Puisi Diskusi Hujan

Puisi Diskusi Hujan

Puisi Diskusi Hujan

Puisi Diskusi Hujan

Puisi Diskusi Hujan

Februari basah rebah
mendung masih membawa puting angin
mengarak jelaga awan-awan di langit

Alam mendengar
hujan berdiskusi dengan angin, awan , tanah, petir
hingga isi langit bumi turut hadir
hanya manusia terlalu tuli untuk mendengar diskusi hujan
banjir, tanah longsor, badai
datang tiba-tiba
menikam manusia-manusia buta tuli

Lumpur dan angin membawa catatan pahit
mengganti penggalan napas yang mulai payah
hanya kilatan duka
bersemayam dalam tubuh manusia

Februari basah rebah
mendung masih membawa puting angin
mengantar manusia berdiskusi dengan Tuhan.

Baca Juga ; 

Perbedaan Kereta-Kereta di Indonesia

Perbedaan Kereta-Kereta di Indonesia

Perbedaan Kereta-Kereta di Indonesia

Perbedaan Kereta-Kereta di Indonesia

Perbedaan Kereta-Kereta di Indonesia

MAR

30

Perbedaan Kereta-Kereta di Indonesia

Naik bis atau kereta api? Kereta api (KA) dooong. Selain murah (terutama KA ekonomi), pemandangan sepanjang jalan lebih indah berupa sawah-sawah, tidak khawatir muntah karena tidak bau bensin dan relatif aman dari asap rokok. Dan pastinya, khusus KA Ekonomi non AC tidak akan mengalami kenaikan harga tiket ketika hari raya. Yay!!!

Ada 3 kelas KA yaitu kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Apa sih yang membedakan ketiga kelas itu? Cekidot yuk! (Asli! Saya tidak nyaman dengan istilah kelas. Kesannya diskriminatif sekali. Tapi ya sudahlah, ini istilah yang dipakai pihak PT. KAI. Sigh…).

Pertama: Harga

Kelas eksekutif merupakan kelas dengan harga tiket termahal. Kelas eksekutif ini dibagi menjadi A dan B. Kereta api eksekutif A memiliki rangkaian gerbong yang semuanya adalah kelas eksekutif. Harganya bisa 2 kali lipat harga kelas bisnis. Nah, kalau eksekutif B, rangkaian keretanya terdiri dari kelas eksekutif, bisnis bahkan beberapa ada kelas ekonomi AC-nya juga. Harganya sih sekitar 40% lebih tinggi dari harga bisnisnya.

Contohnya kereta dari Bandung ke Yogyakarta untuk keberangkatan 5 Agustus 2012. Kereta api eksekutif A seperti Turangga dan Argowilis, harga tiketnya Rp 285.000 (Eh, H-7 lebaran harganya Rp 470.000, dan hari H seharga Rp 510.000). KA eksekutif B seperti Lodaya yang memiliki rangkaian bisnis, harganya untuk kelas eksekutif Rp 200.000 dan bisnis Rp 135.000. Sedangkan contoh Eksekutif B yang memiliki ekonomi AC-nya adalah Malabar. Harga tiket eksekutif Rp 220.000, bisnis Rp 160.000 dan ekonomi Rp 110.000.

Kalau kelas ekonomi harganya super duper murah. Nih ya, Bandung – Yogyakarta harganya hanya Rp 35.000! Murah banget kan?! Emang bener angkutan rakyat. 🙂

Update: KA ekonomi sudah tidak dioperasikan lagi.

Kedua: Fasilitas

Kursi empuk layaknya bis antar kota eksekutif, bantal, kamar kecil yang harum, AC, dan televisi flat yang ditempel di bagian depan kereta merupakan fasilitas yang diperoleh kelas eksekutif. Makanan yang ditawarkan lebih beragam dan high class (pastinya dengan high price). Petugas menawarkan makanan hanya dengan menyodorkan menu yang mereka miliki. Biasanya yang menawarkan makanan sih Mas-Mas yang masih muda dengan pakaian bersih dan rapi. Hohoho.

Kelas bisnis memiliki tempat duduk yang cukup empuk tapi dengan pelapis kulit biasa. Bedanya dengan kelas ekonomi adalah tempat duduknya bisa dibalik atau diatur berhadap-hadapan dengan tempat duduk di depan atau di belakangnya. Kalau tempat duduk kelas ekonomi, paten tuh duduknya berhadap-hadapan 2 orang-2 orang. Sebagaimana kelas eksekutif, kelas bisnis memiliki 2 lajur tempat duduk yaitu kiri dan kanan dimana masing-masing barisnya terdiri dari 2 tempat duduk di kanan dan 2 tempat duduk di kiri. Sedangkan kelas ekonomi terdiri dari lajur dengan 2 dan 3 tempat duduk.

Di kelas bisnis dan ekonomi ditawarkan juga makanan. Menu yang ditawarkan lebih “murah”. Pakai tanda petik karena mi instan rebus saja harga satu porsinya sampai Rp 10.000 (di kelas eksekutif sekitar Rp 12.000). Mahalnyaaa. Padahal harga normal di warung bubur kacang ijo, semangkuk mi instan rebus sekitar Rp 4.000, sudah menggunakan sawi hijau dan telur. Menu yang biasa ditawarkan pada kelas ini berupa nasi goreng, mi instan, air kopi, air teh atau air jeruk. Dan biasanya mereka membawa serta masakan/minuman yang ditawarkan ke penumpang. Petugasnya? Bapak-bapak dengan seragam yang warnanya sudah mulai pudar.

Pedagang asongan bisa masuk dan menjajakan langsung dagangannya kepada penumpang pada kelas bisnis dan ekonomi. Walau sudah ada peraturan turun ketika kereta akan berangkat, masih ada saja beberapa pedagang yang ikut sampai stasiun-stasiun berikutnya. Terkadang ada petugas keamanan kereta yang mengingatkan.

Pada kelas ekonomi atau bisnis akan Anda temui kamar kecil dengan lobang WC nongkrong, sebuah ember kecil dari seng dengan sebuah gayung plastik. Saya pernah mendapatkan pintunya yang tidak dapat ditutup rapat. Jika baru berangkat dari stasiun pemberangkatan, masih bau karbol karena baru dibersihkan. Beda jika sudah lebih dari separo perjalanan, bau pesing mulai tercium.

Kereta bisnis lebih bersih dari kereta ekonomi. Tiap gerbongnya dilengkapi kipas angin. Satu gerbong sekitar 5 buah. Kereta api ekonomi umumnya tidak ada kipas angin, namun ada yang menggunakan AC untuk KA ekonomi yang serangkaian dengan kereta eksekutif (KA eksekutif B).

Ketiga: Kemudahan memperoleh tiket

Kereta api eksekutif, bisnis dan ekonomi AC bisa dengan mudah diperoleh karena ada banyak bentuk layanan dan titik penjualan. Selain di stasiun, tiket bisa diperoleh melalui contact center 121/021-121, railbox, kantor pos, indomaret, alfamart, fastpay, citos connection, mobile ticketing online atau rail agent-nya yang tersebar, dan sebagainya. Oya, catatan. Jika membeli selain di stasiun akan ada biaya tambahan. Misalnya di Indomaret, biaya tiket ditambah Rp 7.000. Saya lupa sebagai uang apa gitu. Jadi, kalau malas untuk ngantri di stasiun, bisa membeli melalui tempat-tempat alternatif. Namun, jika belinya banyak, misalnya 10 buah, lumayan juga tuh hitungan akhirnya. Bisa beda Rp 70.000 sendiri.

Tiket KA ekonomi hanya bisa dibeli di stasiun khusus kelas ekonomi. Misalnya stasiun Lempuyangan di Yogyakarta, Kiara Condong di Bandung, Gombong di Surabaya, Pasar Senen di Jakarta. Penjualan biasanya dimulai dari pukul 00.00 WIB. Benar-benar butuh perjuangan deh untuk mendapatkan tiket ekonomi apalagi musim liburan atau hari raya.

Keempat: Waktu tempuh

Pasti dong kelas ekonomi yang paling lama karena harus “mengalah”, memberi jalan kepada kelas-kelas yang ada di atasnya. Hirarkinya bisa lihat pada contoh berikut. Misalnya waktu tempuh kereta api Yogyakarta-Bandung:

Eksekutif Argowilis sekitar 7 jam.

Eksekutif – bisnis Lodaya sekitar 7 jam 24 menit

Eksekutif – bisnis – ekonomi AC Malabar sekitar 8 jam

Bisnis Mutiara Selatan 8 jam 23 menit

Ekonomi Pasundan sekitar 10 jam.

Naaah, kalau terburu-buru tapi uang tidak cukup untuk pesawat, pilih kereta eksekutif. Sebenarnya sih beda tipis, apalagi kalau dapat tiket pesawat promo. Kalau benar-benar tidak punya uang dan tidak dikejar waktu, ekonomi saja. Panas sih kalau perjalanan siang, tapi bisa lebih menikmati pemandangan sawah-sawah yang terbentang karena lebih sering berhenti dan lama. Heuheu…

Katanya, layanan kelas eksekutif terus ditingkatkan misalnya dengan modifikasi interior untuk kelas eksekutif sehingga penumpang merasa lebih nyaman. Semoga segera ada perbaikan untuk kelas bisnis dan ekonomi juga ya. Pastinya, kita sebagai para penumpang pun kudu melakukan perbaikan perilaku. Contohnya, tidak membuang sampah sembarangan atau mencorat-coret gerbong. Well, secara umum, PT. KAI sudah melakukan perbaikan layanan, diantaranya:

  1. Yang bisa masuk peron hanya pemiliki karcis. Pengantar tidak boleh. Sehingga kondisi dalam stasiun tidak sesak. Bahkan di Pasar Senen misalnya, penumpang yang masih lama jadwal keberangkatannya dilarang masuk dan diminta menunggu di ruang tunggu dulu.
  2. Karcis bisa dibeli 90 hari sebelum hari keberangakatan. Ini menghindari antrian panjang dan berdesakan ketika membeli karcis.
  3. Untuk kelas ekonomi, karcis yang dijual sesuai dengan jumlah tempat duduk yang ada. PT KAI memberlakukan kapasitas 100 persen atau dengan kata lain tidak ada penumpang yang berdiri selama perjalanan, karena satu tiket hanya berlaku untuk satu tempat duduk.
  4. Patroli petugas keamanan ada pada setiap kereta, termasuk kelas ekonomi juga. Jadi, tenang deh.
  1. Himbauan untuk tidak merokok. Namanya juga himbauan, bukan larangan. Kalau larangan, ketika dilanggar maka akan dihukum. Biasanya penumpang akan memilih menghabiskan rokoknya di dekat pintu.

Baca Juga : 

Telekomunikasi dalam mengatur penggunaan TI

Telekomunikasi dalam mengatur penggunaan TI

Telekomunikasi dalam mengatur penggunaan TI

Telekomunikasi dalam mengatur penggunaan TI

Telekomunikasi dalam mengatur penggunaan TI

Keterbatasan UU Telekomunikasi dalam mengatur penggunaan TI!

 

Didalam UU No. 36 Telekomunikasi berisikan 9 BAB yang mengatur hal-hal berikut ini; azas dan tujuan telekomunikasi, pembinaaan, penyelenggaraan telekomunikasi, penyidikan, sanksi administrasi, ketentuan pidana, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. Undang-Undang ini dibuat untuk menggantikan UU No. 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, karena diperlukan penataan dan pengaturan kembali penyelenggaraan telekomunikasi nasional, dimana semua ketentuan itu telah disetujui oleh DPR RI.

 

UU ini dibuat karena terdapat beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi.
Dengan munculnya undang-undang tersebut membuat banyak terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi, antara lain :
  1. Telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Perkembangan teknologi yang sangat pesat tidak hanya terbatas pada lingkup telekomunikasi itu saja, melainkan sudah berkembang pada TI.
  3. Perkembangan teknologi telekomunikasi dituntut untuk mengikuti norma dan kebijaksanaan yang ada di Indonesia.
UU No. 36 Telekomunikasi dalam mengatur TI berisikan asas dan tujuan telekomunikasi, penyidikan, penyelenggaraan telekomunikasi, sangsi administrasi dan ketentuan pidana.
Menurut undang-undang No. 36 Tahun 1999 mengenai Telekomunikasi pada pasal 38 yang berisikan “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi”. Pada undang-undang ini lebih terfokus kepada gangguan yang bersifat infrastruktur dan proses transmisi data, bukan mengenai isi content informasi. Dengan munculnya undang-undang ini membuat terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi.
Jadi, UU No. 36 tersebut dapat mengatur penggunaan teknologi informasi, karena dalam undang-undang tersebut berarah kepada tujuan telekomunikasi dan otomatis dapat sekaligus mengatur penggunaan informasi tersebut sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam undang-undang ini juga tertera tentang penyelenggaraan telekomunikasi, sehingga telekomunikasi dapat diarahkan dengan baik karena adanya penyelenggaraan telekomunikasi tersebut.
Penyidikan dan sangsi administrasi dan ketentuan pidana pun tertera dalam undang-undang ini, sehingga penggunaan telekomunikasi lebih terarah dan tidak menyimpang dari undang-undang yang telah ada. Sehingga, menghasilkan teknologi informasi yang baik dalam masyarakat.
Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Permainan Tradisional Yoyo di Era Modern

Seiring dengan perkembangan teknologi yoyo. Sekarang ini permainan tradisional yoyo telah berkembang menjadi permainan yang sangat modern. Dari mulai bentuk, corak warna, teknologi porosnya, dan tehnik bermain.

Yoyo yang dibuat pada masa sekarang ini telah melalui banyak sekali perubahan teknologi, terutama pada pengembangan teknologi di poros as-nya. Dengan teknologi yang paling baru, sekarang ini yoyo mampu berputar bebas dengan waktu yang jauh lebih lama. Hal ini terjadi karena pengembangan teknologi yang telah mampu membuat poros yoyo mengalami pengurangan gesekan yang sangat signifikan.

Dengan berkurangnya gesekan pada poros yoyo dengan tali, maka jelas telah membuat yoyo bisa berputar bebas dengan sangat lama. Dan hal ini kemudian juga sangat berpengaruh dengan berkembangnya tehnik permainan tradisional yoyo. Karena yoyo modern dapat berputar bebas dengan sangat lama, maka pemain bisa menciptakan berbagai macam gaya bermain yoyo.

Sampai pada akhirnya dengan perkembangan pesat permainan tradisional yoyo, membuat banyak bermunculannya kontes-kontes atau lomba bermain yoyo di seluruh dunia. Pada kontes yoyo biasanya akan dipertandingkan berbagai gaya dan tehnik bermain yoyo diantara para peserta permainan tradisional yoyo.

Baca Juga :

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

Salah satunya kebijakan penting yang pernah diambil oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengurai kemacetan di ibukota adalah pemberlakuan angkutan massal bus Trans Jakarta. Hadirnya angkutan massal yang satu ini diharapkan menjadi salah satu solusi mengurangi pengguna kendaraan pribadi di Jakarta. Namun sayangnya, hadirnya Trans Jakarta ini malah semakin memperparah kemacetan di ibu kota. Jalur Trans Jakarta yang mengambil sebagian dari badan jalan kian mempersempit jalan yang ada, sementara itu pelebaran jalan tidak dilakukan.

