Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Seiring dengan perkembangan teknologi yoyo. Sekarang ini permainan tradisional yoyo telah berkembang menjadi permainan yang sangat modern. Dari mulai bentuk, corak warna, teknologi porosnya, dan tehnik bermain.

Yoyo yang dibuat pada masa sekarang ini telah melalui banyak sekali perubahan teknologi, terutama pada pengembangan teknologi di poros as-nya. Dengan teknologi yang paling baru, sekarang ini yoyo mampu berputar bebas dengan waktu yang jauh lebih lama. Hal ini terjadi karena pengembangan teknologi yang telah mampu membuat poros yoyo mengalami pengurangan gesekan yang sangat signifikan.

Dengan berkurangnya gesekan pada poros yoyo dengan tali, maka jelas telah membuat yoyo bisa berputar bebas dengan sangat lama. Dan hal ini kemudian juga sangat berpengaruh dengan berkembangnya tehnik permainan tradisional yoyo. Karena yoyo modern dapat berputar bebas dengan sangat lama, maka pemain bisa menciptakan berbagai macam gaya bermain yoyo.

Sampai pada akhirnya dengan perkembangan pesat permainan tradisional yoyo, membuat banyak bermunculannya kontes-kontes atau lomba bermain yoyo di seluruh dunia. Pada kontes yoyo biasanya akan dipertandingkan berbagai gaya dan tehnik bermain yoyo diantara para peserta permainan tradisional yoyo.

Baca Juga :

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

Salah satunya kebijakan penting yang pernah diambil oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengurai kemacetan di ibukota adalah pemberlakuan angkutan massal bus Trans Jakarta. Hadirnya angkutan massal yang satu ini diharapkan menjadi salah satu solusi mengurangi pengguna kendaraan pribadi di Jakarta. Namun sayangnya, hadirnya Trans Jakarta ini malah semakin memperparah kemacetan di ibu kota. Jalur Trans Jakarta yang mengambil sebagian dari badan jalan kian mempersempit jalan yang ada, sementara itu pelebaran jalan tidak dilakukan.

Menghadapi kemacetan yang seakan-akan tidak pernah terurai, akhirnya banyak pengendara yang tidak sabar memilih untuk menerobos jalur Trans Jakarta. Hal ini tentunya bertentangan dengan peraturan yang ada, namun apa yang hendak di kata, semuanya sedang berlomba dengan kesibukan masing-masing yang entah kapan akan selesai.

Akhirnya tambah lagi tugas baru bagi pemerintah. Pemerintah kembali harus menghalau para penerobos tersebut dari jalur yang hanya diperuntukkan untuk bus Trans Jakarta. Berbagai cara pun dilakukan, mulai dengan meninggikan separator hingga memasang portal di jalur Trans Jakarta tersebut. Namun, pengedara yang “kreatif” tentu mampu mengelabui semua tindakan-tindakan pencegahan yang dilakukan. Setelah itu, kemacetan tetap belum terurai.

Polda Metro Jaya pun akhirnya membuat sebuah rencana baru, sebuah kebijakan akan diberlakukan. Pengendara yang menerobos jalur Trans Jakarta akan dikenakan denda, yaitu denda sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) bagi pengendara kendaraan roda dua dan denda sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) bagi pengendara kendaraan roda empat.

Tentu saja, dalam Undang-Undang Nomor Nomor 22 Taun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ketentuan mengenai denda terhadap setiap pelanggaran lalu lintas bukan lah suatu hal yang asing. Dalam Undang-undang ini, ketentuan denda menjadi pidana pokok yang dapat diterapkan bagi pelaku pelanggaran lalu lintas. Lalu di mana hal baru yang membuat kebijakan ini menjadi spesial?

Ketentuan mengenai denda ini, jika mengacu pada ketentuan Pasal 287 ayat (2) Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, tidak ada pembedaan denda terhadap kendaran roda dua dan kendaraan roda empat. Dalam Pasal tersebut, hanya mencantumkan denda maksimal Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) bagi pengendara yang melanggar larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas. Lalu ketentuan mengenai denda sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) bagi pengendara kendaraan roda empat menjadi tidak berdasar.

Baca Juga :

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Sejarah mencatat, Napoleon bonaparte. Kalah dalam perang karena musuhnya lebih lama (5 menit) perang darinya.
Kegagalan dan keberhasilan. Kemenangan dan kekalahan disebabkan hal kecil.
Dalam islam. Menyembelih hewan tanpa menyebutkan Asma Allah. Hewan tersebut haram dimakan, karena sama dengan bangkai.

Hanya karena keluar gas dari dubur, wudhu yang menyucikan telah terbatalkan.
Dikarenakan sms disusun dalam 2 kalimat. Perselisihan bahkan berujung cerai dalam rumah tangga.

Bukan banyak pasukan, bukan pula hebatnya peralatan perang menghancurkan dunia. Namun karena keputusan kepala negara, terucap dari mulutnya satu kata ”perang”.

Besarnya dampak bom bunuh diri, bukan dalam menyusun atau merangkai Bom terbuat dari C4 itu. Tapi sangat tergantung satu tombol ”On”…

Dulu saat engkau masih mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru mu. Kesalahan terkadang bukan karena kamu salah cara. Tapi karena kekeliruan kecil meletakkan koma (,).

Angka nol itu mungkin tidak bernilai. Tapi didalam selembar cek, angka nol sangat mempengaruhi uang tunai yang kau cairkan.

Napoleon hill menuliskan dalam bukunya. Para penerbit banyak mendapatkan untung, hanya karena menggantikan judul dari sampul buku.

Pesawat ulang-alik Columbia milik NASA. Jatuh hanya karena buih kecil melayang diudara.

Pesawat komersial di jerman jatuh, karena tertabrak burung, yang sunguh kecil dibandingkan rangkaian pesawat.

Orang bijak, menganalogikan kenikmatan dunia, bagaikan tetesan air yang jatuh dari jari mu, setelah engkau mencelupkan kedalam laut. Karena sepuntung rokok, menghanguskan perumahan satu RT.

Nyamuk yang begitu kecil Allah ciptakan. Telah membuka lapangan kerja bagi ribuan manusia. Seorang wanita penzina. Ditempatkan disyurga karena memberi minum anjing yang kehausan. Dalam penjualan, anggukan kecil menghasilkan deal besar.

Oleh karena itu, Perhatikan hal besar. Dan TELITILAH dalam perkara KECIL

Baca Juga : 

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak….. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .
dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku …. Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian..
sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.
kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..
disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.
“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.. dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh Ke bawah.

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.”
Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”.

Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.

Kerbat Imelda/ anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah
kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.
Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.

Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka diistilahkan oleh Khalil Gibran sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan anak-anak dalam menapaki jalan masa depannya. Tentu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Langkah guna Memperbaiki Karier

Langkah guna Memperbaiki Karier

Pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiran semua orang ketika hendak melakukan perubahan ialah “harus mulai dari mana?” Ini urusan yang wajar, jadi kita tak butuh bingung. Cara gampang untuk menambah kualitas diri sendiri ialah dengan mengerjakan serangkaian evolusi kecil di sekian banyak aspek kehidupan. Termasuk dalam urusan karier.

Banyak yang bilang bahwa menemukan pekerjaan tersebut ibarat mengejar jodoh sebab Anda tentu akan mengejar ups and downs ketika menjalankannya. Namun yang terpenting ialah menemukan kegiatan yang kita cintai.

Memiliki kemauan untuk mengerjakan perubahan dalam karier guna menjadi lebih baik, igatlah bahwa semua tersebut tidak sedang di tangan atasan atau teman kerja Anda. Bukan rmereka yang bertanggung jawab terhadap karier Anda, diri kita sendiri.

Menjelang akhir tahun, Anda hendak melakukan perbaikan dalam karier, inilah langkah-langkah yang dapat Anda terapkan.

1. Mulai membuat susunan prioritas
Jangan beranggapan membuat susunan what to do tersebut useless. Kenyataannya, susunan ini dapat membantu kita bekerja lebih produktif. Kumpulan ini pun membantu Anda guna menilai prioritas supaya Anda tidak stuck bekerja tanpa hasil.

2. Makeover ruang kerja
Biar lebih motivasi bekerja, mulailah dengan mengatur apa yang terdapat di depan mata, yakni meja kerja. Sisihkan masa-masa 15 menit masing-masing minggunya untuk mencuci meja kerja supaya Anda tidak bosan.

3. Tentukan sasaran karier
Fase ini paling tricky sebab seseorang dapat dengan yakin melafalkan career goal mereka namun selesai buntu. Tidak perlu menciptakan target jangka panjang, think about your day-to-day work. Mengetahui kemauan Anda (secara spesifik) dalam berkarier bakal mendekatkan kita dalam pencapaian—than doing nothing.

4. Networking
Perluas jaringan sosial Anda. Bukan melulu lewat LinkedIn, namun pun mendatangi event atau tempat di mana Anda dapat menemukan orang-orang baru yang dapat memberikan informasi dan pengetahuan bermanfaat. Bergabung dalam komunitas perempuan bekerja atau komunitas satu profesi, serta mengikuti sekian banyak seminar dan forum dapat menjadi langkah mula Anda guna membuka jaring sosial.

5. Stretch yourself
What excites you and energizes you? What’s your passion? Jangan berhenti meyakinkan diri kita dengan terus ‘berkaca’ pada pertanyaan (yang dibilang klise) ini. Banyak kesuksesan bermunculan di luar comfort zone. So, do something that scares you.

Baca Juga :

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Seorang wanita kaya sedang menyusuri trotoar

ketika ditegur perempuan gelandangan yang lusuh dan kumal. Gelandangan itu meminta beberapa ribu rupiah untuk makan.

Wanita itu mengambil dompetnya, mengeluarkan Rp500.000 dan bertanya: ”Jika kamu kuberi uang ini, apakah kamu akan menghabiskannya untuk berbelanja?” ”Tidak Nyonya, aku tidak mau membuang waktu untuk belanja.” Jawab gelandangan itu lagi. ”Aku akan memakai uang ini untuk bertahan hidup.” ”Apakah kamu akan menggunakannya untuk pergi ke salon? ”Wanita itu sekali lagi bertanya.”Apakah Anda sudah gila?” jawab gelandangan itu.

”Aku tidak pernah merapikan rambutku selama 20 tahun”.

Wanita itu berkata, ”Oke. Aku akan mengajakmu makan malam di restoran bersama suamiku malam ini” ”Mengapa Nyonya? Nanti suamimu akan marah melihatku” gelandangan itu kaget. ”Tidak masalah. Suamiku perlu melihatmu agar dia tahu apa jadinya seorang wanita jika tidak diberi uang untuk belanja dan perawatan rambut” (Cerita di atas adalah cuplikan humor di salah satu grup BBM) Cerita ini perlu saya angkat untuk menggambarkan sebuah kebutuhan yang sangat jelas bagi sebuah kelompok, yaitu berbelanja. Shopping, kata kerennya.

Untuk sebagian orang, shopping ini tidak ada hubungannya dengan kebutuhan barang atau kebutuhan untuk memiliki barang baru. Shopping sudah merupakan sebuah lifestyle, dan gaya hidup inilah yang sebenarnya sedang digarap beramai-ramai oleh pusat perbelanjaan dengan imingiming ”Midnite Sale”-nya.

Segmentasi konsumen: beyond kelas sosial

Dalam tulisannya yang berjudul ”Kelas Menengah”, Ayu Utami menganalisa bahwa euforia belanja diskon tengah malam menjelaskan kriteria baru tingkatan social economy class konsumen, memisahkan kelas menengah dari kelas atas. Menurutnya, kelas atas mau barang dengan harga yang paling mahal. Kalau tidak mahal, malah tidak layak beli. Kelas menengah adalah yang mengidamkan benda-benda yang dipakai kelas atas tadi, tapi dengan harga diskon.

Mungkin ada benarnya analisa tersebut. Tetapi, saya lebih senang melihatnya dari perspektif yang berbeda. Sudah saatnya kita melihat konsumen dari perilakunya, bukan kelas status sosialnya. Sering produsen berasumsi bahwa barang mahal hanya dibutuhkan oleh kelas atas sedangkan barang murah dibeli oleh yang berpenghasilan minimal. Itu berlaku 10 tahun yang lalu, saat semua pembayaran harus cash dan saat jumlah brand terbatas.

 

Saat ini, di mana tawaran pembayaran cicilan

(kadang dengan bunga 0 persen) semakin banyak, barrier untuk pembelian barang branded menjadi semakin rendah. Konsumen mulai terbagi menjadi beberapa aspek lain, terutama yang menonjol adalah perbedaan sikap dan perilakunya terhadap produk tertentu. Pemasar sudah harus bisa melihat pergeseran segmentasi konsumen ini sejak lama.

Menjual shopping experience, bukan produk

Apa yang mendasari konsumen untuk berlari datang ke midnite sale? Kebutuhan untuk mempunyai barang baru ataukah kebutuhan untuk tidak tertinggal tawaran menarik diskon besar-besaran? Ini adalah kebutuhan para shoppers, kebutuhan berbelanja. Saya kurang sependapat dengan opini bahwa sekarang ini banyak orang menginginkan barang yang dibelinya bukan karena ia butuh.

Jadi, tidak nyambung antara keinginan dan kebutuhan.Needs dan wants sudah tidak berhubungan lagi. Di kacamata saya, needsdan wants selalu berhubungan. Kebutuhannya memang sudah bukan kebutuhan barang lagi. Dalam midnite sale, yang terjadi adalah kebutuhan untuk shopping, dan bukan sekadar shopping biasa. Shopping best buy. Ini sudah beyond kebutuhan memiliki barang baru.
ADVERTISEMENT

Yang ditawarkan oleh midnite sale event adalah tawaran best buy shopping, dan itu adalah ”too good to be true” yang disambut oleh kelompok konsumen tertentu yang memiliki karakteristik suka shoppingdan suka sekali mencari diskon dan tawaran-tawaran termurah. Bagaimana mengukur kepuasan konsumen ini? Tentu tidak bisa dilihat dari apakah kemudian barang-barang itu digunakan atau disimpan di gudang saja.Yang harus difokuskan adalah pengalaman berbelanjanya.

Apakah saat berbelanja midnite sale ia telah mengalami kemudahan dan hal-hal yang menyenangkan? Pekerjaan rumah untuk pemasar adalah pemahaman terhadap perilaku segmen baru ”the best-buy shoppers”. Jangan take it for granted, disamakan dengan karakter konsumen pada umumnya.Mereka adalah kelompok baru, dengan beragam ekspektasi yang berbeda.

Jadi,sekali lagi, PR-nya adalah memahami mereka dalam kacamata Need-Want: Shopping Experience yang sangat bermuatan emosional. Keluarlah dari Need-Want: Produk, yang masih fungsional.

Baca juga : 

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

Produsen produk olahraga dalam negeri League

memasang ancang-ancang untuk memasuki persaingan dengan merek internasional di tahun 2012 mendatang.

Saat ini League yang sudah memiliki beberapa office di luar negeri seperti di Singapura, London dan Amerika Serikat membidik segmen pasar menengah dan premium dan menargetkan untuk dapat mulai bersaing di pasar internasional.

“Dengan adanya office tersebut maka bisa membuat produk kita dikenal, dan kemudian baru bisa diterima oleh internasional,” ungkap Chief Operating Officer League Hartono Wijaya di Jakarta, kemarin.

Demi bersaing dengan pasar internasional pihak League

juga telah mempersiapkan sebuah konsep yang disebut dengan kontinuitas atau berkelanjutan. Yaitu tidak hanya sebatas pada produk yang dipakai saat berolahraga, namun juga merambah ke dunia lifestyle yang masih kental unsur sport-nya.

“Seperti halnya seorang pemain basket saat di lapangan, League akan membuatkan seperangkat pakaian basket lengkap, dari sepatu, sampai kostum tetapi apabila pemain basket tersebut sedang hangout maka League juga akan membuatkan serangkaian perlengkapan casual lifestyle yang nyaman digunakan oleh pemain basket tersebut tanpa menghilangkan karakteristik dari pemain basket,” urai Hartono.

Melalui konsep ini League yang merencanakan di awal tahun

depan akan mulai membangun juga dunia lifestyle dengan mengedepankan unsur mode dan tren warna. Hartono juga mengungkapkan guna mewujudkan hal ini pihaknya telah mempersiapkan beberapa brand ambassador. Adapun para brand ambassador masih berasal dari dunia olahraga untuk menjadi ikon koleksi Lague.

Salah satu brand ambassador

yang diusung League di antaranya pemain tim nasional sepakbola Indonesia yang tengah naik daun usai membela timnas Indonesia U-23 di ajang Sea Games lalu, yaitu Titus Bonai dan Kim Kurniawan.

Yang menjadi kebanggaan tersendiri, menurut pihak league, karena keduanya dikenal dengan kehebatannya di lapangan hijau dan dirasa cukup konsisten dalam menjalankan perannya sebagai brand ambasador.

“Melalui brand ambassador ini setiap tahunnya ada kemajuan pesat yang dirasakan pihak League, adapun keuntungannya bisa mencapai 100 persen lebih di setiap tahunnya.

Sumber : https://how.co.id

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Sebanyak 200 perusahaan dari Hong Kong

dan Provinsi Guangdong yang mengambil bagian dalam Lifestyle Expo di Jakarta akan mempertunjukkan ragam produk gaya hidup.

 

Ajang ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Jakarta oleh Hong Kong

Trade Development Council (HKTDC) yang bekerja sama dengan Badan Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Provinsi Guangdong (GD-DOFTEC), serta Perwakilan Provinsi Guangdong untuk Dewan Promosi Perdagangan Internasional China dengan didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Selasa (14/2/2012), Special Expo Events di Jakarta, melalui Lifestyle Expo diharapkan mampu menggaet para pembeli dari Indonesia untuk bisa mencari dan mendapatkan produk-produk gaya hidup inovatif tanpa harus bertandang ke luar negeri.

Sekaligus memberikan kesempatan temu muka antar penyedia barang dan jasa potensial.

Hong Kong sebagai pusat mode Asia dan Provinsi Guangdong sebagai pusat pabrik manufaktur dunia, akan mempertunjukkan ragam produk gaya hidup berkualitas dalam pameran Lifestyle Expo di Jakarta, yang akan diselenggarakan pada 15-17 Maret di Jakarta Convention Center (JCC).

Pameran tersebut terbagi dalam lima zona, yakni consumer electronics, gifts and premiums, produk rumah tangga dan barang elektronik (household products and electrical appliances), produk fashion dan aksesoris (fashion and fashion accessories), serta arloji dan jam (watches and clocks).

Sebagai informasi, HKTDC merupakan perpanjangan tangan bagi para pengusaha barang dan jasa Hong Kong di pasar internasional.

 

HKTDC juga mempromosikan Hong Kong

sebagai bisnis hubungan, baik terhadap China maupun Asia secara keseluruhan. HKTDC mengorganisasi berbagai pameran perdagangan dan misi bisnis untuk menjembatani perusahaan-perusahaan potensial di Hong Kong serta China ke panggung dunia, sekaligus menyediakan informasi melalui publikasi, riset, laporan juga secara virtual melalui dunia maya. (ank)

Sumber : https://merekbagus.co.id/