OVERSTATEMENT DAN INFLASI

Table of Contents

OVERSTATEMENT DAN INFLASI

OVERSTATEMENT DAN INFLASI

OVERSTATEMENT DAN INFLASI

Overstatement menurut bahasa adalah pernyataan yang berlebih-lebihan. Overstatement di bidang ekonomi contohnya dalam penyesuaian inflasi terhadap harga pokok penjualan dan beban depresiasi dirancang untuk menentukan laba, seperti dilaporkan agar tidak terjadi overstatement laba. Meskipun begitu akibat hubungan negatif antara inflasi lokal dan nilai valuta, perubahan kurs antara laporan keuangan saru dengan laporan keuangan yang lain yang berurutan , yang umumnya diakibatkan oleh inflasi (paling tidak selama satu periode tertentu), akan menyebabkan perusahaan merefleksikan paling tidak sebagian dampak inflasi (yaitu, penyesuaian-penyesuaian ganda, kerugian translasi yang telah tercermin dalam laba seperti dilaporkan sebuah perusahaan harus diperhitungkan sebagai bagian dari penyesuaian inflasi.

DEFINISI INFLASI

Definisi tentang inflasi telah dikemukakan oleh para ahli.

– Nanga (2001: 237) menyatakan bahwa Inflasi adalah suatu gejala di mana tingkat harga umum mengalami kenaikan secara terus – menerus. Kenaikan tingkat harga umum yang terjadi sekali waktu saja tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi.

Powered by wordads.co
Seen ad many times
Not relevant
Offensive
Covers content
Broken
REPORT THIS AD
Powered by wordads.co
Seen ad many times
Not relevant
Offensive
Covers content
Broken
REPORT THIS AD

– Menurut Rahardja (1997: 32), Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus.Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, tetapi jika kenaikanmeluas kepada sebagian besar harga barang-barang maka hal ini disebut inflasi.

– Sementara itu Eachern (2000: 133), menyatakan bahwa Inflasi adalah kenaikan terus-menerus dalam rata – rata tingkat harga. Jika tingkat harga berfluktuasi, bulan ini naik danbulan depan turun, setiap adanya kenaikan kerja tidak berarti sebagai inflasi.

– Sedangkan Sukirno (2004: 27) memberikan definisi bahwa inflasi adalah suatu proses kenaikanharga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian.

– Selanjutnya BPS (2000: 10)mendefinisikan inflasi sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomisuatu wilayah atau daerah yang menunjukkan perkembangan harga barang dan jasasecara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen. Dengan demikian angka inflasisangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang berpenghasilan tetap, dan di sisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi barang.Berdasarkan berbagai definisi yang telah dikemukakan di atas maka dapat diambilkesimpulan bahwa secara umum inflasi adalah suatu gejala naiknya harga secara terus-menerus (berkelanjutan) terhadap sejumlah barang. Kenaikan yang sifatnya sementaratidak dikatakan inflasi dan kenaikan harga terhadap satu jenis komoditi juga tidak dikatakan inflasi.Ada beberapa cara yang dikemukakan untuk menggolongkan jenis-jenis inflasi.Penggolongan pertama didasarkan pada parah atau tidaknya inflasi tersebut.

Powered by wordads.co
Seen ad many times
Not relevant
Offensive
Covers content
Broken
REPORT THIS AD
Powered by wordads.co
Seen ad many times
Not relevant
Offensive
Covers content
Broken
REPORT THIS AD

Sukirno(2005: 11) membedakan beberapa macam inflasi yaitu:

1. Inflasi Merayap (inflasi yang terjadi sekitar 2-3 persen per tahun)

2. Inflasi Sederhana (inflasi yang terjadi sekitar 5-8 persen per tahun)

3. Hiperinflasi (inflasi yang tingkatnya sangat tinggi yang menyebabkan tingkat hargamenjadi dua kali lipat atau lebih dalam tempo satu tahun.

Sedangkan menurut Nanga (2005: 247) dilihat dari tingkat keparahannya, inflasi dapat dipilah dalam tiga kategori:

a. Inflasi sedang (moderate inflation)Yaitu inflasi yang ditandai dengan harga-harga yang meningkat secara lambat, dan tidak terlalu menimbulkan distorsi pada pendapatan dan harga relatif.

b. Inflasi ganas (galloping inflation)Yaitu inflasi yang mencapai antara dua atau tiga digit seperti 20, 100 atau 200 persen pertahun dan dapat menimbulkan gangguan-gangguan serius dalam perekonomian.

Powered by wordads.co
Seen ad many times
Not relevant
Offensive
Covers content
Broken
REPORT THIS AD
Powered by wordads.co
Seen ad many times
Not relevant
Offensive
Covers content
Broken
REPORT THIS AD

c. Hyperinflasi (Hyperinflation)Yaitu tingkat inflasi yang sangat parah, bisa mencapai ribuan bahkan milyar persen pertahun, merupakan jenis yang mematikan

Jenis inflasi dilihat dari faktor-faktor penyebab timbulnya (Nanga, 2005: 245):

a. Inflasi tarikan permintaan Inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan permintaan agregat (AD) yangterlalu besar atau pesat dibandingkan dengan penawaran atau produksi agregat.

b. Inflasi dorongan biaya Inflasi yang terjadi sebagai akibat adanya kenaikan biaya produksi yang pesatdibandingkan dengan produktivitas dan efisiensi perusahaan.

c. Inflasi struktural Inflasi yang terjadi akibat dari berbagai kendala atau kekakuan struktural yang menyebabkan penawaran menjadi tidak responsif terhadap permintaan yang meningkat.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/content-writer/