Rapat Koordinasi Bidang PSMK

Rapat Koordinasi Bidang PSMK

 Rapat Koordinasi Bidang PSMK

 

Rapat Koordinasi Bidang PSMK

Bidang Pembinaan Sekolah

Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat selenggarakan  rapat koordinasi bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK dan pengawas SMK se Jawa Barat di Aula Muhammad Yamin, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman nomor 6, Kota Bandung, Kamis, (9/1/2019). Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sertika, Kepala Bidang PSMK, Dodin Rusmin Nuryadin dan Ketua MKKS Jawa Barat, Hadi Sumantoro.

Kabid PSMK

Kabid PSMK  mengatakan, rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk membahas persiapan ujian di SMK, yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Kompetensei Keahlian (UKK).

“Kita belajar dari tahun kemarin, kita akan singkronkan kalender akademik dengan program dari pusar, agar semua dilakukan bersama, enggak ada yang beda, lebih seragam dan teratur,” ucapnya.

Kabid PSMK pun mengimbau kepada seluruh kepala sekolah SMK di seluruh satuan pendidikan agar terus berinovasi dan berkolaborasi agar mampu menciptakan satuan pendidikan yang berkualitas.

Kewajiban kita (sekolah)

“Kewajiban kita (sekolah) adalah untuk mendidik, menumbuhkan ilmu pengetahuan, menumbuhkan karakter. Mari kita intropeksi dan kita buat inovasi agar mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada,” tuturnya.

Selain rapat koordinasi

Selain rapat koordinasi, acara tersebut pun menjadi ajang perkenalan bagi Kadisdik kepada MKKS dan Pengawas SMK yang ada di Jawa Barat. Kadisdik pun mengajak kepada seluruh tenaga pendidik di SMK agar mampu selalu berkreativitas demi kemajuan pendidikan di Jawa Barat.

“Silakan semuanya berkreasi dan melakukan kreativitas agar menjadikan SMK yang Juara, dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di industri, mandiri dan bisa menjadi wirausaha untuk megembangkan kesejahteraan,” ucapnya.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Strategi Mencatat Bacaan

Strategi Mencatat Bacaan

Strategi Mencatat Bacaan

Strategi Mencatat Bacaan

Strategi Mencatat Bacaan

  1. Selektif dan sistematis

Tidak semua bacaan yang kita baca relevan dengan kebutuhan kita. Fikirkan tujuan kita membaca:

  • apakah kita membaca untuk memahami topik atau konsep secara umum?
  • Apakah kita membaca informasi tertentu yang berkaitan dengan topik atau tugas kita.

Sebelum memulai membuat catatan, bacalah teks secara cepat. Garisbawahi atau stabilo poin-poin utama dan informasi yang relevan dengan kebutuhan kita. Dengan mengingat tujuan kita membaca, bacalah secara hati-hati bagian tersebut dan buatlah catatan terpisah tentang apa yang kita baca.

  1. Mengidentifikasi tujuan dan fungsi dari sebuah teks

Kita ingin mencatat tentang sebagian atau keseluruhan tulisan, keduanya membutuhkan identifikasi tujuan utama dan fungsi dari sebuah teks agar pencatatan kita efektif dan efisien. Langkah-langkahnya adalah sbb:

  • Membaca juudul dan abstrak
  • Membaca pendahuluan atau halaman pertama
  • Skim (baca sekilas) tulisan untuk mengetahui bagaimana tulisan tersebut diorganisir
  • Baca grafik-grafik dan tebak maksud dari tulisan.

Tujuan kita adalah untuk mengidentifikasi informasi penting apa yang dapat disajikan oleh overview dari tulisan yang kita pilih untuk dibaca. Tanyakan ke diri kita sendiri, apakah tulisan tersebut memberikan informasi yang kita butuhkan, dan pada bagian mana informasi itu terletak dalam tulisan.

  1. Mengidentifikasi bagaimana informasi diorganisir

Kebanyakan teks menggunakan prinsip-prinsip pengorganisasian yang logis. Beberapa pengorganisasian yang umum adalah:

  • Gagasan lama ke gagasan baru
  • Langkah-langkah dalam suatu proses
  • Dari poin-poin yang terpenting ke poin yang kurang penting
  • Gagasan yang umum ke gagasan yang kurang popular
  • Gagasan yang sederhana ke gagasan yang kompleks
  • Gagasan umum ke gagasan khusus.
  • Bagian yang terbesar ke bagian yang terkecil dari sesuatu
  • Permasalahan dan penyelesaian
  • Penyebab dan hasil
  1. Memasukkan pemikiran kita

Ketika mencatat untuk suatu tugas, sangat bermanfaat untuk merekam pemikiran kita sepanjang waktu. Rekam pemikiran kita dalam sebuah kolom yang terpisah atau dalam sebuah tulisan yang berwarna yang berbeda.

  • Gagasan apa yang muncul setelah membaca informasi tersebut.
  • Bagaimana pemikiran kita agar dapat memanfaatkan informasi tersebut ke dalam tugas yang akan kita kerjakan

Baca Artikel Lainnya:

Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Memusatkan Perhatian

Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Memusatkan Perhatian

Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Memusatkan Perhatian

Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Memusatkan Perhatian

Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Memusatkan Perhatian

Belajar efektif artinya cara belajar yang teratur, tuntas, berkesinambungan dan produktif yakni menghasilkan kepandaian, pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap mental dan intelektual yang baik dan bertanggung jawab. Seorang pelajar yang belajarnya tidak teratur, tidak sungguh-sungguh, asal-asalan, waktunya tidak menentu, tidak tuntas, tidak terus-menerus, dan tidak berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah berarti ia tidak membiasakan diri belajar efektif, sehingga sasaran belajar tidak tercapai. Sebaliknya, jika kita berusaha belajar secara teratur, tertib, disiplin, bersungguh-sungguh, tuntas, terus-menerus, produktif, dan berkesinambungan berarti telah mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif. Dengan mengembangkan kebiasaan belajar efektif berarti hasil belajar yang diperoleh jelas efeknya, atau jelas hasilnya, yaitu berupa kepandaian, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan terbentuknya sikap mental yang baik, unggul dan bertanggung jawab.

