Atasi Pernikahan Dini, Mahasiswa Unair Banyuwangi Ciptakan Gen Muatan ID

Atasi Pernikahan Dini, Mahasiswa Unair Banyuwangi Ciptakan Gen Muatan ID

Atasi Pernikahan Dini, Mahasiswa Unair Banyuwangi Ciptakan Gen Muatan ID

Atasi Pernikahan Dini, Mahasiswa Unair Banyuwangi Ciptakan Gen Muatan ID

Berawal dari tugas mata kuliah Dasar Media dalam Kesehatan Masyarakat 1, alumni prodi Kesehatan Masyarakat PSDKU Unair di Banyuwangi yang terdiri oleh Inriza Yuliandari, Chintya Devi, Apik Mila Sari, Dian Nindya, dan Saiful Azis Setyawan, ciptakan Gen Mutan ID.

Dijelaskan oleh Inriza Wulandari bahwa tujuan mata kuliah Dasar Media yaitu untuk membuat sebuah inovasi program mengenai suatu masalah seputar kesehatan masyarakat yang terjadi di suatu daerah.

Setelah kami riset, kebetulan desa Segobang (Banyuwangi) ini tingkat pernikahan dininya lumayan tinggi, hingga masuk 10 besar desa dengan pernikahan dininya, jelas Alumni angkatan 2015 tersebut.

Setelah mendapat dukungan dari pihak tenaga kesehatan desa Segobang dalam hal pelaksanaan

inovasi kesehatan, akhirnya mereka menetapkan desa tersebut sebagai target realisasi inovasi mereka, yaitu Gen Mutan ID.

Gen Mutan ID atau Generasi Muda Tanpa Nikah Dini merupakan sebuah inovasi dalam hal pelaksanaan kesehatan masyarakat, dimana targetnya yaitu siswa-siswa sekolah dasar beserta wali murid di desa Segobang-Banyuwangi dengan tujuan mensosialisasikan kekurangan dalam pernikahan di usia dini.

“Inovasi dari kami yaitu agar dibentuk duta Gen Mutan ID saja, agar lebih sustain programnya. Karena kan kita tahu, anak anak kalo cuman diberikan penyuluhan pasti langsung hilang ilmunya. Tapi, kalo ada duta kemunginan mereka akan lebih aware dan mereka akan berusaha untuk menjadi duta juga, ujarnya.

Sebelum keenam alumni tersebut turut terjun dalam upaya pencegahan pernikahan dini di desa

Segobang, sebetulnya program semacam penyuluhan terkait bahaya atau kekurangan pernikahan dini sudah dilaksanakan oleh pihak kesehatan setempat, hanya saja output yang mereka dapatkan dirasa kurang maksimal. Sehingga keenam alumni asal FKM UNAIR Banyuwangi tersebut turut terjun untuk memaksimalkan program yang ada.

“Alhamdulillah-nya, program tersebut masih berlanjut hingga sekarang, serta telah dilaksanakan di seluruh SD di desa Segobang, bedanya kita kemarin menentukan duta Gen Mutan ID dari hasil pretest dan posttest, namun kini pihak Puskesmas setempat telah memiliki instrumennya sendiri dalam memilih duta,” imbuh Renza.

Menurut Renza, terdapat hal menarik dalam inovasi yang disusulkan bersama kawan-kawanya

tersebut, yaitu lolos dalam perlombaan inovasi kesehatan tingkat kabupaten hingga finalis di tingkat nasional, dimana yang mengusungkan inovasi tersebut dalam perlombaan yaitu pihak Puskesmas desa Segobang.

 

Baca Juga :