Mitos Keliru Seputar Pendidikan pada Anak

Sering sekali orangtua khawatir yang berlebih pada saat melihat perilaku anak yang masih suka bermain dan lebih cenderung tak mau diam untuk belajar dalam menyimak serta mendengarkan. Orangtua lantas langsung nilai anaknya alami gangguan konsentrasi.

Mitos Keliru Seputar Pendidikan pada Anak

Mitos Keliru Seputar Pendidikan pada Anak

Di sisi lainnya, orangtua sangat percaya sekali pada salah satu metode pembelajaran yang telah diklaim bisa cerdaskan anaknya, sehingga tak lagi pikirkan apa pendidikannya tersebut sudah sesuai untuk kondisi anaknya atau tidak. Nah, berangkat dari hal ini, berikut adalah beberapa mitos keliru seputar pendidikan anak yang harus Anda tahu.

Mitos keliru seputar pendidikan anak

Gizi, kunci utama dari perkembangan otak anak

Gizi tak serta merta jadi faktor kunci berhasilnya orangtua di dalam proses perkembangan otak sih anak. Lingkungan natural seorang anak adalah sinyal, rasa, suara, sentuhan, setiap harinya ternyata memberikan stimulasi yang baik untuk picu perkembangan otak sih anak. Contohnya saja pada saat orangtuanya bernyanyi ketika memberi makanan atau pun mengenaka pakaian pada anak, maka hal tersebut akan dapat merangsang gelombang otaknya untuk dapat bekerja aktif, ini yang ternyata bisa picu perkembangan otak anak jadi optimal.

Anak harus ditempatkan di kelas khusus sebab terlambat bicara

Jangan pernah tergesa-gesa percayai pertanyataan yang mengatakan bahwasannya aak Anda autis sebab dia terlambat berbicara, lalu menempatkannya di kelas yang khusus. Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwasannya sekitar 60 % anak yang lawanya terlambat untuk berbicara, bisa kejar ketinggalannya dari anak yang seumurannya dalam waktu 2 atau 3 tahun. Mempunyai spesialis tumbuh kembang anak memang jadi solusi yang sangat bagus. Akan tetapi sekali lagi, jangan terlebih dulu menerima diagnosis ada kelainan pada anak Anda sebelum minta second opinion dari para ahli yang lainnya.

Anak menderita ADHD sebab tak bisa diam saat di kelas

Memang sih kebanyakan institusi pendidikan di negeri kita ini masih saja terapkan sistem pembelajaran konvensional dimana sekolah tersebut akan menggunakan metode belajar duduk diam serta dengarkan, atau pun duduk diam kerjakan apa yang telah disuruh. Pada saat menerima segala bentuk pembelajaran motorik, anak memang lebih cenderung aktif bergerak untuk penuhi keingintahuannya serta seharusnya hal tersebut tak jadi masalah. Sangat menyedihkan sekali bila guru atau orangtua langsung hakimi anak tak bisa diam sebagai anak ADHD atau pun gangguan konsentrasi. Sebab itulah, orangtua diharap bisa menyadari bahwasannya memang benar jika cara belajar setiap anak tidaklah sama.

Nah, itulah tadi beberapa mitos keliru seputar pendidikan anak yang bisa kami bagikan kepada Anda semuanya. Semoga saja dengan informasi di atas Anda jadi tak salah lagi dalam memahami sih kecil ya. sumber :  https://www.dosenpendidikan.com/