Kepala Sekolah Yang “Buruk” Berakibat Fatal Pada Pendidikan

Kepala Sekolah Yang “Buruk” Berakibat Fatal Pada Pendidikan

Jika proyeknya adalah memotong pohon, maka guru mesti menegaskan dirinya untuk punya kemampuan memotong pohon bersama dengan cara yang tepat. Sedangkan kepala sekolah mesti menegaskan bahwa yang dipotong adalah pohon yang tepat. Bukan sembarang pohon.

Meskipun ujung tombak pendidikan di sekolah adalah guru, tetapi peran kepala sekolah tak kalah besarnya bersama dengan peran guru. Jika guru adalah pemimpin studi di kelas, maka kepala sekolah adalah pemimpin studi para guru.

Sungguh miris disaat mendengar beberapa rekan yang bercerita berkenaan minimnya peran kepala sekolah. Bahkan, hingga tersedia yang berasumsi lebih baik tidak tersedia kepala sekolah. Menurutnya, “ada ataupun tidak, tidak berpengaruh apapun”.

Persoalannya adalah kalau peran itu dinilai secara subyektif oleh guru. Secara administratif dan struktural, kepala sekolah berfaedah amat jelas. Bagi guru yang tidak suka bersama dengan kesibukan administrastif, bisa jadi terlihat penilaian yang tidak baik. Please…, kepala sekolah punya peran yang amat penting. Mari kami temukan solusinya!

Jika tugas guru adalah menyediakan lingkungan agar bakat dan potensi anak berkembang bersama dengan baik, maka tugas kepala sekolah adalah menyediakan lingkungan agar kemampuan paling baik guru bisa berkembang.

Untuk jelas arahnya, mari kami melihat kepala sekolah dari satu faktor (dari banyak faktor lain) di bawah ini!

Aspek ISI RAPAT

Saat rapat atau pertemuan lainnya, simaklah mengisi rapatnya. Beberapa perihal yang mesti jadi perhatian dan mesti jadi obrolan bersama dengan adalah faktor manajemen, budaya sekolah, pembelajaran, dan informasi.

Manajemen. Pelayanan yang baik hampir sepenuhnya bermuara terhadap manajemen yang baik. Semua prosedur dan penanganan bidang kependidikan dan non-kependidikan mesti dipahami oleh semua pihak.

Budaya sekolah. Akar pendidikan cii-ciri di sekolah adalah budaya sekolah yang positif. Budaya sekolah meliputi budaya kerja semua warga sekolah.

Pembelajaran. Orientasi studi berpusat di sini. Ada pembelajaran berorientasi terhadap hasil tersedia juga yang berorientasi terhadap proses.

Yang terakhir adalah Informasi.

Jika kepala sekolah mengadakan pertemuan atau rapat cuma untuk mengemukakan informasi, maka hampir bisa dipastikan bahwa sekolah tersebut adalah sekolah administratif saja. Jika pertemuan cuma memuat pembahasan manajemen saja, maka sekolah tersebut kering di dalam faktor ruh dan jiwa pendidikan. Dan seterusnya.

Sebenarnya, tidak tersedia kepala sekolah yang buruk. Setiap kepala sekolah diangkat bersama dengan beraneka pertimbangan yang baik. Ada beberapa syarat dan kompetensi yang mesti dipenuhi. Kepala sekolah yang buruk di sini disimpulkan sebagai kepala sekolah yang di dalam tugasnya cuma menunjukkan diri sebagai tugas administratif.

Akibatnya, kepala Sekolah yang tidak membangun budaya sekolah bermakna sudah membiarkan setiap budaya individu berkembang bebas sendiri-sendiri. Jika sekolah tersebut memuat pribadi-pribadi yang kuat, maka bisa saja sekolah tersebut berkembang baik. Bagaimana kalau berjalan sebaliknya?

Peran kepala sekolah amat mutlak untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih besar dan maju. Jika tersedia kepala sekolah yang sukar menyesuaikan diri, mari kami bantu bersama dengan memberinya masukan bersama dengan cara yang santun.

Bagaimana kalau tersedia kepala sekolah yang sukar terima saran? Ajaklah ngopi atau makan-makan ya….. hehe

Baca juga :