Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil Sejarah mencatat

Sejarah mencatat, Napoleon bonaparte. Kalah dalam perang karena musuhnya lebih lama (5 menit) perang darinya.
Kegagalan dan keberhasilan. Kemenangan dan kekalahan disebabkan hal kecil.
Dalam islam. Menyembelih hewan tanpa menyebutkan Asma Allah. Hewan tersebut haram dimakan, karena sama dengan bangkai.

Hanya karena keluar gas dari dubur, wudhu yang menyucikan telah terbatalkan.
Dikarenakan sms disusun dalam 2 kalimat. Perselisihan bahkan berujung cerai dalam rumah tangga.

Bukan banyak pasukan, bukan pula hebatnya peralatan perang menghancurkan dunia. Namun karena keputusan kepala negara, terucap dari mulutnya satu kata ”perang”.

Besarnya dampak bom bunuh diri, bukan dalam menyusun atau merangkai Bom terbuat dari C4 itu. Tapi sangat tergantung satu tombol ”On”…

Dulu saat engkau masih mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru mu. Kesalahan terkadang bukan karena kamu salah cara. Tapi karena kekeliruan kecil meletakkan koma (,).

Angka nol itu mungkin tidak bernilai. Tapi didalam selembar cek, angka nol sangat mempengaruhi uang tunai yang kau cairkan.

Napoleon hill menuliskan dalam bukunya. Para penerbit banyak mendapatkan untung, hanya karena menggantikan judul dari sampul buku.

Pesawat ulang-alik Columbia milik NASA. Jatuh hanya karena buih kecil melayang diudara.

Pesawat komersial di jerman jatuh, karena tertabrak burung, yang sunguh kecil dibandingkan rangkaian pesawat.

Orang bijak, menganalogikan kenikmatan dunia, bagaikan tetesan air yang jatuh dari jari mu, setelah engkau mencelupkan kedalam laut. Karena sepuntung rokok, menghanguskan perumahan satu RT.

Nyamuk yang begitu kecil Allah ciptakan. Telah membuka lapangan kerja bagi ribuan manusia. Seorang wanita penzina. Ditempatkan disyurga karena memberi minum anjing yang kehausan. Dalam penjualan, anggukan kecil menghasilkan deal besar.

Oleh karena itu, Perhatikan hal besar. Dan TELITILAH dalam perkara KECIL

Baca Juga : 

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

MENCINTAI TANPA SYARAT

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak….. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .
dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku …. Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian..
sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.
kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..
disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.
“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.. dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

MEJA MAKAN

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh Ke bawah.

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.”
Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”.

Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.

Kerbat Imelda/ anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah
kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.
Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.

Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka diistilahkan oleh Khalil Gibran sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan anak-anak dalam menapaki jalan masa depannya. Tentu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Langkah guna Memperbaiki Karier

Langkah guna Memperbaiki Karier

Pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiran semua orang ketika hendak melakukan perubahan ialah “harus mulai dari mana?” Ini urusan yang wajar, jadi kita tak butuh bingung. Cara gampang untuk menambah kualitas diri sendiri ialah dengan mengerjakan serangkaian evolusi kecil di sekian banyak aspek kehidupan. Termasuk dalam urusan karier.

Banyak yang bilang bahwa menemukan pekerjaan tersebut ibarat mengejar jodoh sebab Anda tentu akan mengejar ups and downs ketika menjalankannya. Namun yang terpenting ialah menemukan kegiatan yang kita cintai.

Memiliki kemauan untuk mengerjakan perubahan dalam karier guna menjadi lebih baik, igatlah bahwa semua tersebut tidak sedang di tangan atasan atau teman kerja Anda. Bukan rmereka yang bertanggung jawab terhadap karier Anda, diri kita sendiri.

Menjelang akhir tahun, Anda hendak melakukan perbaikan dalam karier, inilah langkah-langkah yang dapat Anda terapkan.

1. Mulai membuat susunan prioritas
Jangan beranggapan membuat susunan what to do tersebut useless. Kenyataannya, susunan ini dapat membantu kita bekerja lebih produktif. Kumpulan ini pun membantu Anda guna menilai prioritas supaya Anda tidak stuck bekerja tanpa hasil.

2. Makeover ruang kerja
Biar lebih motivasi bekerja, mulailah dengan mengatur apa yang terdapat di depan mata, yakni meja kerja. Sisihkan masa-masa 15 menit masing-masing minggunya untuk mencuci meja kerja supaya Anda tidak bosan.

3. Tentukan sasaran karier
Fase ini paling tricky sebab seseorang dapat dengan yakin melafalkan career goal mereka namun selesai buntu. Tidak perlu menciptakan target jangka panjang, think about your day-to-day work. Mengetahui kemauan Anda (secara spesifik) dalam berkarier bakal mendekatkan kita dalam pencapaian—than doing nothing.

4. Networking
Perluas jaringan sosial Anda. Bukan melulu lewat LinkedIn, namun pun mendatangi event atau tempat di mana Anda dapat menemukan orang-orang baru yang dapat memberikan informasi dan pengetahuan bermanfaat. Bergabung dalam komunitas perempuan bekerja atau komunitas satu profesi, serta mengikuti sekian banyak seminar dan forum dapat menjadi langkah mula Anda guna membuka jaring sosial.

5. Stretch yourself
What excites you and energizes you? What’s your passion? Jangan berhenti meyakinkan diri kita dengan terus ‘berkaca’ pada pertanyaan (yang dibilang klise) ini. Banyak kesuksesan bermunculan di luar comfort zone. So, do something that scares you.

Baca Juga :

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Pengalaman berbelanja: beyond product

Seorang wanita kaya sedang menyusuri trotoar

ketika ditegur perempuan gelandangan yang lusuh dan kumal. Gelandangan itu meminta beberapa ribu rupiah untuk makan.

