SMK Kunci Meningkatkan Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja Indonesia

SMK Kunci Meningkatkan Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja Indonesia

 

SMK Kunci Meningkatkan Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja Indonesia

62 % tenaga kerja di seluruh Indonesia berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah.

Dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bisa menangkat tingkat pendidikan tersebut. Selain itu, lulusan SMK tentunya memiliki kompetensi dan daya saing yang lebih tinggi sehingga mampu memajukan perindustrian.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Hal tersebut diucapkan oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Bukrin dalam pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi Jawa Barat di Graha Pariwisata, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. Dia mengatakan, siswa SMK memiliki misi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia.

“62 % tenaga kerja di seluruh Indonesia berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah, unntuk meningkatkan tingkat pendidikan tenaga kerja di Indoensia pasti harus SMK, enggak mungkin langsung pendidikan tinggi. Pasti harus setahap demi setahap,” tutur Bukrin.

Dia pun menilai

Jawa Barat memiliki potensi yang besar untuk menciptakan lulusan SMK yang unggul dan berkompetensi. “Di Jawa Barat kurang lebih ada 2800 sekolah SMK, paling banyak, industrinya pun banyak. Jadi kalau dipersiapkan dengan baik, peluang penyerapan tenaga kerja pun semakin banyak,” ucap Bukrin.

Bersaing di Kancah Internasional

Bukrin mengatakan, dengan diadakannya LKS ini dapat meningkatkan kualitas siswa SMK serta menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya, selain telah siap untuk terjun di dunia industri, juga siap bersaing di kancah Internasional.

“Mata lomba yang dilombakan tahun ini memang tidak lebih banyak dari tahun kemarin, ini karena kita sinkronkan dengan mata lomba yang ada perlombaan siswa kancah internasional, yakni WorldSkills Competitions 2019 yang akan diadakan di Rusia tahun depan.”

Bukrin pun mengucap selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba dan meski harus ada yang kalah, bukan berarti mereka tidak juara. “Kami ucapkan selamat untuk para peserta, saya yakin yang ikut LKS itu para juara yang luar biasa. Jadi kalau pun kalah, itu  bukan kalah, juri hanya harus memilih yang terbaik dari yang terbaik,” katanya.

 

Artikel Terkait: