Peran positif kelompok sepermainan/persahabatan

Peran positif kelompok sepermainan persahabatan

Peran positif kelompok sepermainan persahabatan

Peran positif kelompok sepermainan persahabatan

memberikan rasa aman dan rasa yang dianggap penting dalam kelompok yang berguna bagi pengembangan jiwa
 menumbuhkan dengan baik kemandirian dan kedewasaan
 tempat yang baik untuk mencurahkan berbagai perasaaan: kecewa, takut, kawatir,
suka ria, dan sebagainya, termasuk cinta.
 Merupakan tempat yang baik untuk mengembangkan ketrampilan sosial: kemampuan memimpin, menyamakan persepsi, mengelola konflik, dan sebagainya Tentu saja ada peran kelompok persahabatan yang negatif, seperti perilaku-perilaku yang berkembang di lingkungan delinquen (menyimpang), misalnya gang.
3. Sistem/lingkungan pendidikan sebagai agen/media sosialisasi
Dilingkungan pendidikan/sekolah anak mempelajari sesuatu yang baru yang belum dipelajari dalam keluarga maupun kelompok bermain, seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
Lingkungan sekolah terutama untuk sosialisasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai kebudayaan yang dipandang luhur dan akan dipertahankan kelangsungannya dalam masyarakat melalui pewarisan (transformasi) budaya dari generasi ke generasi berikutnya.
Fungsi sekolah sebagai media sosialisasi antara lain:

 mengenali dan mengembangkan karakteristik diri (bakat, minat dan kemampuan)
 melestarikan kebudayaan
 merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran ketrampilan berbicara dan
pengembangan kemampuan berfikir kritis, analistis, rasional dan objektif
 memperkaya kehidupan dengan cakrawala intelektual serta cita rasa keindahan
 mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri dan kemandirian
 membelajarkan tentang hidup sehat, prestasi, universalisme, spesifisitas, dll.
4. Sistem/lingkungan kerja sebagai agen/media sosialisasi
Di lingkungan kerja seseorang juga belajar tentang nilai, norma dan cara hidup. Tidaklah
berlebihan apabila dinyatakan bahwa cara dan prosedur kerja di lingkungan militer
berbeda dengan di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi. Seorang anggota tentara akan bersosialisasi dengan cara kerja lingkungan militer dengan garis komando yang tegas. Dosen atau guru lebih banyak bersosialisasi dengan iklim kerja yang lebih demokratis.

Sumber : https://downloadapk.co.id/