Wanita itu mengambil dompetnya, mengeluarkan Rp500.000 dan bertanya: ”Jika kamu kuberi uang ini, apakah kamu akan menghabiskannya untuk berbelanja?” ”Tidak Nyonya, aku tidak mau membuang waktu untuk belanja.” Jawab gelandangan itu lagi. ”Aku akan memakai uang ini untuk bertahan hidup.” ”Apakah kamu akan menggunakannya untuk pergi ke salon? ”Wanita itu sekali lagi bertanya.”Apakah Anda sudah gila?” jawab gelandangan itu.

”Aku tidak pernah merapikan rambutku selama 20 tahun”.

Wanita itu berkata, ”Oke. Aku akan mengajakmu makan malam di restoran bersama suamiku malam ini” ”Mengapa Nyonya? Nanti suamimu akan marah melihatku” gelandangan itu kaget. ”Tidak masalah. Suamiku perlu melihatmu agar dia tahu apa jadinya seorang wanita jika tidak diberi uang untuk belanja dan perawatan rambut” (Cerita di atas adalah cuplikan humor di salah satu grup BBM) Cerita ini perlu saya angkat untuk menggambarkan sebuah kebutuhan yang sangat jelas bagi sebuah kelompok, yaitu berbelanja. Shopping, kata kerennya.

Untuk sebagian orang, shopping ini tidak ada hubungannya dengan kebutuhan barang atau kebutuhan untuk memiliki barang baru. Shopping sudah merupakan sebuah lifestyle, dan gaya hidup inilah yang sebenarnya sedang digarap beramai-ramai oleh pusat perbelanjaan dengan imingiming ”Midnite Sale”-nya.

Segmentasi konsumen: beyond kelas sosial

Dalam tulisannya yang berjudul ”Kelas Menengah”, Ayu Utami menganalisa bahwa euforia belanja diskon tengah malam menjelaskan kriteria baru tingkatan social economy class konsumen, memisahkan kelas menengah dari kelas atas. Menurutnya, kelas atas mau barang dengan harga yang paling mahal. Kalau tidak mahal, malah tidak layak beli. Kelas menengah adalah yang mengidamkan benda-benda yang dipakai kelas atas tadi, tapi dengan harga diskon.

Mungkin ada benarnya analisa tersebut. Tetapi, saya lebih senang melihatnya dari perspektif yang berbeda. Sudah saatnya kita melihat konsumen dari perilakunya, bukan kelas status sosialnya. Sering produsen berasumsi bahwa barang mahal hanya dibutuhkan oleh kelas atas sedangkan barang murah dibeli oleh yang berpenghasilan minimal. Itu berlaku 10 tahun yang lalu, saat semua pembayaran harus cash dan saat jumlah brand terbatas.

 

Saat ini, di mana tawaran pembayaran cicilan

(kadang dengan bunga 0 persen) semakin banyak, barrier untuk pembelian barang branded menjadi semakin rendah. Konsumen mulai terbagi menjadi beberapa aspek lain, terutama yang menonjol adalah perbedaan sikap dan perilakunya terhadap produk tertentu. Pemasar sudah harus bisa melihat pergeseran segmentasi konsumen ini sejak lama.

Menjual shopping experience, bukan produk

Apa yang mendasari konsumen untuk berlari datang ke midnite sale? Kebutuhan untuk mempunyai barang baru ataukah kebutuhan untuk tidak tertinggal tawaran menarik diskon besar-besaran? Ini adalah kebutuhan para shoppers, kebutuhan berbelanja. Saya kurang sependapat dengan opini bahwa sekarang ini banyak orang menginginkan barang yang dibelinya bukan karena ia butuh.

Jadi, tidak nyambung antara keinginan dan kebutuhan.Needs dan wants sudah tidak berhubungan lagi. Di kacamata saya, needsdan wants selalu berhubungan. Kebutuhannya memang sudah bukan kebutuhan barang lagi. Dalam midnite sale, yang terjadi adalah kebutuhan untuk shopping, dan bukan sekadar shopping biasa. Shopping best buy. Ini sudah beyond kebutuhan memiliki barang baru.
ADVERTISEMENT

Yang ditawarkan oleh midnite sale event adalah tawaran best buy shopping, dan itu adalah ”too good to be true” yang disambut oleh kelompok konsumen tertentu yang memiliki karakteristik suka shoppingdan suka sekali mencari diskon dan tawaran-tawaran termurah. Bagaimana mengukur kepuasan konsumen ini? Tentu tidak bisa dilihat dari apakah kemudian barang-barang itu digunakan atau disimpan di gudang saja.Yang harus difokuskan adalah pengalaman berbelanjanya.

Apakah saat berbelanja midnite sale ia telah mengalami kemudahan dan hal-hal yang menyenangkan? Pekerjaan rumah untuk pemasar adalah pemahaman terhadap perilaku segmen baru ”the best-buy shoppers”. Jangan take it for granted, disamakan dengan karakter konsumen pada umumnya.Mereka adalah kelompok baru, dengan beragam ekspektasi yang berbeda.

Jadi,sekali lagi, PR-nya adalah memahami mereka dalam kacamata Need-Want: Shopping Experience yang sangat bermuatan emosional. Keluarlah dari Need-Want: Produk, yang masih fungsional.

Baca juga : 

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

League bidik pasar internasional

Produsen produk olahraga dalam negeri League

memasang ancang-ancang untuk memasuki persaingan dengan merek internasional di tahun 2012 mendatang.

Saat ini League yang sudah memiliki beberapa office di luar negeri seperti di Singapura, London dan Amerika Serikat membidik segmen pasar menengah dan premium dan menargetkan untuk dapat mulai bersaing di pasar internasional.

“Dengan adanya office tersebut maka bisa membuat produk kita dikenal, dan kemudian baru bisa diterima oleh internasional,” ungkap Chief Operating Officer League Hartono Wijaya di Jakarta, kemarin.

Demi bersaing dengan pasar internasional pihak League

juga telah mempersiapkan sebuah konsep yang disebut dengan kontinuitas atau berkelanjutan. Yaitu tidak hanya sebatas pada produk yang dipakai saat berolahraga, namun juga merambah ke dunia lifestyle yang masih kental unsur sport-nya.

“Seperti halnya seorang pemain basket saat di lapangan, League akan membuatkan seperangkat pakaian basket lengkap, dari sepatu, sampai kostum tetapi apabila pemain basket tersebut sedang hangout maka League juga akan membuatkan serangkaian perlengkapan casual lifestyle yang nyaman digunakan oleh pemain basket tersebut tanpa menghilangkan karakteristik dari pemain basket,” urai Hartono.

Melalui konsep ini League yang merencanakan di awal tahun

depan akan mulai membangun juga dunia lifestyle dengan mengedepankan unsur mode dan tren warna. Hartono juga mengungkapkan guna mewujudkan hal ini pihaknya telah mempersiapkan beberapa brand ambassador. Adapun para brand ambassador masih berasal dari dunia olahraga untuk menjadi ikon koleksi Lague.

Salah satu brand ambassador

yang diusung League di antaranya pemain tim nasional sepakbola Indonesia yang tengah naik daun usai membela timnas Indonesia U-23 di ajang Sea Games lalu, yaitu Titus Bonai dan Kim Kurniawan.

Yang menjadi kebanggaan tersendiri, menurut pihak league, karena keduanya dikenal dengan kehebatannya di lapangan hijau dan dirasa cukup konsisten dalam menjalankan perannya sebagai brand ambasador.

“Melalui brand ambassador ini setiap tahunnya ada kemajuan pesat yang dirasakan pihak League, adapun keuntungannya bisa mencapai 100 persen lebih di setiap tahunnya.

Sumber : https://how.co.id

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Perusahaan Hong Kong promosi dagang di Jakarta

Sebanyak 200 perusahaan dari Hong Kong

dan Provinsi Guangdong yang mengambil bagian dalam Lifestyle Expo di Jakarta akan mempertunjukkan ragam produk gaya hidup.

 

Ajang ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Jakarta oleh Hong Kong

Trade Development Council (HKTDC) yang bekerja sama dengan Badan Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Provinsi Guangdong (GD-DOFTEC), serta Perwakilan Provinsi Guangdong untuk Dewan Promosi Perdagangan Internasional China dengan didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Selasa (14/2/2012), Special Expo Events di Jakarta, melalui Lifestyle Expo diharapkan mampu menggaet para pembeli dari Indonesia untuk bisa mencari dan mendapatkan produk-produk gaya hidup inovatif tanpa harus bertandang ke luar negeri.

Sekaligus memberikan kesempatan temu muka antar penyedia barang dan jasa potensial.

Hong Kong sebagai pusat mode Asia dan Provinsi Guangdong sebagai pusat pabrik manufaktur dunia, akan mempertunjukkan ragam produk gaya hidup berkualitas dalam pameran Lifestyle Expo di Jakarta, yang akan diselenggarakan pada 15-17 Maret di Jakarta Convention Center (JCC).

Pameran tersebut terbagi dalam lima zona, yakni consumer electronics, gifts and premiums, produk rumah tangga dan barang elektronik (household products and electrical appliances), produk fashion dan aksesoris (fashion and fashion accessories), serta arloji dan jam (watches and clocks).

Sebagai informasi, HKTDC merupakan perpanjangan tangan bagi para pengusaha barang dan jasa Hong Kong di pasar internasional.

 

HKTDC juga mempromosikan Hong Kong

sebagai bisnis hubungan, baik terhadap China maupun Asia secara keseluruhan. HKTDC mengorganisasi berbagai pameran perdagangan dan misi bisnis untuk menjembatani perusahaan-perusahaan potensial di Hong Kong serta China ke panggung dunia, sekaligus menyediakan informasi melalui publikasi, riset, laporan juga secara virtual melalui dunia maya. (ank)

Sumber : https://merekbagus.co.id/

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

Mengenal Tentang Abimanyu dalam Kisah Pewayangan

1. Nama Lain

– Angkawijaya                – Jaya Murcita 
– Jaka Pangalasan          – Partasuta 
– Sumbadraatmaja          – Wanudara
– Wirabatana.                 – Kirityatmaja 

Abimanyu merupakan putra Arjuna dengan Dewi Subadra, putri Prabu Basudewa Raja Mandura. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu, yaitu: Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. 

Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan, ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang membuatnya mampu untuk mengerti segala hal. Dalam salah satu kisahnya diceritakan bahwa setelah dewasa, oleh karena kuat tapa bratanya Abimanyu mendapatkan “Wahyu Cakraningrat” (Wahyu Makutha Raja), wahyu yang menyatakan bahwa keturunannyalah yang akan menjadi penerus tahta para Raja Hastina.

Dalam olah keprajuritan dan seni perang, ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita

Ia mempunyai dua orang istri, yaitu:

  • Dewi Siti Sundari, puteri Prabu Kresna, Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi;
  • Dewi Utari, puteri Prabu Matsyapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputera Parikesit. yang kelak akan meneruskan tahta kerajaan Hastina, menggantikan Yudistira. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.
  1. Cerita Abimanyu Gendong

Pada suatu saat, Arjuna ingin pergi meninggalkan Kasatrian Madukara. Hal ini menyebabkan para Pandawa sedih, karena Dewi Subadra masih menyusui Abimanyu yang saat itu masih bayi. Tetapi tiba-tiba Prabu Baladewa, kakak Dewi Subadra, yang saat itu menjadi utusan Duryudana, datang ingin memboyong Abimanyu beserta Dewi Subadra ke Kerajaan Astina. Nampaknya Abimanyu tidak mau untuk diboyong ke Hastina, sehingga ia selalu menangis dan minta bunga Tunjungseta. Mendengar permintaan bayi itu, Drona berjanji untuk mengusahakannya.

Akhirnya Dewi Subadra dan Abimanyu diboyong Prabu Baladewa ke Astina. Mengingat akan keselamatan Abimanyu, maka Dewi Srikandi mengutarakan niatnya untuk ikut menyertai mereka. Tetapi Prabu Baladewa melarangnya sehingga terjadilah pertengkaran.

Setelah mereka sampai di tengah hutan, Patih Pragota diperintahkan Prabu Baladewa untuk membawa Abimanyu ke tengah hutan bersama keris Baladewa. Pragota tanggap akan apa yang dimaksud Prabu Baladewa, yaitu untuk membunuh Abimanyu. Tetapi karena tidak sampai hati, Abimanyu ditinggal sendirian di tengah hutan, dengan harapan, biarlah Abimanu mati dimakan binatang buas, asal bukan ia yang membunuh. Atas kehendak Dewata, di hutan itu justru Abimanyu dilindungi oleh seekor gajah, burung, dan ular.

Pada saat sudah tumbuh menjadi besar, Abimanyu yang tinggal sendirian di tengah hutan dan ia ingin buang hajad, tanpa sengaja, kotorannya mengenai Jaka Prayitna yang saat itu sedang bertapa. Karena rasa marah, Jaka Prayitna kemudian membunuh Abimanyu . Peristiwa itu membuat marah sang Gajah yang mengawal Abimanyu. Jaka Prayitna dikejar gajah, burung, dan ular, sampai akhirnya mereka bertemu dengan Arjuna, maka terjadilah peperangan.

Gajah kemudian berubah kembali kewujudnya yang sebenarnya yaitu Bima, sedangkan burung garuda menjadi Gatotkaca dan ular menjadi Antareja. Abimanyu yang sudah mati kemudian dihidupkan kembali oleh Arjuna, dan diminta pergi ke Astina bersama Jaka Prayitna untuk menemui Baladewa. Terjadilah peperangan antara Kurawa dengan Jaka Prayitna dan akhirnya Dewi Subadra dikembalikan kepada Arjuna.

3. Abimanyu Gugur

Dalam lakon Abimanyu gugur atau terkadang disebut Angkawijaya Gugur, yang tergolong lakon pakem, dan menjadi bagian dari serial lakon-lakon Baratayuda. Diceritakan tentang kegundahan Abimanyu karena ia tidak diijinkan turun ke gelanggang Baratayuda. Baru pada hari ke tigabelas, Abimanyu diperkenankan ikut berperang dan ia gugur dalam perang Bharatayuddha setelah sebelumnya seluruh saudaranya gugur mendahuluinya. 

Ketika tahu bahwa ketiga saudaranya, putra Arjuna lainnya, yakni Brantalaras, Bambang Sumitra, dan Wilugangga sudah gugur, Abimanyu tidak mampu mengontrol diri dan menjadi lupa untuk mengatur formasi perang. Ketiganya gugur terkena panah Begawan Drona. Inilah yang terutama membuat Abimanyu mengamuk, kehilangan kewaspadaan, dan akhirnya terjebak dalam perangkap siasat perang Kurawa.

Dalam pewayangan diceritakan, konon gugurnya Abimanyu oleh gadaKyai Glinggang atau Galih Asem milik Jayadrata, ksatria Banakeli, juga disebabkan termakan oleh sumpahnya sendiri ketika melamar Dewi Utari. Dulu, sebelum menikah dengan Dewi Utari, untuk meyakinkan bahwa ia masih belum punya istri atau perjaka, Abimanyu berkata: “Aku masih perjaka. Jika aku berkata tidak benar, biarlah kelak aku akan mati dengan tubuh penuh anak panah, ketika perang Bharatayudha.” Abimanyu berbohong, karena ketika itu ia sudah beristrikan Dewi Siti Sundari.

Pada hari itu, Arjuna dan Bima terpancing mengejar lawan-lawannya sampai keluar gelanggang, sehingga Abimanyu harus maju sendiri ketengah barisan Korawa dan akhirnya terperangkap dalam formasi mematikan yang sudah disiapkan pasukan Korawa, sehingga Abimanyu menjadi pusat sasaran musuh.

Malapetaka itu terjadi ketika satria Plengkawati itu hendak menolong pasukan pandawa yang terkepung rapat balatentara Korawa di Tegal Kuru Setra Dengan keberanian yang luar biasa ditunjang semangat yang menyala-nyala, diterjangnya barikade musuh hingga porak poranda dan pasukan Pandawa pun terbebas dari malapetaka yang nyaris menghancurkannya.

Namun rupanya si anak muda itu belum merasa puas, darah mudanya bergejolak, ia terus menghajar musuh seorang diri, meski sempat diperingatkan para Pandawa agar tidak meneruskan maksudnya, tapi peringatan itu tak digubrisnya. Ia malah terus memacu kereta kudanya melaju menggempur musuh hingga jauh menusuk jantung pertahanan Korawa. Akibatnya, perbuatan berani yang tidak disertai sikap kehati-hatian itu, berakibat fatal baginya.

Balatentara Korawa yang moralnya sudah bejat, tak berperikemanusiaan, curang telah menyalahi aturan perang. Pihak Kurawa yang lebih unggul dalam pengalaman taktik strategi perang, telah memasang perangkap yang disebut Durgamarungsit, yaitu sebuah perangkap semacam bubuyang apabila orang masuk ke dalamnya tak akan bisa keluar lagi. Siasat itu ditambah lagi dengan perangkap yang lebih berbahaya lagi yaitu perangkap Gelar Maha Digua semacam pintu jebakan. Di setiap balik pintu telah bersembunyi sebagai algojo.

