Tips Merangkum Buku (Resume)

Tips Merangkum Buku (Resume)

Tips Merangkum Buku (Resume)

Tips Merangkum Buku (Resume)

APR
30

Tips Merangkum Buku (Resume)

Tips merangkum atau meresume buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya. Sebagai seorang pelajar, pasti pernah kan ya dapat tugas membuat rangkuman atau resume suatu bab atau buku. Iya kalau sedikit, lha kadang harus merangkum atau membuat resume sampai ratusan halaman. Malas banget kan? Belum lagi kalau harus merangkum buku berbahasa Inggris. Yang menyulitkan adalah merangkum merupakan terjemahan dari bahasa selain Inggris. Misalnya dari bahasa Perancis lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Saya pernah mendapat tugas seperti itu. Huaaa, pusingnya luar biasa. Tidak paham. Karena kadang ada ketidaktepatan dalam menggunakan kosakata tertentu.
Apa arti kata rangkum atau resume? Untuk detilnya silahkan lihat di kamus besar bahasa Indonesia versi online. Tapi secara singkat, meresume atau merangkum itu artinya hampir sama, yaitu membuat sesuatu menjadi singkat. Perlu diingat bahwa merangkum tidak sama dengan menerjemahkan.
Berikut beberapa tips merangkum yang saya lakukan dikala tugas merangkum melanda. He…
Pertama, membuat kerangka tulisan yaitu menuliskan semua judul bab dan subbabnya. Judul itu mencerminkan isi. Sehingga cara ini membantu kita untuk memberi gambaran tentang isi subbab tersebut. Mulailah dengan subbab yang isinya sedikit dan mudah dipahami. Cara ini ampuh jika sudah mendekati deadline. Hihihi.
Kedua, baca kalimat pertama dan terakhir tiap paragraf karena itu biasanya kalimat inti dalam paragraf bahasa Inggris. Kalimat-kalimat tersebut mencerminkan isi suatu paragraf. Jadi hemat waktu.
Ketiga, lewati kalimat atau paragraf yang menjelaskan suatu contoh. Tapi sangat dianjurkan untuk membaca dan mempelajari contoh jika belum paham.  Contoh tersebut tidak perlu ditullis dalam laporan kita ya.
Kelima, artikan secara konteks kosa kata yang tidak dipahami.
Ada kalanya suatu kata itu “tidak terlalu penting keberadaannya” dalam kalimat.
Misalnya: My name is Tika. Nah, kata “is” itu tidak terlalu penting. Paham ya maksud saya? He… Ini untuk menghemat waktu. Yang perlu diperhatikan adalah kata kerja utama (main verb) dalam suatu kalimat.
Misalnya I will go to hospital tomorrow.
Kata will itu “tidak terlalu penting”. Kata go yang saya maksud dengan main verb. Karena jika kita hanya mengerti will (artinya akan), kan jadi mikir. Akan apa ya? Atau jika kita hanya mengerti kata hospital (rumah sakit), kita bertanya-tanya ada apa dengan rumah sakit?
Keenam, ketika menggunakan kamus, pilih arti yang kira-kira sesuai konteks kalimat.
Ketujuh, Catatan khusus tentang Google Translate (GT): gunakan GT jika bahasa Inggris kita cukup baik. Karena sampai tulisan ini dibuat, hasil terjemahnya tidak cukup baik jika menerjemahkan 1 kalimat apalagi 1 paragraf. Nah, jika bahasa Inggris kita di bawah garis pas-pasan, sebaiknya gunakan GT untuk menerjemahkan perkata. GT luar biasa bagus jika menerjemahkan perkata. Lengkap dan disertai cara pengucapannya. Tapiiii jika bahasa Inggrisnya pada atau di atas garis pas-pasan, bisa gunakan GT.  Hasil GT ini hanya untuk membantu kita memahami apa yang ditulis, bukan untuk di-copy-paste pada laporan.
Kedelapan, pahami dan tulis dengan bahasa sendiri.

Yang perlu diingat adalah yang utama dalam mengerjakan tugas membuat resume/ringkasan adalah agar pemahaman kita terhadap isi buku/bab tersebut. Guru/Dosen memberi tugas tersebut untuk mempercepat pemahaman muridnya.

Silahkan ditambahkan jika ada yang punya tips lain. Selamat merangkum!