Hal yang paling penting selain hal di atas yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah bagaimana kita bisa memusatkan perhatian kita terhadap hal-hal yang sedang kita pelajari. Intinya, kita dapat belajar efektif  dengan terlebih dahulu memusatkan perhatian kita pada sesuatu yang akan kita pelajari.

Bagaimana cara memusatkan perhatian sehingga kita bisa tertarik pada hal yang akan kita pelajari, berikut ini bebrapa cara yang dapat dilakukan:

1)      Munculkan Minat

Semakin kita tidak menyukai sesuatu baik itu pelajaran ataupun peristiwa bahkan seseorang semakin kita tidak peduli tentang sesuatu tersebut, jadi jika kita ingin berkonsentrasi terhadap apa yang kita hadapi, persiapkanlah diri untuk mengetahui banyak tentang apa yang kita hadapi tersebut, semakin banyak informasi yang kita dapatkan dari sesuatu yang tidak kita sukai, semakin banyak pula peluang kita memunculkan minat tentang sesuatu tersebut dan semakin kita dapat memusatkan perhatian kita kepada sesuatu tersebut.

Minat dapat kita tumbuhkan dalam diri kita ini dengan banyak belajar dan membaca mengenai pengetahuan yang tidak kita sukai tersebut, semakin banyak informasi yang kita dapatkan tentang yang tidak kita sukai, semakin banyak kemungkinan muncul minat kita terhadap sesuatu yang kita tidak sukai tersebut, mengapa seperti itu, karena sesuatu yang tidak kita sukai biasanya kita akan menutup diri ini untuk menerima informasi apapun dari sesuatu tersebut.

2)      Tingkatkan Sikap Disiplin Diri Sendiri

Seseorang yang sudah membiasakan dirinya ketika sudah berada di ruang kerja ataupun kantornya ia akan memfokuskan dirinya untuk konsentrasi terhadap pekerjaannya, akan membuat dirinya disiplin terhadap pekerjaannya, dengan begitu apapun masalah yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya dapat ia pilah terlebih dahulu, jika memang lebih penting pekerjaan, ia akan tetap dalam pekerjaannya.

Semakin disiplin kita mengatur diri kita sendiri, semakin kuat daya konsentrasi kita terhadap  apapun, karena akan terbiasa diri ini untuk tidak mencampur adukkan masalah satu dengan yang lain terlebih lagi jika tidak ada hubungannya dengan masalah yang sedang kita hadapi.

Termasuk jika kita ingin konsentrasi terhadap mata pelajaran yang ingin kita pelajari, belajarlah disiplin diri terlebih dahulu, dari hal kecil seperti sikap duduk waktu belajar,  ataupun sikap kita menghadapi pengajar kita, karena dengan begitu kita hanya mendidik diri sendiri untuk tidak memperdulikan apapun kecuali pelajaran yang kita akan terima, bahkan akan muncul sikap anda “ siapapun yang menasehati saya, bukan karena orangnya masih muda, ataupun tokoh terpandang yang nasehati saya, tapi karena isi nasehat itulah saya menurutinya”, jadi bukan memandang siapa yang mengucapkan nasehat itu, tapi karena isi nasehat itu yang kita praktekkan.

3)      Cari Lingkungan yang Mendukung

Semakin lingkungan kita mendukung terhadap apa yang kita pelajari semakin baik pemusatan pikiran kita terhadap apa yang kita pelajari. Jadi, cari lingkungan yang benar-benar mendukung kita untuk memusatkan konsentrasi terhadap apa yang ingin kita pelajari ataupun ingin kita ingat.

4)      Mengatur Kegiatan                 

Semakin teratur kegiatan yang kita lakukan, semakin cepat kita mengerjakannya, jadi apapun yang ingin kita konsentrasikan, terlebih dahulu aturlah waktu dengan jenis kegiatan dalam satu waktu, karena jika dalam satu waktu ada dua bahkan sampai tiga kegiatan sekaligus kita jalani, bisa dipastikan sulit kita berkonsentrasi terhadap kegiatan utama yang ingin kita selesaikan.

Sumber: https://sel.co.id/

Gaya Bahasa “Gaul” Anak Remaja

Gaya Bahasa “Gaul” Anak Remaja

Gaya Bahasa “Gaul” Anak Remaja

Gaya Bahasa “Gaul” Anak Remaja

Gaya Bahasa “Gaul” Anak Remaja

alam konteks sosial pergaulan remaja ”gaul” bukanlah sekedar kata. Melainkan sudah menjadi semacam istilah atau ungkapan yang ruang lingkupnya menyentuh berbagai perilaku atau gaya hidup remaja. Sayangnya, istilah atau ungkapan “gaul” yang sudah membudaya, disadari atau tidak memiliki makna psikologis yang relatif cukup kuat pengaruhnya dalam komunitas pergaulan remaja. Akibatnya karena ingin disebut “gaul”, tidak sedikit diantara remaja yang ikut-ikutan untuk segera memiliki pacar, ngedrink, nyemenk, ngedrugs, atau yang lainya termasukningkrong atau ngeceng. Entah di pinggiran jalan, di mal-mal, di tempat-tempat hibutan, dan lain sebagainya.

Berbagai ungkapan seperti: ”Gaul,dong!”, “Pede aja lagi!”, “Kasihan deh,Lo!”, “Nyanta aja, Coy!” atau mungkin berbagai ungkapan lain, dalam konteksnya sekali lagi seringkali tidak tepat atau tidak dibatasi oleh nilai-nilai baik atau buruk. Karena ungkapan-ungkapan ‘bahasa gaul” itu mempunyai pengaruh psikologis yang relatif cukup kuat dalam mempengaruhi seorang remaja dalam komunitas pergaulannya, maka perlu adanya semacam upaya membudayakan bahasa gaul yang positif di kalangan remaja.

