Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengenal Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut adalah beberapa contoh kasus algoritma percabangan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menonton Film untuk  usia 17 tahun ke bawah

Penyajian algoritma berikut adalah algoritma untuk kasus menonton film dimana yang hanya bisa menonton film adalah orang yang berusia 17 tahun ke bawah, jika usia lebih dari 17 tahun tidak boleh menonton film.
Flowchart:

Pada algoritma di atas usia diinput oleh pengguna, selanjutnta usia yang diinput dicek dengan pengkondisian (apakah usia lebih besar dari 17), jika usia lebih besar dari 17 (Ya), maka cetak “Silahkan menonton” Jika (tidak), maka cetak “Anda tidak boleh menonton.

Algoritma Pseudocode menonton film
Berikut adalah penyajian algoritma pseudocode untuk kasus di atas

Algoritma menonton_film
Deklarasi
usia : integer
Deskripsi:
read (usia)
if(usia>7)then
write (“Anda tidak boleh menonton”)
else
write (“Silahkan Menonton”)
endif

Pengkondisian kebanyakan menggunakan simbol operator matematika seperti >, <, =, <=,>= seperti contoh diatas (usia >7)

2. Kelulusan Siswa

Algoritma flowchart & pseudocode berikut adalah algoritma untuk mengecek nilai siswa, jika nilai siswa lebih besar dari 70 maka lulus jika tidak maka tidak lulus.

Flowchart:

Pseudocode:
Algoritma kelulusan_siswa
deklarasi
var
nama,ket:string
nilai:integer
Deskripsi:
read(nama,nilai)
if(nilai >70)then
ket <- “Lulus”
else
ket <- “Tidak Lulus”
endif

write(nama,nilai,ket)

Algoritma flowchart dan pseudocode di atas adalah algoritma percabangan untuk 1 kondisi, semoga bermanfaat.

 

(Sumber: https://www.ilmubahasainggris.com/)