka peralatan elektronik. Hal ini amat berdampak buruk pada pola berfikir masyarakat. Saat ini pertumbuhan pada teknologi dan komunikasi berpengaruh pada anak di bawah umur. Maraknya jejaring sosial yang tersedia membawa dampak merekat terjerumus didalam pertemanan yang buruk. Apalagi terdapatnya kejadian kejahatan melalui media jejaring sosial, anak-anak umumnya belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk bagi mereka. Terlebih lagi tiap-tiap harinya masyarakat kami dihidangkan bersama beraneka siaran yang tidak cukup berguna dari beraneka media elektronik.

2) Hilangnya budaya tradisional
Dengan terdapatnya pertumbuhan IPTEK membawa dampak hilangnya budaya anak-anak bermain permainan tradisional. Anak-anak zaman saat ini condong lebih menyukai permainan berbasis online dari pada bermain dilapangan. Permainan online yang digemari sering membawa dampak anak lupa pas dan tidak tertarik pada pelajaran sekolah. Orang tua perlu dapat mengontrol dan mengawasi anak agar tidak mengubah pola asumsi mereka ke arah yang negatif.

3) Banyak mengundang beraneka kerusakan
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dapat sumber istilah dan kosakata tetapi akhir-akhir ini, bhs Indonesia mengalami transisi atau perubahan. Penggunaan bhs gaul amat diminati oleh masyarakat. Dengan semakin berkembangnya pengetahuan pengetahuan dan teknologi di Indonesia, maka informasi, juga komunikasi di Indonesia pun udah berkembang. Di masa globalisasi pada masa saat ini ini, kami perlu dapat mengenal dan sadar bersama beraneka pertumbuhan bhs Indonesia secara keseluruhan. Perkembangan IPTEK memberikan makna yang amat positif, tidak sedikit pula yang membawa efek negatif. Kita juga tidak sadar kapan bhs Indonesia dianggap sebagai bhs yang universal.

2. Peran IPTEK didalam Menunjang Kegiatan Ekonomi
Ilmu pengetahuan dan teknologi udah jadi bagian dari kehidupan manusia. IPTEK sebagai fasilitas manusia capai kesejahteraan. Dengan IPTEK manusia dapat mendukung pemenuhan keperluan manusia. Sebagai misal pas kalian perlu makanan, bersama bantuan Handphone/HP kami dapat pesan makanan yang diantar segera ke rumah area tinggal kita.

IPTEK adalah hasil dari kebudayaan manusia yang memberikan kemudahan didalam jalankan aktivitasnya. IPTEK dapat kami rasakan pas ini memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan manusia. pertumbuhan IPTEK mempunyai efek positif didalam aktivitas ekonomi. Kegiatan ekonomi meliputi aktivitas produksi, distribusi dan konsumsi.

Peran pertumbuhan Ilmu pengetahuan dan teknologi bagi aktivitas ekonomi pada lain sebagai berikut;
a. Produksi
IPTEK dapat mendukung aktivitas memproduksi khususnya keperluan dapat mesin-mesin produksi, bahan baku untuk produksi, dan bahan penolong untuk produksi.

b. Distribusi
IPTEK dapat memberikan kemudahan distribusi barang, dapat memperlancar distribusi barang, dan mempercepat barang sampai ke tangan konsumen.

c. Konsumsi
IPTEK dapat memberikan kemudahan kastemer didalam pemenuhan kebutuhan. Konsumen bersama cepat dan mudah beroleh barang yang dibutuhkan.

Demikianlah ulasan tentang Peran IPTEK didalam Kegiatan Ekonomi, yang pada peluang kali ini dapat dibahas bersama lancar. Semoga ulasan di atas dapat berguna bagi kami semua yang menyimaknya. Kiranya lumayan sekian, tidak cukup lebihnya mohon maaf dan sampai jumpa.

Baca Juga :

UNBK dan Soal Matematika Pendidikan untuk Apa

Agar Guru Tak Perlu Tampar Murid, Anggota DPR: Dengarkan Siswa

Agar Guru Tak Perlu Tampar Murid, Anggota DPR: Dengarkan Siswa

UNBK dan Soal Matematika Pendidikan untuk Apa

UNBK dan Soal Matematika Pendidikan untuk Apa

Peristiwa penamparan guru kepada murid di Purwokerto, Jawa Tengah, menyita perhatian publik. Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengajak semua pihak untuk menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi bagi institusi pendidikan.

“Jadi ini mungkin sama-sama evaluasi lah. Baiknya anak-anak juga ditanya sebetulnya apa harapan

mereka terhadap sekolah. Kita tidak boleh tutup mata ya. Sebenarnya akar masalahnya dimana,” kata Hetifah kepada wartawan, Jumat (20/4/2018).