Contoh berbagai ungkapan bahasa gaul beserta penggunaan bahasa gaul yang benar:

Ungkapan pede aja, lagi!

“Pede” (PD) adalah bahasa gaul yang mengungkapkan perlunya seorang untuk percaya diri, namun ironisnya, himbauan, saran atau perlunya seorang untuk bersikap percaya diri ini juga cenderung tidak dibatasi oleh norma-norma tadi. Misalnya seorang gadis memakai rok mini dan memakai baju you can see disarankan untuk pede dengan pakaiannya itu. Bahkan bisa jadi si gadis memang merasa lebih pede dengan model pakaian demikian.”Pede aja lagi!” begitulah bahasa mereka. Masih banyak contoh lain yang menunjukan perlunya seseorang untuk pede namun tetap normlesness seperti tadi.

Sebab ukuran pede yang seharusnya berlandaskan pada keluhuran nilai-nilai moral dan agama, terkikis oleh hal-hal yang bersifat fisik dan kebendaan.Contoh lainya, seseorang merasa pede hanya lantaran kecantikan atau ketampanan wajahnya semata. Pede hanya jika ke sekolah atau ke kampus membawa motor atau mobil, pede karena cuma mengandalkan status sosial keluarga, dan masih banyak kasus lainnya. sedangkan merasa pede setelah memakai deodoran di ketiak,mereka akan berfikir daripada bau ketek dan mengganggu orang lain. Ukuran pede seperti itu , jelas tidak bermutu, selain itu juga keliru.pasalnya pemahaman pede harus lebih ditempatkan dalam ukuran atau standarisasi nilai-nilai akhlak. Buakn karena landasan fisik dan kebendaan semata.contoh penggunaan ungkapan “pede aja lagi” yang baik dan benar : “kalau sudah belajar, pede aja lagi”, “kalau kita berada dalam kebenaran, pede aja lagi”, “kalau sudah berpakaian sopan, pede aja lagi”.

Ungkapan gaul dong!

Ungkapan ini biasanya digunakan anak muda untuk mengejek teman yang kurang mengetahui dan mengikuti informasi yang berkembang saat ini.Jika perkembangan informasi itu baik dalam artian positif dan itu berguna bagi kita memang harus mengikutinya, tapi jika tidak, cukup untuk kita ketahui saja. Ungkapan gaul dong dapat kita gunakan untuk hal yang baik seperti : “sebagai seorang pelajar atau mahasiswa, gaul dong dengan buku!”, “masak remaja muslim gaulnya seperti itu? Gaul dong dengan remaja masjid.”

Ungkapan kasihan deh, lo!

Ungkapan ini juga termasuk bahasa gaul yang masih cenderung normless. Sebab ungkapan tersebut seringkali terlontar pada konteks yang tidak tepat. Sebagai contoh, seorang remaja yang tidak mau mengikuti tren tertentu dianggap : “kasihan deh, lo!”. Begitu pula dengan remaja yang membatasi diri dari perilaku lainnya yang sesungguhnya memang perlu/harus dihindari karena tidak sesuai denagn nilai atau norma-norma agama. Misalnya karena tidak pernah turun ke diskotik lengkap dengan ngedrink,ataupaun perilaku negatif lainnya yang sudah menjadi bagian dari hidup remaja.bisa juga ungkapan “kasihan deh, lo!” ini tertuju pada remaja yang sama sekali tidak mengetahui berbagai informasi yang memang sesungguhnya juga tidak perlu untuk diketahui.contoh penggunaan ungkapan “kasihan deh, lo!” yang baik : “kasihan deh, lo! Masak ngaku pelajar atau mahasiswa tapi berurusan dengan polisi (karena terlibat narkoba misalnya)”, “Masak seorang muslim tidak bisa baca Al Quran. Kasihan deh,lo!

Ungkapan Nyantai aja, Coy!

Kekeliruan lain yang juga menggejala dalam bahasa gaul remaja adalah ungkapan “Nyantai aja, Coy!” tentu tidak masalah dalam kondisi tertentu, kata “nyantai” lebih tepatnya adalah “santai”. Sebagai contoh seorang remaja mengatakan “nyantai aja, coy!” kepada temannya karena temannya itu terllihat gelisah lantaran belum belajar untuk persiapan ujian besok pagi. ”Nyantai aja, coy!” terkadang bisa pula menunjukan ketidakpedulian terhadap lingkungan sosial atau orang lain. Misalnya, sseorang remaja putri sedang asyik ngobrol di telepon umum sementara banyak orang antri menunggu giliran. Ketika salah seorang menegurnya, ia malah menjawab “nyantai aja, coy!” .Jika mau dicermati tentu masih banyak ungkapan seperti ini yang sering dilontarkan para remaja namun tidak sesuai dengan konteksnya bahkan menafikan keluhuran nilai-nilai akhlak. Repotnya, apabila mereka dinasehati untuk menjauhi berbagai perilaku yang tidak baik, termasuk dalam menggunakan ungkapan yang tidak tepat (karena tidak sesuai dengan konteksnya), maka dengan mudahnya mereka malah berbalik mengatakan “nyantai aja, coy!”. Contoh penggunaan ungkapan “nyantai aja” yang baik: “Kalau kita sudah belajar dengan maksimal, nyantai aja menghadapi ujian.”

Berikut contoh lain bahasa gaul dan sejarahnya:

Jayus

Ucapan ini sangat populer,dan diartikan sebagai suatu usaha untuk melucu tetapi tidak lucu, sering juga disebut “garing”. Menurut sumber dari dunia maya, kosakata “jayus” ini asal mulanya dari sekelompok remaja SMU yang bergaul di sekitaran Kemang. Konon ada seseorang bernama Herman Setiabudi, dia dipanggil teman-temannya Jayus karena bapaknya bernama Jayus Kelana, seorang pelukis di kawasan Blok M. Herman ini kalau melawak tidak pernah lucu. Teman-temannya sering mengomentari tiap lawakan yang tidak lucu dengan celetukan Jayus (nama bapaknya). Ucapan inilah yang kemudian diikuti temen-teman setongkrongannya di Kemang, dan tempat-tempat nongkrong anak remaja gaul.