Di situlah si anak muda belia itu dibantai, dibokong dari belakang, dihimpit dari pinggir, dihadang dari depan serta dihujani berbagai rupa senjata hingga badannya menjadi arang kerancang. Anak yang masih ingusan itu diperlakukan bak binatang buruan, dikepung dan dibantai oleh orang-orang yang sebenarnya tidak layak untuk menjadi lawannya.

Akibatnya, anak muda itu tewas secara tragis, setelah kepalanya dihantam gada Kyai Glinggang milik Jayadrata dari belakang, dengan tubuh penuh luka. Namun gugurnya Abimanyu disertai keberhasilannya membunuh Lesmana Mandrakumara, alias Sarojakusuma, putra mahkota Astina. Putra Mahkota Astina itu mati ketika hendak mencoba menjadi pahlawan dengan membunuh Abimanyu yang telah terkepung.

Arjuna sangat terpukul jiwanya, mendengar berita kematian Abimanyu. Ia tampak lesu dan tak bergairah lagi, hingga membuat para Pandawa prihatin, mengingat Arjuna adalah andalan dalam perang itu. Menyadari situasi yang tidak menguntungkan, Kresna memberi wejangan: “Adikku, sedih, nelangsa, sakit hati sudah lumrah dalam hidup ini. Itu pertanda kita masih memiliki perasaan. Tetapi janganlah kesedihan itu berlarut-larut hingga menghambat perjuangan yang sedang kita hadapi. Tabahkanlah hati adinda menghadapi cobaan ini. Gugurnya Abimanyu tidaklah sia-sia, dia telah membuktikan dirinya sebagai pejuang muda yang gagah perkasa pantang menyerah. Dia gugur sebagai kusuma bangsa yang akan dikenang sepanjang masa,” ujarnya.

Wejangan Kresna itu memberi pengertian, bahwa apa pun yang terjadi walau pahit dirasakannya, hendaknya diterima dengan kebesaran jiwa sebagai tolak ukur atas kelebihan dan kekurangan manusia. hati Arjuna terusik mendengar wejangan itu lalu berkata: “Duh kanda Batara. hamba bukan sedih karena kematian anak. Hamba hanya tak rela mendengar ‘cara’ kematian anak hamba. Hamba yakin dia pun tak rela mati dengan cara sedemikian. Dia seolah tersentak diperlakukan bagai binatang buruan, dikepung dan dibantai oleh orang-orang yang hanya pantas menjadi lawan hamba. Mereka orang-orang sakti tapi tak manusiawi. Dimana moral mereka?

Karena itu hamba akan menuntut balas,” ujarnya penuh rasa dendam.

Di saat itu pula emosinya sudah tak terbendung lagi dan tidak seorang pun menduga, ketika dengan tiba-tiba Arjuna berdiri tegak mengangkat senjata tinggi-tinggi seraya berkata: “Wahai bumi dan langit, wahai semua yang hidup, aku bersumpah dan minta kesaksianmu, bahwa esok hari sebelum matahari terbenam aku sudah harus membunuh si kelana Jayadrata. Jika aku gagal, aku akan masuk ke dalam Pancaka.” (Pancaka api unggun yang sengaja dibuat untul lebih geni). Usai sumpah, seketika terdengar suara dari empat penjuru disertai angin kencang bergemuruh, kilat-kilat menggelegar, pertanda sumpah Arjuna telah didengar dan bumi langit menjadi saksinya. Gegerlah para Pandawa disertai keprihatinan menyaksikan peristiwa yang tak diduga itu.

Mengkaji sumpah Arjuna berawal dari perasaan dendam yang mendalam, memprotes perlakuan Kurawa yang di luar batas kemanusiaan, telah mendorong sifat keakuannya untuk berbuat sesuatu yang di luar batas kemampuannya, membunuh seseorang dalam waktu yang relatif singkat sebelum matahari terbenam di ufuk barat. Itu adalah suatu kesanggupan yang tidak normal dan pasti akan menjadi beban moril yang amat berat. Akal dan pikiran sehat sudah tidak berfungsi.

Tujuan akan menghabisi Jayadrata dalam waktu sehari sebelum matahari tenggelam ke peraduannya hanya merupakan impian belaka. Selain memiliki taktik perang yang sangat baik, banyak pula para guru di pihak Korawa yang sangat terkenal, utamanya Danghyang Dorna yang juga melindunginya. Terlalu sulit untuk dapat ditembus hanya oleh keberanian dan kekuatan fisik semata.

Mendengar hal ini, Dorna telah membuat sebuah benteng yang kuat bagai baja, terdiri dari ribuan balatentara Korawa dan di situlah Jayadrata disembunyikan. Meskipun seandainya dari beberapa lapis benteng ini dapat dihancurkan, namun beratus lapis lagi masih berdiri dengan kokohnya.

Sementara sang surya sudah semakin condong ke arah barat mendekati peraduannya. Untunglah Arjuna memiliki seseorang yang mampu mengubah suasana alam. Kresna segera menutup sinar matahari dengan senjata andalannya, Cakra, hingga suasana alam seakan sedang petang. Bersoraklah kaum Kurawa kegirangan, karena Arjuna telah gagal membunuh Jayadrata dalam waktu sehari sebelum matahari terbenam.

Kegembiraan semakin menjadi tatkala dilihatnya api unggun telah menyala berkobar menerangi alam sekelilingnya. Mereka ingin menyaksikan Arjuna terjun ke dalam api unggun memenuhi sumpahnya. Tetapi tidak seorang pun yang tahu, bahwa Arjuna telah berada di atas bukit yang tak jauh dari benteng tempat Jayadrata bersembunyi dan telah siap sedia dengan senjata panahnya.