Baca juga: Polisi Ungkap Latar Belakang Guru Tampar Murid yang Jadi Viral

Menurut Hetifah, segala bentuk kekerasan dalam institusi pendidikan tak bisa dibenarkan. Terlebih, kondisi siswa saat ini tak bisa disamakan dengan kondisi di masa lampau.

Hetifah menilai, kebanyakan aksi kekerasan di dunia pendidikan dilatarbelakangi adanya jarak era pendidikan antara guru dan murid. Akibatnya, kedua belah pihak tak bisa memahami keinginan dan kebutuhan masing-masing.

Baca juga: Guru Tampar 9 Murid yang Viral Kini Berstatus Tersangka

“Anak-anak sekarang kan juga beda. Mereka lebih suka diajak bicara, diberikan kesempatan

mengambil keputusan bersama. Mungkin sekarang ada gap komunikasi ya. Anak-anak mungkin sekarang cenderung menganggap guru-guru tidak memahami mereka, membosankan, gitu kan,” jelasnya.

Ke depan, Hetifah berharap kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh institusi pendidikan harus melibatkan siswa. Menurutnya, pelibatan siswa bisa memberikan input yang lebih valid agar kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung lebih kondusif dan menyenangkan.

Baca juga: Guru Tampar Murid di Purwokerto, PGRI: Tolak Kekerasan di Sekolah

“Kalau menurut saya justru selama ini kita kalau bikin peraturan tidak mendengarkan pendapat

dari anak. Karena dianggap masih muda. Padahal kalau pendapat dari mereka sendiri bisa lebih valid,” sebut politikus Partai Golkar itu.

“Bagaimana sih, pandangan mereka tentang disiplin, guru-guru, tentang cara mengajar sekarang. Anak kan punya pikiran juga versi mereka. Kita harus lebih mendengar,” imbuh Hetifah.

 

Baca Juga :

Pendidikan Berkesadaran Gender

Pendidikan Berkesadaran Gender

Pendidikan Berkesadaran Gender

Pendidikan Berkesadaran Gender

Pendidikan Berkesadaran Gender

Seorang teman bercerita tentang pengalamannya menerima rapor anaknya yang duduk di bangku TK. Saat menanyakan bagaimana perkembangan Kaka, panggilan akrab anaknya yang sudah 2 tahun itu sekolah, guru kelasnya menjawab, “Kaka sudah lumayan bisa fokus saat pembelajaran dibanding tahun sebelumnya. Bapak tidak perlu khawatir, Kaka akan terus berkembang seiring bertambah usia dan ini juga wajar karena ia laki-laki yang cenderung aktif dibanding anak perempuan.”

Alhasil, teman saya itu agak kecewa mendengar jawaban guru kelas anaknya. Kaka memang terlihat aktif beraktivitas, sehingga oleh gurunya dianggap mempengaruhi terhadap fokus saat pembelajaran berlangsung. Namun, menurut teman saya itu, dan saya juga setuju, sejatinya tidak dihubungkan dengan jenis kelamin karena ia seorang anak laki-laki. Sedangkan anak perempuan, menurut guru TK Kaka, lebih mudah fokus, mudah diarahkan, penurut, dan lain sebagainya.

Masyarakat kita, dengan demikian, sadar atau tidak, sesungguhnya tidak bisa lepas sepenuhnya dari budaya patriarki, meyakini keunggulan seseorang berdasarkan jenis kelamin (sex). Dan, ironisnya budaya patriarki ini juga secara nyata berpengaruh pada iklim akademis di dunia pendidikan.

Guru di sekolah Kaka, dan mungkin juga dialami oleh banyak pendidik pada umumnya tidak paham bahwa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan jenis kelamin dengan apa yang dalam ilmu sosial disebut gender. Pernyataan guru kelas Kaka kepada teman saya sebagai wali murid, yang menyebutkan bahwa Kaka terlalu aktif sehingga cenderung kurang fokus saat pelajaran sebenarnya persoalan “gender”, bukan “seks”.

Konsep Gender

Gender tidaklah sama dengan seks yang berarti jenis kelamin, sebagaimana didefinisikan dalam kamus Inggris-Indonesia karangan John M. Echols & Hassan Sadhily yang mengemukakan kata gender berasal dari bahasa Inggris yang berarti jenis kelamin. Seks atau jenis kelamin merupakan penafsiran atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu.

Gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural. Perubahan ciri dan sifat-sifat yang terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat lainnya disebut konsep gender (Fakih, 2006: 71).