Jaim

Konon ucapan jaim ini dipopulerkan oleh seorang bapak yang menasehati anak perempuannya jika bergaul dengan teman laki-laki jangan mengumbar kata maupun tingkah laku alias harus bisa “jaim”. Sang anak bertanya apa itu jaim? Dan dijawab Jaim alias jaga image.Sang anakpun meniru dan mempopulerkan kata jaim itu di sekolahnya.

Cupu

Sebutan ini lazim ditujukan untuk seorang yang berpenampilan kuno, jadul (jaman dulu). Dengan kata lain dianggap tidak lazim mencerminkan kekinian, misalnya berkacamata tebal dan modelnya tidak trendy, kutu buku (terlalu rajin belajar), kurang bergaul dikalangan anak muda. Cupu sendiri merupakan kependekan dari kalimat “culun punya”. Culun dapat berarti “lugu-lugu bego” punya, dapat berarti “benar-benar”,jika digabung menjadi : benar-benar lugu/bego.

Memble dan kece

Kata memble dan kece merupakan kata-kata ciptaan khas Jaja Mihardja pada tahun1986, muncul sebuah film berjudul “ Memble Tapi Kece” yang dperankan oleh Jaja Mihardja ditemani oleh Dorce Gamalama.

Booo…

Kata ini populer pada pertengahan awal 1990-an penutur kata pertama boo adalah group GSP yang anggotanya Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan. Kemudian kata-kata dilanjutkan oleh Lenong Rumpi dan menjadi pop di lingkungan pergaulan kalangan artis. Salah seorang artis bernama Titi DJ kemudian disebut sebagai artis yang benar-benar mempromosikan kata-kata ini.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi Indonesia

Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi Indonesia

Siapa di antara kamu yang dulu mendengar kata MEA? Iya MEA, tapi ini beda ya serupa pacarnya Dilan. Itu, mah, Milea.

MEA merupakan singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang merupakan keliru satu perwujudan dari kerja serupa antaranggota ASEAN khususnya di bidang ekonomi. Wih, keren ya? Untuk mewujudkan MEA, ASEAN sudah melaksanakan 3 kali Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), lho yaitu KTT terhadap th. 1997, KTT th. 2003, dan KTT th. 2006.

Hasil dari ketiga KTT ini, MEA merasa dibentuk dan diberlakukan terhadap th. 2015. Pembentukan MEA ini dilandaskan terhadap empat pilar, yaitu:

Keempat pilar inilah yang merupakan tujuan dari diadakannya MEA. Kembali ke topik utama kita, bagaimana sih efek MEA ini bagi Indonesia? Hmm, pasti ada efek positif maupun negatifnya ‘kan?

Aspek perdagangan

Dampak positif setelah kedatangan MEA dirasakan oleh aspek perdagangan. Kok dapat gitu? Karena dengan terdapatnya MEA, segala hambatan perdagangan jadi berkurang lebih-lebih tidak ada. Tidak hanya itu, dengan dilaksanakannya MEA, khususnya di indonesia, dapat terjadi peningkatan kapasitas ekspor product lokal ke mancanegara dan menaikkan devisa negara.

Nah, devisa negara ini berfungsi untuk membayar utang-utang negara kita, lho. Jadi lama-kelamaan pinjaman negara kita dapat lunas. Mantap!

Aspek investasi

Lanjut, aspek yang terkena efek positif lain dari MEA ini adalah aspek investasi. MEA beri tambahan akses lebih ringan untuk para investor supaya secara langsung dan tanpa hambatan dapat menjalankan investasinya di beraneka sektor, khususnya sektor ekonomi. Selain itu, kehadiran MEA mengakibatkan makin lama luas dan lebarnya kesempatan wirausaha yang kreatif dan berdaya saing tinggi.

Bidang ketenagakerjaan

Bidang ketenagakerjaan juga terkena efek positif dari MEA. Dengan kehadiran MEA, maka masyarakat dapat mengupayakan menaikkan mutu serta keterampilan spesial supaya dapat bersaing dengan masyarakat dari negara ASEAN lainnya. Selain itu, masyarakat Indonesia juga “di[paksa” untuk berpikir lebih terbuka terhadap pergantian sosial budaya yang ada.

Nah, kamu sudah jelas kan efek positifnya? Tidak hanya efek positif yang diberikan oleh MEA, tapi ada juga beberapa efek negatif khususnya bagi mereka yang tidak siap terhadap suatu pasar bebas di kawasan Asia tenggara. Yuk, sekarang kamu pelajari juga efek negatifnya!

Segi kompetisi

Dampak negatif yang pertama dari MEA adalah meningkatnya kompetisi/persaingan terhadap produk-produk di dalam negeri dan luar negeri. Tahukah kamu kenapa alasannya? Hal ini terjadi karena berkurangnya hambatan dan tidak ada kembali batasan lokasi terhadap barang dan jasa yang beredar di kawasan Asia Tenggara.

Jadi, bakalan banyak product impor yang dapat ada di pasar tradisional kita nantinya lho. Hal ini dapat berdampak terhadap terancamnya posisi industri lokal, karena tidak sedikit product luar negeri yang mempunyai mutu lebih baik dibanding dengan product lokal.

Segi eksploitasi

Kamu tadi sudah baca ‘kan efek positif MEA terhadap peningkatan dan kemudahan investasi asing? Nah, masuknya investasi asing bagi tiap negara ini mempunyai efek negatif lho. Yaitu karena pasti terdapatnya suatu eksploitasi terhadap sumber kekuatan alam maupun sumber kekuatan manusia. Terutama di indonesia, yang mempunyai banyak sumber kekuatan alam tapi tidak dapat diolah sendiri, perihal ini dapat dieksploitasi oleh perusahaan asing yang ada.

Bidang ketenagakerjaan

Memang dengan terdapatnya MEA berdampak terhadap peningkatan kesempatan kerja, tapi kondisi ini beri tambahan efek negatif. Dampak negatif di bidang ketenagakerjaan adalah seperti meningkatnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan khususnya di di dalam negeri. Karena para pencari kerja bukan hanya dapat bersaing dengan masyarakat lokal, tapi juga dengan masyarakat internasional. Sehingga, mutu dan keterampilan yang dimiliki oleh tiap tiap masyarakat indonesia kudu dapat bersaing dengan masyarakat luar.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

5 Peluang Karier Guru Selain Mengajar di Kelas

5 Peluang Karier Guru Selain Mengajar di Kelas

Bapak/Ibu Guru dulu terasa jenuh atau letih didalam mengajar? Atau terasa kariernya tidak berkembang? Rasa jenuh sudah pasti sangat lumrah untuk dirasakan tiap tiap orang dari beraneka profesi. Nah sebagai guru, Bapak/Ibu sebetulnya mempunyai banyak kesempatan untuk mengembangkan karier serta menanggulangi rasa bosan, lho. Seorang guru tidak kembali terbatas cuma mengajar di kelas saja, mereka bisa jadi guru privat, bekerja di dinas pendidikan, sampai jadi guru online. Tidak cuma itu, guru termasuk bisa terus mengembangkan dirinya untuk menghadapi perubahan zaman, terasa dari teknologi termasuk kebijakan pemerintah, lewat banyak platform digital. So, apa saja ya kesempatan karier yang bisa guru coba di jaman mendatang? Yuk, kami simak!

1. Menjadi guru online

Kemajuan teknologi memungkinkan sistem belajar mengajar tidak wajib dilaksanakan secara langsung bersama dengan tatap muka. Bapak/Ibu Guru termasuk mempunyai kesempatan untuk mengajar secara online. Hanya bersama dengan koneksi internet, siswa bisa memperoleh seluruh informasi yang dibutuhkan sampai mereka bisa mengetahui rencana bersama dengan baik. Kegiatan belajar yang dilaksanakan secara individu membawa dampak siswa bisa menyesuaikannya bersama dengan kapabilitas diri masing-masing. Bapak/Ibu termasuk bisa memperoleh banyak ragam faedah bersama dengan jadi pengajar online, seperti sementara yang lebih fleksibel dan kesempatan untuk membagikan ilmu ilmu ke jutaan siswa didalam satu waktu.

2. Menjadi penulis blog pendidikan

Internet telah menambahkan banyak pengaruh positif di beraneka bidang, termasuk pendidikan. Melalui internet, siswa bisa bersama dengan mudah melacak banyak ragam materi pelajaran didalam beraneka format yang bisa dibuka gratis. Salah satunya adalah lewat blog pendidikan. Banyak blogger yang mengelola blog pendidikan yang sangat berfungsi dan memadai informatif.

Menulis blog bisa menambahkan sebagian faedah untuk Bapak/Ibu Guru, seperti jadi penulis yang lebih baik, menghubungkan bersama dengan lebih banyak guru yang sangat pikirkan bersama dengan pengembangan dirinya, dan menambahkan pandangan yang lebih parah terhadap teknik mengajar. Melalui blog, Bapak/Ibu bisa membagikan materi pelajaran, tips belajar, sampai info terkini terkait dunia pendidikan.

3. Menerbitkan buku

Tidak cuma menulis blog, Bapak/Ibu termasuk bisa menerbitkan hasil tulisannya ke didalam sebuah buku. Dengan menulis buku, Bapak/Ibu Guru termasuk bisa membangun citra diri sebagai seorang yang berwawasan, punya intelektualitas tinggi, dan seorang guru yang berkualitas. Bahkan lewat postingan yang diterbitkan, kami bisa punya banyak relasi yang kadang-kadang tidak kami duga. Tidak cuma murid Bapak/Ibu sendiri, sementara banyak orang bahagia dan nikmati postingan yang diterbitkan, maka kepercayaan diri secara tidak langsung termasuk dapat meningkat. Berhasil menerbitkan sebuah buku termasuk bisa jadi sumber keuntungan finansial untuk Bapak/Ibu, terasa dari honor yang tidak sedikit dan royalti dari hasil penjualan buku.

4. Tonjolkan diri bersama dengan membawa dampak Podcast

Podcast merupakan rekaman asli audio yang bisa didengarkan oleh siswa di manapun dan kapanpun sementara mereka menginginkannya. Melalui Podcats Bapak/Ibu bisa memilih kategori pelajaran apa yang inginkan diberikan. Cara ini bisa memudahkan Bapak/Ibu untuk share ilmu dikarenakan lewat Podcast materi yang disampaikan bisa didengar oleh lebih banyak orang dibandingkan bersama dengan cuma mengajar di kelas yang terbatas. Saat ini, Podcast termasuk telah tambah dikenal dikarenakan pembuatannya yang jauh lebih mudah dan tidak perlu investasi yang besar. Podcast adalah langkah yang sangat efektif untuk menjangkau banyak pendengar. Contohnya saja pembelajaran sains bersama dengan menggunakan Podcast sebagai medianya telah banyak digunakan di luar negeri.

5. Menjadi guru privat

Les spesial jadi keliru satu bentuk bimbingan belajar mandiri yang memadai diminati oleh siswa maupun orang tua, dikarenakan bersama dengan belajar spesial anak bisa lebih fokus belajar. Ada sebagian keuntungan yang bisa didapatkan bersama dengan jadi guru privat, seperti meningkatkan pengalaman mengajar, dan bisa mengenal pembawaan siswa yang berbeda-beda sehingga bisa coba beraneka macam teknik ajar sesuai bersama dengan kebutuhan siswa. Selain itu, Bapak/Ibu termasuk bisa meningkatkan penghasilan dikarenakan bayaran untuk guru spesial umumnya memadai mahal untuk per jamnya.

