Agen-agen Sosialisasi

Agen-agen Sosialisasi

Agen-agen Sosialisasi

Agen-agen Sosialisasi

Agen-agen Sosialisasi

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi. Dapat juga disebut
sebagai media sosialisasi.
Jacobs dan Fuller (1973), mengidentifikasi empat agen utama sosialisasi, yaitu: (1)keluarga, (2) kelompok pertemanan, (3) lembaga pendidikan, dan (4) media massa. Para ahli sosiologi menambahkan juga peran dan pengaruh dari lingkungan kerja.
1. Keluarga sebagai agen/media sosialisasi
Keluarga merupakan satuan sosial yang didasarkan pada hubungan darah (genealogis), dapat berupa keluarga inti (ayah, ibu, dan atau tanpa anak-anak baik yang dilahirkan maupun diadopsi), dan keluarga luas, yaitu keluarga yang terdiri atas lebih dari satu
keluarga inti yang mempunyai hubungan darah baik secara hirarkhi maupun horizontal. Nilai dan norma yang disosialisasikan di keluarga adalah nilai norma dasar yang diperlukan oleh seseorang agar nanti dapat berinteraksi dengan orang-orang dalam masyarakat yang lebih luas. Pihak yang terlibat (significant other): Pada keluarga inti: ayah, ibu saudara kandung, pada keluarga luas: nenek, kakek, paman, bibi, pada masyarakat menengah perkotaan sejalan dengan meningkatnya partisipasi kerja
perempuan: baby sitter, pembantu rumah tangga, petugas pada penitipan anak, guru pada play group, dll.
2. Kelompok pertemanan sebagai agen/media sosialisasi
Dalam lingkungan teman sepermainan lebih banyak sosialisasi yang berlangsung equaliter, seseorang belajar bersikap dan berperilaku terhadap orang-orang yang setara kedudukannya, baik tingkat umur maupun pengalaman hidupnya. Melalui lingkungan teman sepermainan seseorang mempelajari nilai-nilai dan normanorma dan interaksinya dengan orang-orang lain yang bukan anggota keluarganya. Di sinilah seseorang belajar mengenai berbagai keterampilan sosial, seperti kerjasama, mengelola konflik, jiwa sosial, kerelaan untuk berkorban, solidaritas, kemampuan untuk mengalah dan keadilan. Di kalangan remaja kelompok sepermainan dapat berkembang
menjadi kelompok persahabatan dengan frekuensi dan intensitas interaksi yang lebih mantap. Bagi seorang remaja, kelompok persahabatan dapat berfungsi sebagai penyaluran berbagai perasaan dan aspirasi, bakat, minat serta perhatian yang tidak mungkin disalurkan di lingkungan keluarga atau yang lain.

Sumber : https://filehippo.co.id/

PENTINGNYA MENINGKATKAN MINAT BACA PELAJAR SEJAK SEKOLAH DASAR

PENTINGNYA MENINGKATKAN MINAT BACA PELAJAR SEJAK SEKOLAH DASAR

Minat baca pelajar yang rendah bisa terlihat secara kasar di dalam berita-berita dan perilaku semua pelajar dalam menjalani proses belajarnya. Hal tersebut menjadi di antara penegasan situasi literasi Indonesia sebagaimana diperlihatkan oleh data UNESCO tahun 2006 yang menanam Indonesia di urutan 60 dari 61 negara. Data ini baiknya disikapi secara serius oleh seluruh pihak. Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah bukanlah sesuatu yang membanggakan andai ingin berlomba dengan negara-negara maju.

Budaya baca masih belum diwariskan oleh nenek moyang kita, urusan ini tampak dari kelaziman mendongeng sebelum tidur. Kebiasaan ini hanya dilaksanakan secara verbal saja dari orang tua untuk anak, dan tidak diimbangi dengan kelaziman membaca.

Tuntutan hidup mewajibkan para ibu bekerja sampai-sampai waktu untuk menyimak sangat sedikit.

Masyarakat memandang kitab sangat mahal sedangkan jumlah perpustakaan masih sedikit.

Menyikapi urusan tersebut, berikut sejumlah upaya yang dapat dilaksanakan untuk menambah minat baca pelajar semenjak usia dini.

Budaya menyimak harus dimulai terlebih dahulu oleh orang tua. Anak-anak Sekolah Dasar atau tingkat di bawahnya mempunyai kecenderungan mengekor tingkah laku lingkungan.
Dengan kata lain, anak ialah produk lingkungannya. Budaya menyimak untuk anak mesti dibuka dari orang tua yang memiliki kebiasaan serupa.

Jauhkan anak-anak dari hal-hal yang berpotensi memindahkan perhatiannya dari buku. Seperti gadget, matikan TV, komputer, akses internet atau lingkungan yang kontra produktif.

Buat semacam jadwal mesti membaca kitab di dalam keluarga. Beberapa pemerintah wilayah sudah mempermaklumkan program mesti belajar semenjak pukul 18.00 hingga sejumlah jam ke depan. Orang tua juga dapat mendukungnya dengan menemaninya menyimak dan menjadi rekan bertanya guna anak

Jika anak belum senang membaca, orang tua dapat mengikuti tahapan sederhana inilah untuk membangunkan minat baca pelajar:

berikan anak bacaan yang seandainya dia senangi laksana majalah atau bacaan unik untuk anak sumurannya,
berikan anak bacaan enteng dan menyegarkan supaya anak mengejar ketertarikan dalam membaca,
biarkan anak mengejar bacaan-bacaan yang dia senangi. Pola sederhananya ialah membaca senang baru senang membaca.

Ajak anak mendiskusikan hal-hal yang telah dia baca. Kemudian dorong dia supaya lebih tidak sedikit membaca topik-topik lainnya.

Usahakan mempunyai perpustakaan atau ruangan baca keluarga.

Minat baca pelajar bakal sangat gampang terbentuk andai pelajar pun didukung sarana guna membaca. Seperti perpustakaan yang lengkap, lingkungan yang kondusif guna berdiskusi, atau teman-teman yang menyokong minat bacanya.

http://planning.dot.gov/PageRedirect.asp?RedirectedURL=https://www.pelajaran.co.id

Aplikasi Freforty Karya Mahasiswa IPB University Raih Juara III Nasional

Aplikasi Freforty Karya Mahasiswa IPB University Raih Juara III Nasional

Aplikasi Freforty Karya Mahasiswa IPB University Raih Juara III Nasional

Aplikasi Freforty Karya Mahasiswa IPB University Raih Juara III Nasional

Aplikasi Freforty Karya Mahasiswa IPB University Raih Juara III Nasional

Selama tahun 2017 jumlah kejadian kasus keracunan obat dan makanan secara nasional yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) di seluruh Indonesia sebanyak 4.643 kasus. Upaya penanggulangan kasus kesehatan pangan dan keracunan pangan tidak dapat dilakukan dengan optimal karena data dan informasi yang dihasilkan dari pelaksanaan monitoring ataupun survei belum diterapkan secara kompleks dan berkelanjutan oleh BPOM.

Hal ini mendorong Kodarusman, mahasiswa Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan-

Fakultas Peternakan dan Najib Kamal Badri, mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan-Fakultas Teknologi Pertanian merancang aplikasi Freforty (Food Reporting for Healthy) yang bisa menjadi solusi penanggulangan permasalahan kesehatan pangan yang beredar di masyarakat. Freforty merupakan sebuah aplikasi berbasis android yang digunakan untuk pelaporan produk pangan yang terindikasi membahayakan konsumen produk pangan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Freforty adalah salah satu inovasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk membantu konsumen mengenai pengaduan produk pangan yang dikonsumsi. Selain itu, Freforty berupaya untuk membantu Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) POM dalam upaya pelaksanaan monitoring ataupun survei yang belum diterapkan secara luas dan berkelanjutan bagi isu-isu kesehatan pangan di kalangan UMKM,” terang Kodarusman.

