Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia

1. Sebagai bahasa nasional

=> Diikrarkan pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

a. Lambang identitas nasional.

b. Lambang kebanggaan kebangsaan.

c. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.

d. Alat pemersatu bangsa yang berbeda suku, agama, ras, adat istiadat dan budaya.

2. Sebagai bahasa Negara

=> Hasil perumusan seminar politik bahasa Nasional di Jakarta pada 25 – 28 Februari 1975.

a. Bahasa resmi kenegaraan.

b. Alat pengantar dalam dunia pendidikan.

c. Penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan

d. Pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Sejak lahir kita sudah mengenal bahasa. Bahkan kita menggunakannya setiap hari untuk berkomunikasi. Karena kita ada di Indonesia, maka kita menggunakan Bahasa Indonesia dan terkadang bahasa daerah asal kita masing-masing, atau yang disebut bahasa ibu. Tapi, apakah kita tahu fungsi bahasa? Apa kita juga tahu kedudukan Bahasa Indonesia itu sendiri?

Fungsi :

1. Sebagai sarana atau alat untuk ekspresi diri.

Dengan bahasa, kita dapat memberikan ide dengan jelas dan dapat dimengerti oleh yang lain.

2. Sebagai alat komunikasi.

Kita menggunakan bahasa setiap hari untuk berkomunikasi dengan orang di sekitar kita. Coba bayangkan jika tidak ada bahasa, mungkin kita hanya akan diam sepanjang hari karena tidak dapat berbicara dengan orang lain. Atau keadaan akan kacau akibat kesalah-pahaman karena pesan yang dimaksud tidak tersampaikan karena tidak ada bahasa.

3. Membantu dalam adaptasi dan integrasi.

Adaptasi : Menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Ketika kita sedang berada di daerah yang bahasanya tidak kita mengerti, maka kita dapat menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan warga setempat.

Integrasi : Pemersatu.

Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah. Jika masyarakat hanya menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing untuk berkomunikasi, pesan yang mereka maksud takkan pernah tersampaikan karena mereka tidak mengerti apa yang dibicarakan satu sama lain. Karena itulah Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dibutuhkan untuk integrasi warga. Meskipun berasal dari asal daerah yang berbeda, dengan menggunakan Bahasa Indonesia seluruh warga dapat berkomunikasi dengan lancar dan tidak terjadi kesalah-pahaman antara mereka akibat miskomunikasi.

4. Sebagai alat kontrol sosial.

Untuk mengontrol sikap, tingkah laku, dan tata krama warga Indonesia.

Misalnya, tulisan “Buanglah sampah pada tempatnya” bertujuan mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah mereka sembarangan. Tapi tulisan tersebut lebih sering hanya menjadi hiasan dinding karena banyak masyarakat yang tidak mematuhinya. Selain bahasa, dibutuhkan kesadaran masyarakat sendiri dalam melakukannya.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Pemprov Tingkatkan Perhatian pada Sekolah Swasta

Pemprov Tingkatkan Perhatian pada Sekolah Swasta

Pemprov Tingkatkan Perhatian pada Sekolah Swasta

Pemprov Tingkatkan Perhatian pada Sekolah Swasta

Pemprov Tingkatkan Perhatian pada Sekolah Swasta

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengukuhkan pengurus Forum Kepala Sekolah SMA

(FKSS) Swasta Jawa Barat di Hotel Topas Galeria, Jalan Dr. Djunjunan No.153, Cicendo, Kota Bandung, Selasa dan Rabu (12-13/12/17). Acara tersebut  dihadiri sekitar 268 pengurus FKSS kabupaten/kota seluruh Jawa Barat.Dalam sambutan dan arahan kepada kepala sekolah, Aher mengatakan ingin meningkatkan perhatian pemerintah khususnya pemerintah provinsi Jawa Barat, khususnya sekolah swasta. Perhatian ini berupa bantuan anggaran untuk meningkatkan kualitas sekolah swasta.

“Kami ingin mendorong, supaya perhatian pemerintah khususnya pemerintah provinsi Jabar kepada SMA/SMK/SLB swasta semakin meningkat. Kalau ada anggaran, saya ingin BOS atau PMU (red-untuk sekolah swasta)  dianggarkan,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Pengukuhan dan Rapat Kerja FKSS Jawa Barat, Iding Sunardi menjelaskan,

peresmian pengurus oleh Gubernur Jawa Barat merupakan momen yang ditunggu-tunggu selama ini. Menurutnya, tujuan dibentuk FKSS adalah untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah akan kesetaraan sekolah swasta dan sekolah negeri yang dirasa masih belum sama.