Menghadapi kemacetan yang seakan-akan tidak pernah terurai, akhirnya banyak pengendara yang tidak sabar memilih untuk menerobos jalur Trans Jakarta. Hal ini tentunya bertentangan dengan peraturan yang ada, namun apa yang hendak di kata, semuanya sedang berlomba dengan kesibukan masing-masing yang entah kapan akan selesai.

Akhirnya tambah lagi tugas baru bagi pemerintah. Pemerintah kembali harus menghalau para penerobos tersebut dari jalur yang hanya diperuntukkan untuk bus Trans Jakarta. Berbagai cara pun dilakukan, mulai dengan meninggikan separator hingga memasang portal di jalur Trans Jakarta tersebut. Namun, pengedara yang “kreatif” tentu mampu mengelabui semua tindakan-tindakan pencegahan yang dilakukan. Setelah itu, kemacetan tetap belum terurai.

Polda Metro Jaya pun akhirnya membuat sebuah rencana baru, sebuah kebijakan akan diberlakukan. Pengendara yang menerobos jalur Trans Jakarta akan dikenakan denda, yaitu denda sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) bagi pengendara kendaraan roda dua dan denda sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) bagi pengendara kendaraan roda empat.

Tentu saja, dalam Undang-Undang Nomor Nomor 22 Taun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ketentuan mengenai denda terhadap setiap pelanggaran lalu lintas bukan lah suatu hal yang asing. Dalam Undang-undang ini, ketentuan denda menjadi pidana pokok yang dapat diterapkan bagi pelaku pelanggaran lalu lintas. Lalu di mana hal baru yang membuat kebijakan ini menjadi spesial?

Ketentuan mengenai denda ini, jika mengacu pada ketentuan Pasal 287 ayat (2) Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, tidak ada pembedaan denda terhadap kendaran roda dua dan kendaraan roda empat. Dalam Pasal tersebut, hanya mencantumkan denda maksimal Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) bagi pengendara yang melanggar larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas. Lalu ketentuan mengenai denda sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) bagi pengendara kendaraan roda empat menjadi tidak berdasar.

Baca Juga :

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Sejarah mencatat, Napoleon bonaparte. Kalah dalam perang karena musuhnya lebih lama (5 menit) perang darinya.
Kegagalan dan keberhasilan. Kemenangan dan kekalahan disebabkan hal kecil.
Dalam islam. Menyembelih hewan tanpa menyebutkan Asma Allah. Hewan tersebut haram dimakan, karena sama dengan bangkai.

Hanya karena keluar gas dari dubur, wudhu yang menyucikan telah terbatalkan.
Dikarenakan sms disusun dalam 2 kalimat. Perselisihan bahkan berujung cerai dalam rumah tangga.

Bukan banyak pasukan, bukan pula hebatnya peralatan perang menghancurkan dunia. Namun karena keputusan kepala negara, terucap dari mulutnya satu kata ”perang”.

Besarnya dampak bom bunuh diri, bukan dalam menyusun atau merangkai Bom terbuat dari C4 itu. Tapi sangat tergantung satu tombol ”On”…

Dulu saat engkau masih mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru mu. Kesalahan terkadang bukan karena kamu salah cara. Tapi karena kekeliruan kecil meletakkan koma (,).

Angka nol itu mungkin tidak bernilai. Tapi didalam selembar cek, angka nol sangat mempengaruhi uang tunai yang kau cairkan.

Napoleon hill menuliskan dalam bukunya. Para penerbit banyak mendapatkan untung, hanya karena menggantikan judul dari sampul buku.

Pesawat ulang-alik Columbia milik NASA. Jatuh hanya karena buih kecil melayang diudara.