Siapa bilang guru cuma bisa mengajar di kelas? Guru termasuk bisa kok mengembangkan dirinya bersama dengan coba hal baru yang lebih sesuai bersama dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. Tidak cuma itu, Bapak/Ibu Guru termasuk bisa lho menambahkan pengaruh yang lebih besar terhadap dunia pendidikan tanpa wajib mengajar di kelas.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/

Mengenal Era Disrupsi (Disruption Era) dan Strategi Menghadapinya

Mengenal Era Disrupsi (Disruption Era) dan Strategi Menghadapinya

Rekan Kerja, Anda sudah pernah mendengar makna jaman disrupsi? Era disrupsi berlangsung saat suatu inovasi baru masuk ke pasar dan menciptakan efek disrupsi yang lumayan kuat sehingga membuat perubahan struktur pasar yang sebelumnya.

Fenomena efek disrupsi bisa Anda temukan di Indonesia. Contohnya, Anda bisa menemukan ada konflik antara ojek pangkalan bersama dengan ojek daring, taksi konvensional bersama dengan taksi daring, dan bermacam marketplace online yang lumayan membuat perubahan tren jual beli untuk lebih dari satu produk layaknya telepon genggam.

Era disrupsi ini tidak bisa disepelekan karena bisa saja perusahaan Anda yang nanti akan terkena dampaknya. Oleh karena itu, sebagai pemimpin perusahaan, ada lebih dari satu perihal yang perlu Anda menyimak untuk menghadapi jaman disrupsi, yakni :

1. Jangan pernah berhenti berinovasi

Pasar memiliki selera yang terus beralih bersamaan pertumbuhan zaman. Lalu, apakah perusahaan bisa memberhentikan pergantian selera customer tersebut? Tentu tidak. Justru perusahaan lah yang perlu bisa berinovasi mengatur selera konsumen. Jika tidak, perusahaan Anda bersamaan pas akan ditinggalkan konsumennya secara perlahan layaknya merk Nokia, Kodak, dan Blackberry.

2. Jangan “berlindung” di bawah regulasi

Perkembangan teknologi memicu customer memiliki opsi yang lebih banyak untuk dipilih. Oleh karena itu, terkecuali perusahaan Anda menjadi korban berasal dari jaman disrupsi, tidak seharusnya perusahaan Anda “berlindung” di balik regulasi pemerintah, mengusahakan mencari-cari kekeliruan berasal dari kompetitor Anda. Karena, bersama dengan maupun tanpa regulasi pun kompetitor Anda akan selamanya berkembang dan justru jadi perusahaan Anda yang degradasi.

3. Manfaatkan teknologi

Konsumen memiliki hak untuk menentukan jasa maupun produk perusahaan yang tawarkan bermacam kelebihan, baik berasal dari aspek harga, kepraktisannya, kemudahan pembayarannya, dan kecepatan jasa tersebut. Oleh karena itu, sudah seharusnya perusahaan Anda manfaatkan teknologi untuk menambah kualitas jasa perusahaan Anda. Ditambah lagi, pangsa pasar pas ini sudah didominasi oleh Generasi Milenial dan Generasi Z sehingga teknologi menjadi salah satu aspek mereka menentukan jasa maupun produk yang akan digunakan.

4. Jangan pernah menjadi menjadi puas

Setiap produk memiliki siklusnya masing-masing. Berdasarkan teori The 4 Product Life Cycle Stages (PLC), suatu produk akan mengalami 4 tahapan siklus, yakni introduction (perkenalan), growth (pertumbuhan), maturity (pematangan), dan decline (penurunan). Jadi, saat produk maupun jasa perusahaan Anda sedang dalam tahapan growth, perusahaan Anda jangan amat berpuas diri. Sebab di pas itu, perusahaan-perusahaan lain akan menjadi bisa menarik pasar baru lewat produk-produk baru yang mereka hasilkan.

5. Ciptakan hubungan yang “Customer Oriented”

Pada jaman disrupsi ini, perlu bagi perusahaan Anda untuk sediakan bermacam sarana yang bisa berorientasi terhadap konsumen. Perusahaan bisa memberi tambahan bermacam program loyalty, potongan harga, kemudahan pembayaran, dan sediakan sarana customer layanan yang solutif dan cekatan. Ingat, sarana ini akan memicu para customer lebih menentukan perusahaan Anda daripada perusahaan lainnya atau meninggalkan perusahaan Anda.

Baca Juga :

Alasan sehat buat membuka ventilasi kamar pada pagi hari

Alasan sehat buat membuka ventilasi kamar pada pagi hari – Membuka jendela kamar pada pagi hari supaya udara segar dan sinar mentari sanggup masuk ke pada ruangan ternyata merupakan sebuah norma yg menyehatkan. Sebuah penelitian mengambarkan bahwa tindakan itu sanggup membantu menurunkan risiko kontaminasi bakteri.

Studi baru menerangkan bahwa apabila Anda nir membuka tirai jendela di pagi hari, kemungkinan jatuh sakit sanggup lebih besar .

Sinar matahari di pagi hari sanggup membunuh bakteri penyebab penyakit yang hidup dalam debu. Sementara itu, kondisi yang lebih gelap malah membuat mereka berkembang.

Temuan yg dipublikasikan di jurnal ilmiah Microbiome itu jua memperingatkan kasus yang timbul di kantor tanpa jendela.

“Manusia menghabiskan sebagian besar waktu di pada ruangan, pada mana paparan partikel debu yang membawa bakteri, termasuk patogen yg bisa menciptakan kita sakit, tidak bisa dihindari,” ujar pimpinan studi Ashkaan Fahimipour.

Jadi, bangunan atau rumah yang ditempati berperan penting dalam menentukan kesehatan seorang. “Penting buat tahu fitur bangunan yg kita tempati, mempengaruhi ekosistem debu dan bagaimana ini dapat mensugesti kesehatan kita,” ujar Fahimipour.

Tim di University of Oregon, Amerika Serikat, melakukan penelitian menggunakan menciptakan sebelas kamar miniatur.

Kamar-kamar itu identik satu sama lain & ditempatkan di banyak sekali taraf cahaya. Setelah 90 hari, ruangan gelap memiliki jumlah bakteri 2 kali lipat banyaknya.

“Kami berharap bahwa dengan pemahaman lebih lanjut, kami bisa merancang akses ke sinar matahari di gedung-gedung seperti sekolah, tempat kerja, rumah sakit, & rumah tinggal dengan cara yang mengurangi risiko infeksi akibat ditularkan oleh debu,” istilah Fahimipour menambahkan.

Jadi bagi Anda yg terbiasa bangun tidur dalam kamar gelap gulita, mulai kini coba biasakan buat mengangkat tirai & membuka ventilasi. Meskipun menyilaukan mata, nyatanya sinar mentari pagi memang menaruh banyak manfaat bagi kesehatan kita.

Sumber  : https://www.bahasainggris.co.id/

Alasan Pentingnya Aktifkan ‘Flight Mode’ Dalam Pesawat

Alasan Pentingnya Aktifkan ‘Flight Mode’ Dalam Pesawat – Setiap melangkah masuk ke dalam pesawat bakal ada pengeras suara yang mengingatkan penumpang supaya mengatur perlengkapan elektronik apapun ke dalam mode penerbangan.

Dilansir dari The Telegraph, asumsi umum yang beredar ialah penumpang mesti menonaktfikan telepon seluler sebab sinyal yang dipancarkan bisa menganggu instrumen navigasi dan dapat menimbulkan gangguan.

Patrick Smith, seorang pilot AS dan pengarang Cockpit Confidential mengungkapkan persetujuannya terhadap aturan mematikan ponsel begitu masuk ke dalam pesawat.

“Mungkinkah perlengkapan mengganggu penerbangan? Itu tergantung pada gadget dan bagaimana dan kapan gadget tersebut digunakan,” katanya.

Sebagai misal laptop, Smith menuliskan komputer lama bisa memancarkan energi berbahaya. Risiko yang lebih banyak yang ditimbulkan ialah mengakibatkan gangguan sinyal penerbangan.

Potensi ponsel yang mengganggu tidak melulu ada saat sedang digunakan, tetapi pun saat ponsel tidak aktif, itulah sebabnya mode penerbangan mesti digiatkan bahkan andai penumpang tidak berniat memakai ponsel mereka.

Namun, Smith berasumsi meskipun terdapat permintaan yang jelas di mula setiap penerbangan guna mematikan ponsel, masih ada mayoritas orang yang lalai.

Di Indonesia sendiri, sekian banyak aturan sudah menyebutkan larangan pemakaian ponsel dalam pesawat. Salah satunya beleid dikeluarkan melewati Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi yang tidak mengizinkan pemakaian barang elektronik dalam pesawat.

Salah satu beleid tertulis dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 mengenai Penerbangan pasal 54 ayat f.

“Setiap orang di dalam pesawat udara sekitar penerbangan dilarang mengerjakan pengoperasian perlengkapan elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan.” tulis beleid tersebut.

Lebih lanjut di dalam UU No. 36 Tahun 1999 mengenai Telekomunikasi, yang membicarakan pelarangan gangguan frekuensi radio berada dalam pasal 33 ayat (2) dan pasal 38. Ditinjau dari Pasal 33 Ayat (2) melafalkan bahwa pemakaian spektrum frekuensi radio dan orbit satelit mesti cocok dengan peruntukannya dan tidak saling mengganggu.

Sedangkan Pasal 38 melafalkan bahwa masing-masing orang dilarang mengerjakan perbuatan yang dapat memunculkan gangguan jasmani dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.

Berdasarkan UU Telekomunikasi yang dimaksud penyelenggaraan telekomunikasi ialah kegiatan penyediaan dan pelayanan telekomunikasi sampai-sampai memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi. Artinya pemakaian ponsel dapat mengganggu penyelenggaraan telekomunikasi.

Sumber : https://www.sekolahan.co.id/

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCIPTAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCIPTAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCIPTAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCIPTAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS

Penyelenggaraan lembaga–lembaga pendidikan di negara manapun di dunia dipandang sebagai suatu program yang bernilai strategis. Hal ini berdasarkan satu asumsi bahwa proses pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan semata–semata bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Melalui proses pendidikan akan terbentuk sosok–sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.


Hubungan antar proses pendidikan dengan terciptanya sumber daya manusia merupakan suatu hubungan logis yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini sesuai dengan pengertian pendidikan itu sendiri. Mc. Donald memberikan rumusan tentang pendidikan : “… is a process or an activity which is directed at producing desirable in the behavior of human beings.” Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan menghasilkan perubahan tingkah laku manusia. Secara sederhana,perubahan tingkah laku yang terjadi disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tiga unsur meliputi unsur kognitif, afektif dan psikomotor ( Taksonomi Bloom ).

Pendapat lainnya, yaitu pendapat Mc. Donald yang didalammnya sejalan dengan pendapat Winarno Surakhmad yang mengemukakan bahwa : Pendididkan atau dipersempit dalam pengertian pengajaran, adalah satu usaha yang bersifat sadar tujuan, dengan sistematis terarah pada perubahan tingkah laku. Menuju ke kedewasaan anak didik. Perubahan itu menunjuk pada suatu proses yang harus dilalui. Tanpa proses itu perubahan tidak mungkin terjadi, tanpa proses itu tujuan tak dapat dicapai. Dan proses yang dimaksud di sini adalah proses pendidikan.


Sedangkan pengertian pendidikan dari sudut pandang kebudayaan, Darji Darmodiharjo menjelaskan sebagai berikut : Pendidikan pada dasarnya merupakan sebagaimana dari kebudayaan yang mengarah kepada peradaban. Kebudayaan dalam arti luas adalah wujud perpaduan dari logika (pikiran), etika (kemauan), estetika (perasaan) dan praktika (karya) yang merupakan sistem nilai dan ide vital (gagasan) penting yang dihayati oleh sekelompok manusia (masyarakat) tertentu dalam kurun waktu tertentu pula.