“Perlunya pengakuan dari pemerintah terhadap sekolah swasta yang sama-sama dengan sekolah negeri, mendidik anak bangsa,” jelasnya.

Setelah pengukuhan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja dan pemberian materi dengan tema

Peran Strategis Kepala Sekolah SMA Swasta dalam Peningkatan Mutu. Narasumber yang hadir yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  Drs. Wastandar serta Sekjen Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), Zulkarnaen.

“Selain pengukuhan yaitu pemberian materi yang berhubungan dengan peningkatan kualitas kepala sekolah, pembicaranya ada dua dan berhubungan dengan kualitas (sekolah),” ujar Iding.

 

Baca Juga :


Sebanyak 4.168 Sekolah di Jabar Lulus Akreditasi

Sebanyak 4.168 Sekolah di Jabar Lulus Akreditasi

Sebanyak 4.168 Sekolah di Jabar Lulus Akreditasi

Sebanyak 4.168 Sekolah di Jabar Lulus Akreditasi

Sebanyak 4.168 Sekolah di Jabar Lulus Akreditasi

Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP S/M) Provinsi Jawa Barat, menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Akreditasi Tahun 2017 di Grand Asrilia Hotel, Jalan Pelajar Pejuang 25 No.123 Bandung. Acara yang dilaksanakan selama dua hari tersebut (27-28/11/17), dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), Abdul Mu`ti, 54 orang Unit Pelaksana Akreditasi Se-Jawa Barat, serta 15 orang anggota BAP S/M.

Ketua BAP S/M Udin Syaefudin Saud menuturkan, pihaknya telah melakukan rapat akreditasi secara bertahap. Tahap pertama adalah untuk sekolah yang didanai BPBN, dan tahap kedua adalah untuk sekolah yang  didanai APBD satu dan dua.

“Sebanyak 4172 sekolah di Jabar dilakukan akreditas, hasilnya terdapat empat sekolah yang tidak terakreditasi yaitu satu SD, satu SMA Negeri, dan dua SMK Swasta. Jadi total semua yang terakreditasi, 4168 sekolah,” ujarnya.

Akreditasi sekolah/madrasah, kata Udin, dibagi menjadi tiga level. Terdapat delapan standar yang dinilai dalam akreditasi tersebut. Akreditasi ini dinilai dengan sistem komputer dari hasil evaluasi sekolah dengan assessor. Kemudian, data dimasukan ke sistem dan diolah untuk mendapatkan hasil.

“Dari delapan standar tersebut, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sekolah. Kalau

terpenuhi maka akan muncul skor. Misalkan saja kalau akreditasi C maka skor yang didapat sekitar 71 hingga 80. Kalau akreditasnya B, maka skornya 81 hingga 90. Terakhir, untuk akreditasi A maka skornya 91 sampai 100. Jika dibawah nilai 71 maka sekolah itu tidak lulus akreditasi,” jelas Udin.

Untuk empat sekolah yang tidak lulus akreditasi, menurutnya tidak perlu khawatir. Pihak sekolah tetap bisa mengajukan akreditasi kembali di tahun depan. Kepada sekolah yang tidak terakreditasi, Udin menjelaskan, BAP S/M akan menyampaikan SK mana saja persyaratan yang belum terpenuhi. Selain itu, sekolah tersebut akan mendapatkan prioritas jika sudah memenuhi syarat.

“Sekolah harus mampu menghitung sendiri syaratnya, sebab standarnya jelas. Ada delapan standar, dimulai dari standar isi, standar proses, standar lulusan, standar GTK, standar pembiayaan, standar sarana prasarana, dan lainnya,” jelas Udin.

Ia menambahkan, pembagian sertifikat akreditasi akan dimulai pada 15 Desember 2017.

Penyerahan sertifikat akan dibagi sesuai dengan porsinya masing-masing. Untuk  SMA/SMK diberikan ke dinas provinsi, SD dan SMP diberikan ke kabupaten/kota, dan untuk MI diberikan ke Kementrian Agama (Kemenag).

“Langsung kami dibagikan, sebab saat ini sertifikatnya begitu diumumkan sudah siap, sekarang masih dalam proses penulisan. Tidak akan ada keterlambatan seperti tahun-tahun lalu,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi menambahkan, hasil akreditasi ini

merupakan hasil yang independen dan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan secara nyata. Selain itu, menurutnya tidak ada perbedaan akreditasi antara negeri dan swasta.

