Dasar Logika Penalaran

Table of Contents

Dasar Logika Penalaran

Dasar Logika Penalaran

Dasar Logika Penalaran

1. KONVERSI
S = P menjadi P = S

Ketentuan (berlaku hanya untuk konversi) :
A menjadi I (positif)
Std : Semua orang cakep itu artis dari Depok
Knv : Beberapa artis dari Depok adalah orang cakep

E menjadi E (negatif)
Std : Semua bajuku itu bukan barang buatan dalam negeri
Knv : Semua barang buatan dalam negeri adalah bukan bajuku

I menjadi I (positif)
Std : Seorang temanku itu bintang idola kawula muda
Knv : Seorang bintang idola kawula muda adalah temanku

O menjadi Tidak Ada (negatif)

2. OBVERSI
(+) S = P
menjadi : S = bukan non P
Ex :
Std : Semua idolaku adalah artis terkenal
Obv : Semua idolaku adalah bukan non artis terkenal

(-) S = bukan P
menjadi : S = non P
Ex :
Std : Seorang begundal adalah bukan orang yang kukenal
Obv : Seorang begundal adalah non orang yang kukenal

3. KONTRAPOSISI
(+) S = P
menjadi : non P = non S
Ex :
Std : Seluruh pejabat teras itu adalah sahabatku
Knt : Seluruh non sahabatku adalah non pejabat teras

(-) S = bukan P
menjadi : non P = bukan non S
Ex :
Std : Banyak konglomerat adalah bukan orang yang pelit padaku
Knt : Banyak non konglomerat adalah bukan non orang yang pelit padaku

4. OPOSISI (PERLAWANAN)
Ketentuan :
Jika BENAR
Jika A (benar) : maka A (benar), E (salah), I (benar), O (salah)
Jika E (benar) : maka A (salah), E (benar), I (salah), O (benar)
Jika I (benar) : maka A (benar/salah), E (salah), I (benar), O (benar/salah)
Jika O (benar) : maka A (salah), E (benar/salah), I (benar/salah), O (benar)

Jika SALAH
Jika A (salah) : maka A (salah), E (benar/salah), I (benar/salah), O (benar)
Jika E (salah) : maka A (benar/salah), E (salah), I (benar), O (benar/salah)
Jika I (salah) : maka A (salah), E (benar), I (salah), O (benar)
Jika O (salah) : maka A (benar), E (salah), I (benar), O (salah)

CLUE!
1. Kalimatnya tidak perlu dirubah jadi proposisi standar
2. Penggolongan kalimat (masuk ke A/E/I/O) dapat dilihat dengan cara :
– Lihat perkiraan jumlah dari S (subjek), ini utk universal/partikular
– Lihat bentuk dari predikat-nya yang negatif atau positif
3. Hasil jawaban langsung ditulis sesuai dengan ketentuan diatas
4. Getow…

Ex :
Kalimat soal :
Jika benar ada teman-teman Pramsky sedang buka Blog-nya Pramsky
(kalimat ini termasuk kategori) I (benar),
mengapa bisa begitu?

– S (subjek) : “ada teman-teman Pramsky” = menjelaskan hanya beberapa teman saja / tidak semua teman Pramsky = jadi Subjeknya Partikular = I atau O

– P (predikat) : “sedang buka” = tidak ada kata tidak / bukan, jadi termasuk kalimat positif

– Sedangkan (benar) adalah dari kata ke-2 dari kalimat soal “Jika benar …”

Kalimat turunan soal Oposisi :

a. Semua orang yang buka Blog-nya Pramsky adalah teman-teman Pramsky
Jawaban :
(S = universal, P = positif) jadi kalimat diatas termasuk kategori A,
pada ketentuan I (benar) maka A (benar/salah) –> lihat di ketentuan

b. Sedikit orang yang tahu Pramsky punya Blog
Jawaban :
(S = partikular, P = positif) jadi kalimat diatas termasuk kategori I,
pada ketentuan I (benar) maka I (benar) –> lihat di ketentuan

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/plex-apk/