Satu pengertian lain yang cukup esensi untuk dapat memahami pengertian pendidikan, dikemukakan oleh Max Muller sebagai mana dikemukakan kembali oleh B.S. Mardiatmadja, yaitu bahwa “Pendidikan adalah proses yang terorganisir untuk membantu agar seseorang mencapai bentuk dirinya yang benar sebagai manusia.”

Dari beberapa pengertian tentang “pendidikan” sebagaimana dikutif tersebut di atas sangat jelas bahwa pendidikan suatu kegiatan dalam upaya untuk mengubah tingkah laku objek didik ke arah positif. Pendidikan merangkum segi-segi intelektual, afektif dan psikomotorik manusia, juga menyentuh cipta rasa dan karsa. Pendidikan juga merangsang pikiran-pikiran, perasaan dan kehendak manusia untuk bertindak secara bijaksana dengan mempertimbangkan lingkungan.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan suatu organisasi yang di dalam gerakkannya berhubungan erat dengan bidang pendidikan mulai dari jenjang yang paling rendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi, yaitu mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Pertama, Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi.


Pendidikan tidak saja penting secara individual, tetapi juga penting bagi proses pembangunan bangsa dan negara, apa lagi negara yang sedang membangun seperti halnya Indonesia akan sangat mengharapkan proses pendidikan dapat mencapai hasil yang optimal sehubungan dengan masih sangat diperlukannya sumber daya manusia terdidik; sumber daya manusia yang berkualitas demi mengejar ketertinggalannya dalam pembangunan nasional serta era globalisasi yang penuh tantangan.

Pada era globalisasi, lembaga pendidikan harus dapat mencetak “leader-leader” yang tangguh dan berkualitas. “Leader–leader” pada masa yang akan datang harus dapat mengubah pola pikir untuk menyelesaikan sesuatu dengan kekuatan manusia (manpower) menjadi pola pikir kekuatan otak (mindpower). Konsep pendidikan juga harus dapat menghasilkan out put lembaga pendidikan yang dapat menciptakan “corporate culture”, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan norma–norma yang berlaku masa itu dan pada gilirannya tumbuh kreativitas dan inisiatif, sehingga munculah peluang baru (new opportunity). Out put pendidikan dimasa datang juga diharapkan dapat memandang manusia bukan sebagai pekerja tetapi sebagai mitra kerja dengan keunggulan yang berbeda. Dengan demikian, seorang leader yang keluar dari persaingan global, harus dapat memandang manusia sebagai manusia, bukan pekerja.

Sehubungan dengan peranannya itulah, maka penyelenggara pendidikan oleh lembaga–lembaga pendidikan perlu benar–benar mendapat perhatian dan penanganan yang serius dari semua pihak demi optimalisasi pencapaian tujuan yang diinginkan.


Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan ideal yang dalam proses upaya pencapaiannya dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan. Oleh karena itu, setiap institusional dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional telah menetapkan tujuan antara sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikannya.

Pada dewasa ini, upaya-upaya pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan telah menjadi bahan wacana dan pemikiran para pakar pendidikan di Indonesia sehubungan dengan masih sangat rendahnya mutu pendidikan pada saat ini. Mutu pendidikan yang diharapkan pada setiap jenjang sekolah, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Menengah Umum/Kejuruan (SMU/SMK), sampai dengan Perguruan Tinggi (PT), minimal dapat mencapai tingkat ketercapaian tujuan pendidikan berdasarkan pada standar-standar tertentu.


Penetapan standar kompetensi siswa sebagai standar pencapaian minimal dari hasil proses pendidikan dilatarbelakangi oleh suatu harapan agar dapat tercipta pemerataan mutu minimal sebagai hasil proses pendidikan pada sekolah menengah umum. Hal ini menunjukkan satu kenyataan bahwa hasil pendidikan di Indonesia setelah lebih setengah abad kemerdekaannya, masih belum mencapai hasil yang diharapkan. Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional sangat menyadari tentang kenyataan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, seperti pernyataan berikut ini :

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang merata. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun sebagian lainnya masih memprihatinkan.


Berbicara mengenai keterpurukan mutu pendidikan di Indonesia dengan berbagai indikatornya, memang tidak akan habis-habisnya. Tetapi yang lebih penting dari pada itu adalah bagaimana cara mengatasinya dalam hubungannya dengan persoalan pendidikan di Indonesia antara lain mengenai perlunya pemahaman dan pengkajian tentang visi, misi dan tujuan pendidikan nasional.
Banyak hal yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Tetapi kenyataan hasil yang dicapai masih tetap belum mencapai seperti apa yang diharapkan.

Peningkatan mutu pendidikan masih tetap menjadi bahan diskusi yang “up to date” untuk dibahas.
Berdasarkan pengamatan dan anilisis yang dilakukan, Departemen Pendidikan Nasional menyimpulkan sebagai berikut : sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata. Faktor pertama, kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan education production function atau input-output analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Faktor kedua, penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara sentralistik, sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi. Faktor ketiga , peran serta masyarakat, khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim.


Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas, langkah yang diambil sebagai satu kebijakan adalah melakukan reorientasi penyelenggaraan pendidikan, yaitu dari manajemen peningkatan mutu berbasis pusat menuju manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Konsep ini mengandalkan pemberian otonomi yang luas kepada sekolah dalam menyelenggarkan pendidikan. Partisipasi aktif masyarakat dalam pendidikan dikembalikan kepada kebutuhan masyarakat, orang tua dan pemerintah daerah.

Perubahan paradigma pada dunia pendidikan di Indonesia yang bernuansa reformatif ini menurut analisis Bank Dunia di latar belakangi oleh kondisi : (1) kepala sekolah tidak memiliki kewenangan yang cukup dalam mengelola keuangan sekolah yang dipimpinnya; (2) kemampuan manajemen kepala sekolah pada umumnya rendah terutama di sekolah negeri: (3) pola anggaran tidak memungkinkan bagi guru yang berprestasi baik bisa memperoleh insentif; dan (4) peran serta masyarakat sangat kecil dalam pengelolaan sekolah.


Sumber : https://www.ayoksinau.com/