“Sehingga masyarakat bisa memilih mau bersekolah di sekolah dengan akreditasi apa. Selain itu, kami yakin hasil dari jerih payah BAP S/M menggambarkan kondisi objektif di lapangan,” tandasnya,

 

Sumber :

https://sam-worthington.net/sejarah-berdirinya-youtube/


Peringatan Hari Sumpah Pemuda Pemuda Harus Mampu Bersaing Global

Peringatan Hari Sumpah Pemuda : Pemuda Harus Mampu Bersaing Global

Peringatan Hari Sumpah Pemuda : Pemuda Harus Mampu Bersaing Global

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Pemuda Harus Mampu Bersaing Global

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Pemuda Harus Mampu Bersaing Global

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Ahmad Hadadi membuka Festival Pelajar Berbudaya

dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Bandung, Jalan Rancasawo No.74, Margasari, Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017).

Dalam sambutannya, ia memaparkan tentang perbedaan komitmen pemuda kini dan pada jaman dahulu. Menurutnya, pemuda masa kini harus memiliki tekad dan komitmen untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan yang dapat bersaing dengan negara lain.

“Jika dahulu Sumpah Pemuda diartikan sebagai suatu komitmen dan semangat para pemuda

dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, kini tekad dan komitmen pemuda adalah untuk memajukan Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Hal senada pun disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 21 Bandung, Santy Kurnia Dewi. Ia menyebutkan tujuan acara ini adalah untuk mewadahi pengembangan diri para siswa, serta ajang silaturahmi dan menjalin persaudaraan tanpa melihat perbedaan. Festival ini terdiri dari dua kegiatan besar, yaitu Salikur Mojang dan Jajaka (Samoka) SMAN 21 dan kegiatan Bulan Bahasa yang di dalamnya terdapat berbagai macam perlombaan.

“Ada 2 kegiatan besar yaitu Samoka kegiatan Salikur Mojang dan Jajaka SMAN 21, yang nantinya akan menjadi Duta Budaya SMAN 21. Kegiatan kedua adalah Bulan Bahasa dimana ada beberapa perlombaan baik internal yakni siswa SMAN 21 sendiri, maupun peserta eksternal yang berasal dari sekolah lain,” katanya.

Kegiatan festival ini, menampilkan berbagai kesenian dan bakat para siswa dari  ekstrakurikuler

dengan tema budaya nusantara. Salah satunya adalah budaya sunda. Kebudayaan yang diangkat dimulai dari Upacara Adat, Calung, Sisingaan,  Angklung, Tarian Sunda dan juga beberapa tarian tradisional lainya.

“Selain itu juga ada bazar yang merupakan hasil karya pembelajaran pendidikan kewirausahaan, yang diikuti oleh seluruh kelas dan dilombakan,” pungkas Santy.

 

Sumber :

https://sam-worthington.net/doa-selamat-dunia-akhirat/

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :

Teori dan Hipotesis Penelitian

Teori dan Hipotesis Penelitian

Teori dan Hipotesis Penelitian

Teori dan Hipotesis Penelitian

Teori dan Hipotesis Penelitian

Definisi teori

Dalam dunia ilmu, orang kadang sulit membedakan antara teori dan kenyataan.seorang ilmuwan dalam mencari pengetahuan bukan hanya mencari fakta atau kenyataan, akan tetapi berusaha menemkan dalil-dalil. Dengan dalil tersebut, seorang ilmuwan dapat melakukan peramalan rangkaian peristiwa berikutnya. Dalil-dalil yang tersusun secara sistematis yang ditemukan inilah yang pada akhirnya merupakan teori.

Teori oleh para pakar, kadang berbeda dalam merumuskannya. Menurut Marzuki(2003), teori adalah prinsip-prinsip umum yang ditarik dari fakta-fakta;mungkin juga berupa dugaan yang menerangkan sesuatu,seperti teori atom, evolusi, gravitasi dan sebagainya dari definisi tersebut, dapat dinyatakan bahwa :

Teori merupakan prinsip-prinsip umum, bukan spekulasi

Teori ditarik dari fakta/fenomena yang belaku, oleh karena itu teori dan fakta saling berhubungan

Teori merupakan dugaan yang menerangkan sesuatu, karena itu peneliti sangat berkepentingan dengan teori dan fakta

Sedangkan menurut kerlinger(1985),teori merupakan suatu rangkaian construct atau konsep (concept), definisi (definition), dan proposisi(proposition) yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan unuk menjelaskan dan memprediksi fenomena alam.