Pesawat komersial di jerman jatuh, karena tertabrak burung, yang sunguh kecil dibandingkan rangkaian pesawat.

Orang bijak, menganalogikan kenikmatan dunia, bagaikan tetesan air yang jatuh dari jari mu, setelah engkau mencelupkan kedalam laut. Karena sepuntung rokok, menghanguskan perumahan satu RT.

Nyamuk yang begitu kecil Allah ciptakan. Telah membuka lapangan kerja bagi ribuan manusia. Seorang wanita penzina. Ditempatkan disyurga karena memberi minum anjing yang kehausan. Dalam penjualan, anggukan kecil menghasilkan deal besar.

Oleh karena itu, Perhatikan hal besar. Dan TELITILAH dalam perkara KECIL

Baca Juga : 

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak….. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .
dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku …. Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian..
sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.
kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..
disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.
“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.. dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh Ke bawah.

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.”
Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”.

Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.

Kerbat Imelda/ anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah
kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.
Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.

Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka diistilahkan oleh Khalil Gibran sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan anak-anak dalam menapaki jalan masa depannya. Tentu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Langkah guna Memperbaiki Karier

Langkah guna Memperbaiki Karier

Pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiran semua orang ketika hendak melakukan perubahan ialah “harus mulai dari mana?” Ini urusan yang wajar, jadi kita tak butuh bingung. Cara gampang untuk menambah kualitas diri sendiri ialah dengan mengerjakan serangkaian evolusi kecil di sekian banyak aspek kehidupan. Termasuk dalam urusan karier.

Banyak yang bilang bahwa menemukan pekerjaan tersebut ibarat mengejar jodoh sebab Anda tentu akan mengejar ups and downs ketika menjalankannya. Namun yang terpenting ialah menemukan kegiatan yang kita cintai.

Memiliki kemauan untuk mengerjakan perubahan dalam karier guna menjadi lebih baik, igatlah bahwa semua tersebut tidak sedang di tangan atasan atau teman kerja Anda. Bukan rmereka yang bertanggung jawab terhadap karier Anda, diri kita sendiri.

Menjelang akhir tahun, Anda hendak melakukan perbaikan dalam karier, inilah langkah-langkah yang dapat Anda terapkan.

1. Mulai membuat susunan prioritas
Jangan beranggapan membuat susunan what to do tersebut useless. Kenyataannya, susunan ini dapat membantu kita bekerja lebih produktif. Kumpulan ini pun membantu Anda guna menilai prioritas supaya Anda tidak stuck bekerja tanpa hasil.

2. Makeover ruang kerja
Biar lebih motivasi bekerja, mulailah dengan mengatur apa yang terdapat di depan mata, yakni meja kerja. Sisihkan masa-masa 15 menit masing-masing minggunya untuk mencuci meja kerja supaya Anda tidak bosan.

3. Tentukan sasaran karier
Fase ini paling tricky sebab seseorang dapat dengan yakin melafalkan career goal mereka namun selesai buntu. Tidak perlu menciptakan target jangka panjang, think about your day-to-day work. Mengetahui kemauan Anda (secara spesifik) dalam berkarier bakal mendekatkan kita dalam pencapaian—than doing nothing.

4. Networking
Perluas jaringan sosial Anda. Bukan melulu lewat LinkedIn, namun pun mendatangi event atau tempat di mana Anda dapat menemukan orang-orang baru yang dapat memberikan informasi dan pengetahuan bermanfaat. Bergabung dalam komunitas perempuan bekerja atau komunitas satu profesi, serta mengikuti sekian banyak seminar dan forum dapat menjadi langkah mula Anda guna membuka jaring sosial.

5. Stretch yourself
What excites you and energizes you? What’s your passion? Jangan berhenti meyakinkan diri kita dengan terus ‘berkaca’ pada pertanyaan (yang dibilang klise) ini. Banyak kesuksesan bermunculan di luar comfort zone. So, do something that scares you.

Baca Juga :

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :