Respons XL Soal Proses Konsolidasi antar Operator Alot

Respons XL Soal Proses Konsolidasi antar Operator Alot

Respons XL Soal Proses Konsolidasi antar Operator Alot

Respons XL Soal Proses Konsolidasi antar Operator Alot

Operator telekomunikasi nasional PT XL Axiata Tbk mengakui proses konsolidasi antar operator

masih terkendala karena belum menghasilkan titik temu terkait penggunaan frekuensi.

Menurut Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya, jika konsolidasi terjadi, maka frekuensi harus dikembalikan dulu kepada negara.

“Hal yang perlu menjadi perhatian adalah terkait dengan penggunaan frekuensi. Biasanya, saat operator mengakuisisi operator lainnya, maka spektrum yang dipunyai operator tersebut jadi dimiliki oleh pihak yang membeli,” kata Yessie kepada awak media usai acara Telco Outlook 2020 di Hotel Aston, Jakarta, Senin (2/12).

“Hanya di Indonesia yang punya practice bahwa frekuensi harus dikembalikan dulu ke negara,”

sambungnya.

Lihat juga:Kominfo: Implementasi 5G di Indonesia Tak Mesti Terburu-buru

Sebelumnya, Eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sempat menyebut faktor bisnis menjadi kendala operator telekomunikasi belum mau melakukan konsolidasi.

Dia menilai operator menaruh perhatian apakah setelah melakukan konsolidasi, terjadi penguatan neraca saldo (balance sheet) atau tidak.

“Bisnis, lah. Nanti akibatnya ke balance sheet [neraca saldo], makin kuat atau tidak,” kata

Rudiantara di The Ballroom Djakarta Theater XXI, Jakarta, 13 September lalu.

Kemenkominfo melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menyiapkan tiga opsi kepemilikan spektrum frekuensi jika terjadi konsolidasi. BRTI bakal menyertakan kepemilikan frekuensi ke dalam Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur soal konsolidasi.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/