Bertolak dari konsep di atas, terdapat tiga hal pokok yang terungkap dalam definisi teori, yakni:

Elemen teori terdiri atas: konstruk,konsep, definisi dan proposisi

Elemen-elemen teori memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena melalui penentuan-penentuan hubungan antar variabel.

Tujuan teori adalah untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena alam.

Dari keterangan di atas, ada beberapa komponen yang berhubungan dengan teori, yakni :konstruk, konsep, fenomena dan variabel.hubungan antara teori, konstruk, konsep, fenomena dan variabel, baik di lihat dari bagaimana lahirnya teori, dan bagaimana menjelaskan variabel-variabel penelitian, dapat dijelaskan melalui bagan dalam gambar 4.1 dan 4.2.

Sumber : https://jalantikus.app/

RENCANA DAN PERENCANAAN USAHA

RENCANA DAN PERENCANAAN USAHA

RENCANA DAN PERENCANAAN USAHA

Definisi Perencana Usaha

Dengan mengetahui perlunya perencanaan yang sehat, lalu timbul pertannyaan apakah rencana itu? Rencana adalah suatu cara bertindak yang ditetapkan lebih bodoh. Proses brfikir kedepa, mengambil suatu keputusan tentang cara bertindak setelah mempertimbangkan banyak kemungkinan alternative yang tersedia, adalah merupakan proses perencanaan, sesuai dengan itu, suatu rencana harus mengenai ketiga factor berikut:

  1. Harus melibatkan masa yang akan datang
  2. Harus ada tindakan
  3. Harus mengenai/memberi penilaian terhadap struktur organisatoris dari tanggungjawab, wewenang, dan keadaan yang dapat di minta tanggungjawab atas terjadinya tindakan dalam suatu perusahaan tertentu.

Kerangka untuk perencanaan usaha

Mungkin cara yang paling baik untuk memahami apa yang mmebentuk perencanaan perusahaan yang baik, adalah dengan memperkenalkan tiga elemen yang terpisah tetapi berhubungan, yaitu:

  1. System dari rencana yang mencakup keseluruhannya, yaitu untuk seluruh kegiatan perusahaan dan untuk semua masa perencanaan dan hubungan antara  satu sama lainnya.
  2. Elemen-Eleman dasar yang harus melekat pada setiap rencana tindakan yang sehat
  3. Proses yang teratur, melalui mana yang akan dirumuskan

System Rencana

Tiga komponen utama dalam suatu strukur perencanaan yang integral, yaitu:

  1. Pada puncak adalah” Rencana Strategis” yang mencoba menggariskan secara umum karakteristik-karakteristiknya dan sasaran-sasaran perusahaan.
  2. Yang berasal dari rencana strategis adalah”rencana Pengembangan” perusahaan yang meliputi pengembangan produk dan pasar baru.
  3. Yang juga berasal dari rencana stratetis adalah”rencana Operasi”, yang terutama berfokus pada generasi produk-produk dan pasar-pasar yang telah ada.

Masa perencanaan- berapakah lamanya” jangka Panjang”

Berapa factor yang menjadi pedoman dalam memilih masa perencanaan yang wajar sbb:

  1. Lead time pengembangan produk
  2. Masa kehidupan produk
  3. Waktu untuk pengembangan  pasar
  4. Waktu untuk pengembangan bahan baku dan komponen-komponennya
  5. Waktu untuk pembangun fasilitas fisik

Perencaan Strategis

Suatu rencana strategis mungkin harus mencakup komponen-komponen ini:

  1. Suatu pernyataan yang jelas dan dapat dimengerti mengenai tujuan pokok-pokok dari perusahaan
  2. Suatu strategi atau cara yang telah di pertimbangkan dengan teliti telah mencaapi tujuan pokok perusahaan.
  3. Suatu pernyataan mengenai sasaran-sasaran khusus yanga akan dicapai dalam strategi dan cara pengukuran kemajuan terhadap setiap sasaran
  4. Suatu pernyataan mengenai asumsi atau kondisi yang dipergunakan atau diperlukan untuk mencaapi sasaran

Beberapah tujuan perencanaan strategis

Untuk mengiktisarkan beberapa sasaran dari perencanaan strategis prosesnya harus mewujudkan hal-hal berikut:

  1. Menaikan sensitivity (kepekaan) dari organisasi terhadap seluruh lingkungan social, ekonomis, politis, teknologis, dan kompetitif
  2. Memungkinkan adanya evaluasi mengenai kesempatan strategis dan memungkinkan adanya penyediaan trade-of sehubungan dengan pengalokasian sumber daya
  3. Menekankan resiko yang ada dalam setiap alternative langkah strategis
  4. Menyebabkan adanya analisa dan tinjauan lebih tajam dan lebih konstruktif mengenai strategi dan rencana dan rencana dasar pada semua tingkatan
  5. Mengkomunikasikan menurut suatu cara yang lebih spesifik kepada semua anggota mengenai arah yang menjadi haluan perusahaan sebagai suatu haluan perusahaan sebagai suatu kesatuan pemersatu

Rencana Pengembangan Perusahaan

Kegiatan pengembangan yang berorientasi pada produk dan pasar ini akan berhubungan terutama dengan hal-hal sbb:

  1. Penciptaan kondisi atau suasana perusahaan yang memelihara dan mendorong terciptanya atau ditemukannya produk dan pasar baru.
  2. Mengunpulkan data yang berhubungan untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang mempunyai hasil pengembalian (return) yang secara potensial atau paling tinggi sumber daya perusahanaan.
  3. Menetapkan kebutuhan sumber daya dan penjualan yang diperlukan untuk menjalankan program takalah telah memasuki operasi normal

Elemen-elemen dasar dalam setiap rencana

  1. 1. Suatu pernyataan mengenai tujuan
  2. 2. Identifikasi mengenai tindakan
  3. 3. Penentuan sumber daya yang telah digunakan
  4. 4. Identifikasi dari sasaran
  5. 5. Penetapan jadual waktu yang tetap dan ketaatan padanya
  6. 6. Identifikasi dari kondisi-kondisi yang akan dipenuhi atau asumsi-asumsi yang dibuat

Proses perencanaan

Proses perencanaan harus melipiti fungsi-fungsi pokok sbb:

  1. Perumusan masalah, sasaran dan tugas yang mencakup hal-hal Sbb:
    1. Perumusan Spesipik masalahnya
    2. Identifikasi alas an-alasan yang dilakukannya penelitian
    3. Pertumbuhan isi atau karakteristik-karakteristik yang harus tercakup dalam rencana’
    4. Pertimbangan mengenai cara alternative untuk memperoeleh pemecahan
    5. Seleksia adalah cara yang paling praktis untuk memperoleh jawaban, setelah mempertimbangkan semua factor
    6. Pendaftaran secara terperinci mengenai data yang diperlukan
    7. Spesifikasi tindakan yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan
    8. Pengumpulan informasi
      1. Identifikasi semua fakta penting yang tersedia
      2. Identifikasi ketidakpastian  atau bidang-bidang yang tidak ada
      3. Penyaringan atau pengembangan alternative-alternatif yang layak untuk di pertimbangkan

Sumber : https://uptodown.co.id/

Yuwanza Ramadhan Raih Medali Perak di European Physics Olympiad 2019

Yuwanza Ramadhan Raih Medali Perak di European Physics Olympiad 2019

Yuwanza Ramadhan Raih Medali Perak di European Physics Olympiad 2019

Yuwanza Ramadhan Raih Medali Perak di European Physics Olympiad 2019

Yuwanza Ramadhan Raih Medali Perak di European Physics Olympiad 2019

Siswa asal Jawa Barat menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasional. Dia adalah Yuwanza Ramadhan, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Depok. Ia berhasil menyabet medali perak dalam ajang bergengsi European Physics Olympiad (EuPhO) 2019. Prestasi yang ia capai sungguh mengagumkan karena ajang ini diikuti 35 negara dengan 250 delegasi dari berbagai belahan dunia.

Sebelumnya, Yuwanza harus melalui beberapa tahapan dalam mengikuti kompetisi ini. Di

antaranya, fisika eksperimen dan fisika teori yang digelar selama 5 jam, dengan mengerjakan 5 soal teori dan soal eksprimen berjumlah 2, dengan bobot nilai 20. Sedangkan tema eksperimen yang diangkat adalah mekanika, elektrodinamika, dan hidrostatik.