Mendengar sorak sorai dan berkobarnya api unggun bagaikan api neraka yang akan melumat habis Arjuna, Jayadrata tertarik ingin ikut menyaksikan. Kemudian tanpa rasa curiga, ia pun memperlihatkan diri. Tetapi baru saja kepalanya menyembul, sebuah anak panah melesat bagai kilat dan… craaasss …, terpangkaslah kepalanya, terpisah dari badannya larut terbawa angin dan lenyap ditelan awan. Seiring dengan itu, alam petang berubah menjadi terang benderang kembali, setelah senjata Cakra diambil oleh pemiliknya.

Gegerlah kaum Korawa menyaksikan kejadian yang tak masuk di akal itu. Hanya Dorna yang tanggap dan mengerti seraya berucap: “Hemmm, memang segala-galanya ada di pihak Pandawa. Kemenangan akhir pun akan diraih oleh mereka,” gumannya

4. Abimanyu Grogol

Dalam suatu kisah diceritakan bahwa pada saat Abimanyu berada di Tegalkuru, ia membuat sebuah pesanggarahan. Ulah Abimanyu itu membuat marah Duryudana, penguasa Astina. Atas bantuan Begawan Pramanasejati, Abimanyu dikutuk menjadi arca. Sementara di Kasatrian Madukara, Dewi Subadra meminta kepada Arjuna untuk mencari Abimanyu.

Pada saat yang sama, Wisanggeni dari Kahyangan Argadahana dan Prabangkara dari Kaindran ingin mencari ayahnya. Di tengah jalan mereka bertemu Gatotkaca yang meminta bantuannya untuk menolong Abimanyu yang telah menjadi arca, karena kutukan Begawan Pramanasejati. Wisanggeni kemudian memoleskan minyak Candusektipada arca itu dan Abimanyu menjadi hidup kembali. Selanjutnya mereka menuju ke Kerajaan Astina dan bertemu dengan Arjuna.

Arjuna kemudian berperang tanding melawan Begawan Pramanasejati tetapi tidak dapat mengalahkan. Akhirnya Kresna minta bantuan Semar untuk mengalahkan Pramanasejati, sehingga kembali berubah menjadi wujudnya yang semula yaitu Batari Durga dan pulang ke Setra Gandamayit. 

Kakawin Bharatayuddha

Kutipan di bawah ini diambil dari Kakawin Bharatayuddha, yang menceritakan pertempuran terakhir Sang Abimanyu.

Sloka Terjemahan
Ngkā Sang Dharmasutā təgəg mulati tingkahi gəlarira nātha Korawa, āpan tan hana Sang Wrəkodara Dhanañjaya wənanga rumāmpakang gəlar. Nghing Sang Pārthasutābhimanyu makusāra rumusaka gəlar mahā dwija, manggəh wruh lingirāng rusak mwang umasuk tuhu i wijili rāddha tan tama Pada saat itu Yudistira tercengang melihat formasi perang Raja Korawa, sebab Bima dan Arjuna tak ada padahal merekalah yang dapat menghancurkannya. Hanya Putera Arjuna, yaitu Abimanyu yang bersedia merusak formasi yang disusun pendeta Drona itu. Ia berkata bahwa ia yakin dapat menggempur dan memasuki formasi tersebut, hanya saja ia belum tahu bagaimana cara keluar dari formasi tersebut.
Sāmpun mangkana çighra sāhasa masuk marawaça ri gəlar mahā dwija. Sang Pārthātmaja çūra sāra rumusuk sakəkəsika linañcaran panah, çira ngwyuha lilang təkap Sang Abhimanyu təka ri kahanan Suyodhana. ang Hyang Droa Krəpāpulih karaa Sang Kurupati malayū marīnusi. Setelah demikian, mereka segera membelah dan menyerang formasi pendeta Drona tersebut dengan dahsyat. Sang Abimanyu merupakan kekuatan yang membinasakan formasi tersebut dengan tembakan panah. Sebagai akibat serangan Abimanyu, formasi tersebut hancur sampai ke pertahanan Duryodana. Dengan ini Dona dan Krepamengadakan serangan balasan, sehingga Duryodana dapat melarikan diri dan tidak dikejar lagi.
da tan dwālwang i çatru çakti mangaran Krətasuta sawatək Wrəhadbala. Mwang Satyaçrawa çūra mānta kəna tan panguili pinanah linañcaran. Lāwan wīra wiçesha putra Kurunātha mati malara kokalan panah. Kyāti ng Korawa wangça Lakshmanakumāra ngaranika kaish Suyodhana. Dengan ini tak dapat dipungkiri lagi musuh yang sakti mulai berkurang seperti Kretasuta dan keluarga Wrehadbala. Juga Satyaswara yang berani dan gila bertarung tertembak sebelum dapat menimbulkan kerusakan sedikit pun karena dihujani panah. Putera Raja Korawa yang berani juga gugur setelah ia tertusuk panah. Putera tersebut sangat terkenal di antara keluarga Korawa, yaitu Laksmanakumara, yang disayangi Suyodhana.
Ngkā ta krodha sakorawālana manah panahira lawan açwa sarathi. Tan wāktān tang awak tangan suku gigir aa wadana linaksha kinrəpan. Mangkin Pārthasutajwalāmurək anyakra makapalaga punggəling laras. Dhīramūk mangusir ỵaçānggətəm atễn pəjaha makiwuling Suyodhana. Pada waktu itu seluruh keluarga Korawa menjadi marah, dan dengan tiada hentinya mereka memanahkan senjatanya. Baik kuda maupun kusirnya, badan, tangan, kaki, punggung, dada, dan muka Abimanyu terkena ratusan panah. Dengan ini Abimanyu makin semangat. Ia memegang cakramnya dan dengan panah yang patah ia mengadakan serangan. Dengan ketetapan hati ia mengamuk untuk mencari keharuman nama. Dengan hati yang penuh dendam, ia gugur di tangan Suyodhana.
Ri pati Sang Abhimanyu ring raāngga. Tənyuh araras kadi çéwaling tahas mas. Hanana ngaraga kālaning pajang lèk. Çinaçah alindi sahantimun ginintən. Ketika Abimanyu terbunuh dalam pertempuran, badannya hancur. Indah untuk dilihat bagaikan lumut dalam periuk emas. Mayatnya terlihat dalam sinar bulan dan telah tercabik-cabik, sehingga menjadi halus seperti mentimun.

Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Tentang Abimanyu

Mengenal Tentang Abimanyu

Mengenal Tentang Abimanyu

Mengenal Tentang Abimanyu

Mengenal Tentang Abimanyu

Abimanyu

(Parthasuta atau Partha Atmaja) dalam kisah Mahabharataadalah putera Arjuna dari salah satu istrinya yang bernama Subadra. Abimanyu sebenarnya adalah inkarnasi dari putera Dewa bulan. Ketika Sang Dewa bulan ditanya oleh dewa yang lain mengenai kepergian puteranya ke bumi, ia mengatakan bahwa puteranya hanya akan tinggal di dunia mayapada selama 16 tahun. Karena, ia sendiri tidak tahan jika berpisah terlalu lama dengan puteranya.

Abimanyu berusia 16 tahun saat ia terbunuh dalam pertempuran di medan laga Bharatayudha. Sebenarnya Abimanyu-lah yang ditetapkan sebagai penerus tahta Yudistira. Tetapi sayangnya Ia tewas secara tragis dalam pertempuran besar di Kurukshetra dan menjadi pahlawan serta kesatriatermuda dari pihak Pandawa, karena waktu itu ia baru berusia enam belas tahun. 

Abimanyu menikah, dalam usia yang juga masih sangat muda, dengan puteri Raja Wirata yang bernama Utara. Dari hasil pernikahannya ini, ia memiliki seorang putera bernama Parikesit. Abimanyu tidak sempat melihat wajah putranya karena Parikesit lahir setelah Abimanyu gugur.

Parikesit menjadi satu-satunya kesatria Keluarga Kuru yang selamat setelah perang Bharatayuddha berakhir. Parikesitlah yang akhirnya melanjutkan garis keturunan Pandawa. Abimanyu seringkali dianggap sebagai kesatria yang terberani dari pihak Pandawa, yang sudi melepaskan hidupnya dalam suatu peperangan, meskipun usianya masih sangat muda.

Arti nama

Abimanyu dalam bahasa Sanskerta, berarti abhi (berani) dan man’yu(tabiat). Jadi menurut bahasa Sansekerta, kata Abhiman’yu secara harfiah berarti “orang yang memiliki sifat pemberani, tidak kenal takut” atau “yang memili sifat kepahlawanan”. Abimanyu mempunyai sikap yang halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, tetapi memiliki hati atau kemauan yang keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. 

Kelahiran dan pendidikan 

Dalam kisah Mahabharata, Abimanyu diceritakan bahwa ia telah mempelajari formasi perang Chakrawyuha, suatu formasi perang yang sulit untuk ditembus. Abimanyu mempelajari formasi tersebut tatkala ia masih berada di dalam kandungan rahim ibunya. Abimanyu mempelajari taktik perang tersebut dengan cara menguping pembicaraan Kresna yang sedang membahas hal tersebut dengan ibunya, Subadra. Kresna membicarakan mengenai bagaimana cara memasuki formasi Chakrawyuha. 

Tetapi ketika Kresna membicarakan cara meloloskan diri dari formasi mematikan tersebut, Subadra, ibu Abimanyu, sudah tidak kuat lagi menahan kantuk yang menyerangnya dan jatuh tertidur sehingga sang bayi tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui bagaimana cara meloloskan diri dari formasi itu.

Masa Kecil

Abimanyu menghabiskan masa kecilnya di Dwaraka, kota tempat tinggal ibunya. Ia dilatih oleh ayahnya, Arjuna, yang juga merupakan seorang ksatria besar dan diasuh di bawah bimbingan Kresna. Ayahnya menikahkan Abimanyu dengan Uttara, puteri Raja Wirata, untuk mempererat hubungan antara Pandawa dengan keluarga Raja Wirata dan sebagai persiapan  guna menghadapi pertempuran Bharatayuddha yang akan datang. Pada saat itu Pandawa sedang menyamar untuk menuntaskan masa pembuangannnya di kerajaan Raja Wirata, yaitu Matsya.

Sebagai cucu Dewa Indra, Dewa senjata ajaib sekaligus Dewa peperangan, Abimanyu merupakan ksatria yang gagah berani dan ganas. Karena kemampuannya yang kurang lebih setara dengan ayahnya, Abimanyu pun mampu melawan ksatria-ksatria besar seperti Drona, Karna, Duryodana dan Dursasana. Ia dipuji karena keberaniannya dan memiliki rasa setia yang tinggi terhadap ayahnya, pamannya, dan segala keinginan mereka. 

Abimanyu gugur

Ketika perang Bharatayudha memasuki hari ketiga belas, pihak Korawamenantang Pandawa untuk mematahkan formasi perang melingkar yang dikenal sebagai Chakrawyuha. Para Pandawa menerima tantangan tersebut karena Kresna dan Arjuna tahu bagaimana cara mematahkan berbagai formasi perang, termasuk formasi Chakrawyuha tersebut.

Karena pihak Korawa tahu bahwa yang bisa mematahkan formasi tersebut adalah Arjuna dan Kresna, maka sejak pagi mereka mencoba untuk menyerang dan menahan Arjuna dan Kresna agar jangan sampai memasuki formasi Chakrawyuha. Kresna dan Arjuna dibuat sibuk bertarung dengan laskar Samsaptaka

Oleh karena Pandawa sudah menerima tantangan tersebut, mereka tidak memiliki pilihan kecuali mengutus Abimanyu yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mematahkan formasi Chakrawyuha. 

