Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

Pemungutan dan Penghitungan Suara Bersifat Strategis

BANDUNG – Pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Jawa Barat 2018 bersifat sangat strategis. Demikian dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jawa Barat Yayat Hidayat.

“Proses itu harus menjamin kesetaraan suara yakni setiap orang memiliki nilai yang sama, hak

mencoblos sudah terpenuhi dan petugas KPPS menjalankan fungsinya dengan baik. Jika hal itu tidak terpenuhi, berpotensi menimbulkan ketegangan dalam masyarakat,” ucapnya.

Menurut Yayat, hasil penghitungan suara merupakan bagian penting dari proses pemilu, karena dalam pelaksanannya relatif jarang diterima secara bulat oleh peserta pemilu.

“Terkadang menjadi sengketa di Mahkamah Konstitusi atau bahkan menimbulkan kerusuhan sosial meski kejadian yang tidak diharapkan itu tidak pernah terjadi di Jawa Barat,” kata Yayat, dalam pembukaan Bintek di Trans Studio Hotel, Jumat (20/04).

Yayat menyatakan, guna menyempurnakan proses pemungutan dan penghitungan suara, selain

melalui bimbingan teknis, pihaknya juga melakukan koordinasi secara intensif dengan Bawaslu terutama saat pemutakhiran daftar pemilih.

“Pada Pilgub 2013 lalu, saat itu sering terjadi perang urat syaraf antara PPK dengan Panwascam, KPUD dengan Panwaslu dan KPU dengan Panwaslu Provinsi, semoga ini tidak terjadi di Pilgub 2018,” tuturnya.

Yayat menambahkan pekerjaan KPU hingga PPK dan PPS selalu diawasi Bawaslu dan

perangkatnya, dimana masing-masing bekerja secara proporsional dan jika ada persoalan langsung diselesaikan saat itu juga.

“KPU kuat, karena dukungan Bawaslu. Kedua pihak memiliki persepsi yang sama terkait pilkada serentak,” pungkasnya.

 

Baca Juga :