Secara biologis alat-alat kelamin antara laki-laki dan perempuan tidak dapat dipertukarkan, hal ini merupakan kodrat dan ketentuan Tuhan. Santrock (2003: 365) mengemukakan bahwa istilah gender dan seks memiliki perbedaan dari segi dimensi. Istilah seks (jenis kelamin) mengacu pada dimensi biologis seorang laki-laki dan perempuan, sedangkan gender mengacu pada dimensi sosial-budaya seorang laki-laki dan perempuan.

Istilah gender dikemukakan oleh para ilmuwan sosial dengan maksud untuk menjelaskan perbedaan perempuan dan laki-laki yang mempunyai sifat bawaan (ciptaan Tuhan) dan bentukan budaya (konstruksi sosial). Gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Gender secara sederhana dapat dipahami sebagai atribut yang dilekatkan, dikodifikasi, dan

dilembagakan secara sosial maupun kultural kepada perempuan atau laki-laki. Ia berkaitan dengan pikiran dan harapan masyarakat tentang bagaimana seharusnya menjadi laki-laki dan perempuan. Misalnya, perempuan itu seharusnya lemah lembut, sementara laki-laki tegas dan keras; perempuan emosional, laki-laki rasional; juga berkaitan dengan hal-hal yang lebih luas, seperti perempuan seharusnya menjaga dan mendidik anak di rumah, sedangkan laki-laki mencari nafkah di luar rumah; laki-laki mengatakan cinta, melamar, menikahi atau nanti menceraikan.

Oleh karenanya, anggapan bahwa laki-laki harus begini, sementara perempuan harus begitu, sudah kodrat atau diatur dari “sananya” merupakan anggapan salah kaprah. Berbeda dengan gender, jenis kelamin adalah atribut yang dilekatkan secara biologis pada perempuan atau laki-laki. Misalnya, laki-laki mempunyai jakun, perempuan tidak; perempuan mempunyai payudara, rahim, dan mengalami menstrurasi, laki-laki tidak; perempuan memiliki vagina, laki-laki memiliki penis. Semua itu sudah kodrat. Artinya, jenis kelamin tidak berubah, tidak bisa dipertukarkan dan selalu sama di mana pun dan kapan pun.

Konteks Pendidikan

Pencampuradukan keduanya (seks dan gender) bukan tanpa risiko. Ia jelas mempengaruhi konstruk pemikiran masyarakat dalam memandang laki-laki dan perempuan. Karena terjadi ketimpangan –untuk tidak mengatakan kesalahan– dalam mempersepsikan laki-laki dan perempuan, maka yang terjadi sebagaimana dialami keluarga teman saya dan Kaka, putranya.

Budaya patriarki yang sangat kuat tertanam dalam benak seorang pendidik akan mudah

menyimpulkan bahwa anak laki-laki dianggap lebih pintar daripada perempuan, padahal tidaklah benar. Anak laki-laki lebih layak sebagai pemimpin upacara daripada perempuan, padahal tidak harus begitu. Anak perempuan yang banyak bertanya di kelas dianggap tidak sopan sebab tidak mencerminkan sifat kelemahlembutan dibanding laki-laki, padahal persepsi ini lagi-lagi salah. Yang diutamakan sekolah ke jenjang lebih tinggi adalah anak laki-laki sebagai calon bapak rumah tangga pencari nafkah, sedangkan anak perempuan calon ibu yang tugasnya mengurus rumah. Dan, seterusnya.

Maka, jika budaya patriarki tersebut terus dilanggengkan, apalagi dalam dunia pendidikan sejak

sekolah paling dasar, bukan mustahil akan berpengaruh pula pada pola hidup anak didik saat dewasa di luar sekolah. Dan, itu berarti pada akhirnya akan menganggap tabu jika seorang perempuan beraktivitas membangun karire di luar rumah, atau tabu bagi laki-laki mengurus rumah, bersih-bersih cuci piring serta baju kotor, dan lain-lain.

 

Sumber :

https://cs.byu.edu/job-posting/school-fundraisers-tips-raising-funds-your-school

Hari Anak Nasional, Pertamina Bantu SD di Pelosok Maros

Hari Anak Nasional, Pertamina Bantu SD di Pelosok Maros

Hari Anak Nasional, Pertamina Bantu SD di Pelosok Maros

Hari Anak Nasional, Pertamina Bantu SD di Pelosok Maros

Hari Anak Nasional, Pertamina Bantu SD di Pelosok Maros

PT Pertamina (Persero) merayakan Hari Anak Nasional di Sekolah Dasar Dusun Cindakko, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulo, Kabupaten Maros, Sulsel. Unit Manajer Communication and CSR Marketing Operation Region (MOR) VII M Roby Hervindo mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pertamina di bidang pendidikan.

“Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud menyebutkan, pada 2016/2017, terdapat 2.550 anak jenjang SD di Sulawesi Selatan yang tidak bersekolah. Kondisi ini sangat tergambar di Dusun Cindakko,” ujarnya.

Baca juga: Setoran Dividen BUMN Tahun 2018 Dijamin 100%

Di sini, setiap harinya, anak-anak di sekolah dasar harus menempuh perjalanan 3-5 kilometer untuk bersekolah. Mereka harus berjalan kaki melalui jalur setapak, menyusuri pegunungan yang terjal, untuk sampai di SD Cindakko.

Bahkan Dusun Cindakko belum tersentuh listrik dengan jumlah keluarga 112 rumah tangga. Perjalanan menuju dusun terisolasi ini terbilang ekstrem. Dari Kota Makassar diperlukan waktu kurang-lebih 5 jam perjalanan, dengan 2 jam berkendara dan 3 jam berjalan kaki atau trekking, bahkan menggunakan motor khusus.

SD yang merupakan satu-satunya di desa ini merupakan kelas jauh dari SD 246 Bonto-bonto. Dengan 64 siswa yang dan hanya mencapai kelas III, yang belajar di ruang sederhana berukuran 4 x 3 meter beralaskan tanah liat dan diajar oleh satu guru honorer.

PT Pertamina MOR VII bersama Komunitas Sikola Inspirasi Alam pun datang memberi semangat dan dukungan. Relawan-relawan dari Pertamina MOR VII berbagi inspirasi dan pengetahuan tentang serba serbi energi.

Pertamina MOR VII juga telah memberikan bantuan sarana-prasarana kepada SD Cindakko senilai Rp 42 juta berupa perbaikan perpustakaan mini, bantuan seragam sekolah siswa, perlengkapan alat tulis sekolah, serta fasilitas keagamaan.

Baca juga: Wujud Kasih Sayang Ortu untuk si Kecil di Hari Anak Nasional

Selain itu, Pertamina MOR memberikan bantuan peralatan sekolah berupa sepatu dan tas bagi siswa siswi. “Lebih dari 90 persen penduduk Dusun Cindakko tidak pernah mengenyam bangku pendidikan, bahkan tidak sedikit di antara mereka juga tunaaksara. Jika pendidikan tidak berkualitas, akan sangat sulit bagi masyarakat Cindakko untuk meningkatkan kehidupannya,” Roby menambahkan.

Melalui program bina lingkungan dan CSR di wilayah Sulawesi, saluran bantuan untuk bidang

pendidikan senilai Rp 3,5 miliar untuk tahun 2018.
Pengembangan pendidikan Pertamina MOR VII selain SD Cindakko juga pada sekolah-sekolah Adiwiyata di seluruh Sulawesi, pembangunan saranan pendidikan, sekolah nonformal Natsir Eco School di Toraja, di Sekolah Anak Percaya Diri di Makassar. Bahkan, selama tiga tahun terakhir, Pertamina MOR VII merealisasikan bantuan bidang pendidikan di Sulawesi sebesar Rp 27 miliar.

Kepala Desa Bontosomba, Mulawarman, pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya. “Kami berterima kasih atas dukungan Pertamina untuk perbaikan pendidikan, khususnya di Dusun Cindakko. Dusun ini memang masih banyak keterbatasan sarana, terutama jalan, akses sangat sulit. Ini salah satu penyebab pendidikan di Dusun Cindakko perlu banyak perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang relawan Sikola Inspirasi Alam, Dinar, yang telah mengajar anak-anak

SD Cindakko, mengungkapkan perubahan pada warga Dusun Cindakko yang ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah siswa siswi SD Cindakko, yang kini mencapai 92 anak.

“Kehadiran SD Cindakko ini membuat warga kembali memiliki harapan dan mempunyai semangat, agar anak-anak lebih meningkat pendidikannya,” kata Dinar.

Sikola Inspirasi Alam adalah komunitas kesukarelawan di bidang pendidikan untuk daerah

terpencil dan berdiri sejak 2 Mei 2016. Komunitas yang menerapkan pendidikan alam sebagai basis ajar ini telah merekrut 293 relawan selama 19 kali pemberangkatan. Sebagai sekolah alternatif, Sikola Inspirasi Alam bekerja sama dengan Sekolah Dusun Cindakko untuk menyediakan tenaga pengajar secara periodik untuk melakukan proses belajar-mengajar.

 

Sumber :

https://thriveglobal.com/stories/the-internet-is-the-place-where-we-can-get-everything-that-we-need/