Namun sayang Abimanyu masih terlalu muda dan belum tahu bagaimana cara keluar dari dalamnya. Untuk menjaga dan melindungi Abimanyu agar tidak terperangkap dalam formasi tersebut, Pandawa bersaudara memutuskan bahwa mereka dan sekutu mereka akan ikut masuk dalam formasi itu bersama Abimanyu sekaligus agar dapat membantu sang pemuda, keluar dari formasi tersebut.

Pada hari yang sudah ditentukan, Abimanyu menggunakan kecerdikannya untuk menembus formasi tersebut. Pandawa bersaudara dan sekutunya mencoba untuk mengikutinya di dalam formasi, namun mereka dihadang oleh Jayadrata, Raja Sindhu. Jayadrata memang mendapat anugerah Siwa untuk dapat menahan para Pandawa selama perang Bharatayudha, kecuali Arjuna, meskipun hanya untuk satu hari. 

Pasukan Pandawa pun dibuat kocar-kacir oleh Jayadrana. Banyak ksatria dari pasukan Pandawa yang gugur dan menjadi korban Jayadrana, termasuk ketiga saudaranya, putra Arjuna dari ibu yang lain. Ketika tahu bahwa saudara-saudaranya banyak yang sudah gugur Abimanyu menjadi lupa untuk mengatur formasi perang, dia maju sendiri ketengah barisan Korawa untuk menangkis serangan pasukan Korawa. Tapi sayang ia terperangkap dalam formasi mematikan yang disiapkan pasukan Korawa tersebut. 

Meskipun demikian, Abimanyu berperang dengan gagah berani dan berhasil membunuh beberapa ksatria yang mendekatinya, termasuk putera Duryodana, yaitu Laksmana. Abimanyu membunuh Laksmana dengan cara melemparkan keris Pulanggeni miliknya, dimana sebelumnya keris ini terlebih dahulu menembus tubuh empat prajurit lainnya. 

Setelah mendengar dan menyaksikan putera kesayangannya terbunuh, Duryodana menjadi marah besar dan menyuruh pasukan Korawa untuk secara bersama-sama menyerang Abimanyu. Upaya pasukan Korawa untuk membunuh Abimanyu mengalami kesulitan dengan adanya baju zirah yang dikenakan Abimanyu. 

Karena gagal menghancurkan baju zirah Abimanyu, atas nasihat Drona, Karna menghancurkan busur Abimanyu dari belakang. Kemudian keretanya pun dihancurkan, sehingga seluruh senjatanya terbuang. Kusir dan kudanya pun dibunuh, sedangkan Abimanyu jatuh terjerembab dari kereta kudanya. Melihat hal itu, putera Dursasana mencoba untuk bertarung dengan Abimanyu menggunakan tangan kosong. 

Tetapi pasukan Korawa tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.  Tanpa menghiraukan aturan perang, mereka mengeroyok Abimanyu secara serentak. Mereka tahu bahwa untuk membunuh Abimanyu, mereka terlebih dahulu harus berhasil melepas baju ziarah (Langsang), yang menempel di dada Abimanyu.  Mereka kemudian menghujani tubuh Abimanyu dengan berbagai macam senjata. Abimanyu mencoba untuk bertahan sampai pedangnya patah dan roda kereta yang ia pakai sebagai perisai hancur berkeping-keping. 

Abimanyu menjadi tampak seperti landak, karena berbagai senjata yang menancap di tubuhnya. Ia tidak lagi bisa berjalan, karena luka di tubuhnya sangat banyak, dalam pewayangan digambarkan lukanya arang kranjang= banyak sekali. Tak berapa lama kemudian, Abimanyu terbunuh oleh putera Dursasana dengan cara menghancurkan kepalanya dengan gadamilik Jayadrata.  

Arjuna membalas dendam

Berita kematian Abimanyu membuat hati Arjuna tersentak. Ia menjadi sangat sedih dan marah. Ia sadar, bahwa seandainya Jayadrata tidak menghalangi para Pandawa memasuki formasi Chakrawyuha, Abimanyu pasti akan mendapat bantuan. Ia kemudian bersumpah dengan suara nyaring,sehingga semua orang mendengar, bahwa ia akan membunuh Jayadrata pada hari berikutnya, sebelum matahari tenggelam. 

Mendengar hal itu, keesokan harinya, pihak Korawa menempatkan Jayadrata sangat jauh dari Arjuna. Ribuan prajurit dan ksatria diperintahkan untuk mengelilingi dan melindungi Jayadrata. Sedang Arjuna tetap berusaha menjangkau Jayadrata, namun ribuan pasukan Korawa mengahalanginya. Hingga matahari hampir terbenam, Jayadrata masih jauh dari jangkauan Arjuna. 

Melihat hal ini, Kresna menggunakan kecerdikannya. Ia membuat gerhana matahari, sehingga suasana tampak menjadi gelap, seolah-olah matahari sudah tenggelam. Pihak Korawa maupun Pandawa mengira hari sudah menjelang malam, dan sesuai aturan, mereka menghentikan peperangan dan kembali ke kubu masing-masing. Dengan demikian, pihak Korawa tidak melanjutkan pertarungan dan mengendorkan penjagaan serta perlindungan mereka terhadap Jayadrata. 

Saat itulah Kresna mengarahkan kereta Arjuna untuk mendekati kereta Jayadrata. Setelah kereta Arjuna yang dikusiri Kresna sampai di dekat kereta Jayadrata, matahari muncul lagi dan Kresna menyuruh Arjuna agar menggunakan kesempatan tersebut untuk membunuh Jayadrata. Arjuna mengangkat busurnya dan meluncurkan panah, memutus leher Jayadrata. Tepat pada saat tersebut, hari sudah sore, matahari sudah tenggelam dan Arjuna berhasil menuntaskan sumpahnya untuk membunuh Jayadrata.

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)