“Mengerjakan soal olimpiade fisika sebenarnya hampir sama dengan pelajaran di sekolah. Namun, soal di EuPho 2019 dibuat merata dengan tingkat kesulitan cukup tinggi,” ujar Yuwanza saat dihubungi, Senin (22/7/2019).

Perjalanan Yuwanza dalam mengikuti ajang internasional tersebut tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi terlebih dahulu. Mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, nasional hingga internasional. Selain itu, ia pun mengikuti pelatihan secara nasional dengan beberapa peserta lainnya.

Sekolah pun mendukung perjuangan Yuwanza. Di antaranya, dengan memberikan pembinaan

serta pelatihan mengerjakan soal-soal Olimpiade Sains Nasional (OSN) berskala nasional dan internasional dengan menggunakan bahasa Inggris. “Sehingga, saya tidak punya kendala dengan bahasa karena telah terbiasa mengerjakan soal-soal dalam bahasa Inggris,” tuturnya.

Selain mendapat dukungan sekolah, siswa kelahiran Palembang, 6 Desember 2001 ini juga

mendapat dukungan penuh orang tua.

“Motivasi saya mengikuti kompetisi ini karena saya benar-benar ingin mendalami ilmu fisika serta ingin membanggakan orang tua dan sekolah,” ungkapnya.**

 

Baca Juga :

 

Mendikbud Tak Ada Toleransi bagi Praktik Kecurangan PPDB

Mendikbud: Tak Ada Toleransi bagi Praktik Kecurangan PPDB

Mendikbud: Tak Ada Toleransi bagi Praktik Kecurangan PPDB

Mendikbud Tak Ada Toleransi bagi Praktik Kecurangan PPDB

Mendikbud Tak Ada Toleransi bagi Praktik Kecurangan PPDB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menegaskan tidak akan menoleransi praktik-praktik kecurangan yang terjadi di sekolah, khususnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ia mengimbau semua pihak agar menjaga pendidikan tetap bersih.

“Kita tidak menoleransi praktik-praktik tidak baik di sekolah. Lembaga pendidikan secara umum, sekolah secara khusus,” tegas Mendikbud, Senin (15/7/2019) seperti dilansir dari laman

Demi masa depan anak, Mendikbud mengimbau orang tua untuk tidak melakukan praktik

kecurangan. “Saya imbau orang tua jangan coba-coba main belakang hanya agar anaknya masuk ke sekolah yang dia anggap bagus. Karena, dampaknya pasti tidak bagus untuk anak,” imbau Muhadjir.

Dampak tersebut, lanjut Mendikbud, yakni sanksi sosial yang diterima siswa jika di kemudian hari lingkungan sekitar mengetahui ia masuk sekolah melalui cara-cara yang tidak sesuai aturan. “Di mata siswa lain juga akan tidak baik. Orang tua harus memerhatikan psikologis anak dengan tidak memaksakan kehendak,” paparnya.

Mendikbud mengimbau semua pihak agar menghindari praktik-praktik kecurangan dan ketidakjujuran. “Pendidikan harus bersih. Bisa dikatakan, pendidikan itu hulu peradaban bangsa ini. Kalau bagian hulu sudah diisi praktik kecurangan dan ketidakjujuran, kita tidak bisa berharap banyak pada akhirnya,” imbuhnya.

Menindaklanjuti 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dewi Sartika menegaskan, pihaknya

telah menindaklanjuti semua permasalahan kecurangan pada pelaksanaan PPDB. Salah satu masalah yang terjadi di Jabar, yakni adanya pemalsuan kartu keluarga (KK). Guna menangani hal tersebut, Disdik Jabar pun bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jabar dan membuat Tim Investigasi Domisili.

“Kita telah memanggil oknum orang tua pendaftar. Namun, yang terperting kita tetap melindungi hak anak. Anak jangan jadi korban dan harus tetap melanjutkan sekolah,” katanya, Kamis (18/7/2019).

Di luar masalah tersebut, Kadisdik mengatakan, pelaksanaan PPDB di Jabar berjalan cukup baik.

Meski demian, pihaknya akan mengevaluasi berbagai pengaduan pasca-PPDB agar pelaksanaan PPDB tahun depan bisa lebih baik.

“Banyak hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Mulai dari sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana serta sistem untuk menjalin komunikasi melalui pendekatan kepada masyarakat dan sosialisasi kepada orang tua,” jelasnya.***

 

Sumber :

https://dogetek.co/syarat-dan-rukun-shalat/