Kodarusman menerangkan bahwa aplikasi Freforty akan menghubungkan pihak konsumen

sebagai pelapor dengan pihak BPOM yang akan menanggapi pelaporan tersebut. Dalam mekanisme pelaporannya, pihak pelapor melaporkan produk pangan yang terindikasi mengandung zat berbahaya tertentu. Selanjutnya Freforty mempertimbangkan laporan konsumen tersebut dengan beberapa kriteria, di antaranya adalah intensitas pelaporan dari kasus yang sama, kegentingan jenis laporan dan dampak kesehatan konsumen akibat mengkonsumsi produk pangan.

Melalui gagasannya, Kodarusman dan Najib meraih Juara III dalam Lomba Essay Nasional

Himpunan Mahasiswa Keperawatan, Universitas Pekalongan yang diselenggarakan Juli lalu.

“Saya sangat senang bisa mengunjungi kota Pekalongan yang mempunyai sebutan kota kreatif karena kerajinan batiknya. Selain itu saya juga terkesan bisa bertukar ide dan pikiran mengenai isu-isu kesehatan yang diangkat oleh peserta lomba esai tersebut. Saya juga tidak menyangka bakalan bisa menyabet juara tiga. Karena bila dilihat ide dari peserta lain juga bagus-bagus semua dan layak diimplementasikan oleh pemerintah,” ungkap Kodarusman.

Mereka berharap karya Freforty ini mendapatkan perhatian dari pihak terkait seperti pihak kampus, pihak pemerintah dan yang lainnya sehingga bisa terealisasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (SMH/Zul)

 

Baca Juga :

Pramuka Kental dengan Pendidikan Karakter

Pramuka Kental dengan Pendidikan Karakter

Pramuka Kental dengan Pendidikan Karakter

Pramuka Kental dengan Pendidikan Karakter

Pramuka Kental dengan Pendidikan Karakter

SMA Kosgoro Bogor melaksanakan upacara memperingati Hari Pramuka Ke-58 tingkat SMA

Kosgoro, akhir pekan kemarin. Bertugas sebagai petugas upacara adalah anggota dari eks­trakurikuler pramuka.

Menjadi pembina upacara Abdullah, yang juga sekaligus adalah Ka Kwarran Bogor Utara

menyampaikan sejarah gerakan pramuka Indonesia. Sekaligus memberikan penguatan pen­ting­nya pendidikan ke­pra­mukaan dalam upaya me­numbuhkan pendidikan karak­ter pada diri siswa.

’’Pendidikan karakter saat ini sangat penting ditekankan dalam setiap lini pendidikan. Karena karakter itu yang bisa menjadikan generasi muda sebagai penerus bangsa yang berkualitas dengan karakter masing-masing,” tegasnya.

Makanya, pramuka menjadi sangat penting. Dalam ke­pramukaan, pendidikan karakter sangat

pekat di dalamnya.

Setelah upacara, semua peserta pun mengikuti pengukuhan Penegak Bantara 2019, Ambalan Sri Baduga – Dewi Pohaci SMA Kosgoro Bogor. Jumlah anggota pada upacara pengukuhan tersebut sebanyak 18 orang, yang terdiri dari kelas XI dan XII, dipimpin oleh Kamabigus Herman Lasrin.(ran)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Mahasiswa IPB University Optimalkan Gapoktan melalui KKN T

Mahasiswa IPB University Optimalkan Gapoktan melalui KKN T

Mahasiswa IPB University Optimalkan Gapoktan melalui KKN T

Mahasiswa IPB University Optimalkan Gapoktan melalui KKN T

Mahasiswa IPB University Optimalkan Gapoktan melalui KKN T

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan gabungan dari kelompok-kelompok tani yang memiliki fungsi sebagai wadah komunikasi bagi para petani untuk saling bertukar informasi.

Mahasiswa IPB University yang sedang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB

2019 di Desa Neglasari, Dramaga, Bogor mengoptimalkan Gapoktan, Kamis (25/7). Kegiatan terdiri atas pemaparan permasalahan irigasi dan solusi yang ditawarkan mahasiswa KKN-T, pelatihan kerjasama dalam kelompok tani, dan pelatihan pembuatan perangkap hama lanas pada tanaman ubi jalar.

Berangkat dari permasalahan kurangnya partisipasi petani dalam kegiatan Gapoktan, mahasiswa KKN-T melakukan wawancara kepada beberapa petani untuk mengetahui pendapat mereka mengenai permasalahan dalam kelompok tani yang mereka rasakan. Selain itu, solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa adalah rancangan program bersama anggota Gapoktan dengan tujuan meningkatkan fungsi organisasi dan dinamika kelompok tani. Harapannya permasalahan pertanian di Desa Neglasari nantinya menjadi lebih mudah diselesaikan secara bersama dan anggota Gapoktan lebih sigap dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi.

Permasalahan irigasi menjadi salah satu penghambat kerja petani dalam meningkatkan hasil

panen. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T memberikan alternatif solusi berdasarkan hasil observasi lapang yang telah dilakukan mengenai kondisi saluran irigasi yang telah rusak. Solusi yang ditawarkan yakni irigasi pipa, irigasi pompa, hingga metode pertanian terpadu berupa pembuatan embung yang dikombinasikan dengan budidaya ikan agar dapat sekaligus dimanfaatkan sebagai wadah penampung air yang dapat digunakan untuk lahan seluas satu hektar.

Pelatihan kerjasama dalam kelompok dipandu Ir. Mirtarti, M.Si dari Lembaga Penelitian dan

Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University. Kegiatan dikemas dalam bentuk permainan sederhana yang membuat para petani menjadi lebih antusias dalam mengikuti pelatihan.

Pembuatan perangkap lanas disampaikan oleh wakil mahasiswa KKN-T dari Fakultas Pertanian. Penyampaian dilakukan bersamaan dengan praktik langsung mengenai pembuatan perangkap lanas oleh para petani ubi jalar yang hadir. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu petani untuk memberantas jumlah hama lanas sehingga dapat meningkatkan hasil panen ubi jalar.

Pembuatan perangkap lanas juga memanfaatkan sampah botol plastik yang sekaligus merupakan upaya untuk mengurangi jumlah limbah plastik di Desa Neglasari.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Mahasiswa IPB University Raih Juara 3 Debat Ekonomi Islam

Mahasiswa IPB University Raih Juara 3 Debat Ekonomi Islam

Mahasiswa IPB University Raih Juara 3 Debat Ekonomi Islam

Mahasiswa IPB University Raih Juara 3 Debat Ekonomi Islam

Mahasiswa IPB University Raih Juara 3 Debat Ekonomi Islam

Tiga mahasiswa Departemen Ilmi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), IPB

University, Reizha Nurul Huda, Hanif Muhammad Akram dan Atika Ayuningtyas berhasil menjadi Juara III Lomba Debat Ekonomi Islam.

Lomba ini merupakan rangkaian acara Unila Sharia Economic Festival yang digelar oleh Forum Studi Ekonomi Islam Universitas Lampung (25-26/08). Lomba dengan tajuk “Pengembangan Industri Halal Melalui Islamic Sosiopreneur di Era Millenial” ini diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung.

Selayaknya lomba debat pada umumnya, peserta lomba diberikan berbagai mosi yang dibahas

pada perlombaan. “Banyak mosi-mosi yang menarik, apalagi pembahasan acara ini bertema ekonomi syariah, sesuai dengan bidang keilmuan saya. Ada satu mosi yang sangat menarik untuk dibahas yaitu perihal cryptocurrency sebagai alat pembayaran,”tutur Reizha.

Cryptocurrency merupakan mata uang digital atau virtual yang dirancang sebagai alat tukar dengan cara kerja yang didasarkan pada teknologi blokchain. Salah satu contoh cryptocurrency adalah Bitcoin. Reizha memaparkan bahwa cryptocurrency sendiri sudah beredar sejak lama, namun baru dikenal masyarakat secara meluas semenjak tahun 2009. Perihal sah atau tidaknya digunakan sebagai alat pembayaran, dalam ekonomi syariah masih menjadi perdebatan.

“Ada ulama yang memperbolehkan dan ada yang tidak. Sewaktu perlombaan, kami menjadi tim

yang setuju perihal cryptocurrency menjadi alat pembayaran yang sah. Berdasarkan posisi tim, ada literatur yang telah kami cari dan baca sebelumnya, menyebutkan bahwa cryptocurrency boleh menjadi alat pembayaran, namun apabila cryptocurrency digunakan untuk investasi, itu tidak boleh,” tutur Reizha

 

Baca Juga :

44 Siswa SMP Negeri Terbuka Siap Hadapi UN

44 Siswa SMP Negeri Terbuka Siap Hadapi UN

44 Siswa SMP Negeri Terbuka Siap Hadapi UN

44 Siswa SMP Negeri Terbuka Siap Hadapi UN

44 Siswa SMP Negeri Terbuka Siap Hadapi UN

Kepala SMP Negeri 6 Ambon Drs. Jantje Mahulette, MM.Pd kepada media ini Jumat (4/4/2014) di ruang kerjanya mengatakan, sebanyak 44 siswa peserta Ujian Nasional (UN) untuk Siswa SMP Terbuka siap menghadapi Ujian Nasional.

Drs. Jantje Mahulette, MM.Pd

UN untuk SMP Terbuka harus betul-betul dilakukan pengawasan, karena pada waktu pelaksanaan Ujian Nasional siswanya ada yang tidak hadir, sehingga harus dijemput dirumah.

Alasannya karena siswa-siswa SMP Terbuka mempunyai karakter tersendiri sehingga perlu pengawasan yang dimulai dari rumah sampai tempat pelaksanaan UN.

Pelaksanaan Ujian Nasional untuk siswa SMP Terbuka menurut Mahulette, dilakukan pada dua

tempat yaitu di SMP Negeri 6 Ambon dan di Waiheru karena ada beberapa siswa yang tempat tinggalnya di Waiheru.

Selama ini siswa SMP Terbuka yang mengikuti UN sudah dipersiapkan bersama-sama dengan siswa-siswa regular, dimana mereka belajar dari jam satu sampai sore hari.

Soal-soal Try Out yang diberikan juga sama dengan soal-soal yang diberikan buat siswa-siswa

regular, namun yang menjadi kendala selama ini adalah kurang adanya pengawasan.

Menurutnya, yang menjadi siswa-siswa SMP Terbuka adalah anak-anak putus sekolah yang hidupnya di pasar, dan suka membantu orang tua bekerja.

Untuk itu pembinaan yang dilakukan bagi siswa yang putus sekolah pada waktu kelas 1 dan

diperlukan pembinaan selama 3 tahun, sementara yang putus pada kelas tiga hanya diperlukan pembinaan setahun dan langsung mengikuti Ujian Nasional.

Bagi siswa kelas ujian SMP Terbuka akan mendapatkan ijasah sama dengan siswa regular, sehingga bisa dipergunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau jenjang SMA maupun SMK

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d6d8687337f93427b5fb01e/

Proses Pelaksanaan UN di SMA N 12 Sukses

Proses Pelaksanaan UN di SMA N 12 Sukses

Proses Pelaksanaan UN di SMA N 12 Sukses

Proses Pelaksanaan UN di SMA N 12 Sukses

Proses Pelaksanaan UN di SMA N 12 Sukses

Sebanyak 191 siswa pada SMA Negeri 12 Ambon mengikuti Ujian Nasioal (UN) tanggal 14-16 April 2014, yang terdiri dari jurusan IPA 58 siswa dan IPS 133 siswa dan jika dibandingkan dengan peserta UN tahun lalu (228 siswa) maka tahun ini mengalami penurunan.

Demikian keterangan Kepala SMA N 12 Ambon Drs. A. Lekransi kepada Tribun-Maluku.Com diruang kerjanya (14/4/2014).

Kepala Bagian Keuangan Pemkot Ambon Drs. Roby Siloy, M.Si mewakili Walikota Ambon membuka

sampul naskah UN di SMA Negeri 12 Ambon pada ruang 1 mewakili 10 ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan UN.

Pembukaan sampul naskah UN oleh Siloy disaksikan oleh Kepala SMA N 12 Ambon Drs. A. Lekransi, Pengawas SMA Dinas Pendidikan Kota Ambon Dra. Telly Sahalessy dan siswa peserta UN pada ruang 1.

Dalam arahannya Siloy katakan, siswa peserta UN jangan sia-siakan momen UN ini karena perjuangan selama 3 tahun ditentukan oleh 3 hari pelaksanaan UN dan semuanya harus sukses.

Usai melakukan pembukaan sampul naskah UN Siloy yang didampingi oleh Kepsek, Pengawas SMA Dikpora Kota Ambon melakukan kunjungan dibeberapa ruangan untuk memastikan kesiapan siswa dalam mengikuti UN.

Sebagai pengawas SMA dari Dikpora Kota Ambon Sahalessy melihat proses pelaksanaan UN di SMA

N 12 Ambon sangat baik, dan seluruh siswa peserta UN diharapkan bisa lulus 100 persen.

Pengawas ruangan pada SMA Negeri 12 Ambon berasal dari SMA Kartika, SMA Pertiwi, SMA Muhamadiah dan SMA Gema 7 Ambon, sebaliknya sebanyak 20 orang guru pada SMA N 12 melakukan pengawasan UN yang tersebar pada beberapa sekolah seperti SMA Kartika, SMA Muhamadiah, SMA Pertiwi dan SMA Gema 7 Ambon.

Sekolah-sekolah ini termasuk dalam Sub Rayon 2 dan menggunakan sistem silang penuh, silang

antar sekolah dan silang mata pelajaran.

Mata Pelajaran yang diujikan hari pertama adalah Bahasa Indonesia, Biologi dan Geografi, hari kedua : Matematika, Kimia dan Sosiologi, hari ketiga : Bahasa Inggeris, Fisika dan Ekonomi

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/sejarah-kerajaan-samudera-pasai/

Meteor Jatuh,Tiga Rumah Meledak

Meteor Jatuh,Tiga Rumah Meledak

Meteor Jatuh,Tiga Rumah Meledak

Meteor Jatuh,Tiga Rumah Meledak

Meteor Jatuh,Tiga Rumah Meledak

Tiga rumah di Delima 6 RT 01/05 Malakasari, Durensawit, Jakarta Timur meledak. Menurut isu yang beredar, ledakan tersebut disebabkan oleh meteor jatuh. Hal ini diperkuat dengan pengakuan beberapa warga yang melihat cahaya kilat dari langit yang disertai suara desingan dan getaran dari dalam tanah, beberapa detik sebelum ledakan terjadi.

Pemilik rumah yang tertimpa ledakan hebat tersebut adalah Sudarmojo, Kusnadi, dan Marjuki. Beruntung, saat kejadian tersebut para pemilik rumah tidak sedang berada di rumah. Kejadian ini menyebabkan ketiga rumah tersebut memprihatinkan. Akibat hantaman Meteor itu, rumah milik Sudarmojo mengalami pergeseran pondasi, sehingga rumah miring ke arah kanan.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Hasanudin menyebutkan, sejauh ini penyelidikan penyebab ledakan hebat itu masih dilakukan oleh Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) Mabes Polri. Sampai saat ini, sekitar rumah tersebut terus dijaga oleh petugas kepolisian dari Mapolsek Duren Sawit.

Baca Juga :

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

1. Sebagai bahasa nasional

=> Diikrarkan pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

a. Lambang identitas nasional.

b. Lambang kebanggaan kebangsaan.

c. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.

d. Alat pemersatu bangsa yang berbeda suku, agama, ras, adat istiadat dan budaya.

2. Sebagai bahasa Negara

=> Hasil perumusan seminar politik bahasa Nasional di Jakarta pada 25 – 28 Februari 1975.

a. Bahasa resmi kenegaraan.

b. Alat pengantar dalam dunia pendidikan.

c. Penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan

d. Pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.

Sumber : https://downloadapk.co.id/