Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Rektor Unsika Dinilai Lecehkan Organisasi Kemahasiswaan

Sejumlah organisasi kemahasiswaan geram atas kebijakan yang dikeluarkan oleh rektor Universitas

Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang dianggap arogan.

Sikap arogan itu ditunjukkan rektor dengan mencabut sepanduk-spanduk ucapan selamat datang bagi mahasiswa baru Unsika dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus.

“Atas dasar intruksi rektor, dengan tindakan itu ada indikasi pihak kampus ingin membersihkan organisasi eksternal dari kampus,” ujar Ketua Cabang PMII Karawang, Ricky Sofiyan, Kamis (31/8).

Ricky mengatakan tindakan yang dilakukan oleh pihak lembaga menuai protes dari kader-kader

Organisasi eksternal, khususunya PMII dan GMNI. Bahkan dua organisasi ini siap menggerudug Rektorat kalau pihak rekorat bersikap angkuh seperti itu.

“Kita telah bersepakat dengan GMNI untuk terus mengawal kasus ini, ini menyangkut harga diri organisasi, tentu kita tidak rela kalau organisisasi kita di injak-inajak,” ungkapnya.

PMII menilai upaya yang dilakukan oleh Rektor Unsika dengan menciptakan gejolak yang tidak konstruktif di internal organisasi mahasiswa seperti BEM dan BLM serta pembredelan wajah organisasi Mahasiswa eksternal adalah bentuk penghinaan terhadap mahasiswa yang dianggap sebagai sampah.

“Kami sudah berbaik hati pada Unsika baik-baik kami ingin berikan sambutan, tapi yang ada malah

dihina seperti ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang juga mendapatkan perlakuan yang sama dari Unsika merasa sangat prihatin atas sikap tidak bijaksana yang dilakukan oleh Rektor Unsika melalui para utusannya.

“KAMMI menginginkan pihak UNSIKA membuka diri terhadap organ ekstra kampus untuk mahasiswa UNSIKA agar mereka bisa lebih banyak belajar dan berperan aktif mengamalkan ilmunya, bukan malah menginjak-injak seperti ini,” ujar Arif Ketua KAMMI Cabang Karawang.

KAMMI pun meminta Rektor Unsika bersikap kesatria dengan memohon maaf dan melakukan klarifikasi secara terbuka terhadap organisasi ekstra Mahasiswa atas kebijakannya.

“Jangan sampai kemudian kami mengambil sikap yang lebih keras untuk menanggapi masalah ini,”tegasnya.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang sendiri menilai upaya yang dilakukan oleh Unsika sebagai bentuk pancingan terhadap organisasi ekstra kampus untuk berperang secara mental.

 

Sumber :

https://buzzimg.com/mengetahui-pengertian-komunikasi-terapeutik/